
Wajah pucat arwah Amira tiba-tiba bersinar terang setelah Dave mengatakan kalau dirinya sangat mencintai Amira.
Seulas senyum manis terukir indah di bibirnya.
Ya,, Amira telah mendapatkan apa yg selama ini menahan kepergiannya dari dunia ini.
Cinta yg selama ini dia dambakan dari ayahnya kini telah dia dapatkan.
Meskipun hal itu terjadi setelah tragedi buruk yg menimpanya.
" Alhamdulillah, semoga setelah ini arwahmu bisa tenang Amira "batin Dewi.
Tangan Amira terulur untuk memeluk ayahnya meskipun tubuh mereka tidak bisa bersentuhan.
Lama dia berada di dalam posisi itu, sebelum akhirnya Amira melepas pelukannya dengan senyum penuh kelegaan.
" Pak Dave, sudah waktunya Amira pergi "! ucap Pak Burhan.
Dave memandangi arwah putrinya dengan mata berkaca-kaca.
Jika saja dulu dia tidak egois, saat ini dia pasti akan menjadi orangtua paling bahagya mendapatkan seorang putri yg cantik jelita dan berhati mulia.
" Amira putri Ayah, pergilah dengan tenang. Disini ayah akan selalu mencintaimu. Katakan pada ibumu ayah akan segera menyusul kalian berdua ke surga "! ucap Dave sambil menekan dadanya yg semakin sakit.
Amira tersenyum. Dia kemudian beralih kearah kakaknya dan melakukan hal yg sama seperti yg dia lakukan pada ayahnya.
" Adik "! ucap Jimmy berusaha untuk bisa menyentuh tubuh adiknya.
Tapi lagi-lagi hanya udara yg dia rasakan.
Setelah puas memeluk kakaknya, Amira mengusap kepala kakaknya penuh sayang. Dia menunggu kata-kata terakhir sebelum kepergiannya.
" Adik, kakak ikhlas jika kamu sudah ingin pergi dari sini.
Jangan khawatir, kakak tidak akan pernah melupakanmu, kakak akan memenuhi permintaan terakhirmu.
Amira sayang, pergilah dengan tenang bersama Mama disana.
Kakak sangat mencintai kalian berdua "! ucap Jimmy dengan sangat berat saat mengiklaskan kepergian adiknya.
Wajah Amira semakin terlihat damai. Matanya kemudian menatap kearah Anita yg masih menangis di pelukan Nadya.
Dia mengharapkan hal yg sama darinya.
" Putri Mama yg cantik, Mama sudah ikhlas. Pergilah dengan tenang, hiduplah dengan bahagya bersama Mama Kamila di surga Alloh.
Mama akan selalu mencintaimu selama sisa hidup Mama.
Maafkan semua kesalahan Mama selama ini ya sayang "!.
Anita berkata dengan terbata-bata. Rasanya sakit sekali saat mengucapkan kata perpisahan untuk putri yg tidak akan pernah bisa dia temui lagi.
Nadya juga akhirnya mengucapkan kata perpisahan untuk calon adik iparnya yg baru dia ketahui.
" Amira, meskipun kita belum pernah saling bertemu, aku ingin meminta maaf jika aku pernah menyakiti hatimu.
Aku juga sudah memaafkan apa yg tidak sengaja kamu lakukan padaku. Terima kasih sudah menyayangi Jimmy dan orangtuanya.
Semoga disana kamu mendapatkan kebahagyaan bersama Mama-mu ".
__ADS_1
Setelah Nadya berkata seperti itu, mata Amira kini menatap kearah Bu Fatimah yg sedang menagis sambil memeluk adiknya.
Dia menatap penuh kerinduan pada wanita yg telah merawat dan mencintainya selama ini.
" Amira anak Bunda, Bunda juga sudah ikhlas sayang kalau kamu ingin menyusul ibumu di surga Alloh.
Bunda berdoa semoga kalian berdua mendapatkan tempat paling mulia di sisi Alloh.
Terima kasih sudah hadir di kehidupan Bunda selama ini. Kamu akan selalu menjadi anak kesayangan Bunda, kamu akan selalu menjadi belahan hati Bunda.
Pergilah dengan tenang sayang, sudah waktunya kamu terlepas dari semua kesedihan ini "!!.
Bu Fatimah mengusap airmata di wajahnya lalu berusaha tersenyum di hadapan arwah Amira.
Amira kemudian menatap kearah adiknya yg juga sedang menatapnya penuh kerinduan.
" Kakak mau pergi lagi ya "? tanya Miko.
Dia segera melepas pelukan Bu Fatimah lalu berlari ke depan kakaknya.
Miko terlihat bingung saat tangannya tidak bisa memeluk tubuh kakaknya.
" Kakak kok tidak bisa di pegang "??.
Jimmy yg berada tidak jauh dari Miko segera memeluknya.
Dia ingat kalau Amira pernah mengatakan kalau dia memiliki adik bernama Miko.
" Kak Amira sudah tidak seperti kita lagi, Miko. Kak Amira sudah meninggal "! ucap Jimmy terbata-bata.
" Apa itu meninggal "?.
" Meninggal itu tandanya Kak Amira akan segera pergi dari sini Miko.
Kak Amira tidak tinggal disini lagi "! ucap Nadya yg melihat Jimmy terlihat kebingungan.
" Oh, ya sudah tidak apa-apa kalau Kak Amira sudah meninggal.
Nanti Kak Amira pasti datang lagi seperti biasanya "! sahut Miko.
Miko lalu melepaskan pelukan Jimmy. Dia lalu menatap kakaknya sambil mengucapkan kata yg membuat semua orang langsung menahan tangis.
" Kak Amira hati-hati ya.
Miko akan jadi anak baik dan patuh sama Bunda.
Jangan lama-lama perginya ya Kak "!.
Miko melambaikan tangan kearah kakaknya kemudian berlari kearah Bu Fatimah.
Bu Fatimah segera mendekapnya erat sambil menangis tersedu-sedu.
Keanu, Dewi, Hendi dan Pak Burhan menganggukkan kepala mereka saat arwah Amira menatap mereka.
Keanu juga telah memaafkan apa yg pernah arwah Amira lakukan padanya.
Amira sekali lagi menatap satu-persatu orang yg berada di ruangan ini.
Wajahnya memperlihatkan senyum yg begitu bahagya saat menatap wajah ayahnya.
__ADS_1
Dengan wajah sembab dan sambil menahan rasa sakitnya, Dave tersenyum penuh ketulusan lalu mengangngguk mengiklaskan putrinya yg sepertinya sudah akan segera pergi meninggalkannya.
Bayangan tubuh transparan Amira perlahan-lahan mulai memudar. Miko yg melihat kakaknya akan segera pergi terus melambaikan tangan sambil tertawa-tawa. Dia tidak tau kalau itu adalah pertemuan terakhir dengan kakak yg sangat menyanyanginya selama ini.
" Selamat jalan Adikku sayang "! bisik Jimmy saat bayangan adiknya sudah tidak terlihat lagi.
" Selamat jalan putriku yg malang "! bisik Dave.
" Selamat jalan anak kesayangan Bunda "! bisik Fatimah.
" Selamat jalan putriku sayang "! bisik Anita.
Ruangan itu kini berubah menjadi begitu sunyi setelah arwah Amira pergi.
Hanya tertinggal raut-raut wajah penuh penyesalan dan kesedihan.
Amira pergi dengan membawa kebahagyaan yg selama ini selalu dia impikan.
Tidak ada lagi harapan yg mengganjal di hatinya.Semua orang sudah mencintai Amira. Membuat langkah Amira menjadi begitu ringan saat melangkah pergi dari dunia ini.
" Aakkkkhhhhhhh "!!!!! teriak Dave.
Semua orang kaget begitu melihat Dave terjatuh ke lantai sambil berteriak kesakitan.
Tangannya terus memegangi dadanya dan nafasnya mulai tersengal.
Keanu segera berlari keluar memanggil dokter, sementara yg lainnya membantu Dave berbaring ke atas ranjang.
Dave menggumamkan perkataan sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri.
" Tunggu ayah Amira "!!!.
Anita berteriak histeris melihat Dave menutup mata.
Jimmy yg memang kondisinya baru tersadar dari koma hampir saja kembali kehilangan kesadarannya sebelum akhirnya para dokter masuk menolongnya beserta ayahnya.
ππππππππππππππππ
Hallo para reader's tercinta..
Jangan pada nangis ya soalnya tinggal beberapa part lagi novel Airmata Dendam ini akan segera tamat.
Jangan lupa untuk selalu dukung novel ini menjelang hari-hari terakhirnya π π π
πΈvote
πΈlike
πΈcomment
πΈrate bintang lima
πΈfavorite
Follow juga nih akun medsos milik author.
**Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss**
__ADS_1
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan selalu rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.