Airmata Dendam

Airmata Dendam
Kesalahpahaman


__ADS_3

Setelah dua jam pingsan, Bu Fatimah akhirnya tersadar.


Dia menangis dengan sangat kencang saat kembali teringat cerita lelaki yg membunuh Amira.


" Apa salah putriku, kenapa putriku harus mengalami hal yg mengerikan seperti ini "!! teriak Fatimah sambil menangis.


Tangannya memukul-mukul dadanya dengan kuat.


Warga yg berada di dekatnya mencoba menahan tangan Fatimah yg terus memukul tubuhnya sendiri.


" Istighfar Bu Fatimah, jangan menyakiti tubuh Bu Fatimah seperti ini " ucap salah satu warga yg juga ikut menangis.


" Ini rasanya sakit sekali. Saya tidak kuat " teriak Fatimah.


" Kami tau Bu. Kami semua juga merasakan hal yg sama.


Bu Fatimah tenang, pelakunya sekarang sudah menyusul Amira ".


Mereka mendapatkan kabar dari salah satu warga saat Bu Fatimah masih belum sadarkan diri kalau pembunuh Amira telah meninggal dunia saat di perjalanan menuju ke rumah sakit.


Terdapat luka bacok di bagian kepala dan perut akibat serangan brutal dari warga desa.


" Jadi orang itu sudah mati "?? tanya Fatimah kaget.


" Iya Bu, Komar meninggal saat di bawa ke rumah sakit ".


" Bagus, itu yg pantas dia terima. Dia sudah membunuh dan melecehkan putriku. Dia memang pantas mati, hahahahahaaa ".


Semua orang terkejut mendengar perkataan Fatimah. Apalagi sekarang Fatimah tertawa dengan begitu bahagya saat megetahui kalau pembunuh anaknya telah meninggal.


" Ya Alloh, Bu Fatimah " ucap beberapa warga tak tega melihat kondisi Fatimah saat ini.


Fatimah sangat terguncang mengetahui jika putrinya mengalami pelecehan setelah di bunuh.


Belum hilang luka di hatinya, sekarang malah di taburkan garam diatas lukanya yg masih berdarah. Pikirannya benar-benar tidak kuat memikirkan apa yg telah menimpa putrinya.


Anita yg lebih dulu sadar sebelum Fatimah, dengan tubuh yg masih lemah berjalan lalu memeluk Fatimah yg masih tertawa terbahak-bahak sambil menarik rambutnya.


" Sadar Fatimah "! ucap Anita sambil sesenggukan.


" Hahahahhaa, lihat mbak. Mereka membunuh putriku lalu sekarang mereka mati. Aku sangat bahagya, hahahaaa "!!.


Suara tangis Anita semakin kencang. Keadaan Fatimah jauh lebih buruk jika di bandingkan keadaan suaminya sebelum mendengar kabar ini.

__ADS_1


Jika tadi suaminya seperti mayat hidup, sekarang Fatimah terlihat seperti orang gila.


Dewi yg masih berada di pelukan bapaknya, merasa sangat sedih melihat keadaan Bu Fatimah.


Rasa sayang yg begitu besar pada putrinya sekarang membuatnya kehilangan kewarasannya saat mengetahui kalau putrinya pergi dengan cara yg sangat menyakitkan.


" Nduk ".


Dewi segera menatap bapaknya yg barusaja memanggilnya.


Dia memperhatikan dengan seksama keadaan bapaknya.


" Bapak sudah mendingan "?! tanya Dewi.


" Insyaalloh sudah, nduk " jawab Pak Burhan.


" Alhamdulillah kalau bapak sudah baik-baik saja sekarang.


Pak, tadi bapak kenapa bisa sampai seperti itu "?? tanya Dewi sambil mengusap pipi bapaknya.


Bapaknya masih belum mau melepaskan Dewi dari pelukannya.


" Bapak sudah salah menilai Amira nduk. Arwahnya Amira selama ini menutupi kejadian yg di ceritakan oleh lelaki yg membunuhnya " jawab Pak Burhan.


Tiba-tiba dadanya kembali terasa sesak.


" Amira tidak pernah dendam pada siapapun. Apa yg dia lakukan kepada nak Keanu, nak Nadya dan nak Jimmy semuanya itu bukan karena dendam nduk. Arwah Amira bergentayangan karena dia tidak sadar kalau dirinya sudah meninggal. Amira menyaksikan sendiri bagaimana dirinya di lecehkan dan di kubur begitu saja. Saat itu Amira tidak sadar kalau perempuan yg dia lihat adalah dirinya sendiri. Ingatan itu tidak terlihat saat bapak mencoba masuk ke masa lalunya saat dia masih hidup. Ternyata karena Amira sudah meninggal sebelum kedua lelaki itu mengotori tubuhnya ".


Dewi menutup mulutnya terkejut dengan apa yg dia dengar.


Jadi selama ini mereka telah salah mengira tentang Amira.


" Jadi, jadi Amira melihat saat dirinya,, dirinya di kotori oleh orang-orang itu Pak "?? tanya Dewi tak percaya.


Pak Burhan mengangguk. Tangannya yg masih memeluk anaknya berpindah ke kepala anaknya. Terus mengelus rambut anak perempuannya.


" Jadi sekarang bagaimana Pak "??.


" Bapak harus segera mengatakan semua kebenaran pada keluarganya, nduk. Semua harus segera di luruskan. Kasihan Amira kalau mereka masih berpikir buruk tentangnya ".


" Tapi keadaannya sedang sangat kacau Pak. Bapak lihat sendiri " ucap Dewi lalu meminta bapaknya melihat kearah Bu Fatimah yg seperti orang gila.


Pak Burhan menarik nafasnya berat. Jangankan mereka yg sebagai keluarganya, dirinya yg sama sekali tidak mengenal Amira saja bisa sampai hilang kendali. Apalagi Bu Fatimah yg telah membesarkan Amira, dia pasti sangat terpukul dan terluka saat ini.

__ADS_1


" Hmm, kamu tolong panggilkan nak Keanu kesini nduk. Katakan kalau bapak mau bicara " ucap Pak Burhan.


" Baik Pak " jawab Dewi.


Dewi menghampiri Keanu yg sedang duduk melamun di samping ayahnya Jimmy.


" Ken "?? panggil Dewi pelan.


Keanu melihat kearah Dewi lama sebelum akhirnya menjawab panggilan Dewi.


" Ada apa "??.


" Bapak mau bicara sama kamu ".


Keanu mengangguk lalu mengajak Dewi menemui Pak Burhan.


" Ada apa Pak Burhan "?? tanya Keanu setelah duduk di sebelah ayahnya Dewi.


" Nak Keanu, saya mau meminta bantuan nak Keanu untuk mengumpulkan semua keluarga Amira di dalam ruangan yg agak sepi. Ada hal penting yg harus saya luruskan mengenai Amira " ucap Pak Burhan.


" Maksud Bapak "?? tanya Keanu tak mengerti.


" Ada beberapa hal yg baru saya ketahui setelah mendengar cerita dari orang yg membunuh Amira.


Karena ini merupakan masalah pribadi, saya ingin hanya keluarganya saja yg tau. Bisa kan nak Keanu membantu Bapak "??.


Meskipun bingung akhirnya Keanu menuruti permintaan Pak Burhan.


Dia memberitahu warga untuk meninggalkan ruangan ini karena ingin membicarakan suatu hal yg bersifat privasi.


Warga yg memahami hal itupun tidak keberatan lalu pergi keluar dari sana.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


**Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa vote, votee, voteeee, like dan comment disini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos milik author.


Ig: nini_rifani

__ADS_1


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308**


__ADS_2