Airmata Dendam

Airmata Dendam
Semua luka, semua duka


__ADS_3

Hujan deras mengiringi kepulangan jenazah Amira. Bunyi sirene mobil ambulance terus meraung-raung di depan panti asuhan.


Anita keluar dari dalam mobil ambulance dengan wajah sembab. Di tangannya terdapat bungkusan yg berisi tulang belulang milik Amira.


Dengan langkah gontai dan tatapan kosong, Anita berjalan masuk ke dalam rumah.


Di susul Keanu, Dewi dan Hendi yg datang bersamaan dengan beberapa polisi.


Pak Burhan memegangi tubuh Pak Dave yg seperti tidak memiliki tenaga lagi. Sejak sampai di panti,, Pak Dave terus berdiri di depan pintu menunggu kepulangan anaknya.


Pak Burhan lalu membawa tubuh lemas Pak Dave masuk ke dalam begitu mobil ambulance yg membawa jenazah Amira sampai di panti.


" Apa kau senang sekarang Dave??? Lihat, anak yg selama ini kau telantarkan sudah mati.


Kau pasti sangat bahagya bukan "??!!!.


Anita yg melihat suaminya berada di dalam rumah ini kembali terpancing amarah. Dia menghampiri suaminya dengan tatapan mata yg penuh kebencian.


" Apa kau tau,, putriku mati karena di bunuh.


Kau yg memintanya untuk menunggu disana Dave,, kau yg berjanji untuk datang menjemputnya.


Kenapa kau tidak datang Dave,, kenapa???


Putriku tidak akan mati kalau kau menepati janjimu padanya,, putriku pasti sekarang masih hidup "!!


Semua orang yg berada di dalam rumah hanya berdiri diam melihat kemurkaan Anita pada suaminya.


Mereka memahami perasaan kehilangan yg sedang dirasakan olehnya.


Anita bahkan terus memeluk bungkusan kain yg dibawanya.


Tubuh Dave membeku saat mengetahui dialah yg telah membuat anaknya meninggal. Dia tidak tau kalau ketidakpeduliannya telah menyebabkan putrinya kehilangan nyawa.


" Maaf,, maafkan aku "!! ucap Dave lirih sambil menangis.


" Maaf katamu!!!!!!!!


Apa maafmu bisa membuat putriku hidup kembali Dave...


Tidak,, putriku tidak akan kembali hanya karena permintaan maafmu.


Seharusnya kau mengatakan itu saat putriku masih hidup Dave "!!.


Anita berteriak sambil memukul dada suaminya. Airmata membanjiri wajahnya yg penuh kebencian pada suami yg sangat disayanginya selama ini.

__ADS_1


" Aku membencimu Dave,, aku sangat membencimu. Aku menyesal telah mencintai pria kejam sepertimu. Kau tidak hanya membuat nyawa putriku hilang,, tapi kau juga membuatku putraku berada diujung kematian.


Aku tidak akan pernah sudi memaafkan kesalahanmu seumur hidup.


Aku membencimu Dave,, aku membencimuuuuuuuuu.....!!!!!.


Anita akhirnya kalap. Matanya menatap liar ke sekililing ruangan. Dia berlari kearah meja makan saat melihat sebilah pisau diatas meja.


Hendi yg menyadari arah pandang ibunya Jimmy,, segera berlari menyusul ke ruang makan.


" Jangan lakukan ini Bu Anita,, sadar.


Pak Dave adalah suamimu.


Ken,, cepat bantu aku mengambil pisau dari tangan Bu Anita "!! teriak Hendi panik sambil terus memeluk tubuh ibunya Jimmy yg berhasil dia tangkap.


Keanu yg terkejut segera berlari ke dalam. Matanya membulat melihat Hendi memeluk ibunya Jimmy yg menggenggam sebuah pisau di tangannya.


Dia lalu merebut pisau itu kemudian meminta Hendi melepaskan pegangannya.


" Tante,, jangan seperti ini. Om Dave sudah sangat menyesal sekarang.


Jika Amira melihatnya,, dia pasti akan sedih sekali "!!.


Tubuhnya jatuh ke pelukan Keanu,, lalu matanya tertutup. Anita pingsan.


Hendi dan Keanu segera mengangkat tubuh lemas ibunya Jimmy lalu membaringkannya diatas sofa ruang tamu.


Bu Fatimah yg berdiri disebelah anak Bu Tati berjalan kearah Anita.


Dia lalu mengambil bungkusan di tangan Anita.


" Amira,, ini Bunda nak....


Kenapa Amira jadi seperti ini sekarang,, hari itu Amira bilang ke Bunda kalau Amira akan baik-baik saja kan???


Kenapa Amira bohong sama Bunda "!!??.


Bu Fatimah duduk di lantai sambil terus menciumi bungkusan itu.


Dia telah kehilangan separuh nyawanya saat ini.


Pak Burhan lalu berbicara kepada kepala desa.


Dia meminta bantuan dari warga untuk mempersiapkan pemakaman Amira malam ini juga.

__ADS_1


Sudah terlalu lama jasad ini di biarkan begitu saja, jadi Pak Burhan tidak ingin menundanya lagi.


" Maaf Bu Fatimah,, izinkan saya membawa jasad Amira untuk segera di bersihkan dan di makamkan "!! ucap Pak Burhan.


" Tidak boleh,, Amira tidak boleh di bawa pergi dari sini.


Saya yg merawatnya sejak kecil Pak,, saya yg melihatnya berjalan pertama kali.


Saya tidak akan mengizinkan siapapun mengambil Amira-ku "!!!.


Bu Fatimah semakin erat memegangi bungkusan itu. Dia tidak mau berpisah dari putri kesayangannya ini.


" Kasihan Amira Bu Fatimah.


Biarkanlah dia istirahat dengan tenang. Dia sudah sangat menderita selama ini.


Amira pasti akan mendapatkan tempat yg sangat indah di sisi Alloh.


Bukankah Amira adalah gadis yg baik Bu "?? bujuk Pak Burhan.


" Amira gadis yg sangat baik Pak. Dia tidak pernah membantah perkataan saya,, dia selalu rajin beribadah kepada Alloh.


Dia anak kesayangan saya,, dia adalah kerinduan saya " jawab Bu Fatimah terisak-isak.


" Kalau begitu,, sekarang biarkan Amira tenang di alam sana.


Jangan membebaninya dengan kesedihan Bu,, itu akan memberatkan langkahnya menuju Sang Khalik "!!.


Dengan berat hati akhirnya Bu Fatimah menyerahkan jasad Amira kepada Pak Burhan.


Pak Burhan lalu menyerahkannya kepada warga yg bertugas mengurus jenazah. Beberapa warga segera membantu semua proses pemakaman Amira.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2