
" A',, setelah ini Eneng mau pergi ke sawah.
Aa' mau ikut atau menunggu di rumah saja "??.
Melati bertanya pada Jimmy sambil membereskan piring diatas meja bekas sarapan mereka.
" Ikut kamu saja neng. Bosan di rumah terus " jawab Jimmy.
Melati tertawa mendengar Jimmy yg ternyata bosan berada di rumah. Dia membawa piring kotor kearah dapur kemudian kembali duduk bersama Jimmy.
" Memangnya aa' nggak takut hitam terkena sinar matahari "?? ledek Melati.
" Kenapa harus takut si neng..??
Aku kan laki-laki,, masa takut sama panas "??.
" Ya siapa tau aa' takut. Aa' kan asalnya dari kota. Kulit aa' saja lebih putih dari eneng ".
Jimmy tersenyum saat Melati membandingkan kulit tangan mereka. Kulit Jimmy memang putih alami hasil keturunan dari orangtuanya, sedangkan kulit Melati cenderung berwarna kuning langsat.
" Kulitku memang sudah begini sejak lahir neng ".
" Oohh begitu ya a' "!!.
Jimmy menganggukkan kepala. Dia melihat Melati yg masih saja membandingkan warna kulit mereka.
" Kapan kita pergi ke sawahnya Neng "?? tanya Jimmy.
" Sekarang saja a' " jawab Melati.
" Lalu kapan kamu berhenti memandangi kulit putihku "?? goda Jimmy.
Pipi Melati memerah saat dirinya ketahuan sedang menatap kagum tangan putih Jimmy. Dia menunduk malu-malu di sebelah Jimmy.
" Tunggu sebentar a',, Eneng mau menyiapkan bekal makan siang dulu ".
Melati segera berlari ke dapur setelah bicara. Jimmy tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Melati.
" Hahahahaa,, kamu polos sekali Melati "!!.
Jimmy berusaha menghentikan tawanya saat melihat Melati berjalan kearahnya sambil menenteng susunan rantang di tangannya.
__ADS_1
" Ayo a' kita berangkat "!! ajak Melati masih sedikit malu pada Jimmy.
" Ayo Neng " jawab Jimmy.
Mereka berdua meninggalkan rumah. Tak lupa Melati mengunci rumah sederhana mereka lalu meletakkan kuncinya di atas pintu.
Di dalam perjalanan, Jimmy menatap kagum pemandangan hijau yg sangat memanjakan matanya.
" Neng, apa yg akan kamu lakukan di sawah "?? tanya Jimmy.
" Eneng mau mencari keong dan mengambil sayuran a ' " jawab Melati.
" Keong "?? tanya Jimmy bingung.
" Iya, keong. Itu lho yg biasa aa' lihat kalau eneng sedang memberi makan bebek di rumah ".
" Ooh,, jadi binatang bulat itu yg bernama keong "??.
" Iya a ' "!!!.
Jimmy menganggukkan kepala mengerti. Melati memelihara beberapa ekor bebek dirumahnya. Dia juga memelihara ayam kampung di belakang rumah.
Jimmy seperti tersihir melihat keindahan itu. Dia bahkan tak menyadari Melati yg tertawa melihat wajahnya sekarang.
" Aa', kok malah melamun. Pamali tau melamun di sawah. Nanti di gondol wewe " ledek Melati sambil tertawa.
" Siapa yg melamun si neng. Aku cuma sedang mengagumi pemandangan di sawah ini sekarang " bela Jimmy.
" Ayo ikut eneng a'.. Eneng akan tunjukkan sesuatu yg lebih indah lagi ".
Jimmy mengikuti Melati yg mulai berjalan diatas pematang. Mereka melepaskan alas kaki mereka di sebuah gubuk milik warga. Tampak air yg sangat jernih mengalir di saluran irigasi.
" Aa',, cepat ambil keong itu "!! teriak Melati sambil menunjuk seekor keong yg sedang merayap diatas batang padi yg masih muda.
" Bagaimana caranya neng "?? tanya Jimmy kebingungan.
" Ya aa' turun kesana lalu ambil keongnya "!! jawab Melati sambil tersenyum usil.
Jimmy memperhatikan lumpur di bawah kakinya. Setelah berfikir sesaat, akhirnya Jimmy mencelupkan kakinya kedalam lumpur itu. Telapak kakinya terasa sangat dingin.
" Ayo cepat ambil keongnya a' "!! teriak Melati lagi yg melihat Jimmy hanya berdiri diam.
__ADS_1
" Sabar dong neng "!!.
Jimmy lalu menggerakkan kakinya perlahan. Kakinya terasa berat karena lumpur itu.
" Aaawwwwwwwhhhhh..... "!!!! pekik Jimmy.
" Hahhahahhahaahaaaa "!!!!.
Saat Jimmy hampir sampai, tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan kakinya. Lumpur yg membelit kakinya akhirnya membuatnya terjatuh.
Melati yg memang sengaja mengerjai Jimmy tertawa terbahak-bahak saat melihatnya terjatuh.
Jimmy yg sadar jika dirinya sedang di kerjai mengambil lumpur kemudian melemparkanny kearah Melati.
" Haahahhaaaa,,, rasakan itu neng "!! teriak Jimmy sambil terus tertawa.
" Iihhh aa',, baju eneng kan jadi kotor "!! omel Melati sambil membersihkan lumpur di bajunya.
" Biarkan saja. Siapa suruh menjebakku masuk ke dalam lumpur ini ".
Melati cemberut saat niat jahatnya telah di ketahui. Jimmy yg gemas melihat Melati diam-diam merayap kearah Melati. Dia mengabaikan tubuhnya yg sudah di penuhi lumpur.
" Aaaahhhhhhh "!!!!!.
Melati berteriak kaget saat Jimmy tiba-tiba menariknya masuk ke dalam lumpur. Jimmy yg melihat wajah Melati kotor tertawa senang.
Alhasil, mereka berdua saling melempar lumpur. Mereka tertawa saat menyadari seperti apa wajah mereka saat itu. Kebersamaan yg mereka ciptakan mengundang perhatian beberapa warga. Mereka ikut bersorak saat Jimmy dan Melati kembali saling melempar lumpur.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1