
Semua orang berdiri di tempat dimana Amira di minta untuk menunggu.
Pak Burhan, Hendi dan Dewi bisa merasakan aura kesedihan yg begitu mendalam. Tubuh Dewi sedikit menegang, pikirannya kacau.
" Istighfar nduk, jangan sampai terpancing "!! ucap Pak Burhan yg menyadari perubahan emosi Dewi.
Hendi segera menggandeng tangan adiknya. Dia terus memperhatikan adiknya yg sedang membaca doa sambil menutup mata.
" Dewi sudah siap pak, insyaalloh tidak akan terpancing ".
" Jangan lepaskan adikmu Hen, dia masih mudah terpancing.
Tolong saat kita semua masuk ke dalam hutan jangan ada yg melamun. Jangan biarkan pikiran kita kosong " pesan Pak Burhan sebelum memulai pencarian jasad Amira.
Semua orang mematuhi peringatan Pak Burhan. Mereka masuk kedalam hutan diterangi oleh cahaya senter yg dibawa oleh sebagian dari mereka.
" Pak Burhan, kenapa kita mencari Amira didalam hutan "?? tanya Bu Fatimah.
" Begini Bu, saya dan kedua anak saya sedikit diberi kelebihan oleh Alloh.
Kami bisa melihat dan merasakan keberadaan makhluk halus. Dan aura dari dalam hutan inilah yg menarik saya datang mencari disini " jelas Pak Burhan.
Bu Fatimah terdiam. Perasaan was-was mulai menghantui pikirannya. Dia berharap apa yg di katakan oleh mereka adalah sebuah kebohongan. Amira-nya masih hidup.
Tiba-tiba Pak Burhan menghentikan langkahnya. Lalu meminta kedua anaknya untuk mendekat.
" Hen, nduk kemari. Sepertinya kita harus bersama-sama memanggil arwah itu.
Arwah itu sangat menolak kedatangan kita kemari ".
" Nggeh pak ".
Mereka bertiga kemudian saling berpegangan tangan. Mata mereka terpejam.
Sedangkan yg lain hanya berdiri menunggu.
Tiba-tiba saja angin berhembus begitu kencang. Semua orang terkejut saat terdengar suara jeritan yg sangat memekakkan telinga mereka.
" Ken, tolong berdiri di belakang adikku "!! ucap Hendi tanpa membuka mata.
Keanu yg sedang kebingungan segera berpindah berdiri dibelakang Dewi.
Dewi menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Begitu terus hingga berulang-ulang.
" Nduk, jangan terpancing. Jangan buka mata sebelum bapak suruh.
Abaikan saja suara itu " ucap Pak Burhan.
Sepertinya saat ini Dewi kalah. Dia tidak menuruti perkataan bapaknya. Dengan nafas yg memburu, matanya terbuka lebar lalu menatap tajam kearah Pak Dave.
Semua orang kaget melihat Dewi yg terlihat begitu marah pada Pak Dave.
__ADS_1
" Kamu manusia jahat. Kamu seharusnya mati bersama putrimu.
Dunia ini tidak pantas memberikan nafas pada orangtua kejam sepertimu.
Kamu harus mati "!!!! teriak Dewi histeris.
Tubuhnya berontak dengan sangat kuat. Matanya memerah sambil melotot kearah Pak Dave.
Keanu yg melihat itu segera memeluk tubuh Dewi. Dia tau saat ini Dewi dikuasai oleh amarah iblis.
" Dewi sadar Wi "!! ucap Keanu.
" Lepaskan aku Ken.
Aku akan membunuh laki-laki kejam itu "!! teriak Dewi.
" Dewi kendalikan emosimu. Ingat pesan bapak, jangan sampai kamu terpancing "!!.
" Aku akan membalas semuanya. Kamu dengar Dave, aku akan membalasmu.....
Aku akan membalasmu,,, lepaskan aku Ken "!!!!.
Dewi terus berteriak sambil berontak dengan sangat kuat. Bibirnya meracau mengatakan hal yg tidak karuan.
Airmata menetes dari matanya saat menyebutkan semua kepedihan yg dialami Amira.
" Mas Hen, aku sudah tidak kuat lagi "!! ucap Keanu yg sangat kewalahan memegangi Dewi.
Bu Fatimah, Bu Tati, Miko dan Anita sangat ketakutan melihat Dewi.
Sementara Pak Dave diam mematung saat Dewi mengatakan bagaimana kesedihan yg dialami anak yg sudah dia sia-siakan.
Pak Burhan dan Hendi membuka mata saat mendengar suara teriakan dan orang terjatuh.
Hendi segera menangkap tubuh adiknya yg ingin berlari kearah Pak Dave yg sedang berdiri terpaku.
" Astagfirulloh dek, istighfar dek.
Ken, tolong bantu aku "!! teriak Hendi memanggil Keanu yg terjatuh di tanah bersama anak Bu Tati.
" Lepaskan aku mas, aku mau membunuh Dave!!!!!
Lepas maaaaassssssss "!!!!!.
Tenaga Dewi masih begitu kuat meskipun sudah tiga orang lelaki yg memeganginya. Pak Burhan segera menghampiri putrinya. Dia memegang wajah anaknya sambil membacakan ayat-ayat Al-Quran.
Setelah selesai, Pak Burhan mengusapkan telapak tangannya di wajah anaknya.
Tubuh Dewi langsung lemah kemudian jatuh ke pelukan kakaknya. Dia menangis tersedu-sedu.
" Alhamdulillah "!! ucap Pak Burhan.
__ADS_1
" Kakak "!!!!.
Miko yg saat itu sedang berdiri ketakutan disamping Bu Fatimah tiba-tiba berteriak sambil berlari kearah sebuah batu besar.
Semua orang segera mengejar Miko yg sekarang berdiri di samping tumpukan batu-batu kecil yg menggunduk.
" Bunda, Kakak sembunyi di dalam sini "!! ucap Miko pada Bu Fatimah sambil menunjuk kearah gundukan batu.
" Ka,, kak siapaa sayang "?! tanya Bu Fatimah dengan bibir bergetar.
Bu Fatimah bahkan sudah menangis.
" Kakaknya Miko Bunda,, Kak Amira "!! jawab Miko jengkel.
Tubuh Bu Fatimah dan Pak Dave membeku begitu Miko mengatakan jika Amira yg berada di dalam gundukan batu itu.
" Bunda, suruh kak Amira keluar dari sana. Miko mau ikut main petak umpet "!! rengek Miko sambil mengguncang-guncang tangan Bu Fatimah.
Tangis semua orang perempuan yg berada disana pecah. Bu Fatimah jatuh terduduk di tanah. Dia tidak percaya jasad Amira benar-benar berada di hutan ini. Dia masih belum percaya putri kesayangannya sudah tiada.
" Bunda,, hikss,, hikkssss ".
Pak Burhan menarik nafasnya. Dia menatap putrinya yg menangis di pelukan kakaknya. Dia tidak bisa membayangkan jika apa yg menimpa gadis baik seperti Amira terjadi kepada putrinya.
" Maaf Pak, Bu,, izinkan saya untuk memastikan apa yg ada di balik batu ini "!!.
" Pasti itu bukan Amira Pak. Putri saya sekarang pasti sedang berada dirumah.
Dia tidak mungkin berada didalam sana "!! ucap Bu Fatimah menahan tangan Pak Burhan yg sudah terulur keatas gundukan batu itu.
" Saya mengerti bagaimana perasaan Bu Fatimah sekarang.
Tapi kita harus segera mengeluarkannya dari sini. Kasihan Amira Bu " bujuk Pak Burhan lembut.
Dengan berderai airmata akhirnya Bu Fatimah mengizinkan Pak Burhan membongkar gundukan itu.
Semua orang bernafas tegang saat tangan Pak Burhan membongkarnya.
" Ya Allohhh Amiiiirrraaaaaaaa "!!!!.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308