
Dave berdiri terpaku di samping ranjang rumah sakit dimana istrinya terbaring dengan di tutupi kain putih di atasnya.
Sudah sepuluh menit Dave hanya diam memandangi istrinya yg terbujur kaku di depannya.
Yaa,, Kamila-nya meninggal tepat setelah bayi mereka di keluarkan dari rahimnya. Kanker yg ganas hanya mampu membuat istrinya bertahan selama tiga bulan.
" Sayang "??.
Bibir Dave bergetar saat memanggil istrinya. Tangannya terasa begitu berat saat membuka kain putih yg menutupi wajah cantik istrinya.
" Sayang, kenapa kamu meninggalkan aku sendirian??
Bangunlah, apa kamu tidak ingin melihat putri kita "? tanya Dave lalu membelai wajah Kamila yg terasa dingin.
Airmata terus menetes saat Dave menyentuh satu-persatu bagian wajah istrinya.
Dunia Dave telah runtuh.
Seseorang yg membuat hidupnya menjadi berwarna kini telah pergi meninggalkan dia untuk selama-lamanya.
Mata indah itu tidak akan pernah terbuka lagi dan menatapnya dengan penuh rasa cinta dan kerinduan.
Kenangan saat-saat mereka memadu kasih membuat dada Dave seperti di remas-remas.
Suaranya yg lembut, perhatiannya yg selalu membuat hatinya menghangat, kebaikan hatinya yg selalu membuat Dave tergila-gila pada istrinya kini telah hancur dan pergi menghilang dari hidupnya.
" Kamila sayang, ayo buka matamu sayang. Jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu "!!.
Dave tidak bisa jika harus berpisah dari istri kesayangannya.
Hidupnya sudah tidak memiliki arti lagi tanpa kehadiran Kamila di sisinya.
Dave menangis terisak saat melihat sebuah senyum manis terukir di bibir lembut istrinya.
Dengan sangat hati-hati Dave memberikan kecupan di bibir pucat itu.
Dia terus memandangi wajah cantik istrinya yg mulai mengeras. Dia ingin merekam wajah itu sebanyak-banyak di dalam hatinya.
Saat Dave sedang meratapi dunianya yg hancur, Fatimah dengan isak tangisnya masuk ke dalam kamar dimana kakaknya terbaring kaku.
Dia memeluk tubuh kakak yg sangat di sayanginya selama ini.
" Kak Mila " panggil Fatimah sambil menangis histeris.
Tangisan pilu dua orang yg sedang merasa kehilangan menghiasi ruangan itu.
Seseorang yg selama ini menjadi tempat dunia mereka berputar telah tiada. Seseorang itu pergi dengan wajah yg begitu bahagya saat meninggalkan dunia ini.
__ADS_1
Beberapa dokter masuk ke ruangan itu dan meminta izin melakukan prosedur rumah sakit untuk mengurus kepulangan jenazah Kamila. Dengan hati yg begitu berat Dave melepaskan Kamila-nya di bawa pergi oleh rombongan dokter itu.
" Kak Dave, bagaimana dengan putrimu?? Putrimu saat ini membutuhkan perhatian darimu Kak ".
Fatimah bertanya saat Dave ingin melangkah pergi dari ruangan ini.
Putri kakaknya lahir prematur dalam usia tujuh bulan dalam kandungan kakaknya.
Saat ini bayi mereka sedang mendapatkan perawatan intensif di dalam ruang incubator.
" Aku tidak memiliki putri "!!.
Mata Fatimah terbelalak saat kakak iparnya tidak mengakui putrinya.
Dengan gelisah Fatimah berusaha untuk menyadarkan perbuatan salah kakak iparnya.
" Tapi Kak, dia itu anakmu dan Kak Mila.
Kak Mila sudah berjuang sampai akhir hidupnya demi kehadiran putri kalian. Kamu tidak boleh seperti ini Kak "!!.
" Makhluk menjijikkan itulah yg telah memisahkan aku dan Kamila.
Apa kamu tidak bisa melihat seperti apa tersiksanya istriku gara-gara mempertahankan makhluk yg egois itu. Dia yg telah membunuh Kamila "! bentak Dave dengan sangat marah pada adik iparnya.
" Astagfirulloh sadar Kak, dia itu putrimu, darah dagingmu sendiri.
Yg di khawatirkan oleh kakaknya terjadi. Suaminya menolak untuk menerima kehadiran putri mereka.
Suaminya bahkan tanpa ragu menyebut kalau putrinyalah yg telah membuat kakaknya pergi dari dunia ini.
" Dengar Fatimah, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai putriku.
Aku akan menerimanya jika dia bisa membawa Kamila kembali ke sisiku "!!.
Dave segera berlalu dari ruangan itu. Pukulan berat yg dia terima karena istrinya telah meninggal membuat hati nuraninya tertutup.
Dia membenci putri yg sudah di lahirkan oleh istrinya.
Dia menganggap kehadiran putrinya itu yg membuat Kamila menolak semua pengobatan penyakit kanker yg diajukan oleh para dokter.
Dalam kesakitannya, tanpa sadar Dave berjalan ke ruangan dimana putrinya di rawat.
Matanya memerah saat melihat sebuah box bayi bertuliskan namanya dan nama Kamila.
Amira Anderkson, itulah nama putri mereka. Nama yg selalu di sebutkan oleh Kamila saat mereka akan beristirahat.
Tapi sekarang, nama itu akan melukai Dave setiap kali mengingatnya.
__ADS_1
Nama itu yg akan selalu mengingatkan Dave pada wajah kesakitan istrinya.
Dan nama itu juga yg akan selalu mengingatkan jika Kamila-nya telah pergi dari kehidupannya.
" Aku tidak akan pernah rela melihat kehadiranmu di dunia ini dengan mengambil kehidupan istriku.
Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu.
Ingatlah, aku adalah orang yg paling membenci kehadiranmu di dunia ini "!! ucap Dave dengan begitu kejam pada bayi kecil yg tidak tau apa-apa itu.
Bayi kecil itu seolah-olah mengerti dengan kebencian yg di rasakan oleh ayahnya.
Dia menjerit begitu kencang setelah Dave pergi dari sana.
Dave yg mendengar suara jeritan putrinya menghentikan langkah kakinya.
Tangannya terkepal kuat.
Dadanya seperti di tikam dengan belati yg sangat tajam.
Rasanya sangat menyakitkan. Dave lalu bersumpah di dalam hatinya tidak akan pernah menyebutkan satu nama yg akan membuat dadanya sakit seperti ini.
" Aku sangat membencimu, Amira "!! bisik Dave lalu melangkah pergi dari rumah sakit itu.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa di vote, vvoottee, like, comment dan rate bintang lima untuk novel ini.
Saran dan kritik dari kalian sangat membantu author. Tapi yg wajar-wajar aja ya kritikannya.
Follow juga nih akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Mohon dukungannya juga untuk novel terbaru author yg berjudul " History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA).
Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya.
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.
__ADS_1