Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Menjemputmu


__ADS_3

Aleea berada di dalam kamar yang baru saja ia pesan beberapa jam yang lalu. Ia ditemani oleh ketiga teman nya. Disinilah mereka akan mengintrogasi Aleea. Mereka duduk membentuk lingkaran diatas kasur milik Aleea.


“Sekarang ceritakan bagaimana kamu bisa bersama Aiden datang kesini?” Ucap Selena yang rasa penasaran nya. Aleea mulai bercerita kepada teman nya tanpa ada satupun yang ia sembunyikan.


“Oh pantas saja kalian bisa bersama.” Ucap Selena setelah mendengar jawaban Aleea.


Beberapa menit mereka terdiam memikirkan cara agar tidak bertemu Sean kembali. “Jadi sekarang bagaimana Alee, apakah kamu harus sembunyi dari Sean?” Tanya Shea yang memecahkan keheningan di ruangan itu.


Sudahlah Shea biarkan Aleea tenang dulu, kamu tidak mengerti posisi Alee seperti apa,” ucap Selena.


“Tapi mau sampai kapan? Sudah dua tahun, kurasa waktu yang sudah cukup untuk menyelesaikan semua ini.” Ucap Shea kembali.


“Kita tahu sendiri jika Sean tidak ingin menceraikan aleea.” Ucap Selena kembali.


Ruangan itu yang tadinya terasa dingin kini terasa menjadi sedikit panas karena perdebatan temannya. Bukan sekali dua kali temannya berdebat karena masalah yang ia hadapi. Tapi kali ini Aleea benar-benar harus menyelesaikan ini semua.


Aleea menatap kedua temannya secara bergantian sebelum ia membuka suaranya. Ia menarik napas dalam kemudian membuangnya secara perlahan dengan mata yang terpejam. Aleea mulai mengeluarkan bebebrapa kata dari bibirny. “Besok aku akan menemui sean.”


“Tapi Alee-” Ucap Selena terputus ketika ingin mengucapkan bahwa ia keberatan apa yang Aleea ucapkan.


Dengan perlahan Aleea melanjutkan perkataan nya. “Apa yang di katakan oleh Shea benar. Sudah dua tahun aku menghindar darinya.”


“Aku tau selama dua tahun ini dia tahu dimana keberadaanku, tapi ia memilih diam agar tenang menghindar darinya.”


“Aku yakin dia sekarang tau keberadaanku saat ini.”


Ucap Aleea dengan nada lemah sambil menatap temannya yang berada di depannya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


“Maaf Alee bukan maksudku seperti itu,” Ucap Shea


“Tidak apa-apa,” Ucap Aleea yang mulai menampilkan senyuman di bibirnya.


Aleea bersama ketiga teman nya berada di atas sebuah speed boat yang mereka pesan untuk mengantarkan mereka berlibur mengelilingi danau tersebut.


Mereka melanjutkan liburan mereka yang sempat tertunda.


“Villa itu sangat cantik,” celutuk Ziva saat melihat villa yang mereka lewati.


Mendengar perkataan Ziva mereka melihat ke arah yang Ziva tunjuk.


“Itukan villa milik Sean, villa yang kemarin kuta tempati.” Ucap Selena.


Sedangkan Aleea hanya diam saja tidak merespons apa yang dikatakan oleh temannya. Ia hanya menikmati udara hari ini dengan memejamkan matanya dan mendongakan ke atas.


Bebebrapa menit kemudian mereka sampai di empat yang mereka tuju. Mereka sangat menikmati liburan mereka hari ini.


Aleea melihat seorang yang ia kenal dengan jarak yang tidak jauh darinya. Ia mendekati pria itu yang menampilkan senyuman dibibirnya.


“Sams,” ucap Aleea pelan setelah berdiri didepan pria itu. Ia tidak tahu sejak kalan pria itu sudah sampai di tempat ini.


Dengan masih menampilkan senyuman di wajahnya Sams mulai membuka suaranya dan mengajak Aleea dan ketiga temannya untuk ke tempat yang ia pesan.


“Aku ada kejutan untuk kamu?” Ucap dengan suara beratnya.


“Kejutan untuk aku?” Tanya Aleea kembali sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Iya untuk kamu. Tapi sebelum kita kesana kamu tutup dulu mata kamu?” Jawab Sams sambil melihatkan selendang yang ada di tangan nya.


Aleea menatap ketiga temannya, yang di balas dengan menggangkat kedua bahunya. Jika mereka tidak tau kejutan apa yang pria itu maksud.

__ADS_1


Aleea melangkahkan kakinya mengikuti Sams yang mengarahkan nya dengan menggengam tangannya dengan erat.


“Pelan-pelan Alee, ikuti saja apa yang aku arahkan,”Ucap Sams yang memegang tangan Aleea agar tubuh aleea kembali seimbang dan tidak terjatuh.


“Maaf. Aku tidak tau jika ada lubang di depan,” ucap Aleea dengan lembut sambil menampilkan senyuman di bibirnya.


Sams terus mengenggam tangan Aleea untuk menuntun Aleea sampai ke tempat yang telah ia hias bersama anak buahnya.


“Ayo buka mata kamu pelan-pelan Alee.” Ucap Sams yang masih berada dibelakang Aleea yang telah membuka penutup mata yang digunakan oleh Aleea.


Aleea mulai membuka matanya dengan perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatan nya.


Pertama kali yang Aleea lihat adalah bunga mawar merah yang tersusun dengan indah berbentuk love. Ia melihat Sams yang berjalan didepannya dengan menekukan sebelah kakinya, kemudian ia mengeluarkan kata yang sejak lama ingin ia sampaikan.


“Sams... apa yang kamu lakukan?” Ucap Aleea dengan lemah saat melihat sams yang sudah berada didepannya.


“Alee... aku tahu ini salah, tapi perasaan aku padamu tidak pernah berubah sama sekali.”


“Alee... terimalah perasaan aku ini,”


Ucap Sams dengan suara beratnya.


Aleea terdiam bebebrapa menit, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa, satu sisi ia merasa terharu dengan perjuangan sams yang terus berusaha bersamanya sejak dua tahun ini. Sams yang selalu menyempatkan untuk bertemu dengannya ketika kesedihan itu tiba-tiba datang. Tapi satu sisi ia merasa salah karena ia masih status istri sah pria lain.


Dengan perlahan Aleea mulai mengeluarkan suaranya yang sedikit bergetar, “tapi Sams aku-,” ucapan Aleea terpotong karena Sams mulai melanjutkan Ucapanya, “kamu tidak perlu menjawab sekarang, aku akan tetap menunggu kamu sampai sean akan menceraikan kamu, tapi aku mohon bukalah hatimu sedikit saja agar aku bisa memasukinya, anggap aku sebagai seorang pria bukan sebagai kakak untukmu Alee.”


Aleea mulai meneteskan airmata di pipinya. Ia merasa tidak pantas mendapatkan perasaan cinta yang tulus dari Sams.


Sams yang melihat Aleea menagis kemudian ia berdiri tepat didepan Aleea. “Jangan menangis. Aku tidak suka melihat kamu menangis,” Ucap Sams sambil menghapus air mata Aleea yang berjatuhan di pipinya.


“Bantu aku untuk bisa menceraikan sean,” ucap Aleea dengan suara serak akibat menangis.


“Terimakasih sudah mau membuka hatinya untuk aku,” ucap Sams yang di beri anggukan oleh Aleea.


Grep!!


Sams membawa tubuh Aleea untuk masuk kedalam pelukannya. Kemudian dengan perlahan ia mengelus surai indah wanita yang sangat ia cintai.


Orang disekitar mereka terharu melihat pasangan baru tersebut. Selena dan kedua temannya juga ikut meneteskan airmata. Mereka juga terharu denga perjalanan cinta Aleea.


Sedangkan seseorang pria sedang memantau video yang telah di kirimkan oleh anak buahnya dengan raut yang tampak menahan amarah.


Prang!!!


Suara benda terjatuh. Pria itu membuang IPad yang ada di tangannya. Dada naik turun, dengan rahang yang mengeras dan telapak yang mengepal kuat sehingga buku-buku di tangannya terlihat berwarna putih.


“Aku akan menjemputmu malam ini,”


...****************...


“Huh, enak sekali.” Ucap Ziva saat menaiki kasur milik Aleea.


“Seger sedikit, aku juga ingin tidur juga,” Ucap Shea yang mulai menaiki kasur aleea tepat berada di samping Ziva.


“Issh kamu mengganggu saja,” Ucap Ziva kembali T tetapi ia masih memberi ruang Shea untuk tidur disampingnya. Aleea hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah kedua teman.


Aleea mendudukan tubuhnya di atas sopa yang ada di ruangan itu bersama Selena disampingnya. Mereka menghabiskan malam ini untuk bercerita sepanjang malam. Ditengah sedang asik bercerita mereka di kejutkan dengan suara pintu yang di ketuk dari luar.


Tok! Tok! Tok!

__ADS_1


Pandangan mata mereka menatap pintu kamar yang di ketuk.


“Siapa?” Tanya Shea kepada temannya yang di beri gelengan kelapa sebagai jawaban tidak tahu.


“Sams mungkin,”


“Ckk Sams, baru berapa menit yang lalu berjumpa. Sekarang kesini lagi dia,”


“Biasa sedang kasmaran,”


“Hahahah,”


Ucap teman-teman Aleea yang berpikir seorang yang mengetuk pintu kamar Aleea adalah Sams.


“Tapi Sams bilang, dia tidak bisa kesini karena ada sesuatu yang diurus.” Ucap Aleea dengan lembut.


Perkataan Aleea membuat ketiga teman nya saling berpandang satu sama lain.


“Biar aku yang membuka pintunya,” ucap Selena sambil melangkahkan kakinya menuju pintu yang sejak tadi di ketuk oleh seseorang.


Ceklek!!


Suara pintu terbuka dari luar. Menampilkan seorang pria yang ingin memasuki ruangan itu.


“Kamu? Untuk apa kamu datang kesini?” Tanya Selena pada pria di dalamnya.


“Tentu saja menjemput istri ku.” Ucap pria tersebut.


“Ckk, istri kamu bilang?”


“Mantan istri yang lebih tepatnya,”


Pria itu hanya menatap datar wanita yang ada di depannya. Kemudian ia memasuki kamar tersebut.


Aleea terkejut melihat pria yang berada di dalam ruangan itu.


“Sudah selesai sembunyi nya? Sekarang waktunya kuita pulang.” Ucap Sean dengan lembut.


“Tidak. Aku tidak mau pulang bersama kamu,” Ucap Aleea yang masih berada di tempatnya.


“Oh. Jadi kamu ingin di gendong By.” Ucap Sean kemudian ia membawa tubuh Aleea ke atas bahunya.


“Yaaak!! Sean turunkan aku.” Ucap Aleea ketika tubuhnya melayang keatas tubuh Sean. Sean membawa tubuh Aleea seperti karung beras.


Buuk! Buuk!


Tubuh Sean di gebuki oleh Aleea.


“Sean! Turunkan aku,”


“Kamu yang meminta nya kan By,”


Ketiga teman Aleea menghalangi Sean untuk membawa Aleea, tetapi mereka kalah ketika anak buah Sean sudah mencegah Sean untuk tetap membawa Aleea bersamanya. sehingga ketiga teman Aleea hanya bisa memberontak di atas punggung Sean agar segera diturunkan.


“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Selena yang melihat Aleea sudah di bawa oleh Sean ketempatnya.


“Aku juga tidak tau harus berbuat apa.” Jawab Shea dengan nada lemah.


Mereka tidak bisa menolong Aleea karena Sean membawa banyak anak buah yang ikut datang bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2