Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Satu Permintaan


__ADS_3

Matahari semakin tinggi tapi seorang pria masih setia tidur diatas bed dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Samar-samar ia mendengar suara wanita berada diruangannya.


Enghh!!


Sean mengeliat dari tidurnya. Perlahan ia membuka matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam indra pengelihatannya.


Sean masin mendengar dengan jelas suara wanita yang ada di luar balkon kamarnya.


“Suara itu, tidak mungkin Al ada disini.” Gumamnya pelan sambil menggoyangkan kepalanya. Perlahan ia menuruni kasurnya dan berjalan pelan ke arah balkon diruangan itu.


Sean melihat wanita yang sedang berdiri di atas balkon kamarnya. Ia melihat wanitanya sedang menelepon seseorang dengan serius. sesekali wanita itu mengerutkan dahinya setelah mendengar seseorang yang menelpon wanita nya.


Ya. Wanitanya yang sedang berada di balkonnya, istrinya. Wanita itu adalah Aleea.


“Iya setelah Sean bangun aku akan kembali, aku pulang sendiri saja. Kita Jumpa di villa yang aku tempati saja.”


....


“Kita akan pergi bersama setelah aku berbicara dengan Sean.”


....


“Aku lihat dulu apakah Sean sudah bangun atau belum. Jika belum aku akan pamit saja sama Asisitennya.


....


“Iya, aku tutup dulu teleponnya.”


Sean masih menatap punggung wanitanya dari belakang. Perlahan ia melangkahkan kakinya mendekati wanitanya.


Grep!!


Sean memeluk wanita nya dari belakang. Ia merasakan tubuh wanita yang ada di pelukannya membeku.


“Sean. Apa yang kau lakukan!” tanya Aleaa sambil melepaskan dirinya dari pelukan Sean.


“Aku mohon.. biarkan seperti ini dulu By.” Ucap Sean dengan lemah.


Aleea hanya membiarkan apa yang di lakukan Sean. Sean yang merasa tidak ada penolakan dari Aleea. ia kemudian mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher aleea menghirup dalam-dalam aroma tubuh Aleea. Aroma yang selama ini ia rindukan.


Aleea merasakan hangat dari tubuh Sean yang memeluk tubuhnya. Beberapa menit kemudian Aleea merasakan basah di bahunya. Ia tahu pria yang memeluk tubuhnya sedang menangis, Menagis dalam diam.

__ADS_1


Setelah merasakan pelukan Sean melemah, Aleea membawa tubuh Sean untuk memberikan beberapa makanan yang telah ia pesan tadi.


“Kamu makan dulu, aku rasa tubuh kamu masih panas,” Ucap Aleea saat melihat sean yang sudah berada didepannya.


“Iya aku akan memesannya nanti,” Ucap sean sambil menatap Aleea yang jaraknya hanya selangkah didepannya.


“Aku sudah memesannya, kamu makan sekarang setelah itu aku akan pulang,” Ucap Aleea yang mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Sean yang masih berada ditempatnya. Ia menuju ke ruang tengah dimana makanan yang ia pesan sudah tertata rapi di atas meja.


Sean mengikuti Aleea yang berjalan beberapa langkah didepannya. Ia melihat Aleea yang sudah duduk di depan meja makan sambil mengambil makanan yang ia letakan di atas piring.


“Duduk dulu terus makan ini,” Ucap Aleea saat melihat Sean yang masih berdiri disampingnya sambil memberikan piring yang berisi makanan diatasnya.


Sean hanya terdiam melihat apa yang dilakukan Aleea, kemudian Aleea mengucapkan beberapa kata. “Aku akan makan juga, aku tau kamu tidak bisa makan sendirian.”


Perkataan Aleea membuat perasaan Sean menghangat. Sean tersenyum tipis mendengar ucapan Aleea. Ia tidak menyangka Al nya masih mengingat apa yang tidak ia sukai.


Mereka mulai memakan makanan mereka dengan diam, tak ada satupun keluar dari mulut mereka.


Panggilan di ponsel milik Sean membuyarkan keheningan ruangan itu.


Princess Z Calling…


Terlihat jelas nama penelepon itu di ponsel milik Sean.


Sean : Hallo Princess.


Princess Z : Uncle kenapa tidak menelepon? Sudah satu minggu Uncle tidak menelepon zee, apakah Uncle akan melupakan aku?


Sean : Hahaha tidak sayang, bagaimana bisa uncle melupakan princess seperti kamu.


Princess Z : jadi Uncle kemana saja berapa hari ini?


Sean : Uncle sudah bilangkan, kalau Uncle akan pergi menjemput onty kamu.


Princess Z : Oh iya! Aku lupa, hihihi. Uncle titip salam sama onty zee. Uncle zee tutup dulu ya, Mommy sudah memanggil zee. Bay bay Uncle.”


Aleea hanya mendengarkan percakapan yang dilakukan dua orang yang beda generasi itu. Kemudian ia melanjutkan memakan makanannya yang hampir selesai.


“Ada yang ingin kamu sampaikan By?” Tanya Sean membuka percakapan itu saat melihat Aleea yang telah menghabiskan makanannya.


Aleea mendongakan wajahnya saat melihat apa yang dikatakan oleh Sean.

__ADS_1


“Sepertinya tidak cocok untuk membicarakan ini,” Ucap Aleea dengan pelan.


“Aku tau kedatangan kamu hari ini untuk membicarakan apa. Aku sudah mengurus semua surat yang di perlukan untuk perceraian kita.” Ucap Sean dengan lemah di suara baritonnya.


“Tapi by. Ada satu permintaanku kepadamu.” Lanjutnya kembali.


Sean menarik nafas dalam-dalam, sepertinya sangat sesak untuk membicarakan ini kepada Aleea. Ingin sekali ia egois untuk terus bersama Aleea dan memilikinya secara utuh. Tapi apa boleh buat, level tertinggi mencintai yaitu melepaskan, membiarkan dia bahagia dengan caranya walaupun kebahagiaan dia bukan bersama kita.


“Katakanlah, mana tau aku bisa melakukannya.” Ucap Aleea mengenai permintaan Sean.


“Beri aku waktu sebulan by, untuk bersamamu untuk mengulang kenangan bersamamu, setelah itu aku akan benar-benar pergi melepaskanmu.” Ucap Sean.


“Kamu masih bisa menjalin hubungan dengan kekasihmu, aku tidak keberatan sama sekali.”


“Aku hanya ingin ada kenangan yang baik dari hubungan kita.”


Aleea mengerutkan dahinya mendengar permintaan Sean yang tidak masuk akal baginya.


“Aku tidak mau! Apa kamu gila Sean?” Ucap Aleea tidak terima dengan apa yang Sean ucapkan.


“Ku mohon by, aku tidak akan memaksa kamu untuk tinggal bersama tapi aku mohon dalam waktu sebulan ini saja kamu tidak menghindar lagi jika aku ingin bertemu dengan kamu.” Ucap Sean.


“Lebih baik kamu istirahat saja, aku pulang. Ku rasa kamu banyak perlu istirahat yang cukup agar tidak bicara melantur.” Ucap Aleea kemudian berjalan meninggalkan Sean yang masih duduk di tempatnya.


Sean segera mengambil segera mengambil kunci mobilnya kemudian ia mengejar aleea yang sudah berjalan didepannya.


Ting!!


Suara pintu lift terbuka, aleea melangkahkan kakinya masuk kedalam dan di kejutkan oleh Sean yang sudah berdiri di sampingnya.


“Sean? Kamu sedang apa? Kamu masih sakit. Aku bisa pulang sendiri.” Ucap Aleea.


“Aku yang akan mengantar kamu,” ucap Sean.


Aleea tidak ingin berkomentar lagi, ia malas berdebat dengan Sean sekarang melihat kondisi Sean yang masih belum pulih.


Didalam mobil yang mereka naiki hanya ada suara musik yang terdengar. Sedangkan dua orang didalamnya hanya berdiam diri dengan pikiran masing-masing.


Beberapa menit kemudian mobil itu telah sampai di parkiran villa yang Aleea tempati.


“Terimakasih. Kamu hati-hati dalam berkendara.” Ucap Aleea kemudian ia membuka pintu mobil tersebut dan keluar menuju temanya berada.

__ADS_1


Sedangkan Sean hanya menatap punggung Aleea sampai punggung itu bersama dengan teman-temannya dan satu pria yang berada disana.


“Semoga kamu bahagia bersamanya By, dan kejadian seperti wanita lain tidak terjadi kepadamu. Ku harap dia selalu menyanyangi dan mencintai kamu tulus,” Batin Sean saat melihat Aleea bersama pria yang sangat antusias dengan kedatangan Aleea.


__ADS_2