
Aleea yang sedang asyik memainkan Ponselnya, tiba-tiba di kejutkan dengan seseorang yang memanggil namanya.
Aleea...
Deg.
Mata mereka saling bertemu.
...****************...
“Sams!”.
Ucap Aleea yang melihat Sams tengah berdiri didepan mejanya.
“Boleh bergabung?”. Tanya Sams sambil tersenyum menatapnya yang masih berdiri didepan meja Aleea.
“Silahkan,” Jawab Aleea.
Segera Sams mengambil posisi duduk di depan Aleea.
Mereka menikmati pesanan mereka tanpa ada kata sepatahpun yang keluar dari mulut mereka, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar begitu samar.
Aleea yang tengah asik menikmati makanannya seketika terdiam melihat seseorang yang baru saja memasuki Restoran dengan Wanita yang Ia dikenalnya.
Sams mengerutkan dahinya ketika melihat Aleea yang ada didepannya terdiam seketika membuatnya penasaran, di ikuti arah pandang Aleea lihat, tetapi tidak melihat siapapun ditempat yang Aleea lihat itu.
“Alee, kenapa?” Tanya Sams sambil menggenggam tangan Aleea yang berada diatas meja.
Seketika Aleea tersadar, buru-buru menarik tangannya dari genggaman Sams.
Melihat tingkah Aleea, Sams hanya bisa diam. Karna ia tau tidak seharusnya ia bersikap seperti itu.
Aleea memulai kembali memakan makanannya, karna tidak konsentrasi dengan makanan yang ada di depannya, Aleea tidak sengaja menjatuhkan sendok yang ada di pegangannya. Membuat makanan tersebut jatuh di Dress yang Aleea pakai.
“Aish,” Desis Aleea sambil memejamkan matanya.
“Aleea,” Panggil Sams.
Seketika Aleea membuka matanya untuk menatap Sams.
“Apakah perlu bantuan?”. Tanya Sams yang menatap Aleea dengan tatapan khawatir. Aleea hanya memberi gelengan sebagai jawaban.
“Aku pergi ke toilet dulu untuk membersihkan Dressku,”. Ucap Aleea yang langsung berdiri menuju toilet.
Disisi lain, baru saja sepasang kekasih memasuki sebuah Restoran mewah tempat mereka berjanji sore tadi untuk Dinner disini.
“Sayang, aku pergi ke toilet dulu. Pesankan makanan seperti biasa, Kamu pergi saja dulu, nanti aku akan segera menyusul ke meja kita.” Ucap Wanita itu segera menuju ke arah toilet.
Didalam toilet Aleea tengah membersihkan Dress yang terkena makanannya itu dikejutkan dengan sosok yang tadi di lihatnya bersama seseorang yang dikenalnya. Wanita itu memasuki kedalam salah satu pintu yang ada didalam ruangan tersebut.
Setelah selesai wanita itu bercermin yang ada di dekat Aleea. Dilihatnya wanita yang ada di sampingnya.
Merasa ada yang memperhatikannya, Wanita tersebut melihat ke arah samping dimana Aleea berada.
“Aleea, iya kan?” Tanya wanita itu dengan wajah yang sumbringah melihat Aleea.
“Iya, Syeila.” Jawab Aleea yang melihat ke arah Syeila.
__ADS_1
“Kemarin kita tidak sempat bertukar nomor, aku kemarin ada sedikit masalah yang membuat aku harus segawat pergi. Maaf memberikan kesan tidak baik untuk pertama kali kita bertemu.” Ucap Syeila dengan nada lembutnya.
“Tidak masalah, sekarang kan kita sudah bertemu kembali walaupun di tempat seperti.” Ucap Aleea membuat Syeila tertawa dengan perkataan Aleea lontarkan.
Aleea segera mulai membersihkan Dressnya kembali. Melihat Dress Aleea yang terkena noda Syeila berinisiatif memberikan baju yang selalu dia persiapkan di mobilnya jika kejadian seperti Aleea menimpa dirinya.
“Aleea kamu mau menggunakan bajuku, tapi masih di dalam mobil kalau mau biar aku ambilkan untukmu”. Ucap Syeila yang masih memperhatikan Dress Aleea yang terkena noda.
Aleea yang mendengar itu mendongakan wajahnya melihat Syeila.
Seketika Syeila berkata “Bajunya masih baru, jangan khawatir.” Ucap Syeila selanjutnya.
“Terimakasih, tidak apa-apa aku menggunakan Dressku yang ini saja, lagipula setelah ini aku akan segera pulang”. Ucap Aleea lembut dengan menolak saran yang diberikan Syeila.
“Yasudah. Kamu sudah selesai membersihkan itu?” Tanya Syeila yang melihat Aleea sudah membersihkan tangannya.
“Sudah,” Jawab Aleea.
Mereka keluar dari toilet secara berbarengan menuju meja mereka.
“Aleea, Ayo aku kenalkan dengan seseorang.” Ajak Syeila berjalan didepan Aleea sedangkan Aleea hanya mengikuti dari belakang.
“Sayang!”. Panggil Syeila kepada kekasihnya yang tengah asik melihat kearah Ponsel genggamnya.
Seketika Kekasihnya mendongakan wajahnya mendengar namanya disebut. Segera ia berdiri untuk menyambut kekasihnya.
Deg!
“Syeila, kenapa bisa bertemu dengan wanita ini.”
“Apa yang telah terjadi ketika aku pergi,” Batin Sean.
Syeila yang melihat kekasihnya binggung segera menunjuk ke arah Aleea untuk memperkenalkannya pada Aleea yang di sampingnya.
“Sayang kenalkan ini Aleea, wanita yang pernah aku ceritakan kepadamu, waktu aku pergi ke pesta ulang tahun. Wanita yang kuceritakan itu Aleea,” Ucap Syeila antusias memperkenalkan Aleea kepada kekasihnya.
“Aleea ini kekasihku,” Ucapnya memperkenalkan Sean yang berada didepannya.
“Oh God.”
“Kenapa aku harus berada di situasi seperti ini…”
“Kenapa harus Syeila yang menjadi kekasihnya Sean.”
“Bagaimana jika Syeila tahu kalau kami akan menikah beberapa hari lagi.”
Batin Aleea.
Sementara di bangku yang Aleea duduki tadi, tampak Sams tidak berbicara hanya melihat kejadian itu dengan tanpa minat.
Melihat ada yang tidak beres dengan Aleea segera ia berdiri menuju ke tempat Aleea berada.
“Alee, kenapa ku perhatikan kamu banyak malam ini banyak diam. Apakah ada yang sakit?” Tanya Sams yang sudah berada di sampingnya.
“Tidak Sams, ku rasa aku sudah mulai mengantuk.” Sanggah Aleea untuk menyakinkan Sams.
Segera Sean mengarahkan ke depan Aleea, melihat tangan Sean yang sudah didepannya Aleea menerima untuk berjabatan tangan.
__ADS_1
“Aleea,”
“Sean,”
Ucap mereka barengan sambil memperkenalkan diri masing-masing, begitu juga Sams berkenalan juga dengan Sean.
“Syeila, maaf aku harus segera pulang.” Ucap Aleea yang telah selesai memperkenalkan diri segera pamit untuk pulang.
“Yasudah, kamu hati-hati dijalan.”
“Jika ada luang kita pergi bersama ya,”
Balas Syeila kepada Aleea yang hanya di beri anggukan sebagai jawaban.
Aleea dan Sams segera pamit pulang. Sedangkan Sean dan Syeila melanjutkan acara Dinner mereka yang sempat tertunda.
...****************...
Setelah mengantarkan Syeila pulang, Sean kembali ke kediaman orangtuanya.
Malam ini Sean akan berada di Mansion orangtuanya untuk beberapa hari kedepan sampai menjelang hari pernikahannya.
Sean memasuki kedalam Mansion kedua orangtuanya, terlihat sepi mungkin orangtuanya sudah tidur pikirnya.
Ia melangkah ke arah kamarnya. Sebelum ia memasukan langkahnya kedalam kamar miliknya, terdengar suara yang membuat ia menghentikan langkahnya.
“Sean, kamu baru pulang nak?” Tanya Regina Mamanya Sean.
Mendengar itu Sean segera membalikan badannya menghadap Mamanya terus memeluk wanita itu dengan begitu erat untuk menyalurkan kerinduan yang beberapa tidak bertemu dengan Mamanya.
“Yasudah, kamu segera istirahat.”
“Besok kamu pergi bersama Aleea untuk mencari cincin pernikahan kalian”. Ucap Regina sambil melepaskan pelukan mereka.
“Semoga kamu selalu diberikan kebahagiaan nak,” Batin Regina sambil melihat anaknya yang kamar. memasuki kamar.
Didalam kamarnya, Aleea tengah menidurkan dirinya diatas bed miliknya.
Aleea tengah menghadap ke atas menatap langit-langit kamarnya.
“Oh God, apa yang harus aku lakukan,”
”Bagaimana aku bisa menjalani pernikahan ku jika Sean sangat mencintai kekasihnya,”
Gumam Aleea.
Bertarung dengan pikiran sendiri membuatnya mengantuk.
Aleea mulai memejamkan mata.
Beberapa menit kemudian bunyi suara notifikasi di Ponselnya.
Aleea segera bangun untuk memeriksa ponselnya melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya.
“Mau apa lagi dia?”. Batin Aleea setelah membaca pesan tersebut.
Bersambung…
__ADS_1