Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Terbongkar


__ADS_3

Aleea baru saya mulai memejamkan matanya, tetapi harus terbuka kembali karena pelayan rumahnya mengetuk pintunya.


Tok.. Tok.. Tok..


“Nona. Apakah anda sudah tidur?”


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu semakin jelas terdengar.


Aleea berjalan menuju pintu kamarnya melihat siapa yang mengetuk kamarnya tengah malam begini.


Ceklek!!


Pintu kamar Ia buka. Ia lihat pelayannya sedang berada di depan pintu.


“Ada apa Bik?” Tanya Aleea pada pelayan itu yang masih menundukan kepalanya.


“Tu-Tuan. Non-na.” Ucapnya terbata.


“Iya Tuan kenapa? Kamarnya di sebelah sana.” Ucap Aleea yang menunjuk kamar utama yang di tempati oleh Sean.


“Bu-bukan itu maksud sa-saya Non-nona.” Ucapnya kembali.


“Tuan sekarang berada di bawah nona, mengalami mabuk berat. Semua barang-barang di hancurkan oleh Tuan. Asisten Justin yang menyusun saya membangunkan Nona untuk menenangkan Tuan.” Lanjutnya.


Mendengar itu Aleea melangkahkan kakinya turun ke bawah melihat apa yang dilakukan Sean.


PRANG!!


Terdengar suara barang-barang pecah.


Terlihat jelas dari atas keadaan rumah nya saat ini sangat berantakan. Aleea segera menuruni tangga untuk melihat kekacauan apa lagi yang sudah ia buat.


“Lepaskan! Aku bilang lepaskan.” Ucap Sean yang memberontak ketika Justin mencegahnya untuk memecahkan barang-barang di sekitarnya.


BUGH!!


Sean memukul Justin tepat di wajahnya. Tubuh Justin jatuh terduduk karna ia mendapatkan serangan mendadak dari Sean.


Sean mencoba memukul Justin kembali, tetapi pukulannya meleset mengakibatkan dirinya yang jatuh. Tak sanggup membawa tubuhnya untuk bangkit, Ia menidurkan dirinya di lantai yang berantakan berisi dengan pecahan-pecahan kaca di sekitarnya.


Aleea yang sudah berada di dekat mereka bertanya pada Justin apa yang terjadi sebenarnya. Karna beberapa jam yang lalu Sean masih keadaannya masih baik tidak seperti sekarang yang terlihat sangat berantakan,


“Sean!” Ucap Aleea.


Mendengar namanya di panggil Sean membuka matanya. Ia mencoba mendudukan dirinya, melihat ke arah Aleaa.


“Aleea!” Ucap Sean lirih di suara baritonnya.


“Iya! Ini Aleea. Kenapa?” Tanya Aleea.


Bukannya menjawab tapi Sean malah tertawa sangat kuat “Hahahaha!”.


“Syeila hamil! Kamu benar!” Ucap Sean.


“Mungkin Sean akan menceraikannya setelah Ia sadar,” Bathin Aleea.


“Selamat! Kamu akan menjadi seorang Papi.” Ucap Aleaa.


“Tapi itu bukan aku!” Ucap Sean yang mulai mencoba berdiri dengan di bantu oleh Justin.


Deg!!

__ADS_1


“My God. Apa lagi ini?” Batin Aleea.


Aleea terkejut mendengar suara Suara benda berjatuhan di lantai.


PRANG!


PRANG!


Aleea mendekati Sean yang sempoyongan.


“Justin. Tolong bawa Sean kekamarnya, ku pikir jika dia masih disini ruangan ini akan menjadi lautan kaca.” Ucap Aleea kemudian ia membantu Justin untuk memapah tubuh Sean ke kamarnya menggunakan lift yang ada.


Setelah sampai di kamar Sean, mereka meletakan Sean di atas king bed milik Sean. Aleea meminta pelayan laki-laki untuk bersama Justin untuk membersihkan dan mengganti pakaian sean.


“Justin. Terimakasih sudah membawa Sean.” ucap Aleea setelah menidurkan Sean di bednya.


“Sudah tugas saya Nona. Saya pamit dulu.” Ucap Justin, kemudian menundukan diri dan keluar dari kamar Sean.


“Ckkk. Pria itu bisanya cuma ngerepoti orang terus. Haa apa katanya tadi? Bukan anaknya?” Gumam Aleea sambil terus mendekati bed milik Sean.


“Sayang! Kenapa kau tega denganku?”


“Terus anak siapa yang kau kandung itu?”


“Hahahaha!”


Rancau Sean dengan mata yang masih terpejam.


Aleea membenarkan selimut Sean sudah turun sampai batas pinggangnya. Dilihatnya sudah rapi ia mulai meninggalkan Sean dikamarnya.


“Aleea!” Panggil Sean yang mulai membuka mata, saat Aleea mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sean.


“Kenapa? Kamu butuh sesuatu?” Tanya Aleea yang mulai mendekati yang masih menidurkan badannya.


“Minum dulu,” Ucpanya sambil mengubah posisi Sean menjadi duduk.


Sean mengambil gelas yang berisi air dari tangan Aleea dan mulai meminumnya.


Flashback


Sean yang baru saja sampai beberapa menit yang lalu di Negara N, Ia mengendarai mobilnya dengan santai. Sepanjang perjalanan senyuman terpancar dari bibirnya.


Tiga puluh menit ia sampai di parkiran kekasihnya, yang sudah beberapa hari tidak ia kunjungi. Kerinduan menyelimuti hatinya, ia sengaja tidak bilang jika akan datang menemuinya hari ini juga.


Sean mendengar suara tangis seseorang yang sangat ia kenali.


“Suara itu. Apa yang terjadi dengan Syeila?” Gumamnya. Kemudian berjalan sedikit cepat menuju ruangan itu.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


“Maafkan Mama ya sayang. Kamu harus lahir tanpa seorang Papa.” Ucapnya membelai perutnya yang masih rata diiringi dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya.


“Maaf. Maafkan Mama sayang.” Lanjutnya dengan suara tangisan yang semakin pecah.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


“Maafkan papamu yang tidak menerima kehadiranmu, kita hidup berdua ya sayang.” Ucapnya dengan suara lemahnya. Tangisannya tak juga berhenti malah semakin menyayat hati ketika orang melihatnya.


Langit yang tadinya terang sekarang sudah berubah menjadi gelap, seolah alam turut ikut serta dengan kesedihannya.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


“Anak siapa itu?” Ucap Sean dengan nada dinginnya.

__ADS_1


Syeila membalikan badannya mendengar suara Sean. Matanya membola melihat Sean yang sudah berada di kamarnya, tanpa sadar dia menjatuhkan hasil tespek dan usg yang ada di pangkuannya ketika ia berdiri.


Sean mendekat ke arah Syeila dan mengambil barang yang terjatuh itu. Ia lihat disana sebuah alat mendeteksi kehamilan yang terlihat jelas dua garis merah dan sebuah hasil usg yang tertulis diketerangan itu usia kehamilan 12 minggu. Tapi satu yang janggal ditulis orang tua dari Bayi tersebut Tn. Allessio Sean Cullen dan Ny. Syeila Curris. Sejak kapan ia bercinta dengan Syeila, karna selama ia menjalin hubungan, mereka tidak pernah melakukan walau sering kali Sean mengajaknya bercinta.


“Aku tanya sekali lagi siapa anak yang di dalam kandunganmu itu?” Ucap Sean dengan suara yang sedikit keras.


Syeila hanya diam sambil menggelengkan kepalanya. Bahwa dia tidak ingin memberi tahu siapa ayah bayi yang di kandungnya.


PRANG!!


Suara benda berjatuhan dari atas nakas terapat tidur.


PRANG!!


Sean mengambil pot bunga yang berada didalam situ kemudian ia lempar ke kaca hias milik Syeila.


Sean menatap Syeila dengan tatapan tajam, tak ada lagi tatapan penuh cinta saat menatapnya. Syeila menjatuhkan dirinya ke atas lantai karna tidak bisa menopang tubuhnya.


Hiks..Hiks.. Hiks..


Suara tangis Syeila terdengar.


Sean melihat Syeila yang masih diam tidak mau menjawab pertanyaannya. Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


“Maafkan aku Sean. Maafkan aku.”


“Tolong jangan benci anak ku,”


“Maaf bukan maksudku menyakitimu,”


“Andai saja malam itu..”


“Andai saja malam itu..”


Gumam Syeila yang masih terdengar olehnya. Tapi ia melangkahkan kakinya tanpa mau melihat keadaan Syeila di belakangnya.


“Ahkkkkk,” jeritan Syeila yang terdengar samar ketika ia menutup dan pergi dari ruangan itu.


Setelah keluar dari apartemen milik Syeila ia melajukan mobilnya dengan kekuatan yang sangat cepat.


Brum


Tiiiinnn


Sean tidak peduli makian orang-orang ketika ia membunyikan klakson dan memotong mobil-mobil yang lewati. Ia hanya ingin menguras emosinya dengan mengendarai mobil yang begitu cepat.


Mobilnya berhenti disalah satu Bar ternama dikota itu. Ia memiliki akses memasuki Bar itu dengan mudah.


Blam!


Sean memukul seseorang yang berada disampingnya. Ia memukul karna pria itu mengusiknya.


Blam!


Suara seseorang yang saling memukul. Tapi Sean selalu mengelak jika pria itu ingin memukulnya. Akibat pertikaian itu merusak beberapa barang di bar tersebut.


Pertikaian itu ia harus menghubungi asisitennya untuk membantunya. Beberapa menit asisitennya selesai membayar semua kerusakan yang Sean buat, akhirnya Justin membawa tuannya pulang dengan keadaan mabuk.


Flashback Off


Aleea membaringkan Sean, setelah selesai minum air yang di berikan Aleea. Aleea merapikan kembali selimut untuk menutupi tubuh sean. Ia kemudian beranjak dari tempatnya menuju kamarnya. Tiba-Tina di kagetkan dengan sean yang menarik tangannya. Membuat Aleea jatuh di atas tubuh Sean.


“Maukah kamu menemaniku tidur malam ini?” Ucap Sean kepada Aleea yang masih dengan posisi yang seperti tadi.

__ADS_1


__ADS_2