Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Salahkah?


__ADS_3

“Kamu ada hubungan apa dengannya Aleea?” Tanya Adrich kepada Aleea yang berada didepannya sambil menundukan kepalanya.


Glek!


Aleea meneguk ludah gugup, membasahi tenggorokannya yang kering.


“Jika kamu punya hubungan dengannya kenapa tidak bilang sama Papa atau Mama Alee,” lanjutnya dengan nada lembut sambil memegang wajah Aleea agar tidak menunduk.


Aleea mengangkat wajahnya, mata mereka beradu, saling menatap satu sama lain. Aleea mencoba beranikan diri untuk mengeluarkan suaranya.


“Aleea tidak ada hubungan apa-apa dengan pria itu Pah, Alee juga baru bertemu dengannya karna ada sesuatu.” Jawab Aleea dengan nada lembunya untuk menyakinkan Papanya.


“Kenapa kamu bisa berada disini?” Ucap Adrich sambil mengambil tangan Aleea untuk ia genggam. Ia lihat Aleea berkeringat dingin. Ntah apa yang tamerjadi dengan putrinya.


“Jangan takut, Papa disini! Papa akan selalu percaya padamu.” Lanjutnya sambil membelai wajah putrinya.


Aleea ambil tangan Papanya yang berada di pipinya, ia genggam tangan itu. Aleea mulai menceritakan apa yang terjadi dari awal pertama insiden tabrakan yang ia lakukan sampai dengan seseorang yang mengaku sebagai korban dari insiden itu dengan meminta jumlah perbaikan sebanyak 200 juta.


Semua Aleea ceritakan kepada Papanya, tapi satu yang tidak Aleea ceritakan kenapa ia bisa menabrak mobil itu karna ia tidak bisa bilang kalau saat itu isi kepalanya ingin meledak karna suaminya membawa pacarnya ke rumah mereka. Ia ingin marah tapi tidak bisa. Ia sadar bahwa pernikahan mereka tidak didasarkan cinta.


“Kenapa kamu tidak bilang di depannya kalau kamu tidak kenal dia?” Tanya Adrich kembali.


Mendengar pertanyaan itu Aleea memandang wajah Papanya.


“Alee tidak bisa berpikir jernih Pah, tiba-tiba seseorang memeluk Alee sangat kuat. Disana juga ada Papa yang berdiri di belakangnya. Lebih baik Alee ikut papa kesini agar tidak ada kesalahpahaman, daripada meminta penjelasannya kenapa dia memeluk Alee.” Jawab Aleea.


“Yasudah. Kamu bayar saja biaya perbaikan mobil itu. Uangnya akan papa transfer ke rekeningmu. Papa ingin kamu tidak berhubungan lagi dengannya.” Ucap Adrich pada Aleea, karna ia tidak ingin putri semata wayangnya berhubungan dengan Aiden yang terkenal dengan sangat kejam di dunia bisnis.


“Ta..Tapi... Pah! Uang itu sangat banyak, mungkin saja ia ingin menipu Alee.” Ucap Aleea kurang setuju dengan perkataan Adrich untuk mengganti perbaikan mobil itu.


“Tidak apa-apa. Jumlah segitu tidak seberapa dengan ia meminta kamu mengganti mobilnya dengan yang baru.” Ucap Adrich.


Ucapan itu membuat aleea tersedak.


“yang benar saja ia meminta ganti yang baru,” batinnya.


“Yasudah. Kamu segera pulang, Papa yakin suamimu sudah di rumah menunggu mu.” Ucap Adrich pada Aleea yang di beri anggukan sebagai jawaban kalau ia setuju.


Aleea pamit pulang, ia menyalami dan memberikan kecupan di kedua pipi Papanya.

__ADS_1


“Semoga ini hanya kebetulan, ku harap kau baik-baik saja nak.” Gumam Adrich sambil melihat punggung putrinya. Ia terus menatap putrinya sampai punggungnya tidak terlihat lagi.


Setelah kejadian diruangan Aiden, mereka keluar dari ruang itu. Mereka menuju kantin yang berada di dalam perusahaan milik Aiden.


Flashback


Saat Adrich telah selesai menyantap sarapan paginya. Ia berada di ruang keluarga bersama istri tercintanya, ia mendapat telepon dari seseorang untuk ke perusahaan untuk meneruskan kontrak kerja.


Mereka sepakat setelah makan siang akan bertemu di perusahaan yang telah mereka sepakati.


Adrich sekarang berada di dalam lift menuju ruangan pemilik perusahaa tersebut.


Adrich hanya datang sendiri karna seketarisnya melakukan urusan penting.


Ting!


Suara pintu lift terbuka.


Adrich mengikuti Asisten yang bernama Erlan yang berada didepannya, Asisten ini terkenal lebih kejan dibandingkan dengan Tuan nya. Ia tidak segan membasmi orang-orang yang tidak menurut dengan perintah Tuan nya, dengan dalam hitungan jam ia bisa membuat perusahaan itu bangkrut.


Tok tok tok!


“Masuk!” Ucap seseorang di balik pintu.


Ceklek!


Pintu itu di buka.


“Tuan. Silahkan masuk, saya akan kembali ke ruangan saya.” Ucapnya dengan nada sopan untuk pamit undur diri.


Adrich masuk ke dalam ruangan itu, setelah di sambut dan di persilahkan untuk duduk.


Pemilik perusahaan tempat ia berada sekarang adalah perusahaan Walmart Corp, perusahaan terbesar di dunia milik Aiden Nickholas Kane yang sering dikenal dengan Aiden.


Beberapa menit mereka berdiskusi seseorang mengetuk pintu dan masuk kembali Asisiten Erlan dengan membisikan pesan kedua Aiden yang tentu saja tidak dapat ia dengar.


“Maaf Tuan, saya kira pembicaraan kita sampai disini dulu. Kekasih saya akan datang kesini.” Ucap Aiden dengan nada tegas.


“Jika ada yang kurang dan ingin anda perbaharui, Silahkan hubungi asisten saya.” Lanjutnya.

__ADS_1


Suara pintu terdengar di buka menampilkan seorang gadis yang sangat ia kenali. Tapi belum sampai kakinya mendekati gadis itu, gadis itu telah berada di dalam pelukan pria yang sejak tadi berdiskusi dengannya.


“Sayang,” Ucap pria itu yang masih memeluk tubuh gadis itu dengan sangat erat.


“Aleea,” panggilnya dengan nada lirih.


Dapat ia lihat putrinya dengan wajah terkejut, mata sedikit membelalak dan mulut yang sedikit terbuka menghiasi wajahnya, jangan lupakan tubuhnya yang terlihat jelas tegang. Dapat ia pastikan pasti putrinya sekarang sudah tidak dapat bernafas.


Satu yang jadi pertanyaan bi benaknya kenapa Aleea bisa berhubungan dengan pria ini?


Beberapa menit kami di posisi itu akhirnya dapat Adrich melihat pelukan itu mengendur dan pelukan itu terlepas.


“Maaf Tuan, saya pamit keluar. Saya akan menanyakan jika ada yang tidak saya ketahui kepada Asisten anda.” Ucap Adrich sambil mengambil tas yang ia bawa tadi.


Ia segera keluar dari ruangan itu tanpa melihat ke arah putrinya. Tapi ia tidak tahu jika diikuti oleh Aleea di belakangnya.


Flashback Off


Aleea mengendarai mobilnya dengan santai setelah ia mengirim pesan pada seseorang untuk menanyakan pembayaran uang ganti perbaikan mobil itu.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima puluh lima menit ia sampai di kediamannya dengan Sean.


Aleea turun dan mulai menuju ke kamarnya. Diatas tangga ia mendengar suara seorang pria dan wanita sedang bergurau.


Dapat ia lihat seorang pria sedang duduk sambil memangku seorang wanita yang ia kenal. Wanita itu duduk miring diatas pria itu, kedua tangannya memeluk tubuh pria itu dan kepalanya di sandarkan di atas dada bidang pria itu. Sedangkan tangan pria itu memeluk erat pinggang wanita yang berada di pangkuannya tak lupa juga pria itu memberikan kecupan-kecupan di dahi wanita itu.


Dapat ia dengar suara canda tawa sepasang kekasih itu, saling bergurau dengan sangat bahagia.


Aleea akui bahwa ia cemburu dengan wanita itu, ia ingin di cintai dengan tulus oleh suaminya.


Jangankan di beri perhatian di pandang sebagai wanita saja Aleea tidak pernah.


Sean selalu menganggap Aleea seperti adik kecilnya yang harus ia jaga.


Salahkah Aleea bersikap egois untuk memiliki Sean sepenuhnya. Salahkah ia ingin merasakan di cintai dan disayang oleh Suaminya.


Lama Aleea berdiri disitu, badannya terasa lemah untuk di gerakan dan kedua kakinya sulit untuk melangkah.


Airmatanya mulai menetes di ke dua pipinya. Ia mencoba membalikan tubuhnya, tak sanggup melihat pemandangan di depannya. Tapi sebelum langkahnya jauh dari ruangan itu. Seseorang memanggil namanya.

__ADS_1


“Aleea! tunggu.” Ucap seseorang.


__ADS_2