
Seorang pria berlari setelah mendengar wanitanya mengalami kecelakaan. Pria itu tidak jauh dari posisi Aleea yang saat mengalami kecelakaan.
Pria itu melewati dan menambrak orang yang berada di lokasi itu karena terlalu padat orang-orang yang ingin melihat lokasi kecelakaan itu.
Sebuah truk terguling yang mengakibatkan dua orang yang berada di dalamnya mengalami luka yang cukup serius. Sedangkan sebuah mobil porsche yang berada seorang wanita didalam nya, masih mencoba membawa wanita itu keluar dari mobilnya. Mobil itu menghindar dari truk yang terguling sehingga mobilnya itu menabrak ke lampu jalan.
“Permisi,” seorang pria yang menerobos orang-orang yang berada di tempat kejadian.
“Permisi,”
“Permisi,”
Pria itu menerobos banyaknya orang yang berada di tempat itu. Jalanan macet panjang karena kejadian tabrakan tersebut.
“Awww,”
Pria itu meringis ketika saat ia ingin menyeberang tiba-tiba seseorang menabraknya.
“Tuan. Maaf saya tidak sengaja,” Ucap seseorang yang menabrak pria tersebut. Sedangkan pria yang di tabrak tidak merespons apapun. Ia hanya fokus untuk berada si tempat kejadian itu.
Tempat kejadian itu saat ini sudah diberikan police line.
“Maaf tuan anda kenapa bisa berada disini?”
“Tim kami sudah melakukan tugasnya,”
“Kami harap bapak bisa tetap tenang disini,”
Ucap seorang police yang melihat Sean ingin menerobos batas police line.
“Tapi pak, saya keluarganya! Saya ingin melihat wanita yang berada di dalam mobil itu,” Ucap pria itu dengan tampang memohon.
“Tidak bisa pak, mohon kerja sama nya.” Ucap police itu.
Pria itu hanya mampu melihat bagaimana para police itu mengeluarkan wanita yang sangat ia khawatirkan disana.
“Ku mohon. Bertahanlah Aleea,” gumam pria itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Pria itu tampak sangat kacau, jas yang ia gunakan sudah acak-acakan. Rambut yang biasanya tertata rapi kini sudah tidak beraturan lagi.
“Tian Sams, saya sudah meminta tim medis untuk segera datang kesini. Mereka sedang dalam perjalanan kesini, sebentar lagi mereka akan segera sampai,” Ucap Malvin yang baru saja sampai di belakang sams.
Pria itu adalah sams, ia sengaja mengikuti Aleea. setelah mendapatkan kabar dari pengawalnya yang mengatakan Aleea keluar rumah di malam hari dan cuaca sudah mulai turun hujan tanpa di temani sang suami membuatnya berniat menjaga Aleea dari jauh agar tidak terjadi yang tidak di inginkan.
Setelah ia pulang dari kantornya dan akan segera pulang yang diantar oleh asistennya. Tiba-tiba di tengah jalan ia mendapatkan kabar dati pengawalnya tentang Aleea membuatnya beralih untuk mengikuti Aleea.
Beberapa menit kemudian wanita itu dapat di selamatkan keluar dari mobilnya dan ketepatan tim medis datang.
Aleea segera di periksa oleh dokter, Aleea tidak sadarkan diri. Ia diberikan oksigen sebagai alat bantu pernapasan dan dibawa tim medis ke rumah sakit untuk di lakukan pemeriksaan selanjutnya.
Sams segera mendekat ke tempat Aleea berada, Ia pandangi wajah wanita yang masih ia cintai. Wajah itu sedikit pucat dan terdapat luka di dahi, lengan dan kakinya.
__ADS_1
“Tuan, sebaiknya kita kembali ke dalam mobil,” Ucap Malvin saat berada disamping Sams.
“Nona Aleea akan segera di bawa ke rumah sakit,” Lanjutnya kembali.
“Aku akan menemani Aleea di dalam sana, kamu kembali saja ke mobil,” Ucap Sams saat melihat Aleea yang akan di bawa ke dalam ambulance.
“Kamu bisa pulang dulu, aku akan menjaga Aleea malam ini.” Lanjutnya melangkahkan kakinya tanpa mendengar jawaban Sams.
Didalam ambulance Sams mengenggam tangan Aleea tanpa sedetik pun tangan itu terlepas dari genggaman nya.
“Cukup kemarin aku mengalah dan kehilangan kamu, tapi untuk kali ini izinkan aku egois untuk tetap memiliki mu,” Gumam Sams.
Sedangkan di depan ruang operasi tampak seorang pria yang duduk di temani seseorang yang melihat sebuah berita di ponselnya.
“Justin, kamu hubungi pelayan di rumah dimana aleea saat ini,” ucap Sean yang masih berdiam diri diatas kursi yang sejak tadi ia duduki.
“Sejak tadi aku menelpon nya tapi tidak ada jawaban,” Lanjutnya kembali.
“Baik tuan saya akan menghubungi orang rumah untuk menanyai keadaan nona aleea,” ucap Justin saat
Justin. Berjalan keluar dari ruangan itu, kemudian ia kembali menelepon pelayan di rumah untuk menanyakan Aleea.
“Nona Aleea disana?” Tanya Justin saat sambungan telepon aktif.
“Nona Aleea sudah pergi tuan. Nona pergi dengan membawa dia koper,”
“Kamu tau nona Aleea pergi kemana?” Tanya Tanya Justin kembali.
Justin kembali berjalan ke tempat dimana Sean berada. Sepanjang perjalanan ia bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada pernikahan bosnya. Ia pikir Sean benar-benar telah mencintai Aleea tapi sama sekali tidak.
“Tuan! Nona Aleea telah kembali ke rumah orang tua tau,” Ucap Justin yang berada di sampingnya.
“Nona Aleea pergi dengan membawa dua koper miliknya,” Lanjutnya kembali.
Deg!!
Perkataan Justin membuat perasaan Sean tidak enak.
Sean langsung berdiri dan mencoba menelepon istrinya. Tapi beberapa kali ia menelepon panggilan tersebut tidak mendapat balasan.
“Tuan! Lihat ini,” Ucap Justin sambil menunjukan ponselnya.
Sean melihat sebuah berita tentang kecelakaan. Sebuah truk yang berguling yang mengakibatkan penumpang yang berada di dalam nya mengalami luka yang cukup serius. Sedangkan wanita yang berada di dalam mobil porsche sudah dibawa ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri.
Tubuh Sean melemas melihat berita yang sedang di tayangkan. Ia tahu mobil milik Aleea, mobil yang di dalam berita tersebut adalah mobil milik istrinya.
Keringat membasahi dahinya, tubuhnya seakan mati tidak dapat bergerak. Tanganya bergetar, Ia mencoba menelepon kembali istrinya untuk memastikan kabar tersebut.
Taakk!!
__ADS_1
Suara benda jatuh di atas lantai.
“Tuan! Tuan baik-baik saja?” Tanya Justin saat melihat Sean menjatuhkan ponselnya di atas lantai.
Sean tidak menjawab dia hanya mencoba mengambil mengambil ponselnya yang terjatuh dari tangan nya.
Tuuutttt... Tuuutttt... Tuuuttt...
Sean menelepon nomor ponsel milik istrinya ntah sudah yang berapa kali tetapi tidak ada jawaban juga.
“By. Kamu dimana? Kamu tidak apa-apa kan?” Ucap Sean ketika panggilannya tersambung.
“By.. jangan buat aku khawatir.” Sambung nya lagi ketika tidak mendapat jawaban dari Aleea.
“Hallo.” Ucap seorang pria dari seberang.
Sean merasa ada yang salah, “kenapa pria yang mengangkat pangilan telepon istrinya,” batin Sean.
“Kenapa ponsel istri ku ada dengan mu?”
“Kamu siapa?”
Tanya Sean dengan nada menuntut.
“Maaf pak, istri bapak mengalami kecelakaan sekarang sedang di tangani oleh dokter di Island Hospital.” Ucap seorang di seberang sana.
BRUK!!
Tubuh Sean terjatuh tidak bisa menopang berat beban tubuhnya.
Akhhh!!!
Suara tangis Sean akhirnya pecah. Air mata Sean mulai membasahi pipinya.
“Tuan! Tuan ada apa?” Tanya Justin yang berada di samping tuan nya mencoba menenangkan tuan nya.
“Justin.. Aleea... Aleea ku.. mengalami kecelakaan,” Ucap sean dengan nada bergetar. Air matanya semakin mengalir deras membasahi pipinya.
“Justin.. Aleea ku,”
“Aleea ku!! Justin!!”
Akhhh!!!
Hikss.. Hikss.. Hikss..
“Maafkan aku By,”
“Maafkan aku,”
__ADS_1
“Maafkan aku,”
Kata yang keluar dari bibir Sean.