
Aleea beserta ketiga sahabatnya memasuki villa yang akan mereka tempati beberapa hari kedepan. Ia melihat beberapa pelayan yang berlalu lalang di taman villa tersebut.
“Kenapa ramai sekali? Seperti akan ada acara di villa ini.” Ucap Ziva saat melihat Taman sudah selesai di dekorasi.
“Benar nona, malam ini akan dia adakan pesta pertemuan teman bisnis pemilik villa ini. Sekalian tuan ingin memperkenalkan istrinya ke publik.” Ucap pelayan tersebut.
“Nona-nona jika ingin datang ke pesta malam ini dibuka untuk semua pengunjung villa ini.” Ucap pelayan itu kembali.
Deg!!
Pandangan mata Aleea bersitatap dengan pria yang sejak tadi menatapnya. Aleea melihat pria itu jalan menghampirinya. Mereka berjalan berselisih dengan berlawanan arah. Tidak ada tegur sapa atau sekalipun pria itu melihat Aleea.
“Itu tuan Sean. Pemilik villa ini.” Ucap pelayan tersebut ketika melihat Aleea dan ketiga temannya tiba-tiba menghentikan langkah mereka.
“Mungkin tuan ingin menjemput isteri nya yang baru saja sampai di negara ini.” Lanjutnya kembali.
“Bukankah Aleea masih isteri nya? Maksud pelayan itu istri Sean yang mana?” Tanya Selena yang dibalas gelengan oleh kedua temannya. Sedangkan Aleea ia sudah berada beberapa langkah di depan temannya.
“Ternyata benar dugaan ku, kalian sudah menikah. Terus jika Sean sudah menikahi Syeila, kenapa dia tidak mau menceraikan aku. Kamu benar-benar egois Sean.” Batin Aleea.
“Semoga ini pertemuan kita yang terakhir. Aku selalu mendoakan kalian semoga bahagia.” Lanjutnya kembali sambil membawa langkahnya mengikuti pelayan yang akan mengantar mereka ke dalam kamar yang akan mereka tempati.
Teman Aleea hanya prihatin melihat apa yang Aleea alami saat ini.
“Kamu kenapa tidak mencari tahu dulu kita akan menginap dimana?” Tanya Ziva kepada Selena.
“Aku tidak tahu jika villa ini milik Sean. Aku direkomendasikan oleh temanku jika ada villa yang baru di buka dan harganya lumayan terjangkau. Aku lihat villa ini bagus untuk kita liburan,” Jawab Selena.
“Jika aku tau ini milik suami Aleea, aku tidak akan memesan disini,” lanjutnya kembali.
“Ya sudah. ayo kita susul Aleea atau kita cari tempat yang lain saja.” Usul Shea kepada kedua temanya yang di balas anggukan oleh teman nya.
“Ide yang bagus,”
“Aleea!!! Tunggu kami,” ucap ketiga temannya yang mengejar dirinya, jarak Aleea dengan ketiga temannya cukup jauh.
“Alee. Lebih baik kita pesan villa yang lain saja.”
“Ayo!!” Ajak ketiga temannya.
__ADS_1
“Kita disini saja,” Bantah Aleea.
“Tapi Alee-” ucap Selena terputus ketika Aleea mulai mengatakan sesuatu.
“Aku tidak masalah jika kita tetap menginap disini,” Ucap Aleea, ia tau jika temannya merasa tidak enak dengan yang terdi di hidupnya. Tapi ia tidak boleh egois untuk mementingkan dirinya. Mereka sudah merencanakan ini jauh dari sebelumnya.
“Tujuan kita kesini buat liburan kan?” Tanya Aleea kepada temannya yang diberi anggukan oleh ketiga temannya.
“Jika kita pergi dari villa ini, belum tentu villa lain belum terisi. Aku tidak masalah kita menginap disini. Lagipula tidak tahu jika ini akan terjadi seperti ini.” Ucapnya kembali.
Mereka telah sampai didepan pintu kamar mereka masing-masing. Aleea bersama Shea dan selena bersama Ziva dikamar sebelahnya.
“Lebih baik kita istirahat dulu,” Ucap Aleea yang di balas anggukan oleh ketiga temannya.
Aleea mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu dan mulai menidurkan tubuhnya diatas kasur didalam ruangan itu.
...****************...
Seorang pria sedang duduk di meja kerja nya. Ia sedang memandang sebuah foto yang ada di meja kerjanya.
“Bagaimana caranya aku melupakan kamu Alee,” Ucap pria tersebut.
Tidak berapa lama pintu ruangan nya di ketuk seseorang dari luar.
Sean melihat asisitenya masuk ke dalam ruangan nya dengan membawa sebuah paper bag di tangannya.
“Tuan, ini ada titipan untuk anda dari seorang wanita, Ia sekarang berada di ruang tunggu.” Ucap Asisiten nya sambil meletakan paper bag tersebut di atas meja kerja tuannya.
“Jika tuan bersedia, nona Syeila ingin berbicara kepada anda.” Lanjutnya sambil mengundurkan diri keluar dari ruangan itu.
Pria itu mengeratkan gengaman tanganya saat membuka isi dari paper bag terbut. Terdapat lima buah tespek yang dikirimkan oleh wanita itu dengan garis dua merah di masing-masing tespek tersebut.
Pria itu mengambil telepon dan menelepon asisten nya untuk menanyakan keberadaan wanita itu saat ini.
“Dimana wanita itu?” Tanya nya dengan nada dingin dari telepon.
“Bawa dia masuk keruangan ku sekarang.”ucapnya kembali setelah itu dia menutup pangilan teleponnya.
Ceklek!!
__ADS_1
Suara pintu dari luar menampilkan seorang wanita membuka pintu ruangan itu. Dengan langkah gontai ia memasuki ruangan tersebut. Ia melihat seorang pria sedang membaca di MacBook miliknya. Ia berjalan mendekati dimana pria itu berada.
“Duduk,” Ucap pria tersebut saat melihat wanita itu sudah di depannya.
“Maksud kamu apa?” Tanya pria itu sambil melemparkan paper bag yang berisi tespek itu keras meja kerja nya.
Dengan sedikit bergetar wanita itu menatap pria yang berada didepannya.
“A-aku Ha-hamil.” Ucap wanita itu dengan sedikit terbata. Sedangkan pria didepannya mengerutkan dahinya mendengar perkataan wanita itu .
“Kamu yakin itu anak ku?” Tanya pria tersebut dengan nada mengejek.
“Ini memang anak kamu. Kamu tau jika itu yang pertama kalinya aku melakukannya denganmu.” Ucap wanita itu yang menatap pria di depannya. Ia tidak percaya pria di depannya menilai dirinya seperti itu.
“Bisa saja setelah melakukan denganku. Tidak jauh kemungkinan kamu melakukan dengan yang lain juga.” Ucap pria itu.
“Ckkk. Aku tau wanita sepertimu. Kamu hanya menginginkan uang saja.” Ucap pria itu.
Pria itu diam beberapa menit kemudian ia mengatakan kembali kepada wanita itu, “Berapa nominal yang kamu inginkan untuk menggugurkannya?”
Wanita itu matanya sudah berkaca-kaca mendengar perkataan pria tersebut.
“Tapi ini memang anak kamu, aku berani bersumpah,” ucap wanita itu.
“Kamu gugurkan sekarang juga juga dan jangan kembali lagi di hadapan aku.” Ucap pria tersebut sambil memberikan cek yang ia letakan diatas meja kerjanya.
Merasa seperti dihina wanita berdiri dan mengeluarkan beberapa kata yang keluar dari bibirnya.
“Seperti yang kamu mau, aku akan menggugurkan nya. Semoga kamu tidak akan pernah menyesal apa yang telah kamu lakukan.” Ucap wanita itu kemudian ia meninggalkan pria itu yang masih berada di dalam ruangan nya tanpa membawa cek yang pria itu berikan.
BRAK!!
Suara pintu di tutup dengan sangat kuat.
“Haaaah,” ucap seorang pria yang baru saja tersentak dari tidurnya.
“Tuan? Apakah tuan baik-baik saja?” Tanya asisitenya yang mulai melihat tuannya baru saja mendapatkan mimpi buruk.
“Aku tidak apa-apa, bagaimana keberadaan Aleea sekarang?” Tanya pria itu ia sengaja bertanya untuk mencari alasan saja.
__ADS_1
“Nona Aleea baru saja sampai di villa yang mereka pesan untuk tinggal beberapa hari kedepannya.” Ucap asisiten nya tersebut.
“Baiklah kamu bisa keluar,” ucap pria itu yang di balas anggukan oleh asistennya.