
Derap langkah kaki yang terdengar dari seorang pria yang baru saja sampai di kediamannya.
Ia melirik jam di tangannya yang telah menunjukan pukul 19.00, ia menaiki tiap tangga rumahnya menuju kamarnya untuk melihat seorang gadis yang tidak ia jumpai beberapa jam. Sepanjang perjalanan ia tersenyum.
Pintu kamarnya tidak tertutup rapat, dapat ia lihat wanita yang ia rindukan sedang menyusun barang-barang di kamar nya. Terlihat wanita bolak balik mengambil beberapa barang untuk ia susun.
"Hey Baby..." Tubuh itu berjengit kaget ketika lengan berurat Sean menelusup ke pinggang ramping Aleea.
"Sean! Kaget astaga!!" Ucap Aleea sambil memegang lengan Sean yang berada di perutnya.
Sean tertawa, kemudian ia memeluk Aleea dengan sangat erat dari belakang. Sean menyematkan satu ciuman ke pipi yang lebih muda.
"Maaf, aku merindukanmu." Ucap Sean, kemudian ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aleea. Menghirup aroma tubuh Aleea yang menenangkan.
Mendengar itu, Aleea memberi pukulan pelan di lengan Sean dengan pipi memerah.
"Gak jelas!" Sean hanya mampu tertawa melihat kegemasan si cantik yang tak pernah berkurang.
Sean memberikan beberapa kecupan kecil di pipi Aleea yang membuat Aleea kesel jadinya.
“Sean!! Astaga!” Ucap Aleea yang mengeraskan suaranya dan mencoba melepaskan lilitan tangan sean yang berada di pinggangnya.
“Sebentar saja. Aku masih mengisi energi ku.” Ucap Sean yang semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aleea.
Ia sangat bersyukur Aleea masih mau memberi dia kesempatan untuknya.
Aleea yang mendengar itu hanya bisa diam tak bersuara mengikuti kemauan sean.
“Kamu sedang apa? Suaminya pulang bukan di sambit malah di cuekin.” Ucap Sean yang sudah melepaskan pelukan mereka.
“Aku sedang menyusun barang-barang kita yang akan kita bawa besok.” Ucap Aleea sambil menunjuk koper yang telah ia isi barang dia dan sean.
“Maaf aku tak tau jika kamu sudah pulang.” Lanjutnya dengan nada lemah.
“Tidak masalah, aku hanya berpikir kenapa kamu tidak ada di bawah ketika aku pulang. Aku pikir kamu sudah tidur karena kelelahan.” Ucap Sean sambil mengelus surai indah Aleea.
“Apakah sudah selesai?” Tanya Sean pada Aleea yang mulai menyusun kembali beberapa barang yang akan mereka bawa untuk pergi ke sebuah pulau beberapa hari kedepan.
“Sudah. Ada lagi yang ingin kamu bawa? Ucap Aleea yang masih menyusun barang kedalam koper.
“Tidak ada. Jika nanti ada yang kurang kita beli di sana saja biar tidak terlalu banyak barang yang kita bawa kesana.” Ucap Sean yang berada di belakang Aleea.
“Tiket sudah di urus sama Justin. Jadi kita tinggal pergi dan jumpa di sana saja.” Lanjut Sean yang balas anggukan saja oleh Aleea.
“Aku bersihkan diriku dulu.” Ucap sean sambil berlalu tak lupa juga ia mencium pipi Aleea sebelumnya.
Sean melangkahkan kakinya menuju nakas meletakan jam tangan dan ponsel disana. Setelahnya ia berjalan menuju kamar mandi yang berada di ruangan itu.
__ADS_1
Ting!
Ting!
Ting!
Suara notifikasi dari ponsel Sean.
“Sean! Ponsel kamu bunyi, kurasa itu pesan penting.” Ucap Aleea yang melihat Sean yang berjalan tidak jauh dari nya.
“Mungkin itu pesan dari Justin mengenai jam keberangkatan kita besok.” Ucap Sean yang belaku sebelum pintu kamar mandi telah tertutup.
Pesan seseorang yang mengirim pesan kepada Sean.
Syeila ❤️ : Sean apa kabar?
Syeila ❤️ : Sean bisa minta tolong.
Syeila ❤️ : jika kamu membaca pesan ini, tolong hubungi aku kembali. Ada yang ingin aku sampaikan.
...****************...
Suara langkah kaki dari wanita yang mengenakan heels tinggi itu terdengar memenuhi lorong ruangan yang sunyi, ia melangkahkan kakinya kembali berjalan menuju apartemennya.
Wanita itu menggunakan dress yang panjangnya di atas mata kaki, perutnya tampak sudah mulai sedikit membuncit. Ia melangkahkan kakinya dengan pelan menyusuri lorong apartemennya.
Sebuah Cafe yang ia buka dekat dengan sebuah kampus. Cafenya cukup ramai di datangi oleh sebagian besar mahasiswa, untuk sekedar nongkrong atau ada juga untuk membuat tugas kelompok.
“Aww.” Ucap wanita itu sambil memegang perutnya, kram itu beberapa hari ini selalu datang. Sakitnya membuat wanita itu kadang-kadang tidak bisa menjalankan aktivitasnya.
Ia menghentikan langkahnya sambil memegang dinding di ruangan itu untuk menyangga tubuhnya.
“Kak. Kakak kenapa ada yang bisa saya bantu?” Ucap seorang wanita yang tinggal di daerah itu.
“Aww”
“Ayo kak. Aku bantu”
Mereka berjalan beriringan melewati yang seorang wanita yang di papah menuju kamar apartemenya.
Wanita itu memasukan password untuk membuka pintu kamarnya.
Klik!
Pintu apartemen itu terbuka. Wanita itu memasuki ruangan itu menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya ke atas kasur dengan air mata yang mulai membasahi wajahnya.
Sedangkan di lain sisi tampak sepasang suami istri yang baru saja sampai di sebuah villa yang mereka pesan. Mereka akan menempati villa tersebut selama beberapa hari kedepan.
__ADS_1
“By. Kamu bersihkan diri kamu dulu, aku mau memeriksa beberapa berkas dulu.” Ucap Sean yang mengambil IPad miliknya untuk membaca file yang dikirimkan oleh Justin.
“Jika kamu lelah, kamu tidur saja dulu jangan menunggu aku.” Lanjutnya yang mulai melangkahkan kaki ke arah luar.
Aleea yang sedang melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai kemudian ia membaringkan dirinya ke atas kasur miliknya.
Ceklek!
Suara pintu terbuka dari luar, Sean melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu.
Dapat ia lihat istrinya sedang tidur di atas kasur yang berada di ruangan itu. Ia melangkahkan kakinya dekati tempat tidur itu, ia benari selimut yang sudah turun sebatas pinggang istrinya.
Cup!
Ia beri ciuman pada dahi Aleea dengan sayang. Kemudian ia benarkan selimut itu menutupi tubuh Aleea sampai lehernya.
Sean melangkahkan kaki nya ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya.
Dibawah air shower yang sudah membasahi tubuh Sean, ia telah membaca pesan yang di kirimkan Syeila oleh nya sebelum ia sampai kesini. Ia ingin membalas untuk sekedar menanyakan kabar Syeila dan bertanya kenapa ia mengirim pesan untuknya tapi di sisi lain ia tidak bisa karena ada Aleea disisinya. Ada hati yang harus ia jaga. Sean sudah mulai menerima pernikahan mereka.
Setelah ia menghabiskan lima belas menit untuk membersihkan diri.
Sean keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
Sean mendekati kasur yang terdapat istrinya sedang tidur.
“By. Ayo bangun, nanti kita bis terlambat.” Ucap Sean yang mulai membangunkan Aleea dengan cara menepuk pelan pipi Aleea.
Hooam. Aleea menguap, kedua matanya pelan-pelan terbuka. Menampakan iris matanya yang bertemu dengan iris mata suaminya.
Aleea tersenyum setelah membuka mata, wajah suaminya yang pertama kali ia lihat.
“Kamu cuci muka dulu gih. Sebentar lagi acara akan di mulai.” Ucap Sean yang di balas anggukan oleh Aleea.
... Mereka telah sampai di acara tiap tahun yang di adakan oleh tiap investor secara bergantian. Kali ini Sean sebagai tamu undangan.
“By. Aku ke toilet dulu yah, kamu tidak apa-apakan aku tinggal sendiri?” Ucap Sean pada Aleea yang berada di sampingnya. Mereka berada di sebuah meja sebelumnya ia sudah bertemu dengan pemilik acara ini.
“Tidak apa-apa. Lagi pula asisten Justin ada disini juga.” Ucap Aleea yang menunjuk ke arah Justin yang jaraknya tidak jauh dari mereka.
Sedangkan seorang pria yang baru saja menginjakkan kakinya di pesta tersebut setelah menemui pemilik acara.
Pria itu melangkahkan kaki nya berjalan ke arah wanita yang ia kenali yang berada di sebuah meja.
Sepanjang perjalanan senyuman tak luntur dari bibir nya.
“Hei, kamu sedang apa disini?” Tanyanya pada gadis itu yang membuat gadis itu sedikit kaget.
__ADS_1