Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Berdamai Dengan Masa Lalu


__ADS_3

“Aku masuk dulu, mungkin masih ada yang ingin kalian bicarakan,” Ucap Aleea saat melihat wanita yang ada di depan nya mendekati mereka.


Aleea melangkahkan kakinya memasuki rumah nya. Ia meninggalkan Sean yang masih berada di tempatnya.


Langkah kaki nya terhenti ketika wanita itu memanggil namanya. “Aleea. Kamu apa kabar?” Tanya wanita itu ketika jaraknya dan Aleea tidak terlalu jauh.


“Aku baik. Kabar kamu bagaimana?” Aleea memperhatikan perut wanita yang berada di depannya terlihat sudah membesar.


“Aku juga baik. Kandungan aku juga baik.” Ucap Syeila dengan menampilkan senyum di bibirnya tak lupa juga ia sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.


Wanita yang sejak tadi menunggu di kediaman Aleea dan Sean adalah Syeila. Ntah ada keperluan apa wanita itu datang kesini mereka tidak tahu.


“Kamu baru pulang kuliah? Kalau bisa kamu bareng dengan Sean?


“O-oh. i-iya aku baru pulang kuliah.” Ucap Aleea dengan terbata.


“Waktu jalan pulang tidak sengaja bertemu dengan Sean di jalan sehingga kami bisa pulang bersama,” Lanjutnya, ia terpaksa berbohong. Karena ia tidak tahu harus bicara apa lagi.


“Aku ke atas dulu ya, kamu bicara saja dengan Sean.” Lanjutnya, tanpa menunggu jawaban Syeila ia terus melangkahkan kaki nya kembali.


Sedangkan Sean masih berdiri di tempatnya, terus menatap punggung istrinya. Ia terus menatap istrinya sampai punggung itu tidak nampak lagi.


Syeila melangkahkan kaki nya, setelah melihat Aleea yang sudah meninggalkan mereka di depan teras.


“Sean bisa kita bica sebentar?” Ucap Syeila yang sudah berada di depan Sean.


Sean tidak menjawab ia hanya melangkahkan kaki nya masuk kerumahnya, beberapa langkah ia berjalan tetapi wanita yang berada di belakangnya tidak mengikutinya, ia menghentikan langkahnya.


“Kamu masih ingin berdiam diri disitu?” Tanya Sean tanpa menunggu sean bicara ia yang sudah melangkahkan kaki kembali.


Syeila mengikuti langkah Sean yang berjalan di depannya.


“Apa yang ingin kamu katakan?” Ucap Sean kepada Syeila yang sudah duduk di depannya.


“Tidak ada yang ingin aku bicara kan. Aku hanya ingin kita berteman. Terlepas apa yang terjadi di masa lalu. Aku ingin kita kembali berteman seperti sebelum nya.” Ucap Syeila dengan lembut sambil melihat Sean yang berada di depannya.


Sean tertegun mendengar perkataan Syeila. Ia ingat sebelum mereka menjalin hubungan, mereka hanyalah seorang teman yang mengalami friendzone.


Setelah keduanya merasakan perasaan yang sama, akhirnya mereka meresmikan hubungan mereka sebagai sepasang kekasih.


“Baiklah. Sekarang kita berteman seperti sebelumnya.” Ucap Sean dengan nada datar.


“Terimakasih.” Ucap Syeila dengan senyuman di wajahnya. Ia bersyukur di saat semua orang menjauhinya tapi Sean masih mau berteman dengannya.


Sean tidak menjawab ucapan Terimakasih dari Syeila tapi ia berkata yang membuat Syeila terdiam beberapa detik untuk merespons ucapan yang Syeila katakan.


“Maaf. Aku baru bisa menceritakan nya sekarang,”

__ADS_1


“Aku dan Aleea sudah menikah sebelum kita mengakhiri hubungan kita bulan lalu,”


“Aku dan Aleea sudah menikah disaat aku dan kamu masih memiliki hubungan,”


“Bukan maksud aku untuk membohongi kamu, tapi aku ingin mencari waktu yang pas untuk memberitahu kamu,”


“Tapi maaf aku hanya bisa menganggap mu sebagai seorang teman tidak lebih,”


“Seiringnya berjalan perasaan ku sekarang hanya untuk Aleea,”


Ucap Sean dengan panjang lebar mencoba menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman yang akan datang.


Syeila berdiam diri di tempat yang ia duduki, ia menundukan wajah untuk mencerna apa yang telah di ucapkan oleh Sean.


Setelah beberapa mereka terdiam di tempat mereka masing-masing dengan pemikiran yang berbeda. Syeila mulai membuka pembicaraan mereka yang sempat terhenti beberapa menit sebelumnya.


“Aku tidak tahu harus merasa senang atau sedih mendengar penjelasan mu,” Ucap Syeila yang mulai membuka suara.


“Tapi aku senang jika wanita yang kamu nikahi itu adalah Aleea.” Lanjutnya.


“Dia wanita baik dan pantas mendapatkan pria yang baik seperti mu,” Lanjutnya kembali dengan menampilkan senyuman indah di wajahnya.


“Selamat atas pernikahan kamu,” Ucap Syeila dengan mengulurkan tangan nya didepan Sean.


Sean yang melihat itu ia kemudian membalas menjabat tangan syeila. Mereka saling tersenyum membalas jabatan tangan masing-masing. Mereka akan berdamai dengan masa lalu.


“Aku akan menjelaskan semuanya kepada Al, dia pasti akan senang berteman dengan mu,” jawab Sean untuk menenangkan, karena ia yakin istri nya akan menerima Syeila yang akan menjadi teman mereka.


“Aku pamit dulu, titip salam untuk Aleea,” Ucap Syeila ketika ia sudah merasa tidak ada lagi yang ingin dia sampaikan.


“Hmm, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk meminta bantuan.” Ucap Sean.


“Kamu bisa menelepon aku atau pun Aleea,” Lanjutnya yang di beri anggukan oleh Syeila sebagai jawaban.


Sean hanya menatap tubuh Syeila yang terlihat sedikit berisi di bandingan dengan sebelumnya. Ia pandangi punggung Syeila sampai punggung itu tidak nampak karna pintu yang sudah tertutup.


Sean melangkahkan kakinya ke kamar mereka untuk mencari istri nya yang sudah masuk dahulu.


Ceklek!


Suara pintu kamar yang di buka dari luar. Sean membawa tubuhnya masuk ke dalam ruangan itu.


Dilihatnya kamar itu terlihat rapi seperti tidak ada yang memasukinya.


“By, kamu di dalam?” Ucap Sean ketika membuka kamar mandi diruangan itu.


Dilihatnya kamar mandi tidak ada orang, ia berjalan ke walk in closet tapi tidak mendapati keberadaan istrinya. Kemudian ia mencarinya ke balkon yang sering di tempati istrinya ketika memiliki waktu senggang. Tapi yang ia dapat tidak menemukan istrinya juga.

__ADS_1


“By.. kamu kemana jangan buat aku takut.” Ucapnya dengan lemah, kemudian ia keluar dari kamar tersebut dan memasuki ruangan yang ia yakin istrinya ada di sana.


Ceklek!


Suara pintu terbuka. Sean melihat jelas istrinya berada di atasnya sedang tertidur. Ia sangat bersyukur istrinya masih berada di rumah mereka.


Sean kemudaian mendekat ke atas kasur dan ikut menidurkan tubuhnya di damping istrinya. Ia memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Setelah Aleea meninggalkan suaminya dengan mantan kekasihnya di depan rumah mereka. Aleea melangkah kan kaki nya menuju kamar sebelum nya. Kamar yang ia tempati ketika ia pertama kali datang ke rumah itu.


Aleea menaiki kasur dan menidurkan tubuhnya disana. Ia rasa tubuhnya sangat lelah menghadapi masalah beberapa hari ini. Ia mencoba memejamkan mata nya mencoba untuk tidur karna itu cara terbaik untuknya. Ketika ia terbangun akan merasa lebih baik. Beberapa menit kemudian Aleea sudah terlelap dalam tidurnya.


Beberapa menit mereka tertidur dan kini mereka sudah bangun tapi tidak turun atau mengubah posisi mereka. Mereka masih dengan posisi yang Aleea berada di depan Sean, dengan Sean yang memeluk tubuh Aleea dari belakang.


“Aku boleh gak minta satu hal sama kamu?” Tanya Sean sambil memeluk Aleea dari belakang, suara Sean memecahkan keheningan beberapa menit yang lalu.


“Boleh. Kamu mau minta apa?” Jawab Aleea.


“Sabar-sabar sama Syeila ya,” Ucap Sean.


Deg!


Perasaan Aleea mulai tidak enak mendengar perkataan Sean.


“Tapi mau sampai kapan?” Tanya Aleea.


“Aku hanya khawatir dengan Syeila, dia lagi banyak masalah,” Ucap Sean dengan suara lemah.


“Terus kamu mau nolongi dia?” Tanya Aleea yang matanya mulai berkaca-kaca.


“Aku tahu Syeila bukan tanggung jawab aku,”


“Tapi biar gimana pun, aku tetap khawatir.”


“Syeila itu hidup sendiri, sekarang kandungan nya sudah semakin membesar,”


“Aku ingin kamu bersabar ya sampai Syeila melahirkan,”


Ucap Sean dengan nada lemah di suara baritonnya.


“Aku tidak tahu sampai kapan bisa bersabar,”


“Jika aku tidak sanggup, aku boleh kan menyerah,”


Ucap Aleea dengan lembut, sebisa mungkin ia tidak mengeluarkan air mata.


“Terimakasih ya,” ucap Sean sambil memberikan kecupan di bahu Aleea. Sedangkan Aleea tidak menjawab hanya mengganggukan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2