
Menatap bangunan tua yang berdiri di depannya. Ia berdiri di depan pagar bagunan itu, setelah turun dari taksi tersebut.
"Ayok Aleea jangan membuat anak-anak khawatir dengan wajah mu,” gumam Aleea sambil menepuk-nepuk pelan pipinya.
Aleea membawa beberapa kantong plastik besar berisi barang-barang yang tadi sudah ia beli sebelum datang ke tepat ini.
“Terima kasih pak.” Ucap Aleea kepada supir taksi yang membantunya membawa beberapa kantong plastik.
Tok! Tok! Tok!
Aleea mengetuk pintu masuk dan tidak lama dibuka oleh wanita paruh baya yang menatap mereka dengan mata berbinar.
"Ehh, Nak Aleea!" Ucap seorang wanita yang baru saja membuka kan pintu untuknya.
"Hehehe, iya nih Buk. Sudah lama tidak bertemu dengan anak-anak." Ucap aleea sambil menyelami wanita yang ia kenal dengan sebutan Buk Rossa.
Wanita itu tersenyum hangat, menampilkan kerutan yang mulai terpampang di daerah sekitar ujung mata.
" Anak-anak pasti senang melihat kamu berada disini." Jawabnya dengan nada ramah.
Wanita itu mempersilakan Aleea masuk dengan melebarkan pintu masuknya. Setelah Aleea terlebih dahulu masuk setelah di persilahkan masuk ke dalam.
"Anak-anak lagi ngapain sekarang, Bu?" Tanya Aleea dengan lembut.
"sekarang semuanya lagi ngumpul di aula dengerin cerita dongeng." Jawab Rossa.
Aleea mengangguk seolah paham, “Ohhh ya udah gak papa, jangan diganggu Bu. Alee masak juga agak lama, nanti kalau udah mau selesai baru dipanggil aja kayak biasa." Bu Rossa mengangguk paham.
"Nak Aleea mau sapa dulu gak anak-anak di aula?" Tanya Bu Rossa
"Nanti saja Bu. Kalau mereka tau Alee dateng kesini malah nanti pada dateng ngumpul di dapur, jadi gak surprise nanti.” Jawab Aleea sambil mengeluarkan barang-barang dari kantong plastik.
''Terimakasih ya Nak, tetap mau datang kesini disaat nak Aleea sedang sibuk.'' Ucap Bu Rossa yang ikut membantu mengeluarkan barang yang Aleea bawa.
Aleea melihat Bu Rossa yang berada di samping nya sambil mengucapkan ''Aleea yang harusnya berterima kasih sama Bu Rossa dan anak-anak. Karena keberadaan Ibu dan anak-anak berhasil membuat Aleea senang, kesempatan berbagi dan kunjungan ke sini juga membantu menaikkan mood Aleea.'' Yang dibalas anggukan paham oleh Bu Rossa.
Aleea sudah hampir selesai masak, Aleea sedang menata masakannya di atas meja makan.
Sewaktu bu Rossa kasih tau anak-anak panti kalau Aleea datang berkunjung, tiba-tiba ruang makan yang berada depan dapur yang tadinya sunyi kini langsung dipenuhi dengan anak-anak panti yang berlari dengan terburu-buru dan berbondong-bondong berlari dan berteriak memanggilnya.
__ADS_1
"kak Aleea!!" Teriak anak-anak yang memanggil namanya.
Bahkan ada yang hampir terjatuh karena terlalu terburu-buru, untung saja bu Rossa dan beberapa kakak yang lebih tua di sekitar anak itu sigap membantu sebelum anaknya akan terjungkal ke belakang.
Senyuman Aleea sumringah sekali melihat anak-anak yang ia rindukan, sepertinya anak-anak ini memang sangat menyukai Aleea.
“Tenang dulu ya anak-anak baris dulu yang rapi,” Ucap bu Rosa, akhirnya diatur bu Rossa supaya mereka duduk menunggu, ketika diberitahu kalau Aleea sudah memasak untuk mereka, tiba-tiba anak-anak itu menurut dan mau menunggu.
Di saat berada di ruang makan, Aleea sekaligus mencairkan suasana dan ikut serta berbicara dengan anak- anak panti sebenarnya tidak ada acara yang terlalu spesial, hanya Aleea yang menemani kakak-kakak yang sudah sekolah dalam pelajaran dan adik-adik dalam bermain.
“Kak Aleea! Tas kakak bergetar,” ucap seorang anak yang berada di dekat tas Aleea.
Aleea mendekati anak panti tersebut dan mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya.
Ia melihat nama yang tertera di dalam sana yang menelepon nya.
Sean ❤️ Calling...
Aleea sejenak berpikir sejak kapan ia menamai Sean dengan menggunakan emotikon love.
Oh.. ia ingat Sean pernah meminjam ponselnya sewaktu Sean sakit.
Aleea hanya memandangi ponselnya tanpa minat untuk mengangkat panggilan tersebut.
Ia memeriksa ponselnya tertera 58 pangilan tak terjawab dan 112 pesan yang belum terbaca. Semua itu karna ulah Sean yang terus menelfon dan mengirim spam chat untunya.
Ia sekelas melihat isi pesan yang di kirimkan oleh Sean.
Sean ❤️ : By. Kamu berangkat sama siapa? Aku tanya pak johan kamu di jemput teman kamu
Sean ❤️ : By. Yang kamu dengar itu tidak seperti itu. Aku tidak bermaksud membedakan kamu
Sean ❤️ : By. Kamu pergi kemana? Aku datang ke kampus kamu dan bertanya sama sahabat kamu kamu tidak pergi ke kampus.
Sean ❤️ : By. Kamu dimana? Kenapa belum pulang.
Sean ❤️ : Ayo. kita bicara By. Kamu mau dimana biar aku yang menjemput kamu disana.
Sean ❤️ : By. Angkat telepon ku. Please 😭
__ADS_1
Sean ❤️ : By. Kamu baik-baik saja kan?? Aku tunggu di rumah. Jika ada apa-apa kabari aku yah.
Masih banyak lagi spam chat yang di kirimkan oleh Sean, tapi tidak ia baca semua. Seketika matanya mulai berkaca-kaca sedikit saja ia berkedip maka air mata itu akan jatuh ke pipinya.
“Kak Aleea!! Ayo kita bermain lagi!” Panggil anak-anak yang sedang menunggu Aleea memeriksa ponselnya.
Aleea mendongakan wajahnya agar air mata nya tidak terjatuh sebelum menjawab panggilan anak-anak yang mengajaknya bermain.
“Bentar ya sayang! Kakak balas pesan dulu,” ucap Aleea setali mah itu ia membalas pesan Sean.
Aleea : Aku baik-baik saja. Aku ke suatu tempat, sebentar lagi aku akan pulang.
Setelah ia membalas pesan Sean, ia kembali meletakan ponselnya di dalam tas milik nya. Kemudian ia melangkahkan kaki nya mendekati anak-anak yang masih berkumpul bermain.
Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam tapi Aleea masih tidak ingin untuk pulang ke rumah mamanya. Tapi jika ia pulang sendiri tanpa Sean bersamanya kedua orang tua nya pasti akan curiga tentang keadaan rumah tangga nya.
Sedangkan di satu sisi seorang pria tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang setelah ia mendapatkan kabar dari anak buah nya dimana istrinya berada. Ia segera pergi ke tempat yang di kirimkan oleh anak buah nya.
Pria itu adalah Sean, setelah ia seharian tidak mendapatkan kabar dari istrinya. Ia memerintahkan anak buah nya untuk melacak keberadaan istrinya yang ia duga melarikan diri darinya.
Ia menunggu istrinya di dalam kamar tapi setelah mendapat chat dan waktu sudah menunjukan sudah akan malam tapi istrinya belum juga pulang. Jadi ia akan menjemput Baby tersayang untuk segera pulang kerumah mereka.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan Sean telah sampai di depan bangunan tua. Ia memarkirkan mobilnya di depan bangunan itu yang sedikit luas. Ia menurunkan tubuhnya dari mobil dan menuju pintu pertama panti itu.
Tok! Tok! Tok!
Suara pintu di ketuk dari luar. Membuat beberapa orang di dalam sana melihat ke arah pintu tersebut.
Ceklek!
Suara pintu di buka dari dalam menampakan seorang wanita paruh baya keluar dari ruangan tersebut.
“Mau mencari siapa ya nak? Ada yang bisa saya bantu?” Ucap bu Rossa ketika melihat orang asing yang mengetuk pintu panti.
“Hmm. Maaf bu, saya mengganggu waktu ibu. Perkenalkan nama saya Sean. Tujuan Saya kesini ingin menjemput istri saya Bu” Ucap Sean dengan sopan.
Bu Rossa mengerutkan keningnya mendengar ucapan yang di katakan dengan Sean. Ia tidak mengerti maksud mencari istrinya, tapi ia kenapa mencari istriny di panti tempat ia tinggal.
“Bu! Siapa yang datang malam-malam begini?” Ucap Aleea yang melihat Bu Rossa lama sekali kembali setelah ingin membukanya pintu panti tersebut.
__ADS_1
Deg!
Aleea melihat seseorang yang dia hindari seharian ini. Mata mereka saling bertemu, saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit diartikan