
Hai semuanya!!!
Pembaca setia Aku Istrimu! Bukan Dia!
Ada yang kangen tidak nih
Kalian kangen dengan karakter siapa ini??
Aleea
Sean
Syeila
Sams
Aiden
Semoga suka dengan episode kali ini.
...----------------...
Sean masih menopang tubuh Aleea yang ia gendong diatas bahunya seperti mengendong karung beras. Sepanjang perjalanan menuju mobilnya Aleea selalu meronta agar untuk di turunkan. Sesekali ia memberikan pukulan pada tubuh Sean, tapi tidak di gubris sedikitpun.
“Sean!! Turunkan aku.” Ucap Aleea dengan mengeraskan suaranya. Tetapi Sean pura-pura tidak mendengar apa yang di katakan Aleea ia hanya berjalan dengan tenang hanya saja ia berhenti beberapa kali untuk membenarkan posisi Aleea agar tidak terjatuh.
“Tenanglah By, sebentar lagi kita sampai ke dalam mobil,” Ucap Sean dengan santai tanpa melihat orang-orang yang melihat mereka.
“Aku tidak mau ikut denganmu Sean. Turunkan aku!!” Ucap Aleea sambil menggoyangkan tubuh nya agar Sean melepaskannya.
“Sean!!” Panggil seorang pria yang baru saja datang dengan terburu-buru. Setelah mendapat pesan dari teman Aleea, ia segera bergegas kesini.
Sean yang mendengar namanya di panggil hanya melihat sekilas kemudian melanjutkan langkah nya kembali.
“Sams,” gumam Aleea pelan saat mendengar suara pria yang ia kenali. Sedangkan Sean yang mendengar memanggil nama pria yang keluar dari bibir wanitanya, ia hanya mengeraskan rahangnya jika ia marah. Kemudian ia hanya melangkahkan kakinya berjalan ke arah parkiran dimana mobilnya berada.
“Sean!! Apa yang kamu lakukan?” Ucap Sams yang menghalang jalan Sean.
“Minggir!!” Ucap Sean dengan suara dinginnya.
“Tidak akan sebelum kau melepaskan Aleea,” ucap Sams dengan pandangan tidak suka. Sean juga membalas dengan pandangan tidak suka. Pandangan mata mereka saling pandangan dengan tatapan tidak suka.
Anak buah Sean memegang kedua tangan Sams, agar Sams tidak mencegah apa yang Sean lakukan.
“Lepas..” Ucap Sams saat ketika tangannya sudah di pegang anak buah Sean.
Sean tidak mendengarkan teriakan Sams. Ia hanya membawa langkah kakinya pergi dari tempat itu tanpa melihat ke belakang.
Blam!!
Sean meletakan tubuh Aleea ke dalam kursi penumpang. Ia mengeser tubuh Aleea kemudian duduk di sampingnya.
“Jalan sekarang pak,” Ucap Sean saat sudah berada di samping Aleea.
“Tapi Sean.” Ucap Aleea dengan suara bergetar sambil memegang lengan Sean yang ada di dekatnya dengan begitu erat.
Dengan perlahan ia mulai membuka bibirnya untuk mengatakan beberapa kata kepada Sean dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Sean.. lepaskan Sams, aku akan ikut dengan mu,” Ucapnya dengan lirih, tak terasa air mata mulai mengalir membasahi pipinya.
Deg!!
Tubuh Sean mulai menegang mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Aleea. Bukan ini yang Sean inginkan. Ia tahu ia salah, tidak menjemput aleea di kota yang selama ini ia tempati. Ia selalu berpikir jika aleea hanya butuh tempat untuk menenangkan diri. Setelah waktunya telah selesai ia akan datang menjemputnya kembali. Tapi yang ia dapatkan saat ini hanyalah sebuah penyesalan. Wanitanya sudah menyukai pria lain.
Sean menatap Aleea dengan tatapan dengan tatapan yang masih sama, tatapan yang begitu dalam dan memuja jika ia melihat Aleea. Tatapan dengan penuh l kerinduan dari matanya.
__ADS_1
“Apa ini balasan yang harus aku terima, tapi aku tidak bisa melihat wanita yang aku cintai bersama pria lain.”
“Baiklah jika itu yang dia inginkan, aku akan melepaskannya walaupun aku yang harus menderita.”
“Apakah aku harus tetap menjadi pria yang egois demi pempertahankan wanitaku.” Batin Sean yang masih memandang Aleea yang berada di sampingnya.
Sean menarik nafas dalam-dalam kemudian ia hembuskan secara perlahan. Ia mulai mengeluarkan satu kata dari bibirnya. “Keluarlah,” Ucapnya dengan suara dingin di baritonnya.
Aleea yang mendengar perkataan sean hanya terdiam tidak tau apa yang harus ia lakukan.
“Ckk,” Gumam Sean saat melihat tidak ada pergerakan untuk keluar dari dalam mobil itu. Ia mulai keluar dari mobil tersebut.
Aleea melihat Sean yang sudah keluar dari mobil tersebut kemudian ia mendekat ke arah anak buahnya yang masih memegang Sams. Aleea hanya melihat apa yang terjadi didepannya tapi tidak bisa mendengar percakapan diantara mereka.
Ceklek!!
Pintu mobil aleea terbuka, tidak lebih dari tiga detik wajah pria itu muncul tepat di hadapannya.
Aleea mengerutkan dahinya saat melihat Sean yang berada di depannya.
“Keluarlah atau kamu ingin pergi bersamaku?” Ucap Sean dengan dingin tepat didepan wajah Aleea dengan pandangan mata yang saling bertemu.
Aleea yang tersadar kemudian ia keluar dari mobil tersebut dan berjalan mendekati Sams yang jarak nya tidak jauh darinya.
“Sams.. kamu baik-baik sajakan?” Tanya Aleea dengan menampilkan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.
“Aku tidak apa-apa Alee. Hanya saja anak buah lSean terlalu kuat memegang kedua tanganku.” Jawab Sams. Aleea hanya menganggukan kepalanya seolah ia mengerti apa yang di katakan oleh Sams.
Beberapa menit kemudian Asisiten Sams datang dengan sedikit tergesa-gesa.
“Maaf tuan. Saya baru sampai, anda baik-baik sajakan?” Tanya Asisitenya tersebut.
“Aku baik-baik saja, bagaimana kamu tahu jika aku berada disini?” Tanya Sams kembali.
Sedangkan Sean yang jaraknya tidak jauh dari mereka hanya dapat melihat itu, semua yang terjadi terlihat oleh indra penglihatan nya. Karena tidak mampu untuk melihat wanita yang selama ibu ia tunggu bersama orang lain. Ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.
BRAK!!
Suara pintu mobil tertutup dengan keras. Suara itu membuat yang disekitarnya melihat ke arah mobil yang Sean naiki.
Aleea hanya melihat mobil itu yang masih dapat terlihat dengan jelas mobil itu mulai melaju, sampai dengan perlahan mobil itu menghilang karena tertutup dengan tembok disekitarnya.
...****************...
Matahari pagi menyapa lewat ventilasi kamar Aleea yang tampaknya sudah sibuk dengan berbagai aktivitas. Ia berencana hari ini akan pergi bertemu Sean.
Aleea berdiri menatap dirinya di depan kaca, dengan menggunakan blouse dan celana jeans yang ia pakai. Ia ikat ekor kuda rambutnya.
Dilihat penampilannya sudah cukup, ia mulai membawa langkah kakinya keluar dari kamar yang ia tempati.
“Alee.. kamu ingin pergi sekarang? Yakin datang sendiri, tidak ingin kami mengantarmu?” Ucap Selena dengan suara lembut ketika melihat Aleea yang sudah berada didepannya, terlihat kekhawatiran di wajahnya.
“Aku pergi sendiri saja, lebih cepat aku menemuinya akan lebih cepat juga prosesnya,” Ucap Aleea lembut.
“Aku berangkat dulu,” Pamit Aleea kepada ketiga temannya.
“Jika ada masalah, kabari kami segera kami Akan cepat menemui kamu,” Jawab Selena yang di beri anggukan oleh Aleea.
Aleea memesan taksi untuk mengantarnya ke villa yang Sean tempati. Beberapa menit kemudian ia sampai. Ia lihat bangunan tinggi tersebut, dengan berat hati ia mulai memasuki villa tersebut.
Aleea membawa langkah kakinya berjalan ke arah resepsionis.
“Bisa saya bantu nona?” Ucap resepsionis saat melihat seorang wanita bertanya dengannya.
__ADS_1
Sebelum Aleea bertanya seseorang memanggilnya. Ia menoleh ke belakang melihat pria yang memanggil namanya.
“Nona sedang apa anda disini?” Ucap Justin Asisiten Sean yang melihat istri tuan nya berada disini.
“Justin. Apakah Sean ada disini? Aku ingin bertemu dengannya.” Tanya Aleea.
Aleea melihat pergerakan pria yang berada di depannya sambil mengerutkan dahinya melihat Justin yang tidak ingin menjawab pertanyaannya.
“Baiklah aku rasa Sean tidak ada disini, hubungi aku jika Sean telah kembali kesini. Aku ingin bertemu dengannya.” Ucap Aleea kembali sambil membalikan badannya dan mulai beberapa langkah berjalan kedepan ia kembali menghentikan langkahnya ketika Justin mengeluarkan beberapa kata.
“Tuan ada disini nona, tapi tuan berpesan untuk tidak mengganggunya.” Ucap Justin sambil menundukan kepalanya.
“Baiklah kalau begitu aku kembali kesini lain kali saja.” Ucap Aleea .
“Tapi nona tuan Sean sedang sakit, sekarang ia berada di kamarnya.” Lanjut Justin kembali.
“Kulihat semalam ia baik-baik saja,” Tanya Aleea.
“Iya nona, tuan Sean selalu bersemangat menjemput anda sampai lupa dengan kesehatannya. Sudah beberapa hari ia tidak beristirahat bahkan jika di ingatkan untuk makan tidak pernah peduli. Tuan hanya selalu mementingkan untuk mempercepat peresmian villa ini, karena tuan tau jika nona akan berlibur ke negara ini.” Jawab Justin.
“Tujuan tuan kesini hanya untuk menjemput nona. Tapi setelah melihat nona bahagia bersama pria lain, tuan berencana untuk mengurus semua perceraian.” Lanjutnya kembali.
“Sehingga semalaman tuan Sean hanya mabuk-mabukan. Berakhir dengan tuan Sean yang saya temukan dengan suhu tubuh sangat tinggi.”
Ia melihat nona nya yang berada didepannya dengan penuh kekhawatiran di wajahnya kemudian ia melanjutkan perkataannya.
“Tuan sean sudah diperiksa dokter dan disarankan untuk dirawat di rumah sakit terdekat, tetapi tuan menolak untuk di rawat.”
Perkataan Justin membuat tubuh Aleea melemas seketika, jika saja Justin tidak menopang tubuhnya.
“Maaf bukan maksudku membela tuan Sean nona, hanya saja saya ingin memberitahu anda tentang keadaan tuan saat ini,”
“Jika anda ingin pulang, mari saya antar nona,” Lanjutnya kembali.
“Apakah aku bisa menjenguknya Justin?” Tanya Aleea dengan suara yang mulai bergetar.
“Baik nona. Saya akan mengantar anda.” Ucap Justin kemudian ia melangkahkan kakinya menuju lift untuk membaw mereka ke ruangan yang paling atas bangunan tersebut yang di ikuti oleh Aleea di belakangnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di ruangan dimana sean berada.
“Nona Silahkan masuk, tuan sedang beristirahat di ruangan yang kemarin nona tempati. Saya pamit undur diri,” Ucap Justin.
“Terimakasih Justin,” ucap Aleea yang di beri anggukan oleh Justin.
Aleea membawa langkah kakinya memdekati ruangan dimana sean berada.
Ceklek!!!
Aleea membuka pintu kamar, ia lihat seorang pria tertidur dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
“Sudah aku bilang, aku tidak ingin dirawat Justin. Aku hanya butuh istirahat saja.” Ucap Sean dengan suara seraknya tetapi tidak mengubah posisi tidurnya.
“Sean,” panggil Aleea pelan.
“Justin. Aku rasa aku sudah gila, aku mendengar Aleea memanggilku.” Ucap Sean kembali.
“Hahaha.. Justin.. wanitaku.. Aleea ku.. Hikss..” Ucap Sean kembali sambil menanggis dalam tidurnya.
“Sean.” Panggil Aleea kembali.
“Iya aku merindukan kamu Al, sangat merindukan kamu, aku ingin beristirahat temani aku ya,” Gumam Sean yang mulai kembali untuk tidur dengan posisi yang tidak berubah sekalipun.
Aleea hanya menatap punggung Sean yang bergerak secara teratur. Ia yakin Sean sudah kembali tidur. Ia membawa dirinya duduk di atas sopa yang ada diruangan itu.
__ADS_1