
Waktu kembali berputar, matahari kembali bersinar. Di musim cerah seperti ini, langit pagi pun sudah berwarna biru terang. Langit cerah terus bergerak menuju siang. Dan pintu kamar mereka masih tertutup rapat. Terlihat Aleea keluar dari ruang ganti baju dengan handuk yang membalut rambutnya.
Aleea duduk di depan kaca terlihat Sean masih tertidur di atas bed yang seluruh tubuhnya tertutup selimut hanya nampak puncak kepalanya saja yang terlihat.
Aleea mengambil hair dryer dan ia mulai mengeringkan rambutnya. Setelah ia merasa rambutnya sudah kering. Ia mulai memakai bedak tabur di wajahnya dan liptint untuk di oleskan di bibirnya rambutnya ia ikat setengah. Aleea hari ini menggunakan blouse yang di masukan dipadukan dengan celana jeans.
Aleea mendekat ke arah tempat tidur, dibelainya wajah suaminya dengan sayang. Sebenarnya Aleea tidak tega meninggalkan Sean yang masih sakit di kamar sendiri, tapi hari ini akan di adakan kuis. Sehingga membuat Aleea harus pergi kuliah.
Sean merasa wajahnya di sentuh ia perlahan membuka matanya, melihat sosok wanita yang sudah cantik sedang duduk di sampingnya.
Ia ambil tangan istrinya kemudian ia peluk dengan kedua tangannya dan ia letakan diatas dadanya. Aleea hanya memberikan usapan di puncak kepala Sean, membelai rambut Sean.
“Aku berangkat kuliah dulu yah.” Ucap Aleea yang masih di posis membelai rambut Sean.
“Tapi aku berangkat dengan Xander,” lanjutnya. Ia melihat Sean mulai menghentikan aktivitasnya sejak tadi menciumi punggung tangan istrinya.
Aleea tadi di kabarkan jika supir yang akan mengantarnya pergi ke kampus hari sedang sakit dan supir yang lainnya sedang mengantar saudara Sean yang lainnya. Sehingga tinggal Xander yang kosong hari ini, karena ia harus berangkat kuliah juga di karenakan adanya kuis hari ini.
Sean sempat dengar pelayan rumahnya menyampaikan jika sopir yang akan mengantar Aleea tidak datang karena sedang sakit. Ketika ia sedang tertidur dan mendengarkan sekitar pembicaraan mereka.
“Tidak apa apa kan, jika aku berangkat dengan Xander atau aku pergi menggunakan mobil kamu saja?” Aleea mulai kembali membuka suaranya setelah mereka beberapa detik terdiam.
“Ya sudah aku percaya sama kamu, tapi aku tidak bisa percaya dengan Xander.” Ucap Sean dengan sebenarnya ia tidak mau menutup nutupi perasaannya.
“Maksud kamu?” Tanya Aleea dengan mengerutkan dahinya bahwa dia tidak mengerti apa yang di maksud oleh Sean.
“Maaf By, aku tidak suka cara Xander menatap kamu dengan tatapan kagum dan begitu dalam ia melihat kamu.”
“Aku yakin Xander memiliki perasaan yang besar untukmu.”
Aleea tertegun mendengar penjelasan Sean, Ia tau selama ini Xander mencoba mendekati nya dan pernah mencoba mengungkapkannya tapi Aleea selalu menghindar dan mencari cara agar Xander tidak menggukapkan perasaannya. Ia tidak mau perteman mereka hancur dengan Xander.
“Tidak mungkinlah, Xander memiliki perasaan dengan ku,” Ucap Aleea.
“Aku sudah menikah dan suamiku sepupu kandungnya sendiri. Aku yakin dia tidak menyukai ku,”
“Aku kemarin mendengar pembicaraan kalian dia ruangan keluarga.”
Deg!
__ADS_1
Jantung Aleea berdetak lebih cepat dari biasanya.
“saat itu aku ingin menghampiri kamu, tapi Xander lebih dulu disana sehingga aku ingin menghampiri kalian, tapi sebelum aku sampai disana aku mendengar apa yang xander katakan kepada mu,”
....
Sekilas saat Sean mendengar percakapan yang yang di ucapkan Sean kepada Aleea.
“Apakah kamu bahagia Aleea?” Ucap Xander yang menghampiri Aleea yang berada di ruang keluarga.
Aleea yang mendengar itu melihat seseorang memasuki ruangan itu sambil mengerutkan dahinya bahwa dia tidak mengerti apa yang di katakan Xander.
“Lepaskan dan tinggalkan Sean, kamu berhak bahagia Aleea.” Xander dengan memberikan tatapan yang sulit di artikan.
“Maaf Xander, aku bahagia hidup dengan Xander sekarang. Dan aku tidak akan meninggalkan Sean.” Ucap Aleea kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Sedangkan Sean yang mendengar apa yang di katakan oleh sepupunya hanya menggengam tangannya dengan kuat sehingga menampilkan buku-buku putih di tanganya.
....
“Kamu lagi sakit, jangan pikirku yang tidak-tidak, istirahat saja ya.” Lanjutnya kembali yang beri anggukan oleh Sean.
Aleea menuruni kasur dan mengambil tas dan perlengkapan ia kuliahnya. Ia melangkahkan kakinya ke ruang keluarga yang ia temui mama mertuanya sedang membaca majalah ditemani seorang pria yang duduk didepannya.
“Mah, Aleea berangkat dulu ya.” Ucapnya kemudian mengambil tangan Regina untuk ia cium.
“Mah. Titip Sean ya,”
“Ia sayang. Sean lagi di kamar?”
“Setelah Alee meminumkannya obat Sean kembali tidur, mungkin efek obat yang membuatnya cepat tertidur lagi.” Ucap Aleea yang di balas anggangukan oleh Regina, mendengar penjelasan Aleea.
Aleea melangkahkan kakinya mengikuti Xander yang beberapa langkah di depannya. Mereka berjalan ke arah mobil yang akan mereka pakai untuk berangkat ke kampus.
Di dalam perjalanan Aleea tidak menggeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya, ia memandang keluar melihat suasana di luar yang cukup ramai lewat dari kaca jendela mobil. Sedangkan Xander hanya bisa sesekali melirik ke arah Aleea berada di kursi penumpang.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di parkiran mobil di kampus mereka.
Aleea yang cukup populer di kampus itu karena memiliki otak yang pintar dan Xander pria yang terkenal karena ketampanan dan kebaikannya.
__ADS_1
Pertama Aleea turun dari mobil Xander yang di ikuti oleh Xander selanjutnya.
Bisik-bisik di telinga mereka mendapatkan Aleea dan Xander berangkat bersama. Ada yang pro dan ada juga yang kontra dengan kedekatannya.
“Kok bisa sih mereka pergi bareng,” bisik wanita pertama
“Tapikan mereka memang dekat selama ini,” bisik wanita kedua
“Apakah mereka pacaran,”
“Cocok sih, kalau mereka pacaran.”
“Issh gak banget sih kalau Xander pacaran sama tuh cewek,”
Banyak lagi yang Aleea dengar sepanjang perjalanan dari parkiran menuju kelasnya.
Dipertengahan jalan Xander melihat seseorang yang mengendarai motor untuk memarkirkan kendaraan nya di parkiran kampus tapi pengendara motol itu oleng dan hampir menabrak Aleea yang berada didepannya sambil membalas chat dari seseorang.
“Aleea! Awas.” Ucap Xander sedikit berteriak.
Aleea mendengar ucapan Xander ia melihat ke arah depan dan terlihat seseorang yang mengendarai motornya oleng ingin menabrak dirinya.
“Awas!!”
Xander dengan cepat berlari mengenjar Aleea ya g berada di depannya beberapa langkah. Kemudian mengambil tubuhnya untuk menyelamatkan Aleea dari tabrakan dari pengendara motor tersebut.
“Aww,” Aleea meringis pelan ketika tubuhnya ditarik paksa oleh Xander, yang terlihat seperti orang pelukan.
Cekrek!!!
Seseorang mengirim memfoto Aleea dan Xander pelukan. Seseorang itu tersenyum melihat hasil jepretan nya. Setelah mendapat hasil jepretan yang ia mau, kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari daerah parkiran itu. Senyuman menghiasi bibirnya sepanjang perjalanan. Setelah ia mengirim hasil jepretan itu ke seseorang.
“Kamu tidak kenapa-kenapa kan?” Ucap Xander yang memeriksa keadaaa Aleea di depannya.
“Ak-aku ba-baik,” Ucap Aleea terbata karena sedikit syok setelah mengalami kejadian itu.
Sedangkan Sean yang baru saja terbangun setelah mendengar ponsel miliknya terus bergetar.
Ia melihat no baru dan mengirimnya banyak pesan. Ia langsung membuka kiriman pesan tersebut dan memperlihatkan seseorang yang ia kenal sedang berpelukan di depan umum.
__ADS_1
Terlihat jelas wajahnya sangat kesal dan marah sehingga terlihat urat yang terpampang jelas di lehernya.