Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Permintaan Maaf


__ADS_3

Diatas podium terdapat seorang pria yang sedang menyampaikan tentang pembangunan villa ini yang baru saja dia resmikan.


“Sean,” Gumam Aleea saat melihat pria yang ingin ia hindari berada diatas podium.


Pria yang berada di atas podium menyampaikan beberapa kata yang ia sampaikan.


“Untuk villa ini saya hadiahkan untuk istri saya tercinta.” Ucap pria itu yang masih berada di atas podium.


Perkataan Sean membuat tamu yang berada si sana berbisik-bisik.


“Sejak kapan tuan Sean menikah?”


“Kenapa tidak pernah di kenalkan di publik istrinya?”


“Pasti karena tidak cantik makanya tidak pernah dibawa,”


“Kasian sekali istrinya tidak pernah dianggap,”


“Apakah istrinya mantan model terkenal itu? Kalau iya pasti mereka pasangan sempurna. Satu cantik dan satu lagi tampan.”


“Aku yakin istrinya mantan model itu. Mana mungkin tuan Sean ingin menikah dengan sembarang wanita.”


Bisik-bisik tamu yang berada di sana terdengar jelas di telinga Aleea. Ia hanya mengepalkan tangannya sehingga buku-buku di tangannya berwarna putih.


Aleea ingin pergi meninggalkan tempat itu. Tetapi dirinya dicegah oleh anak buah Sean.


“Maaf. Saya harus keluar dari sini, saya salah masuk ruangan.” Ucap Aleea.


“Maaf nona tidak bisa meninggalkan acara ini sebelum selesai.” Ucap anak buah Sean.


Aleea mengerutkan dahinya, setelah mendengar apa yang di bilang anak buah Sean. Kemudian ia membalikan dirinya setelah seseorang mulai melanjutkan perkataannya yang masi.


“Kalian pasti bertanya-tanya kenapa selama ini saya tidak pernah membawa dan mengenalkan istri saya di depan publik.” Ucap Sean yang berada di depan podium itu.


“Kalian benar aku dan istriku, kami telah di jodohkan.” Lanjutnya.


Taman yang tadi nya tenang kini menjadi sedikit ribut karena bisikan orang-orang yang berada di sana. Sedangkan Aleea hanya menundukan wajahnya.

__ADS_1


“Awal pernikahan kami tidak berjalan lancar, tapi setelah beberapa bulan mengenalnya perasaan sayang muncul dan kami memutuskan liburan di daerah ini. Tepatnya tiga tahun yang lalu.”


“By. Kamu ingatkan apa yang telah kamu ucapkan ketika kita berada disini?… Ya. Kamu bilang kamu ingin kembali kesini bersama kamu dan anak-anak kita nanti.”


“Kapan aku bilang seperti itu? Aleea kamu jangan kegeeran. Kata-kata itu untuk istrinya bukan kamu. Apakah Syeila mengalami keguguran juga seperti aku? ” Batin Aleea berkata.


“Tapi untuk sekarang kita kembali berdua saja, maaf karena kesalahan aku, kita kehilangan nya,” ucapnya dengan sendu.


Sedangkan Aleea yang masih berdiri di ujung sana hanya bisa memejamkan matanya dan mengenggam erat tangannya. Sakit sekali, jika ia harus teringat tentang anaknya yang telah tiada. Perlahan air mata mulai berjatuhan melewati pipinya.


“Karena kebodohanku, aku kehilangan istri kecil ku selama dua tahun. Dia meninggalkan ku karena kesalahan dan kebohongan ku” Ucapnya dengan bibir yang sudah bergetar.


“Pulau ini aku persembahkan untuk isteri Aleea Cullen yang baru saja menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang sangat memuaskan.”


“Pulau ini telah diresmikan seminggu yang lalu dengan gabungan nama istrimu yaitu Aleesee Cottage,”


Deg!!!


Pandangan Aleea dan Sean saling menatap ketika ia mulai mendongakan wajah nya melihat ke atas podium, Beberapa menit kemudian pandangan mereka terputus karena Aleea yang memutuskan pandang tersebut.


Aleea mulai berdiri dan ingin keluar dari ruangan itu. Sean lihat aleea yang sudah ingin keluar dari tempat itu, ia membawa langkah kakinya turun dari podium itu mendekat ke arah aleea.


Pandangan mereka kembali menyatu dengan perlahan Sean mengeluarkan kata dengan sangat hati-hati “By... Maafkan aku... beri aku kesempatan lagi untuk memulainya hubungan kita kembali mulai dari awal.” Ucapnya kembali dengan nada lemah. Sedangkan Aleea hanya beriam diri tidak merespons ucapan Sean sama sekali.


“By.. izinkan aku memeluk tubuh mu.” Ucap Sean.


Grep!!


Tanpa persetujuan dari Aleea ia memeluk tubuh istri kecilnya dengan sangat erat. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya, menghirup aroma tubuh yang selama ini ia rindukan.


“Maaf tidak selalu berada di sampingmu, tapi percayalah aku selalu berada di sekitarmu saat kamu merasa sedih dan bahagia.” Ucap Sean yang masih berada di dalam pelukan wanitanya. Aleea yang mendengar perkataan Sean tidak memberikan respon sedikitpun. Ia hanya berdiam diri dengan posisi tidak membalas pelukan yang Sean berikan.


Pok!


Pok!


Pok!

__ADS_1


Tepukan tangan dari orang-orang yang berada disana. Mereka terharu dengan perjalanan rumah tangga Sean dengan istrinya.


Sedangkan ditempat yang sama seorang pria mengepalkan tangannya sangat erat dengan nafas yang memburu dan terlihat jelas urat di lehernya yang menandakan ia sangat marah.


Ia berniat menjemput wanitanya yang lama sekali datang ke tempat yang telah ia siapkan yang dibantu oleh ketiga teman Aleea.


Ia hanya dapat melihat Aleea bersama Sean yang berada di sekitar taman itu.


“Tuan. Apakah kita harus kedalam untuk menjemput nona Aleea?” Tanya asistennya yang berada di belakangnya.


“Tidak. Aku tidak ingin membuat kekacauan dan membuat Aleea terlihat buruk di depan publik.” Jawab Sams yang masih berada di tempatnya.


Pria itu Sams yang ingin menjemput Aleea agar pergi ke tempat yang ia siapkan untuk menyatakan perasaan nya kepada Aleea. malam ini ia berencana untuk melamar Aleea untuk menjadi pasangannya.


“Kita tunggu saja Aleea akan segera hadir ke tempat yang kita buat walaupun dia sedikit terlambat.” Ucap Sams kemudian ia kembali keluar dari tempat itu.


Pelukan Aleea dan Sean terlepas. Sean membawa Aleea kembali memasuki taman itu. Ia mendudukan tubuhnya di kursi yang ia tempati sejak awal sebelum naik ke podium.


“Kita duduk dulu disini ya By,” Ucap Sean dengan lembut yang masih mengenggam tangan Aleea.


Aleea hanya mengikuti yang di katakan Sean walaupun hatinya ingin menolak. Tapi ia tidak ingin membuat onar disini dan tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri.


Aleea hanya diam sejak tadi, sesekali ia berbicara ketika ada yang ingin bertanya kepadanya.


Drttt Drttt


Ponsel Aleea bergetar. Ia mengambil ponselnya dan melihat siapa orang yang sedang menelepon dirinya.


“Alee. Kamu diman? Kenapa belum sampai juga? Kamu tidak tersesat kan?” Tanya Shea dengan banyak pertanyaan ketika panggilan itu terhubung.


“Aku baik-baik saja, sepertinya aku akan datang terlambat ke tempat kalian.” Ucap Aleea dengan suara sedikit berbisik. Ia merasa tidak enak jika harus menguatkan suaranya didepan umum.


“Kamu sudah dimana?” Tanya Shea kembali.


“Aku masih di villa tempat kita menginap, kenapa??” Jawab Aleea.


“Oh iya kamu sudah bertemu dengan Sams di tempat kita menginap?”

__ADS_1


“Belum, aku sejak tadi tidak melihat Sams bereda di sini. Mungkin dia lagi di jalan.”


“Bisa jadi. Yasudah kalau gitu aku tutup dulu teleponnya.” Ucap Aleea sambil kemudian ia menutup pangilan tersebut.


__ADS_2