Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Mansion Utama


__ADS_3

Aleea berada di dalam sebuah mobil dan Sean yang menyetir mobil yang mereka naiki.


Sean mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil itu menuju ke kediaman Orangtua Sean yang sudah di tunggu oleh keluarga besarnya.


Aleea sedikit gelisah berada di atas kursi yang ia duduki, karena ini yang pertama kali Aleea bertemu dengan keluarga besar Sean dan menyandang sebagai istri pria yang berada disampingnya.


Sean yang sejak awal masuk mobil sudah melihat istrinya gelisah. Ia bawa tangan Aleea yang menganggur, ia satukan jari-jari mereka sehingga membentuk genggaman tanpa cela.


Aleea merasa tangannya di genggam memalingkan wajahnya kesamping melihat Sean yang berada didepannya.


Aleea mengerutkan alisnya melihat ke arah Sean yang sejak tadi hanya memainkan genggaman tangan mereka.


“By... Jangan khawatir. Keluarga besar ku akan menerimanmu dengan baik. Lagipula apa yang kamu takuti, mereka tidak akan bisa memisahkan kita. Kita sudah menikah.” Ucap Sean dengan nada lembut mencoba memberi ketenangan, sesekali ia mengelus tangan Aleea dengan ibu jarinya.


Ia sempat khawatir ketika mengetahui keluarga besarnya sedang berada di kediaman orang tua nya. Ia takut keluarganya menyakiti Aleea dengan kata-kata mereka.


Cup!


Sean memberikan satu kecupan di dahi Aleea dengan lembut. Aleea merasakan kecupan basah dahinya sambil memejamkan matanya.


Tinn!!


Suara klakson dari belakang menghentikan Sean memberikan kecupan di dahi Aleea.


Lampu sudah hijau menandakan mereka segera menjalankan mobilnya.


Cup!


Sean memberikan kecupan singkat di pipi Aleea kemudian ia menjalankan mobilnya.


Tiga pulut menit kemudian mereka telah sampai di Mansion utama milik keluarga Sean. Ia memarkirkan mobilnya di garasi. Aleea lihat garasi mobil itu sudah di penuhi oleh mobil milik dari keluarga Sean yang lain.


Suara derap kaki pun terdengar.


Mereka melangkahkan kakinya masuk dalam ruangan dimana keluarga mereka kumpul.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan tersebut Aleea mendengar samar-samar suara tawa seorang didalam sana.


Aleea menghentikan langkahnya tiba-tiba sehingga genggam tangan mereka terlepas.


Sean melihat istrinya berhenti. Ia juga menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Aleea tepat berada di depan Aleea.


“Kenapa By?” Tanya Sean yang melihat Aleea sambil ia mengelus wajah istrinya itu.


“Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit canggung bertemu dengan keluargamu.” Jawab Aleea.


“Jangan kamu dengarkan perkataan mereka yang membuatmu sakit ya.” Ucap Sean.


“Jika kamu merasa keberatan menjawab pertanyaan mereka, kamu jangan menjawab mereka.” Lanjut Sean yang di balas anggukan oleh Aleea.

__ADS_1


Sean melangkahkan kakinya yang di ikuti oleh Aleea di sampingnya dengan menggenggam erat tangan istrinya.


“Sayang! Kamu sudah datang nak?” Ucapan Regina membuat orang di sekitarnya menghentikan aktivitas mereka saat melihat Sean dan Aleea memasuki ruang keluarga.


Regina menghampiri Aleea dan memeluk wanita itu dengan sayang. Ia mengelus surat indah menantunya itu. Ia beri kecupan di dahi Aleea sebelum pelukan itu terlepas.


Sean melihat itu merasa senang melihat mamanya sangat sayang dengan istrinya.


“Kenapa tidak pernah main kesini lagi?” Ucap Regina menatap Aleea.


“Sean menjaga kamu dengan baik kan?” Lanjutnya sambil menatap anaknya tidak suka.


Sean yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya membolakan matanya. Sedangkan Aleea hanya memberikan senyuman ketika mendapat pertanyaan seperti itu.


“Ckkk. Sebenarnya yang anak mama itu siapa? Sean atau Al sih?” Tanya Sean yang mendapat cubitan kecil di pinggangnya.


“Benarkan By. Semenjak kita masuk kesini kamu yang di sambut dan diberikan pelukan, sedangkan aku dilihat saja tidak.” Lanjutnya lagi dengan nada yang dibuat sedih.


“Aleea lah anak mama! Kamu tuh anak punggut.” Ucap Regina yang membawa Aleea ke tempat yang ia duduki sebelumnya.


“Mah kembalikan istri ku!” Ucap Sean dengan dengan nada sedikit berteriak. Membuat suasana di ruangan itu tertawa melihat sisi lain dari seorang Sean.


Sedangkan ditempat yang sama seseorang yang baru mulai masuk melihat semua kejadian beberapa menit yang lalu.


“Semoga kamu selalu di berikan kebahagiaan dan Sean sangat mencintaimu. Ternyata aku salah menilainya selama ini.” Batin seseorang yang melihat Aleea dan Sean saling mencintai dengan tatapan penuh kasih dan tulus.


“Xander! Kamu kapan sampai?” Ucap Regina yang melihat Xander dibelakang Sean.


“Kakak! Aku kangen!” Ucap gadis yang baru masuk langsung memeluk tubuhnya.


Sean terdorong kebelakang mendapat serangan tiba-tiba dengan seseorang menubruk dirinya.


Sean hanya menghela nafasnya kedatangan gadis yang sejak dulu dengan seenaknya memeluk dan mencium pipinya dengan sesuka hati.


“Carissa! Apa yang kakak bilang kemarin?” Ucap Sean dengan nada dingin yang masih terdengar oleh orang di sekitarnya.


“Ckkk. Carissa kan cuma kangen sama kakak cuma peluk.” Ucap nya dengan nada yang di buat manja.


Cup!


Carissa mencium pipi Sean dengan sengaja kemudian ia melangkahkan kakinya ke tempat saudaranya yang lain berkumpul.


“Carissa!” Ucap Sean yang sedikit kuat tidak terima ketika mendapat kecupan di pipinya.


Suasana di ruangan itu seketika menjadi panas.


“Oma. Lihatlah kakak marah kepada ku,” Ucap Carissa


“Sudahlah Sean. Carissa adik kamu sendiri kamu begitu saja marah.”

__ADS_1


“Tapi Oma. Dia sudah dewasa tidak seharusnya mencium pria lain di saat pria itu bersama istrinya,” ucap Sean sambil menunjuk ke arah Carissa yang berada tidak jauh dari tempatnya.


“Apa kamu keberatan nak?” Ucap oma sambil menatap Aleea yang berada di depannya dengan tiap kata dilakukan penekanan.


Pertanyaan itu membuat Aleea diam di tempat dan hanya bisa mengelengkan kepalanya.


Aleea melihat Sean yang sudah pergi dari tempatnya. Sedangkan Regina hanya bisa melihat Sean berseteru dengan mertuanya hanya bisa diam. Karena tidak ada yang bisa melawannya kecuali Sean. Mertuanya yang mengatur anak dan cucunya untuk ikut semua aturannya. Sampai dengan memilih pasangan untuk anak dan menantunya dia yang memilihnya.


Regina melihat Aleea yang menegang di sampingnya membawa tangan menantunya ke dalam genggamannya memberikan ketenangan.


“Biarkan saja dulu Sean di kamar nya. Semua baik-baik saja. Maaf sudah membuat kamu tidak nyaman.” Ucap Regina dengan tulus, tampak dari tatapan matanya yang melihat dengan tatapan lembut dan begitu dalam.


“Terimakasih mah, sudah mau mengundang Aleea untuk berkenalan dengan keluarga besar Sean.” Ucap Aleea dengan senyuman di wajahnya.


“Oh. Jadi ini wanita yang kalian jodohkan dengan cucu tersayang ku?” Ucap Oma yang melihat Aleea dari atas ke bawah dan sebaliknya.


Aleea yang di pandang seperti itu hanya bisa menundukan kepalanya. Baru kali ini ada orang yang memandangnya tidak suka secara terang-terangan.


“Aku pikir kalian menjodohkan dengan wanita yang baik dan hebat, ternyata wanita pilihan kalian sepeti ini. Sama sekali tidak pantas untuk cucuku.” Lanjutnya kembali.


“Jangan-jangan dia hanya ingin menguras harta cucuku saja,” Lanjutnya kembali.


Deg!


Aleea merasa sangat malu, ingin rasanya ia keluar dari tempat ini. Matanya sudah berkaca-kaca mendengar perkataan oma sean didepannya.


Aleea akui keluarganya tidak sekaya ataupun sehebat keluarga sean, tapi orang tuanya tidak pernah mengajarkan untuk merampas yang bukan hak miliknya. Airmata Aleea mulai menetes membasahi pipinya.


“Maksud Oma apa? Siapa wanita yang Oma katakan tidak baik dan hebat?” Tanya Sean yang berada di ujung tangga.


Sean berjalan mendekati Aleea. yang ia lihat menunduk di samping mamanya dengan tubuh yang sedikit bergetar.


Sean bawa tubuh ringkih istrinya kedalam pelukannya. Ia berikan tepukan-tepukan kecil di punggung istrinya untuk memberikan ketenangan untuk Aleea. Kemudian ia berjalan mendekat ke arah Omanya dengan Aleea yang berada di belakangnya dengan memberikan genggaman erat di tangan Aleea.


“Disaat seseorang seusia dibawah dia sudah banyak kehilangan mahkotanya tapi dia tetap menjaga mahkotanya untuk suaminya. Dia memberikan mahkotanya untuk suaminya. Jadi aku pikir dia wanita yang paling baik yang pernah aku temui.” Ucap Sean.


“Disaat pertama kali kami menikah Sean masih menjalin hubungan dengan mantan Sean, dan yang lebih parahnya lagi Sean membawa pacar sean kerumah kami. Tapi dia wanita yang Oma bilang tidak baik ini hanya bisa diam dan tidak membilangkan kepada kalian jika Sean selingkuh. Dia tidak ingin mengecewakan orangtua yang menjodohkan kami.”


“Ketika Papa memberi kami tiket honeymoon, Sean pergi liburan dengan mantan Sean tapi Al ikut juga dengan kami agar kalian semua tidak curiga.”


“Asal Oma tahu, dia tidak pernah menguras harta sean sedikitpun Oma, dia hanya membeli keperluan buat keluarga kami saja. Dia tidak pernah menghabiskan uang yang sean kasih. Walaupun sean memaksanya untuk membeli sesuatu. Dia hanya membeli yang menurutnya dibutuhkan.”


“Apakah masih ada wanita yang baik seperti Aleaa Oma?”


“Wanita yang menurut Oma tidak baik ini masih mau memberi kesempatan kepada Sean untuk merasakan artinya keluarga yang sebenarnya.”


“Oma bisakah Oma carikan wanita yang seperti ini diluaran sana seperti istriku?” Ucap Sean dengan tatapan yang penuh dengan kekecewaan menatap Oma yang di depannya.


Pernyataan Sean kali ini membuat semua orang di tempat itu diam. Regina sudah meneteskan matanya mendengar menantu yang ia sayangi begitu miris hidupnya bersama putranya.

__ADS_1


Setelah membela istri didepan keluarganya ia membawa Aleea masuk kamar miliknya dengan menggendong Aleea ala bridal style. Aleea yang sudah tidak bertenaga hanya pasrah ketika dirinya melayang masuk ke dalam gendongan Sean.


__ADS_2