Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Terimakasih?


__ADS_3

“Pak tolong bantu cari istri saya,” ucap Sean pada penjaga yang menemukan sendal Aleea.


“Mungkin dia tersesat pak,” sambung nya sambil meyakinkan penjaga itu.


Sudah dua puluh menit berlalu tapi mereka belum menemukan Aleea.


Tolong!


Tolong!


Samar-samar mereka mendengar suar mata wanita minta tolong.


“Pak! Bapak dengar suara itu?” Tanya Sean sambil melihat penjaga yang di sampingnya.


“Iya pak, coba kita lihat kesana.” Jawab penjaga itu sambil menuju suara itu berada.


Sean melihat sebuah bangunan yang terlihat sangat kumuh. Mereka berjalan menuju bangunan itu. Semakin mereka mendekat memasuki bangunan itu.


BRUK!


Suara benda terjatuh dari dalam ruangan itu.


Samar-samar terdengar suara seorang wanita merintih kesakitan.


“Aw... sakit” suara seseorang meringis kesakitan di dalam bangunan itu.


“Tolong lepaskan aku,” lanjut suara wanita itu terdengar.


“Suara itu, itu suara Aleea. My God apa yang telah terjadi kepada Aleea” bathin Sean sambil berjalan cepat mencari pintu masuk bangunan itu.


BRAK!


Suara pintu terjatuh, yang didorong oleh Sean menggunakan kakinya.


“Kalian siapa? Berani sekali memasuki daerah kami!” Ucap preman itu dengan nada tinggi bahwa ia tidak ingin ada yang memasuki ruangan itu.


Sean tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Dapat ia lihat seorang gadis yang di pegang kedua tangan nya oleh pria yang bertubuh besar dan memiliki tato diseluruh tubuhnya.


“Aleea,” Panggilnya pada gadis yang berada beberapa meter di depannya.

__ADS_1


Gadis itu yang semula menundukan wajahnya seketika wajah nya terangkat keatas mendengar namanya di panggil.


Dapat ia lihat penampilan Aleea saat ini benar-benar jauh dari kata baik-baik saja. Bajunya yang sedikit robek di bagian pinggang, rambut yang acak-acakan dan wajahnya yang sembab akibat banyak menangis.


“Sean,” panggilan lirih yang keluar dari bibir Aleea, airmata terus membasahi pipinya.


“Hajar mereka!” Ucap preman itu, segera preman yang memegangi tangan Aleea melepaskannya.


Terjadilah pertikaian. penjaga hotel pun segera melawan para preman itu yang mulai menyerang.


Sean mendekati Aleea yang sudah terduduk di atas lantai yang kotor itu. Ia ambil tubuh Aleea untuk masuk kedalam pelukan nya. Mendapat pelukan air mata Aleea semakin deras membasahi kedua pipi nya.


Hiks!


Hiks!


Suara tangis Aleea.


“Sudah ada aku disini,” ucap Sean menenangkan Aleea sambil menepuk pelan punggung Aleea. Aleea semakin memeluk erat tubuh Sean, menumpahkan semua ketakutan yang ia rasakan yang dibalas dengan elusan pelan dipunggung Aleea.


Beberapa menit pertikaian itu terjadi, pertikaian itu di menangkan oleh petugas hotel dan beberapa preman itu di bawa ke pihak yang berwajib.


Dilihat Aleea yang sudah sedikit tenang, di bawa nya tubuh Aleea berdiri. Ia rapikan kembali cardigan yang dipakai Aleea untuk menutupi beberapa bagian yang terbuka. Dipakaikan kembali tas miliknya yang sempat terjatuh. Aleea hanya diam saja atas apa yang di lakukan oleh Sean tidak ada kata satu pun yang keluar dari mulutnya.


Mereka kembali ke hotel yang mereka sewa. Mereka berjalan beriringan dengan Sean yang berada tepat disamping Aleea tanpa ada cela diantara mereka. Sean merangkul punggung Aleea.


Di perjalanan mereka tidak ada yang berbicara, Aleea yang berdiam diri mengingat kejadian beberapa jam lalu. Sean yang mengerti perasaan Aleea hanya bisa menenangkan dengan memberikan puk-pukan kecil di punggung Aleea.


Tiga puluh menit berlalu, mereka telah sampai di hotel itu.


“Terimakasih pak, telah membantu saya menemukan istri saya.” Ucap Sean kepada beberapa penjaga itu.


“Iya pak. Itu sudah tugas kami untuk membantu pengunjung yang sedang kesusahan.” Balas penjaga hotel itu yang hanya di beri anggukan sebagai jawaban.


Segera Sean membawa Aleea memasuki kamarnya. Diambil kartu akses yang berada di dalam tas Aleea.


Ceklek!


Suara pintu kamar Aleea terbuka. Ia bawa tubuh Aleea masuk kedalam.


“Kamu bersihkan dulu tubuhmu, aku akan menunggumu disini.” Ucap Sean yang berada di samping Aleea. Mendengar itu Aleea menatap Sean sambil memberikan anggukan.

__ADS_1


Setelahnya, Aleea lalu berlalu. Berjalan menuju kamar mandi yang berada di ruangan itu. Sean memandangi punggung Aleea yang semakin lama semakin jauh. Ia tak tahu jika Aleea tidak segera di temukan. apa yang akan ia bilang kepada kedua orangtuanya dan Aleea. Bisa saja dengan kejadian ini orangtua nya akan tau hubungannya dengan Syeila belum berakhir.


Setelah tiga puluh menit pintu kamar mandi itu akhirnya terbuka yang menampilkan Aleea yang berbalut piyama milik nya.


Terdengar samar-samar Sean berbicara dengan seseorang di telepon.


“Iya Mah. Aleea baik-baik saja, sekarang ia masih membersihkan diri.” Ucap Sean kepada seseorang yang berada disebrang sana, ia tau itu Mama mertuanya yang sedang menelpon.


....


“Iya Mah. Aleea selesai menghubungi mama kembali.” Lanjut Sean.


Dapat Sean lihat Aleea yang selesai membersihkan diri, segera ia mendekati Aleea dan memberikan ponsel miliknya.


“Mama ingin berbicara padamu,” ucapnya sambil memberikan ponselnya dan menuju kursi yang berada di ruangan itu.


“Hallo Mah,” ucap Aleea yang balas langsung dapat balasan dari seberang sana.


“Aleea baik-baik saja kan?” Ucap Regina dari seberang sana.


“Alee baik-baik saja mah,” jawab Aleea.


“Yasudah. Kamu segera beristirahat, Sean bilang kalian habis jalan-jalan pasti sangat lelah hari ini. Mama tutup dulu ya sayang.” Ucap Regina.


“Iya mah,” jawab Aleea,


Melihat panggilannya sudah mati, kemudian Aleea berjalan ke arah Sean untuk mengembalikan ponsel miliknya. Dapat ia lihat Sean yang duduk dengan menyenderkan tubuhnya sambil memejamkan mata.


“Sean ini ponsel mu,” ucap Aleea sambil memberikan ponsel milik Sean.


“Sudah selesai?” Tanya Sean yang di balas anggukan oleh Aleea.


Sean mengambil ponsel miliknya dan memasukan ke saku celananya. Ia segera berdiri untuk berpamitan setelah ia lihat keadaan Aleea yang sudah memungkinkan ia tinggal. Ia lihat jam di lengannya sudah hampir dua jam ia meninggalkan kekasihnya itu sendirian. Pasti kekasihnya itu khawatir mencari dirinya. Sebelum ia berpamitan ponselnya sudah kembali bebrdering menampilkan nama seseorang yang baru saja ia pikirkan. Lalu ia menggangkat panggilan tersebut.


“Sayang, kamu di mana sudah hampir dua jam kamu ke toilet tapi tidak kembali, terus aku mencarimu kesana tapi tidak ada. Kamu sebenarnya kemana? Jangan membuat aku khawatir.” Ucap Syeila di seberang sana dengan pertanyaan bertubi.


Sean mengulas senyuman manisnya, kemudian ia menjawab “Tadi ada sesuatu yang harus aku urus sayang. Tapi ini sudah selesai. Aku akan kembali kekamar kita. Yasudah aku tutup dulu” ucap Sean, kemudian ia mematikan panggilan di ponselnya.


“Aku harus kembali, kekasihku sudah lama menunggu.” Ucapnya pada Aleaa yang berada didepan nya.


“Terimakasih,” balas Aleea sambil melihat kearah pintu dimana Sean berada. Aleea memandangi punggung Sean yang semakin lama semakin jauh dan menghilang di balik pintu kamarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2