
Aleea melangkahkan kakinya keluar dari villa tersebut dengan langkah yang begitu cepat sehingga tubuhnya terjatuh ketika seorang dari arah yang berlawanan menabrak dirinya.
Brukk!!
"Sorry!"
Aleea mengerjap sesaat setelah tubuhnya limbung dan duduk terjatuh di lantai dekat pintu keluar villa. Sosok pria yang menabraknya pun berjongkok untuk membantu aleea untuk berdiri.
Ia menahan nafas sejenak, lalu membuangnya pelan. Calm down, Alee... Ucapnya dalam hati. Berulang kali Aleea mengatur nafasnya dan memejamkan mata, mengusir rasa takut jika anak buah Sean melihatnya disini.
“Aleea.” Adalah satu kata sapaan yang membuat kelopak matanya perlahan terbuka. Aleea melihat sosok pria yang menabraknya masih berada di depannya.
“Aiden,” gumam pelan Aleea saat melihat pria yang si kenalnya berada di depannya. Ia tidak membalas sapaan pria itu sehingga pria itu kembali memanggil namanya.
Aleea hanya diam saja ketika Aiden membawa Aleea untuk berdiri.
“Awww,” rintih Aleea saat merasakan sakit di kakinya membuat tubuh Aleea kembali akan terjatuh jika pria itu tidak menarik lengan Aleea dan menyangga tubuh Aleea. pandangan mata mereka bertemu beberapa detik, ada tersirat pandangan yang sulit di artikan dari mata pria tersebut. Aleea memutuskan pandangan tersebut.
“Perasaaan ini, kenapa muncul kembali setelah melihat Aleea untuk pertama kalinya.” Batin pria itu tanpa melepaskan lengan Aleea dan tangannya yang menopang tubuh Aleea agar tidak terjatuh. Ia hanya menatap wajah Aleea, wajah yang ingin ia lupakan tetapi wajah itu juga yang sangat ia rindukan selama ini.
“Aiden.. bisa kamu lepaskan tanganmu,” Ucap Aleea dengan lembut.
Aiden tersadar dari lamunannya. “Maaf.” Ucap pria itu kemudian ia melepaskan tangannya dari tubuh Aleea.
Aleea menggelengkan kepala sebagai tanda bahwa ia tidak keberatan. “Aku seharusnya yang minta maaf karena terburu-buru aku tidak melihat jalan.” Ucap Aleea dengan lembut.
“Tidak apa-apa Aleea aku malah bersyukur ditabrak oleh kamu. Sehingga aku bisa bertemu dengan kamu disini.” Ucap pria itu pelan.
Aleea mengerutkan dahinya agar mendengar ucapan pria itu yang tidak jelas saat pria itu berbicara.
“Kamu bilang apa?” Tanya Aleea kepada wanita yang ada di depannya.
“Haah!! Ti-tidak. Ma-maksud aku, kabar kamu bagaimana sudah lama kita tidak bertemu,” Jawab pria itu dengan sedikit terbata.
Aleea tersenyum mendengar perkataan pria itu. “Aku baik-baik saja,” ucap Aleea yang senyuman masih menyelimuti bibirnya.
“Kabar kamu bagaimana?” Tanya Aleea kembali yang masih tetap memberikan senyuman indahnya.
“Cantik!” Ucap pria itu pelan, ia terpesona melihat Aleea yang tampak sangat cantik dari jarak sedekat ini, wajahnya semakin cantik dari terakhir ia bertemu dengan Aleea. Tapi pembawaan Aleea terlihat seorang wanita yang pintar dan dewasa.
“Maksudnya?” Tanya Aleea kembali.
“Aku juga baik-baik saja,” Jawab pria itu dengan menampilkan senyuman di wajahnya sambil mengaruk leher belakangnya yang tidak terasa gatal.
“Kamu mau kemana? Aku lihat kamu terburu-buru.”
“Aku baru saja ingin bertemu dengan teman-temanku, mereka terus meneleponku.” jawab Aleea dengan bohong.
Aleea melihat anak buat Sean yang sedang mencarinya di setiap sudut ruangan itu. Samar-samar ia mendengar percakapan orang yang jaraknya cukup jauh dari mereka.
__ADS_1
“Aku yakin nona Aleea masih di sekitar sini,” ucap anak buah Sean sambil melihat kearah setiap sudut ruangan itu.
“Aku belum memberitahu tuan Sean, jika istrinya pergi tanpa pengawasan dari kita,”
“Tidak tahu apa yang akan terjadi kepada kita jika nona tidak ketemu,”
“Aku coba cari tahu dimana ruangan cctv untuk melihat keberadaan nona,”
“Baik. Kita harus berpencar untuk mencari nona muda,”
Aleea melihat anak buah Sean sudah berpencar ia berniat untuk pergi sekarang juga agar tidak tertangkap lagi sama mereka.
“Kalau begitu, aku pergi dulu. Jaga diri kamu baik-baik.” Ucap Aleea kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dengan langkah yang cukup cepat menurutnya.
“Yasudah aku antar saja kalau begitu.” Ucap pria itu.
“Tapi urusan kamu bagaimana?” Tanya Aleea sekilas melihat pria yang berada di belakangnya, kemudian ia melanjutkan langkahnya kembali.
“Urusan aku disini juga sudah selesai,” Ucap pria itu yang mengikuti langkah Aleea di depannya.
Aleea tidak menjawab perkataan pria itu, ia hanya memberikan anggukan tetapi dengan melanjutkan langkahnya.
“Ayo. Asisten ku sudah menunggu kita didepan.” Ucap pria itu dengan berjalan mendahului Aleea yang tadi di depannya. Aleea hanya mengikuti langkah Aiden yang sudah berada di depannya.
Aleea dan Aiden berjalan beriringan menuju mobil asistennya berada.
“Aleea, kamu masuk dahulu,” Ucap Aiden saat sudah berada di depan mobilnya.
“Maaf tuan, apa anda melihat wanita ini lewat kesini?” Tanya anak buah Sean yang berada di sekitar mobil yang ia naiki.
Aleea dapat melihat wajah Aiden yang terkejut melihat foto yang di tunjukan oleh anak buah sean. Tapi ia mengubah ekspresi seperti sebelumnya.
“Oh. Saya tidak melihatnya,” jawab Aiden saat melihat wajah Aleea yang di tunjukan oleh seorang pria seperti pengawal.
“Tapi tuan saya melihat nona saya masuk kedalam mobil anda ini,” Ucap pria itu sambil menunjuk mobil yang berada di samping mereka.
Aleea yang melihat itu melihat di sekitar mobil itu untuk menyamar agar dirinya tidak di temukan oleh anak buah Sean.
“Itu dia,” ucap Aleea lalu mengambil barang itu dan memakainya.
Sean hendak masuk ke dalam mobilnya, ia di cegah oleh anak buah Sean agar tidak memasuki mobilnya.
“Tuan tolong kerjasama nya,” Ucap anak buah Sean yang masih berada di depannya.
Dengan perlahan aiden membukakan pintu mobilnya. Terdapat wanita yang sedang tertidur di bangku penumpang.
“Enghh,” wanita di dalam mobil tersebut mengeliat pelan.
Sedangkan ketiga pria yang berada diluar mobil itu kaget melihat penampilan wanita yang berada didalam mobil tersebut.
__ADS_1
“Sayang... kenapa lama sekali, aku sejak tadi menunggu disini sampai tertidur.” Ucap wanita itu dengan suara manjanya sambil mengucek matanya.
Aiden terdiam mendengar perkataan Aleea. kemudian ia tersadar dan ikut juga bersandiwara mengikuti permintaan Aleea.
“Bentar lagi ya sayang. Setelah ini kita pulang, kamu tidur lagi aja.” Ucap Aiden pada Aleea yang di jawab anggukan sebagai jawaban.
“Anda sudah lihatkan wanita yang anda lihat kekasih ku bukan nona kalian.” Ucap Aiden pria yang ada disamping mobilnya. Kemudian ia memasuki mobilnya tersebut.
Sepanjang perjalanan Aiden tidak bertanya tentang kenapa Aleea bersandiwara seperti itu. Ia tahu pasti ada alasan lain mengapa aleea bersikap sepeti itu.
“Aku sengaja berpenampilan seperti ini agar mereka tidak mengetahui keberadaan aku.”ucap Aleea pertama kali untuk memecahkan keheningan. Aleea membersihkan make up yang sengaja ia buat tebal dan memakai rambut palsu yang sengaja ia masukan di dalam tas agar bisa lebih sempurna samarannya, kemudian ia membuka jas milik Aiden yang ada di dalam mobil tersebut.
Beberapa menit kemudian mobil itu telah sampai dimana di parkiran villa yang Aleea pesan.
“Terimakasih,” Ucap Aleea, kemudian ia mengambil barang miliknya dan memasukan kedalam tas, setelahnya ia turun dari mobil tersebut.
Aleea melangkahkan kakinya masuk kedalam villa tersebut, sedangkan Aleea tersentak ketika melihat Aiden mengikutinya dari belakang.
“Kamu kenapa mengikuti aku?” Tanya aleea yang melihat Aiden berjalan di belakangnya.
“Ckkk. Siapa yang mengikuti kamu?” Tanya Aiden kembali saat melihat aleea dengan wajah penasarannya.
“Kamu?” Jawab aleea.
“Aku juga menginap disini,” ucap Aiden.
Aleea yang mendengar perkataan Aiden ia melanjutkan membawa kakinya kedalam villa tersebut.
...Sedangkan seorang pria yang baru saja menerima pesan dari anak buahnya hanya bisa mendesis melihat tingkah aleea akhir-akhir ini yang sering kali kabur darinya,
“Tuan apakah kami harus membawa paksa nona Aleea kembali kesini?” Tanya anak buah Sean.
“Tidak. Biarkan saja ia melakukan apa yang ia mau. Aku sendiri nanti yang akan menjemputnya.” Jawab Sean. kemudian ia mematikan panggilan tersebut.
“Tidak ada habisnya dia untuk kabur dari ku, bahkan waktu dua tahun ia kabur-kaburan belum cukup juga.” Gumam pria itu sambil menunjukan senyuman tipis di bibirnya.
Sean melihat keberadaan Aleea di dalam ponselnya, melihat keberadaan Aleea melalui GPS yang sengaja ia pasang didalam tas Aleea.
“Kamu tidak akan bisa kabur dari aku By,” Ucap Sean dengan pelan.
“Aleea!!” Panggil Ziva Aleea yang baru saja sampai di villa yang akan Aleea tempati.
Aleea yang mendengar namanya dipanggil menoleh kebelakang. Ia melihat temannya mendekat kearah nya sambil menampilkan kekhawatiran di wajah mereka.
“Aleea aku ke kamar dulu ya.” Ucap Aiden ketika melihat Aleea sudah bersama dengan temannya.
“Terimakasih,” Ucap Aleea yang diberi anggukan oleh Aiden.
Aleea manatap punggung Aiden yang masih terlihat oleh matanya. Sampai temannya bertanya kepada Aleea yang membuat ia harus memutuskan pandangan melihat Aiden yang berjalan bersama asistennya.
__ADS_1
“Aleea kamu kenapa bisa bersama Aiden?” Tanya Selena pada temannya.
“Nanti aku cerita, sekarang kita lebih baik ke kamar aku,” ucap Aleea yang di beri anggukan oleh ketiga temannya.