
Sinar mentari masuk melewati celah-celah gorden yang menutupi ruangan itu.
Terdapat sepasang suami istri yang tengah tidur pulas, dengan posisi saling berpelukan.
Beberapa menit salah satu dari mereka membuka matanya.
Melihat sekitar ruangan, ruangan yang ia pesan untuk dihabiskan beberapa hari kedepan dengan sang istri.
Ia melihat ke samping di mana istrinya masih tertidur pulas berbantal lengannya.
Ia mengelus surai indah istrinya. Sesekali ia berikan cekupan di dahinya.
Cantik. Satu kata yang keluar dari bibir indahnya. Ia pandangi wajah istrinya. Jika dilihat lebih lama maka wajah istri semakin membuatnya candu untuk terus menatapnya.
Ia singkirkan rambut yang yang menutup sebagian wajahnya.
“Terimakasih sudah menjadikan aku yang pertama,” Ucapnya walaupun tak di dengar istrinya. Sambil ia berikan kecupan-kecupan basah di pipi sang istri.
“Sean, jangan ganggu. Aku masih mengantuk.” Ucap Aleea yang masih memejamkan matanya. Kemudian ia mengubah posisinya memeluk Sean yang berada di sampingnya dengan berbantalkan dada bidang Sean.
Sean melihat istrinya yang masih mengantuk dan kelelahan hanya bisa memberikan tepukan-tepukan kecil di punggungnya untuk memberikan kenyamanan untuk sang istri.
Flashback
Sean memberikan gigitan-gigitan kecil di lidah Aleea lalu mencium nya dengan ganas. Aleea menahan kedua tangan nya di dada Sean, tetapi Sean langsung menarik tangan itu lalu melingkarkan di lehernya. Sean membuka satu persatu kancing baju tidur Aleea lalu membuang nya sembarangan. Dengan naf*u nya dia m*rem*s p*yu*ar* Aleea yang masih tepasang br*.
“Hmph.....”
__ADS_1
Aleea mendorong Sean kuat-kuat dan menepuk dada bidang Sean sampai ciuman mereka terlepas nafas Aleea tersenggal, Sean sepertinya ingin membunuh Aleea dengan cara membuatnya tidak bisa bernafas. Aleea merasa perih pada bibir dan lidahnya.
Sean memposisikan dirinya di atas Aleea.
“Shhhhh.... perih Sean..... ahhh”
Aleea menahan pergerakan nya saat juni*r Sean baru masuk setengah kedalam milik Aleea.
“Shhh sakit..Sean! sakit..” Ucap Aleea dengan suara serak "Perihh, keluarin, gak muat jangan di paksa....." rengek Aleea dengan mata yang sudah berkaca kaca.
“Tahan yan By. Sedikit lagi. Kamu bisa mencakar atau menggigit bahu ku.” Ucap Sean yang sedikit meringis merasakan kenikmatan saat juni*r ny memasuki milik Aleea.
“Awhhhhhhh!!!!”
Teriak Aleea dengan sedikit. Saat Sean mulai memasukan juni*rnya kedalam milik Aleea.
Ucap Aleea sambil mengeluarkan air matanya sudah mulai menetes. Rasanya sakit banget, tubuhnya seperti dirobek dan di belah menjadi dua.
Sean merasakan sakit ketika punggungnya di cakar bahu yang di gigit Aleea secara bersamaan.
Melihat Aleea yang menangis membuat Sean menghentikan gerakannya.
“Maaf, nanti nggak akan sakit lagi percaya sama aku, tahan sebentar yah....” Sean mengusap lembut air mata yang sudah mengalir di pipi Aleea, memberikan ciuman untuk menenangkan gadis yang tengah menangis itu, meski Sean merasa bersalah, tapi jika sudah seperti ini, yang dibawah sana sudah tidak bisa ditunda lagi, ingin cepat di lemaskan.
“Shhh....”Sean merasakan kenikmatan saat milik Aleea menjepit juni**nya di dalam sana. Isak tangis Aleea mulai mereda, Sean mengangkup kedua pipi Aleea dengan tangan nya lalu merapihkan rambut Aleea yang sedikit menempel di wajah karena air mata gadis itu.
“Lanjutin ya?” Tanya Sean yang hanya diangguki kecil oleh Aleea. Sean kembali mengerang karena milik Aleea terus menghimpit juni**nya setiap kali ia bergerak.
__ADS_1
Sean membenarkan posisinya, “Aku gerakin ya?....” Ucap Sean mulai memaju mundurkan pinggulnya agar juni**nya semakin mendapat sensasi lebih.
“Ahhh!! Pelan..... pelan......” Ucap Aleea kemudian melingkarkan tangan nya di leher Sean.
“Ahhh...” ucap Sean sambil menggengam kedua tangan Aleea. Sean semakin merapatkan tubuh mereka.
Sean melihat Aleea memejamkan mata sambil sesekali mendesis.
“Buka matamu, lihat aku!”
“Jangan pernah lupakan ini.” Ucap Sean sambil mencium mata Aleea.
Aleea membuka matanya, menatap wajah yang sedang berada di atasnya. Pandangan mata mereka saling menyatu, sepanjang kegiatan mereka malam ini. Menghabiskan malam panjang bersama orang terkasih.
Beberapa menit kemudian tubuh Aleea bergetar merasakan semburan hangat di miliknya. Matanya menatap Sean sayu yang menatapnya dengan nafas yang memburu. Aleea merasakan berat di matanya. Ia memejamkan matanya.
“Terimakasih,” Ucap Sean saat melihat wanitanya sudah lelah, Ia mencium dahi Aleea, kemudian ia benarkan selimut untuk menutupi keduanya, ia lihat di atas seprei yang mereka tiduri terdapat bercak darah disana.
Flashback off
Eghhh.
Aleea menggeliat pelan ia membuka matanya melihat ruangan gelap ini yang hanya diterangi oleh cahaya matahari dibalik gorden. Aleea mendongak menatap Sean yang memandangi wajahnya. Ntah sudah berapa lama Sean terjaga, Aleea tidak tahu. Tubuhnya dipeluk erat Sean membuat Aleea susah bergerak. Aleea menatap Sean yang masih memandangi wajahnya. Tubuh mereka sama- sama tanpa busana mengingatkan kejadian semalam membuat Aleea malu. Aleea memejamkan kemudian ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sean. Ia sangat malu ketika mengingat kembali kejadian malam panjang mereka, mengingat bahwa dia telah menyerahkan miliknya kepada Sean yang notabenenya suaminya.
Sean yang melihat Aleea hanya tersenyum melihat tingkah Aleea pagi ini.
“Terimakasih sudah menjadikan aku yang pertama,” Ucap Sean sambil memberikan kecupan di dahi Aleea, yang hanya di balas dengan anggukan oleh Aleea.
__ADS_1