
Pernikahan Aleea dan Sean selama sebulan ini baik-baik saja. Hubungan Aleea dan Sean semakin membaik. Mereka benar-benar memulai hubungan di mulai dari awal untuk memahami satu sama lainnya.
Mereka menempati kamar utama yaitu kamar yang di tempati oleh Sean sebelumnya. Ketika mereka memutuskan untuk memulai, Sean mengutus pelayannya untuk membawa semua barang milik Aleea ke dalam kamarnya. Sejak saat itu mereka tinggal bersama di kamar milik Sean.
Cup.
Aleea tersentak kecil. Ketika sean yang tiba-tiba mencium pipinya. Walaupun ini bukan yang pertama kali sean lakukan tetapi aleea tidak bisa menerima serangan mendadak secara tiba-tiba.
Ia mendongakan wajahnya untuk melihat suaminya yang berdiri tepat di belakangnya sambil mengancing. Aleea dapat melihat suaminya dari kaca hias didepannya. Menampilkan Sean sedang mengancingkan kancing satu persatu kancing di kemejanya.
“By. Ini pakaikan.” Ucap Sean sambil memberikan dasi yang masih berada ditangan nya.
Aleea kemudian ia berdiri dan mengambil dasi yang di tangan Sean. Kemudian ia memakaikan dasi di kemeja Sean.
“Sean!” Ucap Aleea secara tiba-tiba ketika Sean memberikan kecupan kembali.
“Itu hadiah buat kamu karena sudah memakaikan dasi kepada suami mu yang tampan ini.” Ucapnya dengan wajah yang menampilkan senyuman manis.
“Ckkk. Punya suami kok pede banget sih.” Ucap Aleea dengan nada yang di buat -buat seolah ia merasa sedih .
“Itu hadiah agar lebih semangat hari ini untuk kuis.” Ucap Sean lagi. Sedangkan Sean hanya memutarkan bola matanya saja.
“Atau kamu ingin lebih dari sekedar kecupan?” Ucap Sean dengan menampilkan senyuman yang menurut Aleea menjengkelkan.
Aleea ingin melangkahkan kakinya keluar tapi tangannya ditahan oleh Sean agar tetap berada disana.
“Vitamin ku pagi ini mana By? Bagaimana aku bisa fokus kalau tidak mendapatkan vitamin ku hari ini.” Ucap Sean dengan suara dan wajah yang di buat sesedih mungkin.
Aleea hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat drama yang dibuat Sean pagi ini.
__ADS_1
Cup!
Aleea memberikan kecupan singakat telat di bibir sean.
“Isss. Kamu curang! Mana bisa langsung di bibir sih By.” Ucap sean melayangkan protes, seharusnya ini, terus yang ini, ini dulu, baru yang terakhir ini. Itu urutan yang tepat sambil menunjukan urutan yang seharusnya yaitu dahi, hidung, kedua pipi, dagu dan terakhir bibirnya.
Sedangkan Aleea yang mendapat protes dari sean hanya bisa diam melihat drama apa lagi yang akan di tunjukan.
“Yasudah kalau begitu biar aku ambil saja sendiri vitamin ku hari ini,” Lanjut Sean, kemudian ia mendekatkan tubuhnya ke Aleea yang masih berdiri di tempatnya.
Cup!
Sean pertama-tama mencium dahi Aleea, dilanjutkan dengan hidung, kemudian kedua pipi Aleea dan dagu, terakhir Sean memberikan kecupan pada bibir Aleea.
Bukan hanya sekedar kec*pan tapi sedikit ******n membuat Aleea melenguh. Bibirnya lalu terbuka, memberikan akses masuk untuk l*dah Sean agar semakin dalam mengakses rongga mulutnya. Lid*h mereka pun saling bertemu. Menyapa satu sama lain, hingga berakhir dengan saling lilit dan bertukar s*liva hingga terdengar suara kecipak basah. Tangan Aleea lantas naik ke arah surai hitam kecoklatan milik Sean lalu merem*tnya. Menyalurkan rasa enak yang ia terima dari permainan lid*h mereka. Sean menyesap mulut Aleea dengan gerakan hati-hati, sekali-kali, ia gigit dengan lembut lalu dihis*p pelan.
Hegh..
Tok. Tok. Tok.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Aleea melepaskan panggutan tersebut secara sepihak ketika mendengar ketukan dari pelayan dirumah mereka.
Sean mendengus ketika panggutan mereka terputus.
“Tuan maaf, saya ingin memberitahu jika tuan Justin sudah berada di bawah.” Ucap pelayan yang berada di balik pintu.
Aleea melihat Sean dan mengarahkan matanya ke arah tangan Sean yang masih setia memeluk tubuhnya.
“Ckkk. Mengganggu saja.” Ucap Sean pelan tapi masih bisa terdengar oleh Sean.
__ADS_1
“Sean! Lepas. Kasian Justin lama menunggu kita.” Ucap Aleea memelas, Ia kasian kepada Justin yang harus menunggu mereka. Dan ia bersyukur kalau pelayannya mengetuk pintu kamar mereka. Jika tidak ia tak tahu akan berakhir seperti apa mereka nanti.
Sebelum Sean melepaskan tangannya yang masih berada di pinggang Aleea. Ia memberikan kecupan di bibir Aleea dengan singkat.
“Manis,” ucap Sean setelah memberikan kecupan di bibir Aleea.
“Terimakasih, vitamin pagi ini.” Ucap Sean sambil mengacak rambut Aleea dan kemudian ia rapikan kembali rambut Aleea.
“Aku turun dulu.” Lanjutnya sambil mengambil jas miliknya yang telah disiapkan oleh Aleea tadi. Aleea hanya membalas anggukan kepala saja.
Setelah Aleea merapikan penampilan yang telah rusak, ia melangkahkan kaki nya ke ruang makan. Tetapi ia melihat Sean yang masih berada di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu yang terlihat sangat penting.
Aleea mengetuk pintu itu yang di jawab oleh tatapan dari dua orang yang berada di dalam nya.
“Ayo kita sarapan dulu, aku takut kita akan terlambat nanti.” Ucap Aleea yang masih berada di tengah-tengah pintu.
Sean yang mendengar ucapan Aleea, segera membangunkan tubuhnya dari duduk dan berjalan ke arah Aleea. Ia ambil tangan Aleea kemudian ia kedalam genggaman nya. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
Sesampai nya di ruangan makan, mereka mendudukan tubuhnya ke kursi yang biasa mereka duduki.
“By. Aku mau makan yang itu,” ucap Sean sambil menunjuk makanan yang ingin ia makan pagi ini. Aleea mengambilkan makanan yang di pilih oleh Sean ke atas piring milik Sean.
Aleea melirik asisiten Sean yang sejak tadi hanya berdiam diri saja. Kemudian ia mengatakan yang membuat tubuhnya merinding mendapat tatapan tajam dari seseorang.
“Kamu ingin makan yang mana Justin?” Ucap Aleea kepada Justin yang berada di seberang meja Aleea.
Justin melirik tuan nya yang sedari tadi melihat nya dengan tatapan tajam miliknya.
“A-aku bi-bisa am-am-bik sendiri nona.” Ucap Justin terbata, ia merasa dari tatapan Sean berkata jika makaknan ia di ambilkan oleh Aleea. maka siap-siap akan aku cabik tubuhmu.
__ADS_1
“Dasar posesif. Kemarin-kemarin kemana aja loh, sampai istri sendiri di telantarkan.” Batin Justin. Karna jika ia bicara langsung yang ada dua pulang-pulang dari hanya tinggal nama.
Mereka Menikmati sarapan pagi ini dengan hening, tanpa ada satupun yang keluar dari mulut mereka masai g-masing. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang mengisi ruangan tersebut'