
Tok Tok!
Hanya dalam kurun waktu tiga menit setelah suara ketukan tersebut berbunyi, pintu kamar Aleea sudah terbuka lebar. Pasalnya, Aleea sudah setengah jam lebih ia tertidur karena hari ini tubuhnya terasa lebih cepat lelah tidak seperti biasanya . Ketika pintu terbuka, Aleea disambut dengan pemandangan Sean yang merangkul lengan Justin. Kelihatannya Sean tidak dalam keadaan sadar, dengan lengan yang melingkari pundak Justin dan tubuh yang terlungkai lemas. Matanya pun sedang dalam keadaan terpejam.
Aleea mencium bau alkohol yang begitu menyengat dari arah kedua pria di depannya. Matanya menatap ke arah Justin dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Justin ada apa dengan Sean? Kenapa dia mabuk seperti ini?” Tanya Aleea yang masih berada di depannya.
Sean yang mendengar suara aleea ia membuka mata dan mencoba berjalan mendekati aleea tetapi tubuhnya di tahan oleh Justin agar tidak terjatuh.
“Al,”
“Baby?”
“Baby.. jangan katakan itu lagi. Aku gak suka,”
Ucap Sean dengan sedikit meracau tetapi masih terdengar oleh Aleea.
Aleea yang melihat Sean di depan nya hanya memandang nya dengan datar. Ia benci melihat Sean dalam keadaan mabuk seperti ini.
“Maaf nona. Saya tidak tahu kenapa tuan Sean bisa mabuk seperti ini. Teman tuan Sean menelepon saya untuk menjemputnya. Tiba saya di sana tuan Sean sudah mabuk seperti ini.” Jawab Justin yang masih merangkul tubuh Sean.
Aleea menghela napas mendengar jawaban Justin, "Justin tolong letakan Sean ke atas kasur saja.” Yang di balas anggukan oleh Justin, kemudian ia membawa tubuh Sean dan meletakan nya di atas kasur.
Setelah itu ia membersihkan tubuh Sean dan mengganti pakaian Sean yang di bantu oleh Justin.
Sean terbangun dengan kepala berdenyut dan telinga yang berdengung. Membuka mata dan melihat ke langit-langit ruangan, dirinya hanya bisa mengernyit kebingungan. Tunggu dulu, kamar ini tidak terlihat seperti kamarnya. la bisa mendengar suara samar dari arah balkon. Sean memutuskan untuk berjalan menuju arah suara. Di luar balkon, dirinya bisa melihat punggung dari wanita yang selama ini membuatnya begitu gila mendengar ucapan dari istrinya.
"Aleea?"
Wanita yang dipanggil namanya itu pun memutarbalikkan badannya, melihat ke arah Sean dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Udah bangun? Duduk dulu aja di sofa dalam, biar nanti aku buatkan minuman untuk kamu." Sean mengernyit bingung, ia memilih untuk berjalan mendekati Aleea untuk melihat apa yang sedang wanita itu lakukan. Berdiri tepat di belakang wanita itu, Sean bisa melihat Aleea yang kini sedang sibuk di depan ponselnya.
"Kamu sedang menelepon siapa?"
Aleea sedikit menoleh, walau fokusnya masih berpusat pada ponsel yang sedang ia pegang. Sean menyadari bahwa Aleea tidak menyuruhnya untuk menjauh, membuatnya menganggap bahwa pria itu tidak masalah dirinya kini menemani di balkon dan bukan kembali ke kamar mereka.
"Lagi menelepon Sams,” jawabnya dengan mengucapkan tapi tidak bersuara. “Ada yang ingin dia tanyakan," Sean hanya mengangguk paham, memutuskan untuk memusatkan atensinya pada cuaca yang cukup menyejukkan tubuhnya walaupun hatinya panas. Keduanya menikmati keheningan sembari menunggu Aleea menyelesaikan panggilan telepon nya.
“Iya aku kuliah hari ini, ada jam siang,” Ucap Aleea di tengah panggilan telepon dengan Sams.
“Kamu kapan balik ke sini? Kenapa baru sekarang bilang nya.” Lanjutnya kembali.
“Mama dan Papa ku tidak disini, kita ketemu di Cafe dekat kampus ku saja.”
“Yasudah. Aku tutup dulu ya.” Ucap Aleea setelah itu ia menutup panggilan teleponnya.
Sean hanya mendengar apa yang dikatakan Aleea, sedangkan ia tidak bisa mendengar apa yang dikatakan pria yang menelepon istrinya.
__ADS_1
Aleea melangkahkan kaki nya untuk pergi dari ruangan itu ke dapur untuk membuat kan minuman untuk Sean. Tapi langkahnya terhenti ketika tangan ny di pegang oleh Sean.
“By. Ayo kita bicara baik-baik.”
“Maaf..” Ucap Sean dengan lembut menampilkan tatapan yang begitu dalam saat menatap aleea.
“Kamu sedang tidak baik-baik.” Ucap aleea kemudian ia memegang tangan Sean yang memegang tangannya agar melepaskan genggaman nya.
Sean melepaskan tangan aleea, kemudian ia melihat aleea yang berjalan keluar dari kamar mereka.
“Non. Ada yang mencari tuan Sean.” Ucap seorang pelayan ketika melihat Aleea sudah masuk ke dalam dapur.
“Siapa bik?” Tanya Aleea.
“Saya tidak tahu nona. Katanya dia teman tuan dan dia semalam mengantar tuan pulang tapi tidak ikut masuk kedalam.” Jawab pelayan.
“Bik. Tolong buatkan minuman untuk teman Sean ya. Nanti Aleea akan menemuinya setelah ini.” Ucap Aleea yang di beri anggukan oleh pelayan tersebut.
Aleea masih berkutik di dalam dapur sambil membuatkan minuman untuk Sean.
“Bik, liatkan dulu ya. Aleea mau menemui teman Sean barang kali aja ada yang penting.” Ucap aleea kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut menuju ruang tamu di mana teman Sean berada.
Aleea melihat seorang pria tengah duduk di atas sofa yang berada di ruangan itu. Aleea mendekat ke arah pria tersebut.
“Apakah anda temannya Sean?” Ucap Aleea, kata pertama kali yang terucap dari bibirnya.
“My God. Dunia ini begitu sempit. Apakah ini artinya dia jodoh ku.” Batin pria tersebut tanpa mengedipkan matanya menatap Aleea yang berada beberapa meter di depannya.
Aleea melihat seseorang yang pernah ia temui kemaren ketika berada di parkiran kantor Sean.
“Pria ini kenapa sih, setiap melihat aku selalu bengong. Apa wajah ku menyeramkan membuatnya terdiam seperti itu.” Batin Aleea ketika melihat pria yang ia jumpai masih terbengong di tempatnya.
“Maaf. Ada yang bisa saya bantu?” Ucap Aleea sedikit mengeraskan suaranya dan ternyata pria tersebut sadar.
“E-eh maaf. A-aku ingi bertemu Sean.” Ucap pria itu dengan terbata.
“Maaf. Dengan siapa kalau boleh tahu?” Tanya Aleea .
“Ha-harry. Harry lanzo,” Jawab pria itu yang di berikan anggukan kepala.
Sean yang berada didalam kamarnya merasa sunyi dan istrinya yang begitu lama tidak kembali ke dalam kamarnya membuat ia memutuskan keluar kamar untuk mencari dimana istrinya berada.
Ia menuju ke dapur tetapi pelayan mereka bilang jika Aleea berada di ruang tamu karena teman nya datang ke rumah mereka.
“Kamu dengan siapa By?” Ucap Aleea yang tengah berbicara dengan seorang pria yang membelakanginya.
Wanita yang dipanggil namanya itu pun mendongakan kepalanya melihat ke arah Sean.
“Baguslah kalau kamu sudah di sini, ini teman kamu sedang mencarimu.” Ucap Aleea sambil menunjuk seorang pria yang berada di depannya.
__ADS_1
Pria itu membalikan tubuhnya melihat Sean yang berada di belakang nya.
“Bro, sudah sadar kamu?” Ucap pria itu sambil menunjukan senyuman mengejek.
“Ckkk. Ternyata kamu. Ngapain kamu pagi-pagi sudah disini?” Ucap Sean sambil mendekatkan tubuhnya dan duduk di samping Aleea.
“Untuk melihat mu, ternyata masih hidup,” ucap pria tersebut yang dibalas Sean dengan tatapan mematikan.
“Aku ke belakang dulu,” Ucap Aleea yang melihat dua orang pria tersebut tampak akrab dalam pembicaraan. Sean hanya memberikan anggukan sebagai jawaban, sedangkan pria yang disebut Harry itu melihat Aleea sampai Aleea tidak menampakan tubuh nya.
“Bro, siapa wanita itu?”
“Aku ingin berkenalan dengan nya.”
“Dua kali aku bertemu dengan nya tapi aku tidak sempat menanyakan namanya,”
“Tampaknya dia masih muda.”
“Apakah dia adik istri kamu.”
Ucap Harry sambil melihat ke arah Sean sekilas kemudian ia menatap tubuh Aleea yang sudah menghilang.
Sean yang mendengar teman nya secara terang-terangan menyukai istrinya hanya bisa menghela nafas.
“Kamu ingin tau siapa nama wanita itu?” Tanya Sean yang di balas anggukan oleh Harry.
“Namanya Aleea Cullen.” Jawab Sean.
“Cullen?” Tanya Harry.
“Iya. Aleea Cullen.” Jawab Sean.
“Oh. Dia adik kamu? Tapi kamu kan anak tunggal?” Tanya Harry kembali.
Sean yang melihat teman nya sedikit lemot hanya memutarkan bola matanya.
“Dia bukan adik ku tapi ISTRIKU,” Ucap Sean yang menekankan kata istri. Harry yang mendengarkan aleea istri Sean hanya bisa menghela nafas.
“Jadi. Aku menyukai istri kamu,”
“Kenapa kamu selalu beruntung mendapat wanita-wanita yang baik.”
“Kemarin Syeila dan sekarang aleea. Kenapa kamu begitu beruntung.”
Ucapnya dengan nada tidak terima.
“Kamu balik saja dengan Syeila, biar aku sama aleea. Kenapa aku menyukai istri orang.” Ucap pria itu kemudian ia melemparkan ponsel yang ada di tangannya ke arah Harry yang untungnya di tangkap Harry sehingga tidak mengenainya.
“Dia istriku! Hanya milik ku sampai kapan pun.” Ucap Sean dengan nada tidak terima sambil melihat pria di depannya dengan tatapan mematikan.
__ADS_1