Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Taman


__ADS_3

“Alee! Kamu lagi liati siapa?” Ucap Sams yang berada di belakang Aleea sambil memegang pundak Aleea.


Aleea tersentak ketika merasakan pundak nya di pegang oleh seseorang. Ia membalikan tubuhnya menghadap ke arah seseorang yang berada di belakangnya.


“Kamu kalau bisa disini?” Tanya Aleea yang melihat sams berada di sana.


“Aku tunggu dari tadi tapi kamu lama sekali jadi aku berniat menyusul mu kesini,” jawab Sams.


“Kamu lagi siapa? Aku lihat kamu sedang menatap orang yang disana,” ucap Sams sambil menunjuk seseorang yang berada di sekitar Cafe yang ramai.


“Kamu kenal dengan mereka?” Lanjut Sams kembali.


“Ti-tidak! A-aku tidak mengenal mereka.” Ucap Aleea dengan terbata.


“Aku pikir dia teman ku, Tapi setelah ku perhatikan bukan temanku.” Lanjut Aleea kembali.


“Yasudah kalau begitu kita kembali ke meja kita atau kamu ingin pergi ke tempat yang lain?”


“Aku ingin pergi ke sebuah taman. Kamu bisa mengantar ku?” Ucap Aleea sambil melangkahkan kakinya ke meja yang mereka tempati untuk mengambil barang-barang mereka yang masih tertinggal di tempat.


“Baiklah tunjukkan aku jalannya. aku akan menjadi supir mu hari ini.” Ucap Sams yang mengikuti Aleea di depan nya.

__ADS_1


Aleea berada di dalam mobil milik Sams, Aleea hanya memandangi jalanan dari kaca dalam mobil yang ia tumpangi.


Beberapa menit kemudian mereka sampa di tempat yang mereka tuju. Sebuah Taman yang terletak di sebuah sudut kota terpencil yang sedikit lalu lalang kendaraan.


Aleea turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Taman. Sams hanya mengikuti Aleea yang berjalan di depan nya. Ia sudah curiga sejak berada di dalam Cafe tersebut. Ia sudah menghubungi anak buah nya untuk mencari tahu yang terjadi di Cafe yang ia kunjungi.


Ting!


Suara ponsel Sams berdering menampilkan nomor anak buah nya. Anak buahnya mengirim pesan laporan jika mereka telah mengetahui kejadian di cafe tersebut.


Sams menghentikan langkahnya dan melihat pesan yang telah di kirim anak buahnya. Di video tersebut menampilkan Sean yang mengendong seorang wanita hamil yang kandungan nya cukup besar. Tetapi ia tidak bisa melihat wanita yang di gondong oleh Sean.


“Kamu telah berani membuat wanita ku bersedih, sekarang giliran aku yang akan membuat nya bahagia. Jadi jangan kamu harap jika wanita ku akan kembali kepada kamu.” Batin Sams saat melihat video tersebut yang menampilkan wajah Sean yang penuh dengan kekhawatiran untuknya.


Sams masih memandangi aleea yang sudah duduk di atas kursi tersebut di teman tersebut. Wajah nya terlihat sedikit murung.


“Ini!” Ucap Sams sambil memberikan beberapa batu yang berukuran kecil kepada aleea.


Aleea hanya mengerutkan dahinya, menampilkan wajah binggung nya.


“Ini,” Ulang Sams kembali sambil meletakan batu di atas tangan Aleea.

__ADS_1


“Kamu lempar seperti ini, kemudian ucapkan semua isi hati kamu.” Lanjutnya kemudian ia memberikan contoh melemparkan batu ke dalam kolam tersebut yang membuat beberapa gelombang karena lemparan baru di dalam kolam.


“Aku benci kamu.” Ucap Sams sambil melembarkan batu di dalam kolam.


“Sekarang giliran kamu, ucapkan segala yang membuat diri kamu resah.” Lanjut Sams yang memberi baru di tangan Aleea.


Aleea pun mengikuti apa yang di lakukan Sams.


“Kamu jahat, aku benci kamu.” Ucap Aleea sambil melemparkan batu ke dalam kolam yang menimbilkan gelombang didalamnya.


Sams dan Aleea asik melakukan permainan lempar batu di dalam kolam. Sesekali mereka tertawa ketika sesuatu yang keluar dari bibir mereka.


Hoek.. Hoek.. Hoek..


Seseorang terduduk lemas di atas closed, setelah ia habis memuntahkan seluruh isi perutnya. Tubuhnya terasa lemas tidak ada tenaga untuk menopang tubuhnya.


Seseorang yang mendengar suara berisik di kamar mandi. Ia membuka matanya lalu turun dan melihat apa yang terjadi di dalam kamar mandi.


Hoek.. Hoek.. Hoek..


Terdengar jelas seseorang memuntahkan makanannya. Ia berjalan dan mendekati kamar mandi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2