Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Aleesee Cottage


__ADS_3

Seorang wanita sedang mendorong stroller. Ia sedang berada di sebuah Mall ternama di tempat ia tinggal. Ia berjalan beriringan dengan seorang wanita yang usianya beberapa tahun lebih muda dibawahnya.


“Syei aku pikir ini pasti akan cocok jika di pakai oleh Brian,” Ucap seorang wanita sambil menunjukan sebuah topi panda yang terbuat dari rajut kepada Syeila.


Wanita itu adalah Syeila yang ditemani oleh Shena, dia seorang teman sekaligus Asisiten Syeila. Mereka bertemu ketika Shena yang sedang ingin mencari pekerjaan dan Syeila menawarkan untuk bekerja di Cafe yang ia kelola. Karena shena tidak mempunyai tempat tinggal, Syeila menawarkan untuk tinggal bersamanya dan menjadi teman Syeila tinggal sendiri disaat hamil besar.


“Lihat! Wajahnya sangat imut,” Ucap shena yang sedang memakaikan topi panda tersebut di atas kepala Brian. Bayi yang baru berusia dua tahun. Sedangkan bayi tersebut hanya tertawa ketika di pakaikan topi itu.


Cup! Cup! Cup!


Pipi chubby bayi itu terus di cium oleh shena. Sedangkan bayi itu terus tertawa ketika pipinya di kecupan.


“Sudahlah shen. Jangan terus mengganggu nya. Kamu lihat sebentar lagi dia pasti akan menangis.” Ucap Syeila, dan benar saja tidak lama kemudian bayi itu menangis.


“Cckk. Kamu sih, jadi menangiskan.” Lanjutnya kembali sambil membawa putranya kedalam pelukannya.


“Abisnya gemesin banget si Brian,” Ucapnya sambil menampilkan senyuman. Syeila hanya menggelengkan kepala nya, selalu perkataan itu yang keluar jika membuat putranya menangis.


Setelah beberapa menit putranya yang telah kembali tenang. Ia kembali meletakan putranya di atas stroller. Namun ketika ia kembali berdiri dirinya ditabrak oleh seorang wanita.


BRUK!


Tubuh Syeila jatuh ke bawah karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya ketika ia ingin berdiri.


“Awww.” Ucap Syeila.


“Maaf, Tante tidak sengaja,” ucap wanita paruh baya tersebut sambil menolong Aleea untuk berdiri.


“Tidak apa-apa.” Ucap syeila yang masih menundukan kepalanya sambil merapikan bajunya kembali.


Wanita yang berada didepannya memperhatikan syeila. Seketika wajahnya teralihkan ketika mendengar suara bayi yang memangil mamanya yang berada di atas stoller.


“Mommy!” Ucap bayi gemes tersebut sambil menampikan wajah sedihnya yang air mata sudah di pelupuk mata.


Syeila yang namanya dipanggil tersenyum menatap ke arah putranya. Ia mendekat ke arah putranya sambil memberikan kecupan di pipi chubby putranya.


Cup!


“Mommy baik-baik saja sayang.” Ucapnya untuk memberikan ketenangan kepada putranya. Seolah mengerti apa yang di katakan mamanya bayi gemes itu tersenyum.


“Syeila!” Ucap wanita tersebut.


Syeila melihat wanita yang menabraknya dengan perasaan yang tidak karuan.


Deg!


“Ta-tante..,” Ucap Syeila dengan lemah dan terbata.


“Kamu kemana saja sayang, kenapa tidak pernah menemui tante lagi,”

__ADS_1


“Tante pergi ke agency kamu, mereka bilang kamu tidak bekerja lagi dengan mereka.”


Ucap wanita tersebut.


“Maaf tante. Syeila sudah lama tidak bekerja di agency itu.”


“Maaf tante tidak mengunjungi tante kembali, padahal Syeila sudah berjanji kita akan pergi bersama jika Syeilaada waktu luang.”


“Tidak masalah. Sekarang kita sudah bertemu,” ucap wanita tersebut sambil menampilkan senyuman di wajahnya.


“Ini putra kamu Syeila?” Tanya wanita tersebut yang di balas anggukan oleh Syeila.


“Tampan sekali,” Ucap wanita itu kembali membelai pipi chubby putranya.


“Terima ka-” ucapan Syeila terputus ketika melihat seorang pria yang mendatangi mereka.


“Mama, Papa cariin ternyata mama disini.” Ucap pria tersebut.


“Mama lihat disini bajunya lucu, jadi mama kesini untuk membeli disini, mama pikir baju yang disini cocok untuk anak Aurel.” ucap wanita tersebut.


“Oh iya Pah. Lihat sini tampan sekali kan? Dia putra Syeila pah.” Ucap wanita itu kembali.


“Seandainya putra kita sudah menikah pasti anaknya akan setampan?” Ucap nya ketika melihat bayi tersebut dan melihat ke arah Syeila untuk bertanya siapa nama putranya.


“Brian tante,” Ucap Syeila.


“Tapi mah jika dilihat-lihat putra Syeila seperti putra kita saat masih balita.” Ucap pria tersebut saat memandangi wajah Brian.


Deg!!


Jantung Syeila berdetak lebih cepat, “Seandainya mereka tahu jika Brian adalah cucu mereka. Apakah mereka mau menerima Brian. sedangkan putranya saja menolak Brian yang masih di dalam kandungan.


“Iya ya pah, kalau bisa mirip sekali?” Tanya wanita itu kepada suaminya.


“Syeila kapan-kapan kamu main kerumah tante ya, akan tante kasih lihat wajah putramu dengan putra tante yang wajahnya sangat mirip sekali.” Ucap wanita tersebut.


Beberapa lama mereka berbincang dan memilih beberapa barang bersama-sama di dalam toko tersebut. Sedangkan putra Aleea yang sedari tadi diam di dalam pelukan wanita itu.


“Tidak biasanya Brian akan tenang jika di gendong oleh orang lain,” Ucap shena saat melihat bayi gemes itu yang betah di dalam gendongan wanita itu.


“Benarkah?” Tanya wanita itu


“Iya tante, brian sangat susah untuk akrab dengan orang lain,” ucap Syeila.


“Ayo mah, kita harus pergi sekarang. Mereka sudah menunggu kita,” ucap pria tersebut setelah kembali dari menerima panggilan telepon.


“Baiklah sayang. Oma harus pergi sekarang, lain kali oma akan mengunjungi kamu,” ucap wanita tersebut yang meletakan tubuh bayi tersebut ke atas stoller. Kemudian wanita itu memberikan kecupan di pipi chubby bayi itu.


Syeila hanya bisa melihat pasangan suami istri itu keluar dari toko tersebut dengan membawa beberapa paper bag yang dibawa mereka.

__ADS_1


“Maaf sayang. Kamu harus berpisah kembali dengan Oma dan Opa kamu. Ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kalian.” Batin Syeila setelah melihat pasangan itu yang sudah berjalan menjauh dari nya.


“Semoga kita bisa cepat bertemu dengan Mami Al ya sayang,“ Ucap Syeila kembali.


“Mami Al?” Tanya Brian kepada Syeila yang berada di depannya.


“Iya Mami Al. Brian tidak mau bertemu mami Al?” Tanya Syeila


“Mau,” Ucap bayi gemes tersebut.


...****************...


Aleea sedang berada di sebuah bandara di negara M. Ia sedang memainkan ponselnya untuk mengabarkan kepada temannya jika ia sudah sampai beberapa menit yang lalu di negara tersebut.


Setelah sebulan bertemu dengan Sean, mereka tidak pernah bertemu kembali. Hanya saja Sean yang memberikan kabar kepadanya tapi tidak pernah ia balas.


Hari ini Aleea sudah berjanji liburan bareng bersama ketiga sahabatnya yang berasal dari negara N. Mereka sudah merencanakan beberapa minggu yang lalu setelah lulus kuliah.


“Aleea!” Panggil ketiga temannya yang berlari menghapirinya.


Aleee mendongakan wajahnya melihat teman nya yang hampir saja sampai di depannya. Kemudian ia meregangkan tanganya untuk memeluk ketiga temannya secara bersamaan.


Bruk!!


Tubuh Aleea terhuyung kebelakang saat ketiga temannya memeluk tubuhnya.


“Kangen..” Rengek Selena yang masih berada di dalam pelukan itu.


“Aku juga merindukan kalian,” Ucap Aleea sambil mengeratkan pelukan tersebut.


Beberapa menit mereka berdiri sambil berpelukan untuk melepaskan semua kerinduan mereka. Setelah Aleea menetap bersama Kakak nya di negara K, Aleea berserta ketiga temannya tidak pernah saling bertemu hanya saja mengirimkan kabar melalu media sosial atau semacamnya. Hari ini adalah pertama kali mereka bertemu.


“Aku sudah memesan penginapan untuk kita.” Ucap Selena setelah melepaskan pelukannya kepada ketiga temannya.


“Villa ini baru selesai di bangun dan minggu kemarin villa itu di resmikan. Villa tersebut Aleesee Cottage.” Ucap Selena.


Mereka berjalan menuju sebuah mobil yang akan mengantar mereka ke villa, untuk mereka tempati beberapa hari ini.


Beberapa menit perjalanan Aleea melihat villa tersebut dan mengingat beberapa kejadian.


“Ternyata villa ini tanah kosong itu,” gumam Aleea saat memasuki villa tersebut.


Deg!!


Aleea melihat seorang pria yang sejak kapan melihatnya. Pandangan mata mereka bertemu beberapa detik yang terputus oleh Aleea dengan sengaja.


“Aleea. Kamu sedang melihat siapa?” Ucap Ziva saat melihat Aleea yang sejak tadi terdiam saat memasuki villa tersebut.


“Tidak apa-apa, aku hanya sedikit lalah saja,” bohong Aleea kemudian ia melangkahkan kakinya mengikuti pelayan villa tersebut.

__ADS_1


__ADS_2