Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Pergi


__ADS_3

Melihat Sean yang bergegas pergi Aleea masih terdiam di tempat duduknya.


Aleea segera keluar dari ruangan tersebut.


Di taksi Aleea melihat kekanan dan kekiri dari dalam mobil tersebut.


Di pertengahan jalan Aleea melihat taman dan Dia memberhentikan taksi yang sedang di tumpangi nya.


Sekarang Aleea sedang duduk di tengah taman yang ada di kota N.


Di sekitar Taman itu cukup ramai.


Hiks..Hiks..Hiks


Suara tangis Aleea sambil menutupi wajahnya dengan menggunakan telapak tangannya.


Hiks..Hisk..Hiks


Suara tangis Aleea semakin menangis pilu.


Sementara seseorang yang tidak jauh di dekat kursi Aleea yang Ia duduki, seseorang itu sejak tadi memperhatikan Aleea dari mulai Aleea memasuki Taman.


Setelah merasa Aleea tenang, seseorang itu memndatangi Aleea dan memberikan sebuah sapu tangan didepan wajah Aleea.


Aleea yang binggung ada sapu tangan di wajahnya langsung mendongakan wajahnya dengan air mata tang membendung di pelupuk mata hanya sedikit kedipan air mata itu langsung jatuh.


“Sams”. Dengan nada lirih Aleea memanggil nama Sams.


Melihat Aleea yang hanya berdiam saja, Sams mulai membersihkan bekas air matanya.


Mendapat perlakuan seperti itu Aleea hanya bisa diam menerima semua itu.


Melihat orang yang di sayangi membuat Sams bertanya-tanya apa yang telah terjadi.


“Mau bercerita” Tanya Sams yang masih setia memandang Aleea.


Hmm, Aleea menarik nafas sejenak dan memulai untuk menceritakan semuanya mulai dari perjodohan sampai hari ditetapkan Pernikahannya membuat Sams mengepalkan kedua tangannya.


Sams hanya diam mendengarkan cerita Aleea tanpa menyangga sepatah kata pun.


Mendengar wanita yang di sayangi akan menikah membuat Sams penasaran seperti apa sosok Pria yang akan menjadi Suami Aleea.


Sean setelah menerima Telfon dari Seseorang membuat dia khawatir, sekarang Dia sedang berada didalam mobilnya menuju ke salah satu Apartemen ternama di kota N.


Sebelumnya Sean berhenti di sebuah Apotik untuk membeli beberapa macam obat-instan.


Sean menekan tombol yang berada di depan pintu Apartemen tersebut, setelah terbuka Sean segera masuk ke dalam.


Dilihatnya seseorang yang sedang tertidur di atas kasur dengan kerutan didahi dan dipenuhi keringat serta wajah yang sedikit pucat menandakan seseorang tersebut menahan sakit.


Di usap rambut sang kekasih dengan sayang, disingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajah kekasihnya. Merasa terganggu akhirnya sang Kekasih membuka matanya.

__ADS_1


“Maaf membuat mu terbangun”. Ucap Syeila.


“Tidak apa-apa, Kamu sudah lama kesini, kenapa tidak membangunkan ku”. Ucap Syeila yang sambil menggeserkan badannya agar Sean dapat tidur di sampingnya.


Seakan mengerti keinginan Kekasinhnya Sean segera menaiki kasur yang di tiduri oleh Syeila.


Sekarang mereka dia atas Kasur dengan posisi berpelukan.


Syeila yang berbantal kan lengan Sean, sesekali Sean mencium pucuk kepala Syeila dengan sayang.


“Bagaimana jika Kamu tau kalau Aku akan menikah dengan wanita lain bulan depan, apakah kamu mau memaafkanku dan menungguku, seandainya kamu sudah siap menikah mungkin tidak akan seperti ini”. Batin Sean.


Melihat Kekasihnya diam, Syeila segera memanggil Kekasihnya.


“Sean”. Panggil Syeila.


“Sean!!”. Masih tidak ada jawaban.


“SEAN!!”. Panggilan ketiga membuat Sean tersentak.


“Haaa, kenapa Sayang apakah masih sakit”. Tanya Sean yang memegangi perut Syeila dengan wajah yang khawatir melihat Syeila.


Syeila hanya menjawab dengan gelengan sebagai jawaban.


“Kamu ada masalah, kenapa ku perhatikan banyak melamun?”. Tanya Aleea.


“Tidak ada, Aku hanya kecapekan saja setelah mengantar Mama ke Butik”. Bohong Sean.


Sean tidak bisa jujur kepada Syeila atas kejadian yang telah terjadi.


Sean tidak bisa kehilangan Syeila nya.


Baginya Syeila hanya miliknya, Cintanya dan Juga Jiwanya.


...****************...


Di sebuah taman yang masih diduduki oleh Aleea dan Sams, mereka hanya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


Aleea dengan pikiran tentang Pernikahannya yang akan dilaksanakan bulan depan.


Sedangkan Sams dengan pikiran bagaimana menyatakan perasaan yang telah lama terpendam dalam hatinya kepada Aleea.


Beberapa kali Sams menyatakan perasaannya kepada Aleea tapi selalu aku menolak karna alasan Sams telah dianggap sebagai seorang kakak.


Sampai akhirnya Sams memutuskan untuk pergi ikut tinggal dengan orangtuanya agar bisa melupakan Aleea, tetapi sampai sekarang perasaan itu masih ada.


Waktu sudah menunjukan malam telah larut.


Sams berniat untuk membawa Aleea untuk pulang ke rumahnya khawatir orangtua Aleea menunggu.


“Alee, ayo kita pulang”. Ucap Sams yang sudah berdiri dan memberikan tangannya di depan Aleea.

__ADS_1


“Baiklah, mari kita pulang”. Ucap Aleea sambil mengambil tangan Sams.


Mereka berjalan sambil menggenggam tangan satu sama lainnya.


Sams akan mengantarkan Aleea kembali kerumahnya.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam.


Sams yang mengerti keadaan hanya bisa ikut terdiam.


Setelah 30 menit perjalanan akhirnya Aleea sampai di kediaman orangtuanya.


Aleea segera pamit dan keluar dari mobil Sams.


“Aleea kuharap engkau akan bahagia dengan pernikahanmu”, “kali ini Aku benar-benar melepaskanmu” Batin Sams.


Setelah Aleea memasuki kedalam rumahnya Sams segera pulang menuju Apartemen miliknya.


Pagi telah menjelang Matahari telah menampakkan sinarnya. Sepasang Kekasih masih pulas tertidur di atas kasur.


Sean telah terbangun beberapa menit yang lalu tetapi tidak bisa bangun dari tidurnya karna Syeila masih setia tidur berbantal lengan dan memeluk tubuhnya. Beberapa kali Sean menciumi kening dan pipi kekasihnya karena gemas melihat wajah cantik kekasih manjanya.


Merasa ada yang basah di sekitar wajahnya akhirnya Syeila terbangun dari tidurnya.


“Sayang, aku masih mengantuk jangan janggu dulu tidur ku”. Ucap Syeila yang masih setia memeluk tubuh Sean.


“Baiklah aku tidak mengganggu mu”. Jawab Sean sambil membalas pelukan yang lebih erat dari sang Kekasih dan memejamkan kan matanya kembali.


Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka terbangun dari tidurnya.


“Sayang mulai besok aku akan bertugas lagi selama 2 minggu ke negara J, maaf tidak bisa menemanimu untuk beberapa hari kedepan” Ucap Sean sambil melonggarkan pelukan mereka untuk melihat wajah kekasihnya.


Wajah bangun tidur Syeila sangat Sean sukai, karna wajahnya sangat cantik walaupun tanpa sedikit polesan.


Cukup lama Sean memandangi wajah Syeila.


“Tidak apa-apa, kita bisa telfonan dan VC an kalau ada waktu senggang”. Jawab Aleea yang memaklumi posisi Kekasihnya.


“Yasudah ayo kita segera bersiap, aku akan ada pemotretan siang hari”. Ajak Syeila sambil bergegas untuk mandi.


“Sebaiknya kamu tidak usah kerja hari ini, bagaimana jika perutmu sakit lagi”. Ucap Sean.


“Aku sudah menanda tangani kontrak, akan ada denda jika aku tidak melakukan pemotretan hari ini, tinggal beberapa kali pemotretan saja”. Jawab Syeila mencoba memenangkan Kekasih.


“Baiklah kamu jaga kesehatan jangan sampai salah makan seperti yang kemarin, jangan membuatku khawatir”. Ucap Sean yang diberikan anggukan oleh Syeila.


Di sebuah restoran kini yang sedang di duduki oleh Aleea dan Sean.


Mereka bertemu karna Mama Sean yang meminta agar Sean berpamitan kepada Aleea.


“Aku pamit pergi”. Ucap Sean tiba-tiba yang memulai percakapan.

__ADS_1


“Apa?, Pergi?”.Tanya Aleea yang melihat kearah Sean.


Bersambung…


__ADS_2