Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
By.. Kamu Dimana?


__ADS_3

Setelah kejadian dimana Aleea pergi dari ruangan itu. Ia terus melangkahkan kakinya ke garasi rumah nya untuk membawa mobilnya ke kampus hari ini. Ia tidak ingin mengganggu mantan kekasih yang reuni di ruang makan.


Aleea membuka tas dan mencari kunci mobil yang ia simpan di tas nya.


“Duh dimana sih, aku yakin aku letak di dalam sini,” gumam Aleea sambil terus mencari kunci mobil di dalam tasnya.


“Astaga. Aku lupa, kuncinya kan aku letak di atas nakas karena aku berencana pergi dan pulang bersama Sean,” Lanjutnya.


Aleea kembali membawa langkahnya masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya. Tapi langkahnya terhenti ketika ia mendengar samar-samar suara dari ruang makan.


Kakinya mendekat ke arah ruangan itu tetapi yang ia lihat tidak seperti yang ia harapkan.


Didalam ruangan itu terlihat Sean yang begitu menikmati makanan yang di buat oleh Syeila.


“Masakan kamu selalu enak. Sudah lama aku tidak menikmati makanan seenak ini.” Ucap Sean yang mulai memasukan kembali makanan kedalam mulut nya.


“Aleea tidak pernah membuat makanan untuk kamu?” Tanya Syeila yang penasaran bagaimana rumah tangga mantan kekasihnya ini.


“Pernah sih. Tapi jarang. Masakannya tidak seperti yang kamu buat seperti ini. Hanya kamu yang mengerti selera aku,” Jawab Sean yang masih menikmati makanan yang ada di atas piringnya.


“Oh. Terus Aleea kemana? Kenapa belum kembali?” Tanya Syeila kembali.


“Mungkin dia sudah pergi di antar supir,”


Sean kembali menikmati makanan nya sedang kan Syeila hanya duduk di samping sean yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya. Syeila melihat sean yang memakan masakan nya dengan semangat membuat nya senang.


Sean memakan masakan yang di buat Syeila sampai makanan itu habis di piringnya.


“Sean.. ada sesuatu di atas bibir mu.” Ucap syeila sambil menunjukan di mana ada bekas noda di atas bibirnya.


Sean mengikuti arah yang berikan Syeila tapi noda itu belum juga hilang.


“Sudah?”


“Belum! Masih ada,”


Sean melakukan seperti yang dia lakukan lagi.


“Sudah hilangkan?” Tanya sean yang sudah membersihkan dengan tisu.


“Belum. Masih ada,” Jawab Syeila, tangan nya terulur mendekati wajah sean kemudian ia membersihkan bekas noda makanan itu dengan tangan nya.


Tatapan mereka bertemu, dengan tatapan kerinduan di mata mereka masing-masing.


“Maaf,” Ucap syeila kemudian ia menjauhkan tangannya dari wajah sean.

__ADS_1


“Terimakasih,” Ucap Sean yang di balas anggukan oleh Syeila.


“Kalau Aleea salah paham gimana? Aku tidak enak dengannya,” Ucap syeila dengan nada sedikit bergetar dan mata yang sudah berkaca-kaca.


“Bagaimana jika dia menyuruh mu untuk menjauhi aku. Cuma kamu tempat berlindung ku sekarang.” Ucapnya dengan air mata yang sudah jatuh di pipinya.


Sean mendekat membawa tubuhnya mendekat ke arah Syeila kemudian membawa tubuh Syeila ke dalam pelukannya.


“Tidak apa-apa. Aku akan menjelaskan kepada Aleea. Dia pasti mengerti.” Ucap Sean sambil memberikan tepukan kecil pi punggung Syeila.


“Kamu sedang hamil. Tidak baik berpikiran yang tidak-tidak,” Ucap Sean sambil memberikan usapan di surai milik mantan kekasihnya itu.


Sedangkan Aleea melihat semua yang Sean dan Syeila lakukan di dalam sana. Tidak ada sedikit pun yang tertinggal dari pandangan nya. Matanya sudah mulai berkaca-kaca. Ia mendongakan kepala nya agar air mata itu tidak terjatuh.


BRUK!!


Aleea menjatuhkan tasnya tubuhnya ketika dirinya menambak pelayan yang berada belakangnya.


“Maaf nona, aku tidak tahu jika anda ingin berbalik,” Ucap pelayan dengan wajah penuh ketakutan.


“Tidak apa-apa bik, Aku baik-baik saja. Kalau begitu aku pergi dulu ya,” Ucap Aleea dengan nada sedikit gemetar. Kemudian ia melangkahkan kakinya keluar setelah mengambil tadi yang sempat terjatuh.


“Non, mari saya antar?” Ucap supir setelah melihat Aleea yang keluar sendiri tanpa di temani tuanya.


“Tidak pak. Saya sudah si jemput teman saya,” Ucapnya berbohong sambil terus membawa tubuhnya keluar dari perkarangan rumahnya.


Aleea memberhentikan taksi yang melintas di dekat tempat ia berada. Ia menaiki dan memberitahu alamat kampusnya.


Aleea berada di dalam taksi yang sempat ia pesan untuk pergi ke kampusnya.


Di dalam perjalanan ia mengingat kejadian beberapa menit yang lalu ketika dirinya masih berada di rumah mereka.


Air mata nya mulai membasahi pipinya, air mata yang sempat ia pendam agar tidak keluar akhirnya keluar juga.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


Suara tangis Aleea, sesekali ia memukul dada nya karena terasa sesak.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


Suara tangis Aleea sangat memilukan. Sehingga supir yang sedang menyetir sesekali melirik kaca spion untuk melihat seorang wanita yang sedang menangis. Supir itu tampak kebingungan untuk melakukan apa.


“Nona kita sudah sampai,” Ucap supir saat taksi yang ia kendarai telah sampai tujuan yang Aleaa katakan.


Aleea tersentak, ia melihat keluar jendela. Benar dia sudah sampai di kampusnya. Tapi ia tidak mungkin untuk datang ke kampus dengan penampilan seperti ini. Wajah yang sembab akibat banyak menangis.

__ADS_1


“Pak, bisa antarkan saya ke alamat ini?” Ucap Aleea sambil menunjukan alamat di ponsel nya.


Sedangkan di lain tempat, setelah Sean melihat Syeila yang telah sedikit tenang ia kemudian melepaskan pelukan.


“Sudah tenanglah, kalau begitu aku pergi dulu,” Ucap Sean kemudian ia melangkahkan kaki nya keluar dari ruang makan menuju garasi mobil nya.


“Pak. Anda tidak mengantar istri saya?” Ucap Sean saat melihat supir yang biasa mengantar Aleea pergi ke kampus.


“Maaf tuan. nona Aleea bilang tadi teman nya sudah menjemput nona,” Ucap supir dengan sedikit ketakutan.


Sean berpikir mungkin Aleea di jemput sahabatnya sehingga ia terburu-buru pergi dan tidak sempat sarapan.


Sean kemudian melangkahkan kaki nya kembali, tapi baru beberapa langkah pelayan rumahnya memanggilnya.


“Maaf tuan. Apakah ini punya nona Aleea. saya menemukannya didepan ruang makan,” Ucap pelayan tersebut dengan memberikan sebuah dompet yang berisi beberapa kartu didalam sana.


“Kamu menemukannya dimana bik?” Tanya Sean kembali setelah melihat dompet kartu milik istrinya.


“Saya menemukannya si depan ruang makan tuan, sebelumnya nona terlihat seperti terburu-buru setelah saya tidak sengaja menabrak nona dan tas milik nona jatuh.” Ucap Pelayan.


“Saya ingin menyapa nona kenapa tidak masuk ke ruang makan dan nona malah berdiam diri di depan ruangan itu bebebrapa menit,”


“Tapi sebelum saya menyapa nona, beliau sudah membalikan badan dan mengakibatkan saya menambrak nona,” Ucap pelayan dengan menundukan kepalanya merasa ketakutan.


Deg!


Jantung Sean berdetak semakin cepat mendengar perkataan pelayan tersebut. Badannya seperti kaku tidak dapat bergerak sedikit pun.


“Apakah aleea melihat dan mendengar semuanya.” Gumam nya sedikit ketakutan.


“Tuan. Apakah tuan baik-baik saja?” Ucap supir saat melihat sean yang hampir terjatuh tidak kuat menopang tubuhnya sendiri.


“Istri saya pergi kemana pak?” Tanya sean yang mencoba untuk menegakan tubuhnya kembali.


“Ke arah sana tuan,” Ucap supir sambil menunjukan ke arah pintu gerbang rumah mereka.


Teman aleea tidak pernah menjemput aleea di luar pintu gerbang. Teman Aleea selalu mengantar dan menjemput Aleea di dalam perkarangan rumah mereka.


Sean mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celana nya. Mencari nomor istrinya dan mencoba untuk menelpon nya.


Tuuuutt...


Panggilan terhubung tapi tidak di angkat.


Sean mencoba melakukan kembali panggilan tersebut tapi sudah sebanyak delapan kali tercapai pangilan tersebut tidak ada yang menjawab.

__ADS_1


“By.. Kamu dimana? jangan buat aku takut.” ucap lirih sean yang hanya dapat di dengar olehnya.


__ADS_2