
Didalam ruangannya Sean melihat ponsel dan membuka room chat pesan dari Aleea dan tanpa minat dia untuk membalasnya.
Aleea hari ini ada janji dengan Sams untuk menemani Sams membelikan kado buat Maminya yang akan berulang tahun dua hari lagi.
Sekarang Aleea berada di dalam mobil Sean. Setelah selesai perkuliahan di Kampusnya Aleea di jemput oleh Sams menuju ke Mall terkenal di daerah kota N.
Lima belas berlalu mereka sampai di Mall yang mereka tuju.
Segera Aleea melepaskan seat bell dan segera keluar dari mobil tanpa menunggu Sams.
Melihat tingkah Aleea, Sams hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Segera Sams mempercepat langkahnya agar Mereka berjalan beriringan, banyak yang mengira mereka sebagai pasangan.
Pakaian Sams saat ini santai kaos polos pas body yang digabungkan dengan slim fit jeans dan sneakers dengan warna netral.
Sedangkan Aleea menggunakan kemeja yang sebagian dimasukkan ke dalam celana panjangnya dan sepatu sneakers miliknya.
Walaupun menggunakan pakaian yang sederhana tetapi kecantikan dan ketampanan mereka tidak bisa di tutupi.
Disepanjang perjalanan ke dalam Mall semua mata tertuju kepada mereka, terlihat sepeti pasangan yang sangat serasi.
“Kamu mau mencari kado seperti apa buat Mami?” Tanya Aleea pada Sams yang berada tepat disampingnya.
“Aku tidak tahu barang apa yang cocok untuk Mami”. Jawab Sams.
Mereka sudah memasuki beberapa toko tapi Sams tidak menemukan satu pun barang yang cocok untuk diberikan kepada Maminya.
Aleea berpikir kado apa yang cocok untuk Maminya Sams.
Beberapa barang yang terlintas dipikirkannya Aleea segera mengajak Sams masuk ke dalam sebuah toko ternama.
Sekarang mereka di dalam sebuah toko perhiasan.
Setelah beberapa menit melihat-lihat Aleea mendapatkan untuk dijadikan cocok untuk dijadikan sebagai kado.
Dilihatnya sebuah cincin yang di hiasi oleh berlian sepanjang lingkaran cincin tersebut.
Cincin itu terlihat simple tapi elegant.
Sebenarnya Sams sudah memiliki kado untuk Maminya tetapi saat Sams ingin mengajak Aleea jalan Aleea selalu menolaknya.
Akhirnya muncul ide agar Aleea mau jalan dengannya.
Sams sengaja hari ini tidak ke kantor demi bisa jalan dengan Aleea.
Setelah selesai berbelanja Sams mengajak Aleea untuk mengajak Aleea ke sebuah Restoran yang sudah di pesannya.
Sams berniat untuk menyatakan perasaannya kembali kepada Aleea.
__ADS_1
Saat memasuki kedalam Restoran Aleea penasaran kenapa sepi tidak ada seorang pun yang makan disini.
Seorang pelayan menyambut mereka.
“Silahkan lewat sini Tuan.. Nona” Ajak pelayan tersebut yang diikuti oleh Aleea dan Sams dibelakang nya.
Restoran tersebut dihiasi dengan banyak macam warna bunga mawar dan bunga daisy.
Bunga kesukaan Aleea.
Aleea dan Sams duduk disebuah meja yang dikelilingi oleh lilin dan berbagai macam warna bunga mawar dan bunga daisy.
Melihat itu semua Aleea penasaran apakah mereka salah masuk Restoran yang telah dipesan seseorang. Merasa tidak enak akhirnya Aleea bertanya kepada Sams.
“Sams... kita tidak salah masuk Restoran?, Restoran ini sepertinya sudah di pesan.” Ucap Aleea pelan kepada Sams yang berada didekatnya.
“Tidak. Aku yang memesannya,” Ucap Sams yang membuat Aleea terkejut, tetapi dengan cepat Aleea menutupi rasa terkejutnya.
Aleea dan Sams tengah menikmati makanan yang telah mereka pesan yang diiringi oleh suara alunan biola yang membuat suasana menjadi semakin romantis.
Selama dua puluh menit mereka menyantap hidangan didepan mereka.
Sams segera bangkit dari kursinya, berjalan mendekati Aleea yang ada didepannya. Sams berjongkok dengan mengeluarkan sebuah cincin yang telah dipilih oleh Aleea untuk Maminya Sams.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Sams membuat Aleea merasa tidak pantas mendapatkan ini semua.
Sams sosok yang sangat baik bagi Aleea, sosok yang membuat Aleea merasa terlindungi.
Aleea mulai menyukai Sams. Seandainya Aleea tidak dijodohkan dengan Sean, mungkin Aleea akan menerima Sams sebagai kekasihnya.
“Sams! Apa yang kamu lakukan” Ucap Aleea yang terkejut dengan perlakuan yang dibuat oleh Sams.
“Aleea... apakah kamu mau menikah dengan ku?”. Ucap Sams lemah di suara bariton nya sambil menundukan kepalanya.
“Sams kamu tahu akan segera menikah jangan seperti ini ku mohon.” Ucap Aleea dengan nada lemah dengan mata yang sudah berkaca-kaca, sesekali Aleea mendongakan wajahnya ke atas agar air matanya tidak jatuh.
“Kenapa Alee... kenapa... Kau tau betapa Aku sangat mencintaimu” Ucap lirih Sams sambil mendongakan wajah nya untuk melihat Aleea yang berada tepat didepannya.
“Ini keinginan Ibuku sebelum Ia meninggal. Aku tidak bisa menolaknya”. Ucap Aleea dengan air mata yang mulai membasahi kedua pipinya.
Hiks.. Hiks..
Melihat Aleea yang sudah menangis terisak. Sams segera berdiri mencoba menenangkan Aleea dengan membawanya ke dalam pelukannya.
Sams membiarkan Aleea membasahi kemeja yang ia gunakan, Aleea masih menangis di dada bidangnya.
Hiks.. Hiks..
*“*Maaf Sams aku tidak bisa menerimamu,”
__ADS_1
Ucap lirih Aleea yang hampir tak terdengar.
“Iya. Jangan menangis lagi.” Ucap Sams yang sedang melonggarkan pelukan dan ia menghapus air mata Aleea yang masih setia mengalir.
Kembali membawa Aleea kedalam pelukannya.
Melihat Alee sudah tenang Sams mengajak Aleea pulang.
Sepanjang perjalanan Aleea dan Sams tidak yang bersuara.
Sekitar tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Aleea.
Aleea segera melepas seat bell dan akan segera membuka pintu. Sebelum Aleea turun terdengar suara yang membuat Aleea berhenti.
“Alee… ini undangan pesta ulang tahun dari Mami, Mami tidak bisa langsung memberikannya karna ada hal yang telah dilakukan”. Ucap panjang Sean kepada Aleea seperti tidak merasa canggung sama sekali akan kejadian tadi.
“Aku akan datang ke pesta ulang tahun Mami”. Ucap Aleea yang masih setia melihat ke bawah.
“Pasti Mami senang melihat Putri kecilnya yang sudah lama tidak bertemu, Mami sangat merindukanmu Putri kecilnya”, Ucap Sams sambil melihat Aleea yang di sampingnya.
Sebelum keluarga Sams pindah, Aleea sudah sangat dekat dengan keluarga Sams.
Rumahnya Sams berdekatan dengan Aleea. Orangtua Sams dan Aleea bersahabatan.
Orangtua Sams selalu menganggap Aleea seperti Putri mereka sendiri, karna suatu keadaan membuat mereka pindah dan menetap dinegara tersebut sehingga sampai sekarang belum bertemu kembali.
Mendengar jawaban Sams, Aleea segera melihat kearah Sams sambil menganggukan kepala sebagai jawaban.
“Aku pamit sudah malam, Kamu berhati-hati dalam berkendara.” Ucap Aleea segera keluar dari mobil tanpa menunggu jawaban dari Sams.
Sams masih setia menunggu sampai sosok wanita yang dicintainya tidak terlihat lagi Sams segera menjalankan mobilnya kembali ke Apartemen miliknya.
...****************...
Tinnn!!
Suara klakson mobil Sams, saat melihat seseorang berlarian yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mobil nya.
Chiitt,
Suara rem dari pengendara mobil.
Sams dikejutkan dengan seseorang yang hampir saja tertabrak mobilnya.
Dilihatnya seorang Wanita cantik yang hampir saja ditabrak oleh nya.
Segera Sams keluar dari mobil itu.
“Kalau mau mati jangan didepan mobilku” Ucap Sams dengan nada tingginya kepada wanita itu.
__ADS_1
“Maaf Tuan”. Ucap wanita itu dengan suara terengah-engah karna berlarian cukup jauh segera ia bergeser kesamping mobil Sams.
Bersambung