Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Bersembunyi


__ADS_3

Aleea berada di dalam kamarnya, setelah ia pulang dari acara makan bersama keluarganya. Ia hanya mengurung dirinya didalam kamar. Ia melihat Sean dan Syeila berada di negara ini yang tampak sangat bahagia. Walaupun sudah dua tahun tapi rasa sakit itu masih sama bahkan terasa lebih menyakitkan dari sebelumnya.


Keesokan harinya, Aleea sedang berdiri di depan cermin, ia melihat dirinya yang tampak sangat berantakan, dengan mata yang sembab karena habis menangis dan rambut acak-acakan.


“Ayo. Alee kamu pasti bisa.” Gumamnya untuk menyemangati dirinya sendiri. Sambil ia hapus air mata yang masih menetes di pipinya.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu Aleea di ketuk dari luar. Tidak berapa lama suara gadis terdengar begitu nyaring dari luar kamarnya.


“Onty! Kenapa kamarnya dikunci? Alice mau masuk onty.” Ucap Alice didepan pintu kamar Aleea dengan masih mengetuk pintu kamar tersebut.


“Kalau Alice tau aku habis menangis pasti banyak sekali pertanyaan gadis itu, belum lagi pasti ia akan bertanya kepada yang lain kenapa aku menangis,” Gumam Aleea.


Tok! Tok! Tok!


“Onty! Buka pintunya! Onty tidak kenapa-kenapa kan didalam?” Tanya Alice yang masih mengetuk kamar Aleea dengan semakin keras karena tidak mendapat balasan dari dalam.


“Sebentar ya sayang onty mandi dulu,” Ucap Aleea dari dalam kamarnya. Setelah ia mengatakan itu tidak terdengar lagi ketukan pintu dari luar.


Aleea keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga dimana semua orang berada. Ia melihat orangtua nya yang berbicara dengan Sams terlihat tampak serius dan melihat Alice dengan menampilkan wajah cemberutnya.


“Kalian sudah mau pergi nak?” Tanya Anna saat melihat Aleea masuk ke dalam ruangan itu dengan menggunakan pakaian yang rapi.


Belum sempat Aleea menjawab pertanyaan mamanya dirinya sudah di kejutkan dengan gadis kecil itu yang mulai memeluk dirinya.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


“Alice kenapa sayang?” Tanya Aleea yang mulai membawa gadis itu kedalam dekapannya dan mengelus surai indah milik Alice yang masih menagis mencoba menenangkannya.


“Kakak tidak mau bermain dengan alice, kakak meninggalkan alice sendiri disini.” Ucap gadis itu sambil menampilkan wajah lucu dengan air matanya yang membasahi pipi.


Sedangkan raisha hanya bisa menggelengkan kepalanya menghadapi gadis kecil itu. Sudah berapa menit ia mencoba membujuk Alice tapi gadis itu tidak mau mendengarnya.


“Bagaimana Alice ikut onty saja. Kita pergi sama Uncle Sams untuk pergi bermain.” Tanya Aleea pada alice yang masih didalam dekapannya.


Gadis itu melonggarkan pelukannya dan ia mulai berkata “Apakah boleh onty?”


“Tentu saja boleh sayang. Yasudah Alice ganti baju dulu yah, onty tunggu disini.” Ucap Aleea yang diberi anggukkan kepala oleh Alice.


Aleea duduk disamping orang tuanya setelah ia melihat Alice sudah keluar dari ruangan itu.


“Sams. Kamu tidak keberatan jika Alice ikut bersama kita?” Tanya Aleea.


“Tidak masalah. Aku tidak keberatan sama sekali.” Jawab Sams.

__ADS_1


Aleea sedang berada di dalam mobil Sams, mereka dalam perjalanan ke sebuah Mall ternama di kota itu. Alice sejak tadi ia selalu berceloteh apa yang ia inginkan, sesekali percakapan itu ditimpali oleh Aleea ataupun Sams. setelah tiga puluh menit perjalanan mereka sampai ditempat yang mereka tuju.


Mereka berjalan beiringan yang dengan Aleea mengandeng tangan Alice. Mereka menuju ke salah satu toko yang menjual permainan untuk anak-anak.


“Onty Alice lihat kesana dulu ya,” Ucap Alice yang di beri anggukan kepala oleh Aleea.


Aleea duduk di sebuah kursi yang disediakan oleh toko tersebut. Ia melihat Alice yang sedang memilih beberapa mainan untuknya. Pandangannya tidak lepas dari gadis kecil itu. Ia selalu melihat ke arah Alice ke manapun gadis itu berjalan.


...****************...


Seorang pria tengah duduk di meja kerjanya tengah menerima telepon seseorang dari seberang sana.


“Kamu kenapa tidak menandatangani surat perceraian kalian. Aleea mengirim surat perceraian kembali.” Ucap seorang wanita dari ujung sana.


“Kan sudah Sean bilang. Aku tidak akan menceraikan Aleea sampai kapanpun!” Ucapnya dengan nada datar disuara baritonnya.


“Tapi ini sudah dua tahun Sean!” Ucap seorang dari seberang sana dengan suara yang sedikit kuat.


“Aku membiarkannya untuk menenangkan diri. Membiarkannya sembunyi dariku saat ini. Tapi jika sudah waktunya aku akan mengambilnya kembali.” Ucap Sean


“Mama pikir aku tidak tau saat ini Aleea ada dimana! Aku bisa saja sekarang juga membawanya kembali kerumah kami yang baru.” Lanjutnya kembali.


Yang menelepon Sean saat ini adalah Regina, mama dari Sean.


“Mama pikir Sean tidak tau jika selama ini mama ikut menyembunyikan Aleea.” ucapnya dengan nada dingin.


“A-apa ya-yang kamu ka-katakan.” Ucap Regina dengan terbata.


“Mama tidak usah lagi berpura-pura. Sean sudah tau, bahkan mama lebih menyetujui Aleea bersama pria lain di bandingkan kembali kepada Sean.”


“Mama tidak tahu siapa sebenarnya pria yang mama bela selama ini. Jika mama tahu mama pasti akan membencinya,”


“Sudah ya mah Sean ingin menemui ISTRI Sean dulu,” Ucap Sean dengan menekan kan kata istri pada kalimatnya.


“Sean! Ka-kam..,” Ucapanya terputus karena Sean memutuskan pangilan telepon tersebut secara sepihak.


“Apa yang harus aku lakukan.” Gumam Regina sambil berjalan kedepan dan kebelakang karena ia binggung apa yang harus ia lakukan saat ini.


Regina mengambil ponselnya mencoba untuk menelepon Aleea tetapi panggilannya tidak dijawab olehnya. Ia coba panggil kembali tetapi tetap sama tidak ada jawaban sama sekali. Kemudian ia mengirimkan pesan untuk Aleea.


Pesan yang dikirimkan Regina untuk Aleea.


“Nak. Kamu berhati-hati sean selama ini mengetahui keberadaan kamu. Mama harap kamu baik-baik saja dan sean tidak menemukan dirimu.”


Aleea yang baru saja keluar dari kamar mandi tidak mengetahui ponselnya sejak tadi bergetar menandakan bahwa ada yang menelepon.

__ADS_1


Ceklek!!


Aleea membuka pintu kamar mandi, ia keluar dan baru beberapa langkah ia dikejutkan dengan seseorang yang menutup mulutnya rapat-rapat.


“Eeeemmm, Lepas!” Ucap Aleea.


Aleea mencoba melepaskan dari pria yang ada dibelakangnya. Tetapi apa yang ia dapatkan, bekapan itu makin kuat. Sepanjang perjalanan Aleea memberontak tetapi bekapan itu tidak melonggar sedikitpun.


Aleea tidak tahu saat ini ia akan dibawah kemana oleh pria itu. Dilihatnya saat ini ia berada ke sebuah ruangan kosong.


Awww!


Aleea meringis, ketika tubuhnya didorong sehingga ia masuk kedalam ruangan itu. Tetapi pria itu malah meninggalkan aleea diruangan itu sendirian.


Ceklek!!


Suara pintu dikunci dari luar. Aleea berlari mendekati pintu tersebut.


Took! Took! Took!


Pintu itu di ketuk kuat oleh aleea.


Tolongg! Tolong!


Ucap aleea sambil mengetuk pintu itu tapi tidak ada jawaban dari luar.


Tok!! Tok!! Tok!!


“Buka pintunya. Aku mohon! Keluarkan aku dari sini!” ucap aleea kembali.


Tok!! Tok!! Tok!!


Aleea terus mengetuk ruangan itu sampai tangannya sakit tetapi tidak ada jawaban dari luar sama sekali.


Sedangkan seorang pria yang berada di ruangan tersebut hanya menatap aleea dengan tatapan yang sulit di artikan. Sejak tadi ia menatap apa yang Aleea lakukan, tidak sedikitpun pandangannya lepas dari Aleea.


“Sudah cukup bersembunyi nya,” Ucap seorang pria yang berada di ruangan itu, dengan nada dingin di suara baritonnya.


“Sudah waktunya kita kembali pulang,” Lanjutnya kembali.


Deg!!


“Suara ini,” Batin aleea saat mendengar suara pria yang sangat ia kenali.


“Tidak mungkin itu dia, untuk apa dia melakukan ini.” lanjut aleea kembali.

__ADS_1


__ADS_2