
Aleea yang berada di kamarnya sedang bersiap untuk pergi ke kampus.
Aleea hari ini menggunakan Dress berwarna Hitam Motif Bunga selutut, Rambut Aleea di gerai dengan Mode Curly, Wajah hanya menggunakan bedak tabur tanpa riasan dan bibir diberi pelembab.
Tampilan Aleea hari ini sangat cantik dan terlihat lebih Muda.
Ia berada di depan cermin, setelah ia merasa penampilan nya sudah cukup. Ia mengambil tas dan beberapa buku yang akan ia bawa ke kampus hari ini.
Aleea melangkah kan kakinya keluar dari kamarnya. Ia melihat Sean bersama seorang pria yang baru ia ketahui namanya. Mereka tampak begitu serius, ntah apa yang sedang mereka bicarakan sehingga begitu seriusnya.
Sean yang mendengar suara langkah kaki, ia pun mendongakan wajahnya dan melihat Aleea yang sudah rapi untuk pergi ke kampus.
“By! Kamu mau pergi sekarang?” Tanya Sean yang sudah berjalan mendekati Aleea di depannya.
Aleea yang melihat Sean yang mendekatinya ia menghentikan langkahnya tepat di depan Sean.
“Iya. Aku akan pergi ke kampus. Aku seperti nya akan pulang lama. Sams mengajak ku bertemu ada yang ingin dia sampaikan.” Jawab aleea.
Sean yang mendengar perkataan aleea hanya bisa diam. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.
“Kamu istrinya Sean ternyata, aku kira kamu adik dari pria menyebalkan ini,”
“Kok bisa kami mau menikah dengan pria seperti dia?”
Ucap Harry yang menghampiri Aleea dan Sean. Sean yang mendengar ucapan Harry hanya mendengus kesal. Sedangkan Aleea hanya menampilkan senyuman karena ia tidak tahu harus merespons seperti apa.
“By, dia teman ku yang berada di negara A, di berkunjung kesini karena ada sesuatu uang ingin dia urus.” Ucap Sean yang di balas anggukan oleh Aleea.
Harry berdiri tepat di depan Aleea, ia memandangi Aleea dengan tatapan kagum. Sean yang melihat harry yang menatap istrinya dengan tatapan itu ia membawa tubuh Aleea agar berada di belakangnya.
“Posesif banget sih!” Ucap harry yang melihat tingkah Sean.
“Aku ini teman mu, tidak mungkin aki merebutnya dari dirimu,” lanjutnya kembali.
“Walaupun kamu tenan deket ku, aku tetap harus berhati-hati, sekarang sudah banyak diluar sana PIO.” Ucap Sean.
“PIO?” Tanya Harry yang diberi anggukan oleh Sean.
“Iya! PIO. Pencinta istri orang.” Ucapan sean dengan menekankan setiap kata yang terucap dari bibirnya.
Aleea yakin jika ia masih berada di sana pasti pertikaian itu akan masih tetap berlangsung.
__ADS_1
“Aku pergi dulu ya.” ucap Aleea yang membuat dia pria di depannya terdiam sambil memandang nya.
“Aku antar saja ya?” Tanya sean yang di balas gelengan oleh Aleea sambil berkata, “Tidak. Kamu masih ada kedatangan tamu.
Sean hanya dapat memandang punggung Aleea yang sudah berlalu. Menatap punggung itu sampai punggung itu tidak nampak kembali oleh matanya.
Aleea menegendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia hanya fokus dengan mobil uang ia kendarai sesekali ia mengikut beryanyi bersama suara radio yang terdengar di dalam mobilnya.
“Hai Aleea. Bisa kita bicara sebentar?”
“Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu,”
Ucap Xander yang berada di samping mobilnya. Aleea sedikit terkejut mendengar suara Xander yang sudah terdengar ketika ia baru saja keluar dari mobil miliknya.
“Hah, aku sedang terburu-buru ada kelas siang hari ini” ucap Aleea yang sedikit terburu-buru.
“Yasudah. Jika kamu ada waktu bilang aku ya.” Ucap Xander dengan lembut.
Beberapa jam kemudian.
Aleea melangkahkan kakinya memasuki sebuah Cafe yang telah ia janjikan sama Sams. Cafe yang letak nya tidak jauh dari kampus Aleea.
“Sudah lama?” Tanya Aleea yang sudah menduduki tubuhnya tepat di depan pria tersebut.
“Tidak. Aku baru juga sampai sekitar sepuluh menit yang lalu.” Ucap pria tersebut.
“Kamu ingin memesan apa?” Tanya Sams sambil melihat Aleea yang berada di depannya.
“Tidak, minum saja. Aku baru selesai makan sebelum kesini.” Jawab Aleea yang di berikan anggukan oleh Sams tanya ia mengerti.
“Apa yang ingin kamu tanyakan?” Tanya Aleea setelah ia melihat pelayan telah meninggalkan meja mereka.
Sams menarik napas dengan perlahan. Kemudian ia mengucapkan yang membuat Aleea tersentak dengan perkataan yang di sampaikan oleh Sams.
“Apa kamu bahagia?” Ucap Sams yang menatap Aleea dengan tatapan yang sangat dalam.
Perasaan itu masih ada, bahkan ketika Sams harus pergi menjauh dari Aleea agar bisa melupakannya. Tapi perasaan itu masih sama tidak pernah hilang sedikitpun.
Aleea yang tadinya menundukan wajahnya kini dia mendongakan wajahnya menatap pria yang sedari tadi melihatnya.
“Aku cukup bahagia dengan pernikahan ku. Sean menjaga ku dengan baik.” Ucap Aleea dengan nada lembut.
__ADS_1
Sams menatap Aleea. Tatapan mereka saling bertemu, tatapan yang selalu ia rindukan tatapan yang menyejukkan. Ia mengambil tangan Aleea yang berada di atas meja, kemudian ia genggam tangan Aleea begitu erat.
“Aku ingin kamu melupakan ku, hiduplah dengan bahagia.” Ucap Aleea sambil memberikan tepukan pelan di punggung tangan Sams, kemudian ia melepaskan genggaman tangan tersebut. Sams yang merasakan gengaman tangan nya di lepas hanya menatap aleea dengan kecewa. Kemudian dengan cepat ia merubah wajahnya dengan menampilkan senyuman di wajahnya.
Sedangkan di tempat yang sama seseorang tengah duduk sambil menatap Aleea dengan tatapan yang sulit diartikan.
Pria itu mengepalkan kedua tangan sehingga buku-buku tangan pria itu memutih. Raut wajah yang mengeras dan tak lupa urat leher yang terlihat dengan jelas.
“Sean. Bukan kah itu Aleea?” Ucap Harry yang melihat Aleea berada di Cafe yang sama.
“Terus pria yang bersama dengannya itu siapa?” Tanya Harry sambil menunjuk ke arah meja yang di diduduki oleh Aleea.
Sean melihat sekilas Harry yang berada di sampingnya. Kemudian ia menatap Aleea kembali. Menatap dengan tatapan mematikan.
“Sean. Ayo kita ke meja Aleea, kita tanya kan langsung siapa pria itu,” ucap Harry yang sudah mengangkat tubuhnya untuk ke berjalan ka arah meja yang di tempati Aleea.
Sean hanya mendengus melihat tingkah temannnya itu. “Sudahlah, biarkan saja. Pria itu hanya teman Aleea.” Ucap Sean dengan nada datar.
“Tapi sepertinya pria itu juga menyukai Aleea.”
“Banyak sekali rivalku yang menginginkan Aleea.” Ucap Harry kembali yang mendapatkan pelototan dari sean. Sedangkan Harry hanya menampilkan senyuman yang mununjukan gigi putihnya.
Beberapa menit Aleea dan Sams sedang berbicara dengan santai.
“Aku ke kamar mandi dulu,” ucap Aleea yang melangkahkan kakinya menuju ruangan yang ia tuju.
Tapi tiba-tiba Aleea di kejutkan dengan suara keributan oleh orang-orang yang berada di Cafe itu.
“Tidak tahu, tiba-tiba wanita itu pingsan,”
“Kasian banget tapi, wanita itu sedang hamil,”
“Iya. Tapi beruntung saja suaminya cepat datang,” jadi bisa membawa istrinya ke rumah sakit dengan cepat.
Dengan jelas Aleea mendengar desis-desus orang-orang yang berbicara dengan teman nya.
Deg!
Aleea melihat sesorang yang mengendong seorang wanita dalam gendongannya. Tampak jelas wanita pria itu dengan raut yang di penuhi dengan kecemasan di wajah pria itu.
Aleea hanya menatap punggung pria itu sampai tidak terlihat karena terhalang pintu keluar dari ruangan itu.
__ADS_1