Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Mempunyai Rival


__ADS_3

Aleea sedang memainkan ponselnya membalas pesan grup. Sesekali Ia tersemyum ketika membaca pesan yang di kirimkan oleh teman-temannya


Aleea terlonjak kaget ketika ada seseorang memangggil namanya. Ia mendongakan wajah nya melihat ke arah pria yang memanggilnya namanya.


“Aiden! Sedang apa kamu disini?” Ucap Aleea ketika melihat pria yang memanggilnya seorang yang dia kenal.


Aiden mengerutkan tangan nya ketika di tanya oleh Aleea.


“Seharusnya aku yang bertanya kenapa dia ada disini, bukan malah sebaliknya bertanya?” Ucap Aiden.


“Oh. Aku menemani suami ku.” Ucap Aleea sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.


“Sekarang dia sedang ke toilet,” lanjutnya kembali.


Aiden mendengar ucapan Aleea, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedikit masam. Tapi ia kemudian merubahnya seperti semula.


Aiden sudah tau jika Aleea sudah menikah jadi dia tidak kaget lagi apa yang aleea bilang tadi. Tapi ia pikir pernikahan aleea tidak bahagia maka dia siap memberikan kebahagiaan untuk Aleea.


Aleea dan Aiden yang sedang asik berbincang tidak mengetahui jika suaminya sudah kembali dan telah berdiri di sampingnya.


“Sayang kamu lagi sama siapa?” Ucap Sean, kemudian mengecup singkat pipi Aleea dan duduk di tempat tadi tepat di samping Aleea.


“Sean! Apa yang kami lakukan? Ini di tempat umum!” Ucap Aleea ketika mendapatkan kecupan di pipinya.


Sean hanya menampilkan senyuman di bibirnya ketika Aleea mengeluarkan protes.


“Kenapa malu By. Kita kan sudah MENIKAH, dan itu hal wajar kita lakukan.” Ucap Sean sambil menatap Aleea yang di sampingnya, tapi ia menekan kan kata menikah sebagai simbol kepemilikannya.


“Tapi kan, gak juga di sini,” Ucap Aleea yang melihat sekitarnya.


“Jadi kalau berdua bisa lebih dari sekedar kecupan,” Ucap Sean sambil menaik turunkan alisnya.


Aleea mendengus mendengar ucapan Sean.


“Apa sih, gak jelas!” Ucap Aleea dengan pipi yang sudah merona.

__ADS_1


“By. Kamu sakit? Pipi kamu memerah.” Ucap Sean.


“Aww! By sakit loh.” Ucap Sean yang mendapat cubitan kecil di pinggangnya. Walaupun tidak sakit tapi namanya juga Sean yang penuh dengan drama.


“Kamu sih iseng kali.” Ucap Aleea yang mulai ikut mengelus pinggang Sean.


Aiden yang hanya memperhatikan pasangan suami istri itu dari kursinya. Jika di lihat dari tatapannya, tatapan yang sulit di artikan. Terlihat seperti tatapan yang mengecewakan.


“Oh. Iya, Sean kenali ini Aiden teman ku,” Ucap Aleea sambil menunjuk ke arah Aiden.


“Dan Aiden ini Sean, suami yang aku bilang tadi.” Ucap Aleea sambil menunjuk ke arah Sean untuk memperkenalkan kedua nya.


“Aku uda kenal sama dia By. Beberapa kali kami bertemu dalam pertemuan bisnis atau pergi ke acara seperti ini.” Ucap Sean menjelaskan kepada Aleea.


“Oh. Ku pikir kamu belum saling kenal.” Ucap Aleea sambil menampilkan senyuman yang menampakan deretan giginya.


“Aku tanya sama kamu By, kamu kalau bisa kenal sama Aiden?” Ucap Sean pada Aleea.


Sean memperhatikan pria yang di depan nya. Dari tatapannya dapat di lihat jika pria ini menyukai istrinya.


Sean pernah mendengar dari rekan-rekannya bahwa Aiden seorang yang sangat menakutkan dalam dunia bisnis. Ia tidak akan segan-segan membuat perusahaan seseorang bangkrut dalam beberapa jam saja. Ia tidak ingin deketi oleh seseorang, jika orang itu tidak menarik baginya. Jadi bisa ia simpulkan bahwa ia sekarang sedang tertarik dengan istrinya.


“Aku kenal dia dari teman aku. Dia sepupu teman aku.” Ucap Aleea menjelaskan kepada.


“Karena ada beberapa insiden aku dan dia, jadi kamu bisa menjadi dekat.” Ucap Aiden melanjutkan perkataan Aleea.


Sean yang mendengar perkataan Aiden tidak terima, karena Aiden menekan kan kata menjadi dekat. Berarti benar dugaan dia, jika pria ini benar-benar menyukai Aleea.


“Oh, sudah dekat yah.” Ucap Sean dengan nada sedikit mengejek.


“Jadi ku harap anda tau Aiden jangan terlalu dekat dengan istri saya, karena aku tidak mau ada gosip yang tidak mengenakan jika kalian berdua bersama.” Ucap sean dengan serius.


“Kamu tenang saja. Kami kalau bertemu tidak hanya berdua kok, ada Selena dan Mark juga” Ucap Aleea untuk menyakinkan.


“Aku percaya kamu By, tapi aku tidak percaya sama pria yang dekat dengan wanita tanpa melibatkan perasaan.” Ucap Sean setelah mendengar perkataan. Aleea.

__ADS_1


Aleea menyikut tangan sean yang berada di sampingnya. Ia tidak enak pada Aiden yang berada di sana. Sedangkan Aiden ia tidak bisa berkutik setelah mendengar ucapa Sean, karna yang di ucapkan oleh Sean semuanya benar. Ia telah menyukai Aleea sehingga ia bisa dekat dengan Aleea.


“Maaf Tuan Sean, aku tidak suka istri orang. Tapi jika seseorang meninggalkan Aleea, saya sebagai pria sanggup menggantikan posisi pria itu.” Ucap Aiden yang tidak suka denganperkataan sean.


Suasana yang tadinya nyaman sekarang menjadi semakin memanas karena perdebatan dua orang pria di depannya.


Tatapan mata Aiden dan Aleea terlihat sangat jelas. Tatapan penuh dengan ketidaksukaan satu sama lain. Jika di tv sudah ada tatapan yang memenuhi api di setia sudut masing-masing.


Tatapan mata Aleea terputus karena Aiden memutuskan dahulu ketika namanya sudah di panggil oleh Asisitennya.


Aleea bersyukur jika Mark datang di waktu yang tepat. Ia harus berterima masih pada Mark yang sudah membantunya terhindar dari suasana yang menegangkan.


“Alee, aku pergi dahulu. Besok jika aku ada waktu senggang aku akan ke tempatmu.” Ucap Aiden yang sedang mulai berdiri dari tempat yang ia duduki. Aleea hanya mengganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Aleea hanya menatap punggung Aiden yang semakin lama semakin jauh tertutup di antara orang-orang yang berada di sekitarnya.


Beberapa menit kemudian Aleea dan Sean menikmati pesta malam ini. Aleea memakan makanan yang ia ambil tadi. Aleea sedang menikmati chocolate fountain. Ia memasukan makanan itu ke dalam mulutnya.


Sedangkan Sean yang berada di seberangnya menikmati cupcakes yang telah di ambilkan Alea untuknya.


“By! Setelah ini ada yang ingin kamu kunjungi?” Tanya Sean sambil menikmati cupcakes yang masih berada di piring nya.


“Tidak ada, aku hari ini ingin beristirahat saja. Bagaimana. Jika besok saja kita perginya.” Ucap Aleea yang menatap Sean untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


“Yasudah. Malam ini kita beristirahat saja di villa.” Jawab Sean. Ia juga setuju dengan perkataan Aleea karena malam ini mereka akan beristirahat dan besok mulai mencari kemana mereka akan tuju intuk jalan berdua.


Setelah beberapa menit mereka menghabiskan makanan mereka, mereka di kejutkan oleh seseorang yang bergabung dengan mereka tanpa permisi.


Aleea membelalakkan mata nya melihat seseorang yang sudah lama tidak ia jumpai.


“Kamu! Sejak kapan kamu pulang ke sini? Kenapa tidak mengabariku saat kamu berada di sana?” Ucap dengan antusias yang memberikan beberapa pertanyaan.


“Kamu kebiasaan deh! Kalau bertanya tidak bisa satu-satu,” Ucap pria itu sambil memberantakkan dan membenarkan kembali puncak kepala Aleea. Sedangkan Aleea mendengus mendapat perlakuan dari pria itu.


Sean menatap Aleea yang terlihat begitu dekat dengan pria lain membuat hatinya sedikit sakit. Perasaan tidak terima jika Aleea harus dekat dengan pria lain walaupun hanya sebatas teman.

__ADS_1


“Mungkin ini yang di rasakan Aleea ketika ia masih bersama Syeila tanpa melihat ke arah Aleea sedikit pun.” Batin Sean sambil masih melihat ke arah Aleea yang sedang asik berbicara dengan pria lain.


“Rival satu telah pergi datang lagi rival selanjutnya.” Gumam Sean yang hanya dirinya sendiri yang dapat mendengarnya.


__ADS_2