Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Membalasnya?


__ADS_3

Seorang pria masih betah berada di ruang kerjanya. Kaca mata masih bertengger di hidungnya. Malam semakin larut, udara di ruangan itu semakin terasa dingin di kulitnya.


“Huuh! Sudah habis ternyata,” Ucapnya ketika melihat gelas yang telah kosong di tangan nya.


Ia melihat ke meja asistennya yang sudah tidak ada di tempatnya. Ia melihat jam yang berada di dinding sudah menunjukan pukul satu dini hari. Ia mulai mengemasi barangnya untuk ia bawa pulang.


Suara derap kaki pun terdengar. Udara dingin semakin terasa di kulitnya. Ia melihat dua orang pria sedang berjaga di depan kantornya.


“Pak. Sudah mau pulang? Mari saya antar pak.” Ucap pria setelah melihat bos nya keluar dari kantor miliknya.


“Tidak usah pak. Saya menyetir sendiri saja.” Ucap pria itu kemudian berjalan melewati dua pria yang berjaga di depan kantornya.


“Aku kasihan melihat tuan Sean sekarang, sudah beberapa minggu ini beliau terlihat sangat murung.” Ucap pria itu.


“Aku dengar beliau seperti itu karena ditinggal istrinya sehingga beliau sering marah-marah jika ada yang melakukan kesalahan sedikitpun,”


“Aku sempat syok mendengar pak Sean sudah menikah, aku pikir pak Sean belum menikah ternyata sudah hampir setahun dan kita tidak mengetahuinya,” ucap pria itu yang di balas anggukan kepala oleh lawan bicaranya.


Mereka masih menatap punggung Sean yang terlihat sangat lesuh tidak ada semangat untuk nya.


Setelah menghabiskan sekitar dua puluh menit Sean sampai di kediaman nya. Sean melangkahkan kakinya masuk ke ruangan yang selalu ia kunjungi. Jika ia melihat merindukan istrinya ia selalu berada di ruangan itu. Ia sengaja membuat kamar Aleea dahulu menjadi ruangan pribadi jika dirinya penat menjalani harinya.


Ceklek!


Suara pintu terbuka. Ia melangkah kan kakinya masuk ke dalam ruangan itu. Harum semerbak masuk ke indra penciuman nya ketika ia masuk kedalam ruangan itu. Harum vanila bercampur strawberry, seperti aroma tubuh istrinya yang membuatnya tenang.


Ia melihat ruangan itu di setiap sudut terdapat foto Aleea. semua barang Aleea ia letak di satu ruangan. Ia membawa langkah kakinya masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


Ia mendekati meja yang tersimpan barang-barang Aleea, sengaja ia letakan sana agar jika ia tidak bisa tidur ruangan ini yang akan menjadi pengobat rindunya kepada istrinya.


Ia ambil ponsel aleea yang sengaja aleea tinggal di ruangan itu. Karna aleea tau di ponsel miliknya itu telah dipasang gps oleh Sean.


“Kenapa tidak bisa hidup, oh! ternyata habis baterai,” ucap sean kemudian ia mengisi daya ponsel itu dan di letakan diatas nakas.


Sean menidurkan tubuhnya di atas kasur tersebut. Ia melihat setiap foto Aleea yang terpajang diruangan itu.


“By. Kamu dimana?” Gumam Sean pelan sambil meneteskan air mata yang mulai membasahi pipinya.


“By. Pulang ya, aku sangat merindukanmu,” lanjutnya kembali dengan air mata yang terus mengalir. Tidak berapa lama kemudian Sean tertidur diatas kasur milik Aleea.


Kicauan burung terdengar nyaring, nuansa dingin membuat insan yang tengah tertidur semakin merapatkan selimut yang menutupi tubuhnya. Ntah sudah berapa lama ia tertidur di kamar tersebut.


Beberapa menit kemudian matanya mulai terbuka secara perlahan untuk menyesuaikan dengan cahaya di ruangan tersebut.


Ia mainkan ponsel Aleea untuk menemukan yang membuat istrinya benar-benar meninggalkan nya. Setelah beberapa menit ia memainkan ponsel terbut tapi tidak menentukan hal yang mencurigakan. sehingga ia membuka pesan yang ada di ponsel Aleea.


Rahangnya mengeras dan terlihat jelas urat di lehernya setelah menemukan sebuah pesan yang dikirimkan oleh seseorang dengan nomor yang ia kenal.


“Jadi kamu yang membuat, Aleea ku pergi,” gumam nya sambil berjalan keluar kamar dengan wajah yang merah padam dan genggaman tangan yang memutih terlihat jelas buku-buku di sela jarinya.


“Walaupun kau wanita aku tidak akan segan menghancurkan kamu,” Batinnya.


“Tuan, saya ingin menyampaikan proyek kita dinegara M disana sedang mengalami masalah.” Ucap Justin saat melihat Sean yang berada di depannya.


“Kamu urus saja itu, ada yang lebih penting yang harus aku lakukan,” Ucap Sean dengan melangkahkan kakinya dengan cepat.

__ADS_1


Sean mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Tiinnnn


Tiinnnn


Suara kelekson dari mobil Sean. Saat mobilnya ingin mendahului mobil yang lain. Beberapa menit kemudian ia sampai di sebuah Mansion mewah tempat wanita itu menginap semalam.


BRAK!!


Semua orang yang berada didalam sana tersentak ketika suara pintu dibuka dengan sangat kuat.


“Sean! Apa yang kamu lakukan?” Ucap seorang wanita paruh baya yang melihatnya dengan tatapan yang membingungkan. Ia tidak tahu kenapa Sean tiba-tiba datang kemarahan di wajahnya.


“Dimana perempuan itu! Keluarlah kau sebelum aku membawamu dengan paksa kesini.” Ucap Sean.


Perkataan Sean membuat semua orang disana bingung mendengar itu. Tiba-tiba seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan itu.


“Kakak! Aku merindukanmu,” Ucapnya kemudian memeluk tubuh Sean dengan sepihak.


Aaarrgghh!!


Suara wanita itu ketika lehernya di pegang erat oleh Sean.


“Sean apa yang kamu lakukan, kamu bisa membuh*h nya,” ucap seorang yang ada di ruangan itu.


“Dia harus mat* di tanganku setelah apa yang ia lakukan sehingga ia memilih untuk pergi,” Ucap Sean dengan tangan yang masih di leher wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2