Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Trending


__ADS_3

Sean sejak tadi memperhatikan Aleea yang duduk di sampingnya. Wanita itu tidak ada mengucapkan sepatah kata pun kepadanya sejak mereka duduk di sampingnya.


“Kapan acara ini selesai?” Gumamnya saat melihat orang-orang sekitarnya tengah asik menikmati pesta itu. Ia sudah tidak betah berada di acara itu, apalagi Sean tidak melepaskan genggaman tangan mereka.


Alee berpikir sejenak untuk keluar dari sini, ia dapat satu alasan untuk keluar dari sini.


“Sean. Lepas dulu, aku mau ke kamar mandi dulu.” Ucap Aleea yang masih berada di samping Aleea, sambil menunjuk ke arah genggam tangannya.


Sean mengerutkan dahinya mendengar ucapan yang Aleea katakan. Ia tahu ini pasti akal-ajakan Aleea agar bisa pergi darinya. Tidak akan ia biarkan Aleea pergi menemui pria itu, walaupun disana ada teman aleea yang lainnya.


Dengan seringai licik di wajah nya ia mengeluarkan kata dari bibirnya. “Ayo.” Ucap Sean.


Aleea hanya diam saja tidak mengerti apa yang Sean ucapkan. Sean Melihat aleea tidak bersuara kemudian ia mengatakan mengulangi kembali ucapannya. “Ayo By. akan aku antar kamu bilang ingin ke kamar mandi.” Ucap Sean yang mulai berdiri disamping aleea.


“Bukan itu maksudku, aku yang pergi sendiri saja. Tidak enak di lihat yang lain.” Ucap aleea kembali.


“Aku tahu kamu akan melarikan diri lagi, jika aku tidak mengantar kamu.” Ucap Sean yang masih berdiri disamping Aleea.


“Jadi kamu jangan berpikir untuk bisa kabur dari sini, karena aku yakin wajah kamu sudah terkenal sekarang sebagai nyonya Cullen.” Ucap Sean dengan senyuman di wajahnya.


Deg!!


Aleea tidak berpikir ini akan terjadi. Ia mengambil ponselnya yang di spam chat oleh teman-temannya.


Ia membuka ponselnya dan melihat apa yang di kirim oleh teman nya.


Ziva : Alee kamu dmn? Buka Sosmed sekarang wajah kamu sudah terkenal


Shea : Alee kenapa kamu bisa trendi g di Sosmed?


Selena : Alee kamu jangan keluar sendiri banyak para wartawan yang sedang menunggu di luar.


Tubuh Aleea lemas, ketika membaca pesan yang di kirimkan oleh teman-temannya. Ia segera melihat Sosmed dan benar saja namanya trending di berbagai negara.




#SeanAleea 363k tweet




Aleea Cullen 122k tweet


__ADS_1



Aleese Cottage 12k tweet




Masih banyak lagi yang membicarakan Aleea dan Sean di berbagai berita yang sedang di tayangkan oleh media luar maupun dalam negeri.


Sean yang melihat Aleea hanya berdiam di tempatnya dengan wajah yang sedikit pucat mencoba memangil Aleea yang berapa di sampingnya.


“By. Kamu kenapa?” Tanya Sean yang masih berada di sampingnya sambil membelai tangan Aleea.


Aleea hanya memberikan tatapan sinis kepada Sean dan memajukan beberapa senti bibirnya. Ia mencoba melepaskan gengaman tangan nya dari Sean tapi genggaman itu semakin kuat.


“Sean.. lepaskan dulu, kamu lihat ini.” Ucap Aleea sambil memperlihatkan berita tentangnya yang beredar di media.


“Biarkan saja By. itu resiko menikah dengan pengusaha seperti ku. Nyonya Cullen.” Ucap Sean dengan bangga, aleea hanya memberikan tatapan sinis matanya mendengar ucapan Sean.


“Baiklah Tuan muda Sean yang terhormat,” Ucap aleea dengan datar.


“Hahahaa.” Sean yang mendengar perkataan Aleea hanya tertawa dengan lepas. Ia merindukan suasana seperti ini melihat wajah aleea yang cemberut seperti ini.


“Sudah lama aku tidak melihat tuan Sean tertawa lepas seperti ini.” Gumam Justin saat melihat tuannya bahagia seperti ini.


Sean memberikan kecupan di punggung tangan aleea. Aleea membeku merasakan kecupan basah di tangan nya. Ia melihat ke arah Sean dengan sekilas kemudian ia mengubah pandangan ke arah yang lain. Ia masih belum bisa memaafkan Sean dengan apa yang ia sembunyikan.


Malam semakin larut acara juga Sean sejak tadi membawa Aleea bersama nya untuk memperkenalkan istrinya kepada kolega bisnisnya yang lain hanya sekedar berbincang tentang bisnis yang sedang mereka kerjakan.


“Sean aku sudah sangat lelah, bisakah kita beristirahat dulu.” Ucap Aleea sambil menguap.


Sean yang melihat itu menganggukan kepalanya, ia pamit kepada kolega yang lain untuk mengantar istrinya ke kamar mereka.


Ting!


Suara pintu lift terbuka.


Aleea memasuki lift tersebut yang di ikuti oleh Sean di sampingnya. Sean menekan angka dua belas yaitu lantai tertinggi di villa tersebut.


“Sean. Ini bukan kamar aku, kami memesan di lantai sepuluh.” Ucap Aleea saat melihat angka di tombol tersebut.


“Kamu akan menempati ruangan yang harus kamu tempati By.” Ucap sean kembali.


“Tidak mau, aku akan tetap tinggal di kamarku bersama temanku yang lain.” Ucap aleea yang masih ingin tetap bersama temannya.


“Aku mohon By... malam ini saja tinggallah dengan ku,” Ucap sean dengan lemah di suara baritonnya. Aleea tidak menjawab perkataan sean.

__ADS_1


Setelah beberapa menit mereka telah sampai di lantai dua belas. Lantai tertinggi tersebut tidak sembarangan orang bisa masuk ke ruangan itu. Disana hanya Sean yang bisa masuk kedalam ruangan itu.


Mereka melangkahkan kakinya menuju kamar utama villa tersebut. Sepanjang jalan aleea di buat takjub dengan bangunan yang sangat indah. Bagunan yang terlihat klasik tapi modern.


Ceklek!!


Pintu terbuka dari luar. Sean membawa tubuhnya masuk ke dalam ruangan itu.


“Masuklah By,” Ucap Sean yang membukakan pintu ruangan itu dengan sedikit lebar.


Aleea dengan ragu melangkahkan kakinya masuk kedalam keruangan tersebut. Ketika Aleea masuk ke dalam ruangan itu matanya tertuju satu foto yang membuat matanya fokus ke foto tersebut yaitu foto pernikahan nya dengan Sean yang terpampang jelas saat ia memasuki ruangan itu.


Ruangan itu penuh dengan foto dirinya dan Sean saat mereka berada di daerah ini tiga tahun yang lalu. Lalu matanya melihat satu gambar yang membuat air matanya mengalir membasahi pipinya.


Aleea memandangi foto yang berada di dinding foto hasil usg dan alat kehamilan yang sudah di bingkai dengan sangat rapi di atas sana.


“By.. kalau kenapa menangis?” Tanya Sean yang melihat Aleea mengeluarkan air mata nya.


“By.. ada yang sakit? Kamu jangan buat aku khawatir, aku panggilkan dokter ya untuk memeriksa mu.” Ucap Sean panjang lebar ketika ia tidak mendapat jawaban darah Aleaa.


Aleea tidak bergeming ia masih menatap foto-foto mereka yang ada di dinding. Ia tidak tahu sejak kapan foto itu di ambil dan di pajang di ruangan itu.


Sean yang sudah mengerti apa yang terjadi dengan Aleea, ia hanya mengucapkan beberapa kata dari bibirnya.


“Aku sengaja memajang foto-foto kita disini agar aku merasa selalu di temani dengan mu.”


“Aku merasa tenang walaupun hanya bisa memandangi foto mu saja,”


“Kamu pasti ingin bertanya darimana aku mendapatkan foto-foto ini.”


“Aku sengaja membayar fotografer terkenal di daerah sini untuk memfoto kita dengan sembunyi.”


Ucap Sean dengan panjang lebar.


“Maaf. Jika kamu merasa keberatan dengan aku memajang foto kita bersama di ruangan ini,” lanjutnya kembali.


“Aku tidak masalah dengan itu,” Ucap aleea.


“Kamu terserah memilih kamar yang mana. Dua-dua sama luasnya. Aku tahu kamu tidak ingin tidur bersamaku,” Ucap Sean menjelaskan kepada Aleea.


“Kamu masuk saja, barang-barang punya kamu sudah ad di dalam,”


“Aku ke ruangan kerja ku dulu, ada beberapa yang harus alu urus,” ucap Sean kembali.


Aleea hanya menetap punggung Sean yang sudah mulai menghilang karena pintu ruangan kerjanya sudah tertutup. Kemudian ia memasuki kamar yang akan ia tempati untuk beristirahat malam ini. Sebelumnya ia akan mengirimkan pesan kepada temannya agar tidak mengkhawatirkan dirinya.


Aleea membuka ponselnya dan menulis di room chat grup mereka. “Aku malam ini tidak bisa datang ke tempat kalian, karena sejak tadi Sean tidak membiarkan diriku pergi darinya. Kalian tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja.” Setelah melihat pesannya terkirim ia meletakan di atas nakas dan membawa dirinya untuk membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2