
Sean berada di dalam mobilnya dengan pikiran yang tak menentu. Setelah ia resmi bercerai dengan Aleea, Sean bergegas kembali ke rumahnya yang berada di samping tempat tinggal kakaknya. Ia akan berencana segera kembali ke negara N untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya yang telah lama ia tinggalkan.
“Tuan. Apa tidak kita beritahu nona Aleea yang sebenarnya tentang tuan Sams sebagai ayah biologis dari putra nona Syeila.”
“Apakah tuan tidak bisa menjauhkan tuan Sams dari nona Aleea?” Ucap Justin sambil melirik tuannya dengan kaca spion, ia terus memperhatikan tuannya yang sejak tadi termenung di belakangnya
“Aku sudah tidak berhak mengatur untuk menjauhkan Sams dari Aleea.” Ucap Sean yang masih terus menatap ke luar jendela.
“Papa Adrich sudah mengetahuinya, aku rasa ia akan memberitahu Aleea yang sebenarnya siapa Sams.” Ucap Sean kembali. Justin yang mendengarkan itu hanya menganggukan kepalanya.
Beberapa menit kemudian Sean telah sampai di halaman rumahnya. Ia turun dan ketika hendak menutup pintu mobil miliknya tepat saat itu juga mobil yang mengantar Aleea juga sampai dirumah nya yang berada tepat di samping rumahnya.
Jika boleh berkata ia sangat sakit hati dan cemburu melihat kebersamaan Sams dengan Aleea saat ini. Tapi ia tidak boleh egois untuk tetap bersama Aleea tapi Aleea semakin sakit jika bersama dengannya.
“Tuan. Apa tuan baik-baik saja?” Ucap Justin saat melihat Sean yang menghentikan langkahnya saat melihat mobil yang membawa Aleea lewat depan rumahnya.
“Aku tidak apa-apa.” Ucap Sean kemudian ia melangkahkan kakinya menuju pintu utama yang diikuti oleh Justin di belakangnya.
“Uncle Tampan!” Panggil Alice saat melihat Sean yang sudah sampai di depan pintu utama.
Sean menghentikan langkah kakinya kemudian ia membalikan badannya dan melihat gadis kecil yang berlari ke arahnya.
“Jangan lari princess.” Ucap Sean saat melihat Alice yang berlari dan hampir saja terjatuh jika ia tidak menarik tubuh gadis kecil itu.
“Hehehe, akhirnya Alice tidak terjatuh.” Ucap Alice yang disertai dengan senyuman yang menampakan deretan giginya.
“Ada apa princess datang kesini?” Tanya Sean pada Alice yang berdiri di depannya.
“Mommy bilang Uncle besok akan pulang ke negara N?” Tanya Alice dengan menampilkan wajah sedih.
“Iya itu benar apa yang di katakan Mommy, Uncle akan kembali ke negara Uncle.” Jawab Sean membenarkan apa yang dikatakan.
“Kenapa menampilkan wajah seperti itu?” Tanya Sean yang melihat princess kecilnya tengah cemberut, sedangkan Alice ia hanya mengelengkan kepalanya enggan untuk menjawab pertanyaan Sean.
“Alice sedih, uncle nanti pasti jarang kesini.” Ucap Alice dengan wajah yang sudah ingin menangis.
“Uncle nanti akan sering kesini untuk melihat princess Uncle yang cantik ini.” Ucap Sean yang diberikan senyuman oleh gadis kecilnya.
“Janji ya Uncle.” Ucap Alice dengan wajah yang kembali ceria. Ia menunjukan jari kelingking nya yang di sambil oleh Sean. Alice menyebutnya janji kelingking.
Sean membawa Alice masuk kedalam rumahnya tapi langkah mereka terhenti ketika pengasuh Alice menjemput untuk pulang ke rumah nya.
“Nona. Alice di panggil nyonya.” Ucap pengasuh tersebut.
“Issh Mommy Alice baru keluar sebentar sudah di panggil saja. Alice kan masih rindu sama Uncle tampan.” Ucap gadis tersebut yang didengar orang disekitarnya.
Sean hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Alice.
“Princess pulang dulu ya kasian Mommy khawatir mencari princess.” Ucap Sean lembut sambil mengelus surai indah gadis kecilnya.
__ADS_1
“Iya Uncle. Alice pulang dulu ya. Uncle sudah janji kelingking sama Alice jadi harus sering datang kesini.” Ucap Alice yang di beri anggukan oleh sean.
“Bay! bay! Uncle.” Ucap Alice sambil melayangkan tangannya ke kanan dan ke kiri.
“Bay! bay! Princess.” Balas Sean. Ia terus menatap gadis kecilnya yang di tuntun oleh pengasuhnya kembali kerumah gadis tersebut.
Sedangkan di waktu bersamaan Aleea baru saja ingin turun dari mobil yang ia naiki terhenti ketika tangan nya di pegang oleh Sams.
“Aku ingin bicara dengan kamu Alee sebelum kita masuk kedalam.” Ucap Sams dengan serius.
Aleea hanya mengerutkan dahinya mendengar ucapan Sams.
“Kita sudah lama kenal kan alee?” Tanya Sams yang di beri anggukan oleh Aleea.
“Aku ingin kita segera menikah Alee, kamu tau kan jika aku dari dulu dan sampai detik ini masih sangat mencintaimu, Alee.”
“Maukah kamu bersamaku dan menuah bersamaku, Alee?” Ucap Sams kembali.
Deg!!
Jantung Aleea berdetak semakin cepat. Aleea menggangkat wajahnya menatap sams yang ada di samping ya. Bukan ini yang ia mau. Ia ingin. Sams jujur kepadanya. Apakah sulit untuk jujur kepadanya.
“Maaf Sams untuk saat ini aku belum bisa. Aku baru saja resmi bercerai, bagaimana bisa aku kembali untuk menikah kembali Sams?” Ucap Aleea.
“Jujur aku belum siap untuk menikah kembali.” Lanjut Aleea kembali.
“Tapi jika kamu dalam menungguku menemukan orang yang kamu cintai, jujur sama aku daripada kamu membohongiku.” Ucap Aleea kembali.
“Apakah ada yang kamu sembunyikan dariku Sams?” Tanya Aleea, dapat Aleea lihat wajah terkejut Sams saat Aleea memberikan pertanyaan kepadanya saat ini. Tapi segera ditutupi.
“Apa Aleea sudah tau tentang siapa ayah biologis putra Syeila. Tau dari siapa? Apa papa Aleea yang memberitahunya. Tapi jika mereka sudah mengetahui, pasti mereka akan menjauhkan Aleea dariku. Sudahlah Sams mereka pasti tidak mengetahuinya.” Batin Sams.
“Tidak ada. Aku tidak pernah menyembunyikan apapun dari mu alee.” Ucap Sams dengan pelan.
“Bohong. Kamu telah berbohong Sams.” Batin Aleea.
“Kamu pasti mengenalku jika aku membenci pembohong. Jadi aku harap kamu tidak akan pernah membohongi aku Sams.” Ucap Aleea kembali. Kemudian mereka turun dari mobil tersebut.
Mereka melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah milik Raisha, mereka berpisah ketika Sams ingin ke kamar mandi dan Aleea langsung menuju ruang keluarga. Ia terus melangkahkan kakinya ke ruang keluarga. Ia melihat kedua orangtuanya berserta kakak dan suaminya di dalam ruangan itu.
Bagaimana apakah Sams telah berkata jujur kepadamu Alee? Tanya Adrich saat melihat putri memasuki ruangan tersebut.
“Belum Pah.” Ucap Aleea, kemudian ia duduk disalah satu kursi yang ada diruangan itu.
Flashback
Tok! Tok! Tok!
Suara pintu kamar Aleea diketuk dari luar. Tidak sampai dua menit pintu itu di buka menampilkan wajah kedua orang tuanya.
__ADS_1
“Bolehkah kami masuk sayang?” Ucap Adrich yang dibalas anggukan oleh Aleea. Adrich perlahan masuk kedalam kamar Aleea yang diikuti Anna di belakangnya.
Aleea membawa langkah kakinya mendekati kedua orangtuanya yang sudah duduk di sofa yang ada diruangan itu.
“Alee ada yang ingin Papa tanyakan kepadamu tentang Sams.” Tanya Adrich saat melihat Aleea yang sudah duduk di sampingnya.
“Apa yang ingin Papa tanyakan? Kenapa tidak Papa tanyakan saja kepada Sams secara langsung?” Ucap Aleea.
“Ini menyangkut dengan kamu juga sayang. Setelah apa yang kami ceritakan, Alee bisa mengambil kesimpulan dan bisa memilih. Kami tidak akan membantah semua pilihan alee.” Ucap Anna dengan lembut.
“Apakah kamu menjalani hubungan yang serius dengan Sams?” Tanya Adrich tanpa menjawab pertanyaan Aleea sebelumnya.
“Alee masih bingung pah. Selama ini Sams bersama Alee Pah.” Ucap aleea pelan.
“Sams pernah bilang dia ingin bersama Aleea,”
“Bagaimana misalnya jika Sams sudah memiliki anak tanpa adanya pernikahan?” Tanya Adrich kembali sambil memandang putri nya yang berada tepat di depannya.
“Maksud Papa? Sams sudah memiliki anak?” Tanya Aleea dengan penasaran.
“Iya Sams telah memiliki anak, kamu pasti tidak percayakan? Papa sebelumnya juga tidak percaya sebelum ada bukti.” Ucap Adrich dengan serius.
“Ini Papa ada bukti tes DNA Sams dengan putranya.” Ucap papa Aleea sambil menunjukan surat tersebut.
Dapat Aleea baca disitu tertera bahwa 99,99% Samuel Richard Bernard ayah biologis dari saudara Brian Austin.
Deg!!
Jantung Aleea berdetak lebih cepat. Ia ingat nama tersebut.
“Apakah ibu dari anak itu adalah Syeila Pah!” Tanya Aleea kepada Papa nya.
“Iya. Mantan pacar dari Sean. Kamu juga mengenalnya.” Jawab Adrich.
“Papa tidak tahu bagaimana itu terjadi. Tapi yang Papa sangat sayangkan Sams meminta Syeila untuk menggugurkannya dan tidak mengakui anak tersebut.” Lanjut Adrich.
“Kenapa Sams sangat tega berkata seperti itu. Apa selama ini Sean juga tahu mengenai ayah kandung dari anak Syeila.” Batin Aleea.
Beberapa detik mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.
“Papa sudah memberitahu semuanya. Sekarang tergantung Aleea menyikapinya.” Ucap Adrich.
“Pah, Alee ingin ini menjadi rahasia kita saja. Alee ingin tau apa alasan Sams tidak mengakui anak yang di kandung oleh Syeila.”
“Baik sayang jika itu keinginan kamu, Papa kembali ke kamar dulu ya.” Ucap Adrich yang di balas anggukan oleh aleea.
Aleea hanya memandang punggung kedua orangtuanya sampai punggung itu tidak terlihat karena pintu kamarnya yang sudah tertutup.
Flashback Off.
__ADS_1