Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Dia lagi?


__ADS_3

Didalam kamar yang terlihat mewah terdapat sepasang yang telah menghabiskan malam panjang bersama.


Sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah-celah gorden sedikit menyinari ruangan ini. Syeila menggeliat pelan ia membuka matanya melihat ruangan yang sangat asing baginya yang hanya diterangi oleh cahaya matahari dibalik gorden. Syeila mendongak menatap pria yang masih tertidur pulas. Tubuhnya dipeluk erat pria membuat Syeila susah bergerak. Syeila menatap pria yang terlihat polos saat tidur. Tubuh mereka sama- sama tanpa busana mengingatkan kejadian semalam yang bukan mimpi baginya. Syeila memejamkan matanya ingin menangis pun percuma kegadisannya tidak akan kembali lagi.


“My God, bagaimana ia bisa berada di sini? Bersama pria ini.” Batinnya berkata.


“Bagaimana jika Sean tahu tentang kejadian ini. Apakah ia masih mau bersama denganku.” Lanjutnya sambil memejamkan matanya agar airmatanya tidak jatuh.


Syeila mencoba melepaskan pelukan dari pria tersebut. Diangkatnya tangan pria itu ke atas dengan hati-hati agar sang pria itu tidak terbangun. Pelan-pelan ia terbebas dari pelukan pria itu. Ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


“Aw...” suara Syeila kesakitan di daerah intimnya saat ia menampakan kaki nya diatas lantai. Dengan gerakan pelan-pelan ia menggutipi pakaiannya yang berserakan di atas lantai. Ia melihat baju yang ia pakai semalam sudah tidak layak di pakai. Ia mengambil kemeja pria itu, dengan berjalan sedikit tertatih menuju kamar mandi yang berada diruangan itu.


Beberapa menit setelahnya terdengar suara pintunya terbuka.


Ceklek!


Menampilkan Syeila yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah ia membersihkan tubuhnya.


Saat ini ia hanya menggunakan kemeja putih milik pria itu, yang terlihat seperti mini dress ketika Syeila yang menggunakan.


Syeila menatap pria yang masih tidur di atas king bed yang berada di ruangan itu. Ia mengambil barang miliknya dan ia berjalan keluar dari ruangan itu. Ia tak minat untuk membangunkan pria yang semalam telah menghabiskan malam bersamanya.

__ADS_1


Blam!


Suara pintu tertutup dari luar. Pria itu membuka matanya ketika wanita yang baru saja keluar dari ruangan. Ia tahu apa yang di lakukan wanita itu mulai dari pertama kali terbangun sampai saat wanita itu keluar dari ruangan itu. Pria itu hanya diam tanpa minat, ia merasa bersalah juga karna ya Syeila kehilangan yang selama ini ia jaga. Ia pikir wanita seperti Syeila hanya bisa menjual tubuhnya saja.


“Maaf,” ucapnya dengan nada rendah sambil menatap bercak darah yang berada di sampingnya.


...****************...


“Sayang! Kamu semalam kemana? Aku hubungi ponselmu tidak aktif. Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Sean pada kekasihnya. Saat ini mereka melakukan panggilan video.


“Sayang. Maaf kemarin setelah selesai makan siang bersama mama, mama mengajakku untuk menginap di rumahnya. aku terlalu lelah berdebat dengan mama akhirnya aku ketiduran dan lupa mengisi daya ponsel ku.” Jawabnya sambil menampilkan wajah sedihnya. Ia memilih ber bohong karna tidak mau kehilangan Sean di hidupnya.


Sekitar dua puluh menit mereka melakukan panggilan video yang harus di akhiri oleh Sean yang harus melanjutkan pekerjaanya.


...****************...


“Alee! Hari ini kamu ikut kan pergi ke toko buku? Setelahnya kita belanja sedikit, kita sudah lama tidak jalan bersama.” Tanya Ziva pada Aleea sambil menampilkan puppy eyes.


“Iya. Aku ikut kalian hari ini.” Jawab Aleea.


“Sean sudah pergi bertugas,” lanjutnya yang hanya di beri anggukan sebagai jawaban bahwa mereka mengerti apa yang Aleea katakan.

__ADS_1


Setelah selesai membeli beberapa buku, mereka kini berada di Store pakaian ternama, ketika ketiganya tengah asik dengan melihat dan memilih pakaia yang akan mereka beli. Sedangkan Aleea hanya melihat-lihat tanpa minat. Raganya disini tapi pikirannya berada kepada suaminya. Sudah seminggu Sean pergi tapi ia tidak pernah sama sekali memberi kabar atau menanyakan kabar Aleea. Ketika Aleea mengirim pesan Sean tidak pernah membalasnya ia hanya membacanya saja.


“Alee! Apa yang kau harapkan dari Sean. Ia tidak menyukaimu mana mungkin ia akan membalas pesanmu.” Gumam Aleea.


Brukk!


Tubuh Aleea hampir saja terjatuh jika tangan seseorang tidak memeluk pinggangnya.


“Maaf,” Ucap Aleea yang membenarkan posisinya seperti semula. Sedangkan pria didepannya hanya diam saja tidak memberi respon apapun.


“Kenapa bertemu dia lagi,” batin Aleea sambil melihat pria yang di depannya.


“Aiden! Kamu sedang apa disini?” Ucap Selena yang melihat Aiden yang berada didekat Aleea. Ia mendekat ke arah Aiden dan memeluk tubuh pria itu yang di balas juga dengan pelukan yang sama.


Ketiga temannya kaget melihat Selena yang memeluk seorang pria yang asing bagi ketiganya.


Selena yang peka melihat temannya, ia segera memperkenalkan pria itu kepada temannya.


“Sean! Ini Ziva dan ini Shea serta yang ini Aleea,” Ucap Selena yang memperkenalkan ketiga temannya sambil menunjuk satu-satu temannya.


“Dan ini Aiden, kakak sepupu ku,” lanjutnya memperkenalkan Aiden kepada ketiga temannya.

__ADS_1


Setelah perkenalan singkat dengan kakak sepupu Selena. mereka melihat Aiden yang berlaku bersama asistennya.


“Aiden memiliki beberapa perusahaan ternama, ia terkenal memang sangat dingin dan arogan. Ia tidak akan dengan mudah membuat perusahaan akan bangkrut dalam beberapa jam.” Lanjutnya kembali sambil melihat tubuh Aiden hilang dari pandangan mereka.


__ADS_2