Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Kamu! Mengikutiku?


__ADS_3

Aleea tengah duduk di sebuah meja yang terdapat di sekitar super market. Ia sedang meminum minuman yang ia beli sewaktu sampai disini.


“Kamu kenapa? Aku perhatikan dari tadi kamu seperti ketakutan.” Tanya seorang pria yang sedang duduk di depan Aleea.


Aleea yang sedang asik dengan minumannya ia mendongakan wajahnya dengan cup minuman yang masih di mulutnya. Sungguh sangat imut sekali.


Melihat tingkah Aleea seperti itu membuat pria yang berada di depannya semakin dibuat gemes sendiri.


“Ngak pa-pa,” Ucap Aleea sambil menggelengkan kepalanya.


“Kamu kenapa bisa ada di sini? Kamu tidak mengikuti ku kan?” Ucap Aleea sambil memincingkan matanya melihat pria yang ada didepannya.


“Ckkk, dasar jadi wanita kok kepedean.” Ucap sang pria yang menampilkan wajah tidak terima atas ucapan Aleea.


“Hahaha.. santai. Gitu aja sudah marah.. Dasar!” Ucap Aleea yang masih menampilkan senyuman di wajahnya.


“Oh God, cantik banget sih. Bisa gak usah senyum seperti itu membuat aku ingin memiliki.” Batin pria itu yang tertegun melihat senyuman manis Aleea.


“Hei. Aiden,” Panggil Aleea sambil menggoyangkan tangannya ke kanan dan ke kiri tepat di depan wajah Aiden. Tapi dia masih tidak mendengar panggilan Aleea, malah semakin melamun dan lihatlah dia tersenyum. Ntah lah Aleea sampai binggung sebenarnya apa yang di lamuninya sampai senyum-senyum seperti itu.


Yaa pria yang sedang berada bersama Aleea saat ini adalah Aiden, beberapa kejadian yang membuat Aiden harus mengantar pulang Aleea, semakin lama mereka semakin dekat.


Aleea melihat di sekitar meja mereka sesuatu yang bisa membangunkan Aiden dari lamunannya. Aleea terfokus pada es cream yang ia pesan beli tadi. Ia ambil es itu kemudian ia letakan di pipi Aiden, yang membuat sang empuh terkejut karena dingin di pipinya.


Aiden memicingkan matanya bahwa ia tidak terima dengan apa yang dilakukan aleea, ia kemudian membalas Aleea dengan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan aleea kepadanya.


“Aiden. Kamu kenapa membalasnya sih,” ucap Aleea dengan kesel dan ia mulai membersihkan wajahnya dengan tisu.


“Kamu sendiri kenapa iseng banget,” Ucap Aiden yang tidak terima dengan perkataan Aleea.


“Kamu nya aja dari tadi itu melamun, aku panggil malah senyum-senyum sendiri.” Ucap aleea yang masih membersihkan wajahnya.


Aiden terdiam melihat Aleea yang masih membersihkan wajahnya.

__ADS_1


“Disini,” ucap Aiden yang menunjukan tangannya ke arah pipinya sendiri agar dilihat oleh Aleea dimana noda yang tertinggal di wajah Aleea.


Aleea mengikuti petunjuk yang di perlihatkan oleh Aiden tapi tetap saja ia tidak bisa menghilangkan noda itu dari wajahnya.


Aiden mengambil tisu yang berada di atas meja itu, kemudian ia mengangkat tangannya mengarahkan ke arah wakaf Aleea yang terkena noda. Ia usap perlahan noda di wajah Aleea.


Aleea membolakan matanya mendapatkan perlakuan dari Aiden yang membersihkan noda di wajahnya.


Deg.


Pandangan mata mereka bertemu beberapa detik, yang harus terputus karena Aleea yang memutuskan pandangan tersebut.


Perasaan canggung menyelimuti keduanya. Aiden yang tersadar dengan tindakannya menjauhkan tangannya dari wajah Aleea.


“Maaf.” Ucap Aiden memecahkan keheningan, yang dibalas Aleea hanya dengan anggukan sebagai jawaban jika ia tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Aiden.


“Mobil aku tadi mogok disitu.” Ucap Aiden sambil menunjukan mobil yang sedang dibenahi beberapa orang yang terlihat juga di situ Asisiten Mark di sekitarnya.


“Tadinya asisten ku sudah ingin menelepon pelayan dirumah untuk membawa mobil yang lain kesini tapi aku melihat kamu yang berada disini jadi aku kesini saja untuk bertemu denganmu.” Lanjutnya dengan menjelaskan secara detail kepada Aleea.


“Anggap saja begitu,” ucap Aiden final.


“Kamu kok bisa berada disini? Bukannya kampus kamu masih jauh dari sini ya?” Ucap Aiden yang penasaran kenapa aleea bisa berada di sini.


“Lagi pengen duduk santai disini aja.” Bohong Aleea, karna ia tidak mungkin berkata jujur kalau ia sedang diikuti oleh seseorang.


“Kamu tidak bohongkan?”


“Tidak! Untuk apa aku berbohong.” Ucap Aleea sambil menampilkan senyum di wajahnya.


Aiden memandang aleea yang berada didepannya untuk melihat kebohongan di mata aleea. Ia percaya bahwa aleea sedang baik-baik saja.


“Kalau ada apa-apa jangan segan untuk meminta bantuan kepada aku. Aku akan membantu kamu jika aku bisa.” Ucap Aiden dengan tulus.

__ADS_1


“Iya! Terimakasih.” Ucap Aleea.


Mereka melanjutkan percakapan mereka yang di temani cemilan yang berada di atas meja.


Beberapa menit kemudian ketika mereka sedang asik berbicara mereka di kagetkan dengan sosok pria yang menghampiri meja mereka.


“Tuan. Mobilnya telah selesai anda ingin pergi sekarang atau nanti?” Ucap Mark yang sudah di samping Aiden.


Aiden melihat jam di tangannya sudah menunjukan waktu untuk melakukan rapat di perusahaanya.


“Aleea. Aku pergi dulu, kamu hati-hati dalam berkendara.” Ucap Aiden dengan tulus, kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari super market itu.


Aleea memandangi punggung Aiden yang semakin lama semakin menjauh dan menghilang.


Kejadian itu terekam jelas di kamera seorang pria berstelelan hitam-hitam dan memiliki badan kekar. Mulai Aleea bersama Aiden sampai Aiden yang sudah tidak ada di tempat itu.


setelah mengirim rekaman itu kepada Tuannya pria itu kemudian pergi meninggalkan super market itu.


... Sedangkan di suatu tempat terlihat seseorang yang sedang menggenggam kuat tangannya sehingga buku-buku di tangannya terlihat jelas berwarna putih menandakan jika ia sedang menahan emosi. Ia sedang melihat rekaman yang baru saja dikirimkan oleh anak buahnya yang beberapa hari ini mengikuti Aleea kemana pun.


Aleea melihat jam di tangannya menunjukan bahwa kelas mereka akan di mulai, ia segera mengambil barangnya yang berada di atas meja dan membuang beberapa sampah plastik ke tempat sampah.


Derap langkah kaki yang terdengar dari Aleea yang berjalan sedikit cepat ke arah parkiran mobil, Ia memasuki mobil miliknya dan mulai mengemudi dengan kecepatan sedang.


Aleea melihat dari kaca spion yang terpasang di mobilnya, melihat ke arah belakang mobil yang tadi masih mengikuti ia atau tidak, tapi sampai ia sudah mau memasuki area kampus mobil tadi tidak muncul juga.


“Syukurlah. Mobil itu tidak mengikuti ku lagi.” Ucap Aleea sedikit lega sudah sampai di kampusnya tanpa ada yang mengikutinya lagi.


Sesampainya di perakiran Aleea sudah di tunggu orang ketiga sahabatnya.


“Kamu kenapa lama sekali datang kesini? Kamu dari mana? Kamu tidak apa-apa kan?” Ucap Shea yang memberi beberapa macam pertanyaan kepada Aleea.


Aleea yang baru saja tiba disambut dengan beberapa macam pertanyaan membuatnya sedikit senang. Karna sahabatnya sangat khawatir dengan keadaannya.

__ADS_1


“Ceritanya panjang kenapa aku bisa sampai telat, nanti sudah selesai jam kuliah akan aku ceritakan.” Ucap Aleea beserta ketiga temannya meninggalkan area parkiran menuju kelas mereka.


__ADS_2