Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Yang pertama


__ADS_3

“Kamu tuh yah! Kebiasaan kali kalau bertanya langsung banyak. Bagaimana aku mau jawabnya.” Ucap pria itu yang menampilkan wajah sedikit kesalnya. sedangkan Aleea dia hanya menampilkan senyuman manisnya.


“Abisnya kamu tiba-tiba pindah mendadak, aku pun di kasih tau mama jika kamu sudah pindah ke negara A beberapa minggu yang lalu setelah kamu pergi dari negara ini.” Ucap Aleea panjang lebar untuk menjelaskan kepada pria di sampingnya.


“Maaf aku harus pergi buru-buru waktu itu karena ada beberapa insiden yang membuat aku harus pergi.” Ucap pria itu.


Aleea hanya mengganggukan kepalanya saat mendengar jawaban pria itu. Ia paham, ia tidak akan bertanya jika pria didepan nya ini tidak mau bercerita.


“Kamu kesini sama Om dan Tante? Dimana mereka aku tidak melihat mereka di sekitar sini.” Tanya pria itu, karena sudah beberapa menit ia tiba disini tapi tidak melihat kedua orang tuanya Aleea.


“Aku tidak bersama Mama dan Papa, tapi aku bersama Sean.” Ucap Aleea sambil melihat Sean yang berada di sampingnya.


Posisi Aleea di tengah, mereka duduk di meja bulat, Aleea berada di antara kedua pria itu.


Pria itu berpikir sejenak karena pernikahan Aleea dan Sean, ia sedikit banyaknya mengenal pernikahan yang di jalani oleh Aleea dan Sean. pernikahan yang tidak pernah di anggap oleh Sean.


Pria itu mengerutkan dahinya, jika ia keberatan dengan perkataan Aleea.


“Iya Sams! Aku dan Sean sudah berbaikan. Kami sepakat untuk memulai kembali pernikahan kami dari awal.” Ucap Aleea.


Perkataan Aleea membuat Sams yang awal nya terlihat bahagia kini wajahnya menjadi datar tanpa ekspresi.


Aleea melihat Sams yang tidak berbicara setelah Aleea menjelaskan sesuatu kepada Sams


“Sams! Kamu dengar aku kan. Apa yang aku katakan tadi?” Tanya Aleea pada Sams sambil memegang lengannya untuk membangunkan dari lamunannya.


Pria itu sedikit kaget ketika merasakan seseorang memegang lengannya.


Sams memberikan senyuman manisnya, kemudian ia melihat Aleea yang sudah menatapnya dengan tatapan teduh. Ia ambil tangan Aleea yang masih berada di lengannya ia bawa tangan itu kedalam genggaman nya.

__ADS_1


“Aku ingin kamu mulai sekarang selalu di beri kebahagiaan untuk mu.” Ucap pria itu kemudian ia kelepasan kan genggaman tangan mereka.


Sams letakan tangannya ke atas rambut Aleea. ia belai dengan penuh dengan cinta.


Sean yang melihat itu tidak terima istrinya di sentuh pria lain. Kemudian ia memegang tangan Sams yang masih berada di atas puncak rambut Aleea.


“Senang bertemu dengan anda Tuan Sams,” Ucap Sean dengan suara baritonnya kemudian ia mengambil tangan Sams, meletakannya ke atas meja ke tempat semula.


Sams mendengus melihat apa yang Sean lakukan kepadanya. kemudian ia tersenyum tipis, sangat tipe sampai orang tidak tau jika ia tersenyum.


“Aku titipkan Aleea kepada mu. tapi jika aku tau kau menyakiti nya lagi, akan aku ambil di dan kubawa sampai kau tidak bisa bertemu dengannya.” Ucap Sams pada Sean, yang di setiap kata ada penekanan.


Aleea yang melihat dua orang di depannya tidak akur, ia memegang tangan Sean yang berada di pahanya. Kemudian ia genggam. Sean yang merasakan tangannya di genggam, melihat siapa yang menggenggam tangannya. Ia melihat Aleea yang menggelengkan kepalanya, memberi tanda bahwa jangan membalas perkataan Sams. Sean yang paham kemudian ia mengganti topik pembicaraan mereka.


... Setelah menghadiri pesta pertemuan rekan bisnis mereka telah kembali ke villa yang mereka pesan bebebrapa hari ke depan.


Ceklek!


Suara pintu terbuka. Aleea keluar dari situ dengan menggunakan setelan baju tidur pendek berbahan satin.


Aleea melangkahkan kakinya mencari kehadiran suaminya. Ia yakin pasti suaminya terpikir apa yang di ucapkan Sams.


Ia melihat Sean yang berada di balkon. Kemudian ia mendekat ke arah Sean.


Aleea melangkahkan kakinya dengan cepat.


Aleea sudah mendekat ke arah Sean, tapi suaminya tidak mengetahui kehadirannya.


Aleea melingkarkan tangannya ke pinggang Sean, memeluk tubuhnya dari belakang.

__ADS_1


Sean yang merasakan ada yang memeluknya dari belakang. Ia yakin jika yang memeluknya saat ini ada lah istrinya. Ia menegangkan kedua tangan Aleea yang berada di depan perutnya. Seolah membalas pelukan Aleea.


“Jangan khawatir, aku percaya jika kamu sudah berubah. Jangan di pikirkan apa yang Sean bilang tadi.” Ucap Aleea yang semakin memeluk erat tubuh Sean, memberikan ketenangan untuk suaminya.


Sean hanya diam beberapa menit merasakan pelukan istrinya yang sudah melonggar, kemudian ia membalikan badannya menghadap arah Aleea.


Aleea terkejut sedikit ketika Sean yang tiba-tiba membalikan badan. Ia sedikit mendongakan kepalanya menatap Sean yang sudah menatapnya. Tatapan mata mereka menyatu.


Sean mendekatkan dirinya dikit demi sedikit hingga mereka bisa merasakan aroma tubuh masing-masing.


Cup


Sean memberikan ciuman. Sean tertawa kecil. Ia lalu mendekatkan dirinya lagi. Mendekatkan bibirnya pada bibir Aleea hingga sang empunya menutup kedua matanya.


Cup


Aleea tersentak kecil. Saat Sean memberikan kecupan ringan pada bibirnya. Meletakan kedua tangan besar miliknya pada pinggul milik Aleea.


“Pakai Lid*h,” Ucap Sean, kemudian ia melanjutkan kembali ciuman mereka. Sedangkan Aleea tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia mengikuti apa yang dilakukan Sean.


Sean semakin memperdalam ciuman mereka dengan menekan tengkuk Aleea dengan lembut. Aleea melenguh. Sean menggigit bibir Aleea agar memberikan akses masuk untuk lid*h Sean agar semakin dalam mengakses rongga mulutnya. Lid*h mereka pun saling bertemu. Menyapa satu sama lain, hingga berakhir dengan saling lilit dan bertukar sal*va hingga terdengar suara kecipak basah. Tangan Aleea lantas naik. Ke arah surai hitam kecoklatan milik Sean lalu m*rema*nya. Menyalurkan rasa enak yang ia terima dari permainan lidah mereka. Sean menyesap mulut Aleea dengan gerakan hati-hati, sekali-kali, ia gigit dengan lembut.


Sean m*rem*s bok*ng milik Aleea. Kemudian ia mengangkat tubuh Aleea ke dalam pelukannya. Aleea yang merasa melayang kemudian ia mendekatkan kakinya ke pinggang Sean dan ke dua tangannya di pundak Sean.


Sean berjalan dengan Aleea yang masih di digendongannya. Ia berjalan ke arah tempat tidur mereka tapi panggutan keduanya tidak terlepas.


Sean meletakan Aleea ke atas tempat tidur, mengukung Aleea yang berada di bawahnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Panggutan mereka semakin dalam mencari ken*kmat*n masing-masing.


Sean semakin memperdalam ciuman mereka. Seperti mereka tidak ada lagi untuk kata besok. Aleea hanya bisa m*rem*as rambut Sean.

__ADS_1


__ADS_2