Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Mulai dari Awal


__ADS_3

Aleea menatap wajah polos Sean yang sudah mulai menutup matanya kembali untuk masuk kedalam mimpi. Aleea terus menetap wajah Sean yang tepat berada di sampingnya.


“Tidurlah! Aku membawamu kesini bukan untuk melihat wajah ku tapi untuk menemaniku beristirahat.” Ucap Sean yang masih memejamkan matanya.


Malu. Yaa satu kata yang Aleea rasakan saat ini, ia benar-benar malu ketahuan mengagumi wajah suaminya itu.


Aleea menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang suaminya untuk menutupi wajahnya yang sudah sangat merah karena malu. Sedangkan Sean hanya menampilkan senyuman sangat tipis dibibirnya dan kembali memeluk istrinya dengan sangat erat.


Flashback


Setelah beberapa waktu hubungan Sean dan Syeila berakhir yang mengakibatkan Sean harus mendekam beberapa hari di kamarnya.


Malam ini sean mendapat undangan makan malam di rumah Aleea. Tidak mungkin ia melewatkan acara tersebut, bisa aja kedua orang tua Aleea curiga dengan pernikahan mereka.


Selama beberapa hari mereka tidak bertemu, malam ini Sean keluar dari kamarnya untuk memenuhi permintaan mertuanya untuk datang ke kediaman mereka bersama Aleea.


Sepanjang perjalanan Aleea tidak ada bersuara, hanya saja terdengar suara Sean yang sesekali menanggapi pertanyaan yang keluar dari bibir Justin mengenai pekerjaan. Mereka malam ini diantar oleh Justin asisten dari Sean.


Aleea memandang wajahnya keluar melihat suasana malam ini yang begitu cantik melalui kaca jendela di sampingnya.


Sean melirik sekilas Aleea yang berada disampingnya tapi ia memilih untuk mengabaikan nya.


Sekitar tiga puluh menit mereka sampai dengan kecepatan sedang dan tidak ada kemacetan untuk malam ini.


Mereka telah sampai di garasi mobil di kediaman orang tua Aleea, yang di minta Aleea untuk mematikan mobilnya di sana karena bisa melewati jalan singkat untuk masuk ke dalam rumah milik orang tua Aleaa.


“Sayang! Mama kangen.” Ucap Anna yang melihat putrinya sudah sampai, ia mendekati Aleea dan membawa tubuh putri yang sangat ia sayangi kedalam pelukannya.


“Alee juga kangen Mama,” Ucap Aleea membalas pelukan erat dari Mamanya. Ia memejamkan matanya menghirup aroma tubuh yang sangat ia rindukan dan sedikit menenangkan. Ia memeluk mamanya dengan sangat erat seolah ia berkata ia akan bertahan sebentar lagi.


“Cuma mama saja yang di rindukan? Papa tidak?” Ucap Adrich saat melihat kedua wanita yang sangat ia cintai saling berpelukan sambil menampilkan wajah yang di buat seolah sedih.


Aleea melepaskan pelukan dari mamanya. Kemudian ia melihat Papanya yang tepat berada di belakang mamanya.


Ia mendekat ke arah Papanya dan masuk ke dalam pelukan Papanya. Ia memeluk papanya sangat erat. Sedangkan Sean melihat Aleea yang di peluk oleh kedua orang tuanya hanya bisa berdiam diri melihat semua itu.


“Yasudah ayo kita makan malam dulu, selanjutnya kita bisa berbincang di ruang keluarga.” Ucap Anna setelah ia melihat suaminya telah melepas pelukan dari putrinya, kemudian ia mengambil lengan putrinya untuk berjalan beriringan keruang makan yang di ikuti suami mereka di belakangnya. Sedangkan asisten Sean sudah pamit setelah mengantar mereka di kediaman orang tua Aleea.


Mereka menikmati makan malam yang diiringi oleh canda tawa dari Aleea. Anna berpikir sudah lama momen ini tidak terjadi di rumah yang terlalu besar untuk di tempati berdua saja bersama suaminya.


Malam ini Sean mengetahui fakta bahwa istrinya bukanlah seorang wanita pendiam melainkan wanita yang sangat cerewet dan manja jika bersama orang yang dia sayangi.


Ia bisa merasakan kedekatan Aleea dan kedua orangtuanya yang tidak pernah sekalipun ia lakukan dengan orang tuanya. Ia sangat merasa iri dengan Aleea yang di beri kasih sayang yang melimpah oleh orang tuannya.

__ADS_1


Anna melihat Sean yang dari tadi diam saja, ia bertanya tentang keadaan Sean.


“Kamu baik-baik saja nak?” Tanya Sean yang sedari tadi hanya memainkan makanan yang berada di atas piring miliknya.


Pertanyaan Anna membuat Aleea dan Adrich menghentikan makannya melihat ke arah Sean. Sean yang tau arti tatapan itu ia berucap “Aku baik-baik saja Mah,”


“Yasudah kamu lanjutkan saja makannya,” Ucap Anna yang di balas anggukan oleh Sean.


Selesai makan malam mereka berkumpul di salah satu ruangan yang terdapat di rumah Aleea, sebuah ruang keluarga jika mereka memiliki waktu untuk berkumpul bersama.


Mereka duduk di sana di atas sofa yang tersedia di dalam ruangan itu.


Adrich duduk berdampingan dengan Anna yang berada disampingnya, sedangkan Aleea duduk didepan mereka yang Sean berada di sampingnya.


“Apakah kamu bahagia nak?” Ucap Adrich yang menatap ke arah anak dan menantunya.


Deg!


Pertanyaan Adrich membuat Aleea dan Sean bertatapan.


“Papa tau pernikahan kalian tidak baik-baik saja, bahkan kalian belum pernah sama sekali memulai mengenal satu sama lain Papa juga tau.” Lanjutnya.


Aleea dan Sean sama-sama kaget mendengar hal itu. Bedanya Aleea terpasang jelas wajah kagetnya sedangkan Sean ia bisa menutupinya dengan memasang wajah datar yang ia tunjuki kepada semua orang.


“Nak Sean. Papa sudah pernah bilang jika kamu tidak bisa membahagiakan putriku, kamu bisa mengembalikan putri papa ke rumahnya. Kami selalu menerima putri kami dengan tangan terbuka.” Ucap Adrich dengan nada lemah tetapi tetap terdengar menyeramkan bagi Aleea.


“Papa akan mengurus semua perceraian kalian. Kamu tinggal menanda tangani saja jika suratnya sudah keluar.”


“Dan untuk kamu Aleea, Papa sangat kecewa dengan mu. Kamu malah mengikuti kemauan suami mu untuk membohongi kami. Tapi kamu lupa bahwa Papa tau kapan kamu berbohong atau tidak.” Lanjutnya kembali.


Aleea hanya bisa menundukan wajahnya ke bawah menahan air mata yang akan jatuh. Ia merasa bersalah telah membohongi kedua orang tuannya. Bukan maksudnya membohongi kedua orang tuanya, tapi ia tidak ingin mempermalukan orang tuanya di depan semua orang jika tau pernikahan nya tidak bahagia.


Sean yang tadinya menunduk dan menunjukan wajah datarnya tiba-tiba wajahnya berubah menjadi merah dengan tangan yang menggenggam erat jari-jarinya sampai menampilkan buku-buku putih yang menandakan ia menahan emosinya.


Ntahlah. kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Adrich membuat ia tidak terima. Kenapa ia harus menceraikan Aleea di saat ia ingin memulai hubungan dengan Aleaa.


Yah dia akui dia egois dan ingin menang sendiri. Di saat dia mengetahui kekasihnya yang hamil dengan pria lain, ia malah meminta Aleea terus berada di sampingnya. Setelah ia mengetahui keluarga Aleea yang penuh dengan cinta, dirinya semakin egois untuk memilih Aleea untuk tetap menjadi istrinya. Ia ingin membuat keluarga yang penuh cinta di dalam rumahnya.


Sean mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk sambil berkata “Maaf Pah. Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Aleea.”


“Beri aku satu kesempatan Pah. Aku ingin melanjutkan pernikahan kami. Aku memulai dari awal hubungan ku dengan Aleea.” Lanjutnya dengan nada lemah di suara baritonnya.


Sean melihat Aleea yang duduk di sampingnya dengan sedikit bergetar, Ia ambil tangan Aleea ia bawa tangan itu ke atas pahanya kemudian ia genggam untuk memberikan sedikit ketenangan.

__ADS_1


“Al, ayo kita mulai dari awal. Aku mohon tetaplah bersamaku sampai kapanpun.” Ucap Sean sambil mengenggam tangan Aleea dengan begitu erat.


“Beri aku kesempatan Al untuk memulai semuanya, ayo kita mulai membenahi rumah tangga kita yang tidak pernah sama sekali kita mulai dari awal.” Lanjutnya kembali.


Aleea tidak menjawab sama sekali permintaan Papa dan Sean ia hanya memilih diam. Sangat sulit berada di posisinya saat ini.


Anna yang melihat suasana malam ini semakin mencekam, ia berinisiatif untuk meminta suaminya untuk beristirahat dan di lanjutkan besok pembicaraan ini.


“Pah. Ayo kita istirahat sudah malam dan Papa belum minum obat malam ini.” Ucap Anna yang membuka suara diantara perseteruan suami dan menantunya.


“Alee kamu bawa suamimu ke kamar kamu, kalian istirahat juga. Malam ini kalian menginap saja disini.” Lanjutnya kembali.


“Baik Mah!” Ucap Sean dan Aleea bersamaan.


Anna membawa suaminya ke kamar mereka meninggalkan Aleea bersama diruangan itu


Aleea melepaskan tangannya yang berada di genggaman Sean. ia bangun dari tempat duduknya menuju kamarnya yang diikuti oleh Sean yang tepat berada di belakangnya.


Sesampainya dikamar Aleea terus mendiamkannya. Sean paham Aleea butuh waktu sendiri untuk mengambil keputusan.


Selama beberapa hari ini Aleea tidak mau berbicara dengan Sean setelah kejadian di rumah orang tuanya. Selama itu juga Sean berubah mulai memberi kabar Aleea dan menanyakan kabar nya walaupun tidak pernah di balas oleh Aleea. Sean selalu berusaha untuk berbicara dengan Aleea tapi Aleea tidak pernah mau berbicara denganya.


Sean berubah menjadi lebih baik.


Sean tidak pernah menunjukan wajah datar dan arogannya lagi di depan Aleea. melainkan wajah yang meneduhkan, wajah yang ingin di beri kekuatan dan wajah yang kehilangan arah.


Hari ini Aleea akan kembali ke rumah kedua orang tuanya untuk bertemu dengan mamanya dan menceritakan semua kepada mama.


Aleea merebahkan dirinya dengan berbantal paha mamanya. Mereka sekarang berada di ruang keluarga. Aleea telah menceritakan kepada mamanya.


Dengan lembut mamanya membelai surai indah Aleea dengan sayang lalu ia berkata “mungkin ini jalan Tuhan untuk kalian berdua. Karna kalian menikah bukan hanya di lihat antara banyak manusia tapi Tuhan juga menyaksikan pernikahan kalian juga.”


Setelah menceritakan kepada Mamanya, Aleea bertekat ia memberi sean kesempatan tapi jika sean kembali berulah seperti kemarin maka ia akan pergi meninggalkannya.


Bahkan sampai ke ujung dunia pun Sean tidak akan kembali bersamanya ataupun hanya melihatnya saja Sean tidak akan pernah bisa.


Dan Sean menyetujui syarat yang Aleea buat. Walaupun tanpa adanya hitam di atas putih tapi syarat itu akan selalu Aleea dan Sean ingat sepanjang waktu.


Sebelum Sean melanjutkan perjalanan bisnisnya ke Negara A, Aleea telah menyutujui untuk memulai hubungan mereka dari awal.


Flashback Off


Aleea menggeliat dari tidurnya, ia membuka matanya melihat kamar yang baru saja ia masuki beberapa jam yang lalu. Aleea mendongakan wajahnya menatap Sean yang tengah menatapnya, tubuhnya di peluk Sean dengan sangat erat membuatnya susah bergerak.

__ADS_1


__ADS_2