Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Gadis Kecil


__ADS_3

Sean hanya bisa menatap punggung istrinya yang berada didalam pelukan teman-temannya. Kebahagiaan terpancarkan dari wajah istrinya saat bersama temannya tidak seperti saat bersama dengannya.


“Alee.. syukurlah kamu sudah bisa kembali dari suami mu yang gila itu,” Ucap Ziva setelah melepaskan pelukannya. Ia terus mengamati tubuh aleea terdapat luka atau tidak.


“Suamimu itu tidak memukul kamu kan? Tanya Ziva yang di berikan jawaban “tidak. Sean tidak memukulku sama sekali.” Balas Aleea.


“Mana tau suami mu itu memukulmu. Aku tidak percaya dengannya.”


Sedangkan kedua temannya Aleea yang menyadari kehadiran sean diruangan itu menyikut lengan Ziva agar tidak berkata yang lebih.


“Ckk. Kalian kenapa sih? Kalian kan tau suami Aleea. Oh ralat calon mantan suami Aleea seperti apa sikapnya.” Ucapnya salah dalam menyebut julukan yang diberikan Ziva. Ia tidak menyadari Sean juga berada di ruangan itu.


“Mulai dari pernikahan selingkuh, masih mengurusi hidup mantan, tidak sadarkah karena sikapnya anak yang aleea kandung harus meninggal.” Lanjut Ziva kembali.


“Tapi sekarang lihat. Dia tidak ingin menceraikan Alee. Benar-benar pria egois. Kalian lihatkan sudah dua tahun bukanya ia menyesal tapi semakin gila. Sangat menyebalkan!” (ucapnya dengan seperti ada kobaran api di matanya)


“Bagaimana aku dulu bisa mengaguminya hanya karena wajahnya yang begitu tampan.” (dengan menunjukan dirinya sendiri)


“Tapi beruntung ada Sams yang selalu menjaga aleea.” (ucapnya dengan menunjuk Sams yang jaraknya tidak jauh dari mereka)


“Lihat saja jika aku bertemu dengannya aku akan memukulnya sampai babak belur,” (ucapnya sambil memukul udara seolah itu adalah tubuh Sean)


Ucap Ziva dengan sangat antusias ketika menceritakan keburukan Sean.


Aleea meringis mendengar perkataan Ziva, memang benar semua yang dikatakan oleh Ziva. Tapi ia merasa tidak enak karena dengan terang-terangan Sean mendengar temannya tidak suka dengan sosok Sean.


“Ziva.” Panggil aleea pelan sambil mengelengkan kepalanya agar Ziva tidak membicarakan Sean lagi.


“Kenapa Alee? Kamu jangan terus membelanya. Suami kamu saja itu yang gila.”


“Membiarkan istrinya kehilangan anaknya, tapi ia malah merawat anak dari mantan kekasihnya.”


“Terus dengan pede nya dia minta kembali bersamamu dengan rasa bersalah sedikitpun.”


“Ckckck. Benar-benar pria gila.”


Ucap Ziva kembali dengan suara yang lebih kuat dari sebelumnya.


“Ziva, Uda jangan kamu teruskan.” Bisik Shea yang berada di samping Ziva.


“Kenapa sih? Kalian biasanya juga dengan semangat menceritakan calon mantan suami Alee itu,” Ucap Ziva kembali karena melihat temanya hari ini sangat berbeda.


“Tapi sekarang Sean ada di ruangan ini juga,” Bisik Shea kembali sambil menunjukkan Sean yang ada di ruangan itu juga.


Mendengar ucapan Shea, ziva mengikuti arah petunjuk dan menemukan Sean yang masih berdiri didepan pintu ruangan itu.


Ziva pun mendekat ke arah Sean dan melakukan apa yang sejak dulu ingin ia lakukan terhadap Sean. Tapi langkahnya terhenti ketika Aleea menarik lengannya dan membawa nya masuk ke dalam ruangan itu.


“Alee bisa bicara sebentar?” Tanya Sams yang baru saja duduk di depannya. Aleea hanya menganggukan kepalanya sebelum ia membawa langkah kakinya menuju balkon ruangan itu.


Sementara Sean berada di ruangan itu bersama ketiga temannya yang memberikan tatapan tidak suka sejak ia memasuki ruangan itu.


“Kenapa sih Alee bisa kembali dengannya?” Tanya Ziva yang sejak tadi memberikan tatapan tidak suka dengan Sean.


Sean hanya menghela nafas melihat setelah temannya Aleea menunjukan ketidaksukaan mereka terhadap nya.


“Apa yang ingin kamu sampaikan Sams.” Ucap Aleea setelah ia menutup pintu balkon agar ketiga temannya tidak mendengar apa yang bicarakan.


“Kenapa kamu bisa kesini bersama sean? Apakah kamu akan kembali bersama sean?” Tanya Sams kepada Aleea yang sedang duduk dipannya.


“Sean meminta waktu ku sebulan sebelum dia menceraikanku.” Jawab aleea.


“Lalu apa yang ingin kau katakan kepadanya alee?” Tanya Sams kembali.


“Aku tidak tahu harus mengatakan apa.” Ucap aleea kembali karena ia binggung apa yang harus ia lakukan.


“Aku harap ini jalan terbaik untuk kamu, dan ini langkah pertama untuk kita bisa bersama.” Ucap Sams yang tidak mendapat jawaban dari Aleea.

__ADS_1


“Oh iya Alee. Aku besok harus kembali ke negara N, ada beberapa pekerjaan yang harus aku sendiri mengatasinya.” Ucap Sams kembali.


“Aku masih tetap disini sampai beberapa hari kedepan.” Ucap Aleea.


“Kamu kalau ada masalah segera kabari aku. Aku pasti akan menemui kamu.” Ucap Sams yang di beri anggukan oleh Aleea.


Aleea dan ketiga temannya tetap melanjutkan liburan mereka yang sempat terhenti karena beberapa hal. Hari ini hari terakhir mereka liburan yang beberapa kali Sean ikut bergabung dengan mereka.


“Apakah masih ada tempat yang kamu datangi?” Tanya Sean kepada Aleea.


“Tidak ada, sepertinya setelah dari sini kita langsung pulang.” Jawab Aleea.


“Lusa aku akan pulang ada beberapa hal yang aku kerjakan, setelahnya aku akan kembali bersama kesini.” Ucap Sean kembali.


“Kalau kerjaan kamu banyak disana selesaikan saja dulu, jangan terlalu membebani Justin. Kurasa dia juga butuh waktu untuk liburan.” Ucap Aleea yang diberi anggukan oleh Sean.


...****************...


“Lama sudah tidak bertemu Syeila.” Ucap pria yang duduk di depan wanita itu.


Deg!!


Dengan perlahan Syeila mengangkat wajahnya melihat pria yang membawanya paksa ke ruangan ini.


“Mau apa kamu bawa aku kesini?” Tanya seorang wanita dengan menunjukan suara ketus kepada pria yang ada di depannya.


“Aku ingin tau siapa ayah dari putramu itu?” Tanya pria di depannya dengan nada dingin.


Wajah wanita itu terlihat tampak pucat saat mendapatkan pertanyaan dari pria tersebut. Secepatnya ia mengubah wajahnya terkejutnya agar tidak terlihat oleh pria yang berada di depannya.


“Ma-maksud kamu apa?” Tanya wanita itu dengan terbata, seolah tidak mengetahui maksud dari pria itu.


“Ckk. Kamu tidak perlu pura-pura bodoh. Kamu tahu apa yang aku maksud kan.” Jawab pria tersebut dengan nada yang masih terlihat dingin.


Wanita itu hanya bisa meremat kuat kedua tangannya seolah menyalurkan kekuatan untuknya. Dengan perlahan ia menjawab apa yang ditanyakan oleh pria itu.


“Aku pikir kamu telah menggugurkannya dan memilih megambil uang yang aku berikan kepadamu. Tapi kamu malah memilih melahirkan anak itu.”


“Aku tanya sekali lagi. Siapa yang sudah mengetahui ayah dari anak mu itu?” Ucap pria tersebut.


“Sudah aku katakan aku tidak pernah memberitahu siapapun ayah kandung dari putraku.” Ucap wanita tersebut.


“Baiklah aku tidak akan menyakiti putramu itu. Tapi jika kau melanggar janjimu, maka kau harus mengucapkan selamat tinggal pada putra mu itu.” Ucap pria itu dengan nada dingin sambil menunjukan seringai di wajahnya.


“Ma..Ma..mamama..” panggil seorang balita yang berada di dalam gendongan wanita yang selama ini ia kenal yang di ikuti oleh beberapa anakn buah pria itu di belakangnya.


“Sams!! Apa yang kau lakukan!! Jangan menyakiti putraku!!” Ucap wanita itu dengan suara yang tinggi.


Pria itu adalah sams, ayah kandung dari putra Syeila selama ini.


“Kamu berani berteriak dengan ku,” Ucap pria itu tidak terima dengan suara tinggi milik wanita itu yang. Pria itu berdiri dan berjalan mendekat ke arah Syeila dengan tatapan marah.


“Ucapkan selamat tinggal kepada putramu itu,”dengan senyuman menyeringai di wajahnya.


Demi apapun Syeila bisa bertarung tapi tidak dengan menjadi taruhannya.


“Sams. Tolong jangan sakiti putraku. Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan. Tapi jangan libatkan putraku dalam masalah ini.” Ucap Syeila yang sudah berderai air mata di pipinya.


Sams tidak mendengarkan apa yang Syeila katakan. Ia hanya memberitahu apa yang harus Syeila lakukan dengan sesuai apa yang ia rencanakan.


Dengan senyuman menyeringai diwajahnya, Ia hanya menatap punggung Syeila sambil mengendong putranya. Tapi rasa sayangnya kepada Aleea lebih besar di banding apapun. Mungkin dengan cara ini ia bisa bersama dengan Aleea nya.


“Kamu ikuti wanita itu, jangan sampai ia kabur dari jangkauan kita. Bila perlu ancam dia menggunakan putranya.” Ucap Sams dari ponselnya memerintah anak buahnya.


...


Seseorang pria sedang berada di balkon kamarnya menatap pintu kamar seseorang yang berada tepat di samping kamarnya. Beberapa jam yang lalu ia baru saja sampai ke negara itu setelah menyelesaikan urusan pekerjaan nya.

__ADS_1


Setelah Aleea menyetujui permintaan Sean untuk memberi waktu sebulan agar berpisah dengannya, ia memutuskan untuk tinggal dirumah yang tepat disamping rumah kakak Aleea tempati. Rumah yang dua tahun yang lalu ia beli untuk memantau Aleea.


Ia teringat pertama kali bertemu dengan gadis kecil yang berada di taman sambil memegang permen yang ada ditangannya. Sean duduk di taman tersebut setelah mengikuti Aleea ke kampusnya.


“Huh. Capek.” Sean melihat gadis kecil itu yang baru saja duduk di sampingnya.


Sean hanya menaikkan alisnya melihat gadis kecil yang menurutnya sangat lucu.


“Uncle! Kenapa lihat-lihat. Uncle penculik yah?” Tuduh gadis kecil itu.


“Enak saja. Kamu tuh masih kecil kenapa bisa disini? Kamu itu seharusnya bermain dirumah bukan di tempat seperti ini.” Tanya sean pada gadis kecil itu.


“Uncle seperti Mommy, selalu melarang Alice bermain.” Ucap gadis tersebut dengan menampilkan wajah tidak suka.


Sean hanya tersenyum mendengar perkataan gadis itu. “Nama kamu siapa princess? Kamu pikir saya takut dengan kamu yang wajah seperti itu.” Ucap Sean sambil tersenyum melihat gadis kecil itu.


“Hais Uncle! Namaku Alice Zefanya Wilson. Orang-orang biasa manggil Alice Uncle.” Ucap gadis itu.


“Baiklah aku akan memanggil kamu dengan sebutan princess Zee.” Ucap Sean.


“Alice suka dengan panggilan itu. Terimakasih uncle tampan.” Ucap Alice dengan semangat, Sean hanya tertawa mendengar sebutan untuknya dari gadis kecil tersebut.


Tak berapa lama seorang wanita menghampiri mereka. “Nona ayo kita pulang. Mommy nona sudah menelepon untuk segera pulang.” Ucap wanita yang bisa sean lihat seperti pengasuh gadis kecil itu.


“Alice masih mau disini bik, onty tidak ada dirumah Alice kesepian.” Ucap gadis itu dengan wajar cemberut.


“Princess ayo pulang dulu, kasian Mommy sudah menunggu princess. Pasti Mommy dirumah cemas menunggu princess yang belum pulang. Jadi princess pulang ya?.” Ucap Sean yang di beri anggukan oleh Alice.


...


“Uncle..”


“Uncle tampan!”


“Uncle!!!”


Sean tersentak ketika mendengar ucapan gadis kecil itu, Sean membalikan tubuhnya memandang gadis kecil yang berjalan ke arahnya.


“Uncle. Kenapa Uncle melihat kamar onty Al? Onty tidak akan keluar oma dan opa datang semalam.” Ucap gadis kecil yang baru saja memasuki kamar pria itu.


“Kapan kamu datang princess?” Tanya Sean yang sudah berjongkok menyesuaikan agar tubuhnya sama tinggi dengan gadis tersebut.


“Sudah dari tadi, Uncle saja yang tidak mendengar Zee dari tadi memanggil Uncle tapi Uncle tidak dengar jadi zee masuk saja kesini.” Ucap gadis kecil itu dengan memajukan beberapa centi bibirnya sambil melipat kedua tanganny di depan dadanya.


Sean hanya bisa tersenyum melihat gadis itu yang cemburu kepada onty nya.


“Maaf princess Uncle tidak mendengarnya.” Ucap Sean sambil membelai pelan pipi gadis itu.


Sean membawa zee kedalam pelukan dan mengendong gadis kecil itu. “uncle ada hadiah buat kamu, ayo kita lihat.”


“Yee. Terimakasih Uncle. Zee sangat suka.” Ucap gadis itu dengan girang.


Sedangkan di dalam sebuah ruangan yang terdapat Aleea dan kedua orangtuanya serta kakaknya yang duduk di ruangan itu.


“Papa mendengar Sean ada disini?” Ucap Aldrich yang duduk tepat di depan Aleea.


Aleea mengangkat wajahnya menatap wajah Papa nya.


“Alee tidak bertanya kenapa Papa tahu jika Sean ada disini?” Tanya Aldrich kepada putrinya.


“Sean datang ke Mansion dan meminta izin untuk bertemu dengan Alee.” Lanjut Aldrich.


Aleea hanya terdiam mendengar perkataan Papanya.


“Semua itu keputusan Aleea. Papa harap Aleea tidak akan menyesal dengan keputusan yang Alee pilih.”


“Papa hanya ingin melihat Aleea bahagia.” Ucap Aldrich.

__ADS_1


Aleea berdiri dan berjalan kearah papanya, memeluk erat Papanya. Aldrich membelai surai indah milik putrinya untuk menyalurkan rasa tenang. Sedangkan Anna hanya melihat dua orang yang sangat ia sayangi sambil mata yang berkaca-kaca.


__ADS_2