Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Kenangan terakhir 2


__ADS_3

Setelah memakan waktu empat puluh lima menit dalam perjalanan akhirnya mereka telah sampai di tempat yang mereka tuju yaitu sebuah pantai.


"Uncle!!" Alice berlari dan memeluk Sean karena Gadis kecil itu tau Uncle kesayangannya itu akan senantiasa berjongkok kembali dan menangkap tubuhnya.


Mereka bertiga sedang berjalan menuju pantai. Suara ombak yang semakin terdengar membuat Alice sangat kegirangan. Aleea hanya diam saja sambil melihat pasangan beda generasi itu tertawa lepas.


Aleea merasa asing dengan situasi seperti ini namun juga ada secuil rasa senang ketika melihat keduanya begitu akrab.


Sean menggendong gadis kecil itu karena gemas dengan Alice yang tidak bisa diam.


"Uncle turunin Alice! Alice mau main air!" Ucap Alice yang kembali meronta dalam gendongan Sean.


"Iya, Princess." Ucap Sean kemudian menurunkan Alice. Alice yang sudah di turunkan kemuadian ia berlari dan tertawa.


"Jangan jauh-jauh sayang!"


"Jangan jauh-jauh princess!" Ucap Keduanya memperingati Alice yang berlari ke arah pantai dengan berteriak serentak membuat mereka saling menoleh dan saling tatap. Setelah itu, Aleea memilih membuang muka dan menatap ke arah lain.


"By.. biar aku yang jagain princess ya. Kamu di sini saja." Ucap Sean yang dibalas dengan anggukan oleh Aleea.


Melihat Alice yang tertawa kencang ketika Sean menggendong dan bagaimana Sean membuat kaki gadis kecil itu basah terkena ombak, membuat Aleea kembali termenung.


“Apa benar Sean sudah berubah? Apa benar Sean tidak akan ngelakuin hal-hal buruk kepadanya seperti apa yang selalu ia takutkan?” Batin aleea.


Aleea menghapus airmatanya saat ia teringat dengan calon bayinya yang telah tiada.


“By. Kamu kenapa? Ada yang sakit?” Tanya Sean saat melihat Aleea yang telah menghapus airmata nya sambil membelai surai indah milik Aleea.


Aleea tersentak ketika Sean membelai surai miliknya, ia melihat Sean bersama Alice sudah kembali dan duduk disampingnya.


“Haah! Tidak, aku baik-baik saja.” Ucap Aleea kembali.


“Kalian sudah selesai?” Tanya Aleea kembali yang dibalas gelengan oleh Alice.


“Minum dulu sayang.” Ucap Aleea saat melihat Alice, kemudian Aleea memberikan minum kepada gadis kecil itu yang diterima langsung oleh nya.


“Alice! Jangan lari sayang!” Ucap Aleea saat melihat Alice yang mulai berlari mendekat ketepi pantai.


Brukk!!

__ADS_1


Belum selesai Aleea bicara, gadis itu sudah terjatuh.


“Hehehe..” gadis itu malah cengengesan sambil menampilkan gigi kelincinya.


Aleea berjalan mendekat ke arah gadis itu kemudian ia memeriksa apakah ada yang terluka tidak dari tubuhnya.


“Alice tidak apa-apa onty. Alice kan sudah besar.” Ucap gadis itu.


“Yasudah. Onty balik kesana lagi. Alice jangan jauh-jauh mainnya.” Ucap Aleea sambil menunjuk tempat duduk yang di sekitar pantai.


“Oke onty.” Ucap gadis itu kemudian gadis itu kembali memainkan air di tepi pantai.


Aleea kembali ke tempat yang ia duduki disampingnya terdapat Sean yang tertidur di sampingnya.


“Jika anak kita masih ada apakah kamu masih tetap ingin berpisah dengan ku By?” Ucap Sean yang masih dengan mata terpejam.


Aleea tidak tahu harus menjawab pertanyaan Sean. Ia hanya berpura-pura seolah tidak mendengar perkataan Sean.


“Mungkin kita akan menjadi keluarga yang bahagia ya By. Ada kamu, aku dan dedek bayi.” Ucap Sean kembali.


“Maafkan aku By.” Ucap Sean dengan lirih.


“Itu hanya masa lalu Sean. kita harus berdamai dengan masa lalu.” Ucap aleea.


“Jadikan itu sebagai pembelajaran untuk kita.” Lanjut aleea kembali.


Sean tertegun mendengar perkataan aleea. ia membenarkan semua perkataan aleea bahwa ia juga haris berdamai dengan masa lalu.


“By. Apakah kita masih bisa berteman setelah kita berpisah?” Tanya Sean dengan hati-hati.


“Tentu saja.” Jawab aleea sambil memberikan senyuman yang di balas oleh Sean dengan senyuman manisnya.


“Bolehkah aku memeluk kamu By?” Tanya Sean kembali.


Aleea terdiam mendengar perkataan yang Sean berikan terakhir kali.


“Hahaha. Jangan kamu dengarkan By. Aku han-” Ucapan Sean terputus ketika tubuhnya dipeluk oleh Aleea.


Aleea memeluk tubuhnya untuk pertama kalinya. Sean membalas pelukan aleea dengan sangat erat, meletakan wajahnya di ceruk leher milik aleea, menghirup aroma yang selama ini ia rindukan. Rasanya ia tidak ingin waktu untuk cepat berputar, ia ingin seperti ini selamanya.

__ADS_1


“Selalu bahagia ya By.” Ucap Sean dengan lemah di suara baritonnya.


Aleea hanya memberikan tepukan pelan di punggung Sean untuk sekedar menenangkan. Ia merasa bahunya basah, Sean menangis dalam diam.


“Kamu juga selalu bahagia Sean. jangan pernah mengulang kesalahan untuk kedua kalinya yah.” Ucap aleea yang masih memberikan tepukan pelan di punggung Sean.


Lama mereka berpelukan dan pelukan itu terlepas ketika gadis kecil itu sudah selesai bermain air. Tampak jelas baju yang di pakainya sudah basah.


“Alice sudah selesai bermain sayang? Kita pulang sekarang?” Tanya aleea yang dibalas anggukan oleh alice.


“Ayo kita ganti baju dulu,” ucap aleea sambil mengandeng tangan kecil Alice.


Sean hanya memandang punggung wanita yang ia cintai berjalan bersama princess kecilnya.


Aleea memandangi jalan yang tampak dengan kendaraan yang berlalu lalang lewat kaca dari sampingnya.


“Ada tempat yang ingin kamu datangi By?” Tanya Sean saat melihat aleea sejak tadi hanya berdiam diri.


Aleea melihat kearah Sean sekilas kemudian ia mengucapkan kata, “tidak,” sambil menggelengkan kepalanya.


“Kita pulang saja. Alice sepertinya sudah kelelahan.” Ucap nya saat melihat Alice yang sudah terlelap di kursi belakang.


Sean tidak membalas perkataan aleea. Ia setuju dengan yang aleea ucapkan. Mereka hanya diam dengan pikiran mereka masing-masing.


“By. Terimakasih ya waktunya.” Ucap Sean saat mereka telah sampai di perkarangan rumah kakaknya aleea.


“By.. setelah ini kamu boleh memukulku atau menampar aku.” Ucap Sean kembali.


Cup!


Aleea tersentak mendapat kecupan tiba-tiba di bibirnya. Sean mendekatkan wajahnya ke arah Aleea yang mulai menutup matanya. Ia tahu bahwa Aleea memberikan jawaban setuju.


Sean mulai mengecup bibir Aleea dengan lembut.


Aleea melenguh. Bibirnya lalu terbuka, memberikan akses masuk untuk lidah Sean agar semakin dalam mengakses rongga mulutnya. Lidah mereka pun saling bertemu. Menyapa satu sama lain, hingga berakhir dengan saling lilit dan bertukar saliva hingga terdengar suara kecipak basah. Tangan Aleea lantas naik. Ke arah surai hitam kecoklatan milik Sean lalu merematnya. Menyalurkan rasa enak yang ia terima dari permainan lidah mereka. Sean menyesap mulut Aleea dengan gerakan hati-hati, sekali-kali, ia gigit dengan lembut lalu dihisap pelan.


Mereka saling menubruk dan mengejar sensasi manis yang mereka rasakan. Tanpa seinci pun terlewati, Sean menyesap dan membasahi tiap bagian bibir istrinya. Matanya terpejam, menikmati pagutan dalam jarak yang cukup intim itu tanpa celah. Hingga bengkak, Sean terus menggigit bibir Aleea perlahan. Dia menyapa Aleea sebentar sebelum melanjutkan menjilati bibir atas Aleea. Terus mengabdikan dirinya pada inti Aleea, berbagi kehangatan dan kasih sayang yang nyaman dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh Aleea.


Bibir mereka saling bertaut seolah tidak ada lagi hari besok. Ciuman yang dipenuhi dengan cinta tanpa ada nafsu didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2