Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Kenangan Terakhir


__ADS_3

Alee menatap wajahnya didepan cermin di meja hiasnya. Ia mengingat apa yang di ucapkan oleh Papanya.


“Papa tidak menolak kamu memiliki hubungan dengan Sams setelah berpisah dengan Sean, tapi kamu jangan terlalu percaya dengannya walaupun dia teman kecil kamu Alee.”


“Papa tidak ingin kamu kecewa lagi. Jadi semua papa serahkan kepada kamu. Jika Papa boleh jujur Papa tidak ingin Sams yang menjadi pilihan kamu.” Ucapan Papanya masih teringat jelas di kepalanya.


Ini minggu ketiga sebelum perceraian aleea dan Sean. Seminggu lagi mereka akan resmi bercerai.


“Semoga ini jalan yang terbaik untuk kami,” Batin aleea sambil terus menatap bayangannya di depan cermin.


Beberapa lama ia menatap wajahnya di depan cermin, di kejutkan dengan sosok gadis kecil yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


“Onty. Alice sebel sama Mommy.” Ucap Alice saat memasuki kamar Aleea dengan memasang wajah cemberut.


“Alice kan masih ingin bermain dengan uncle tampan, tapi Mommy menyuruh Alice pulang untuk tidur siang.”


Aleea mengerutkan dahinya mendengar ucapan Alice. Seingat dia Sean yang sering di panggil Uncle tampan tapi Sean tidak ada disini.


“Siapa yang Alice sebut Uncle tampan? Uncle Sean kan tidak ada disini?” Tanya Aleea saat melihat Alice yang sudah naik diatas kasurnya.


“Ckkk. Onty tidak tahu jika Uncle tampan sudah disini?” Tanya Alice yang di beri gelengan oleh Aleea.


“Yasudah Alice tidur dulu ya sayang.” Ucap Aleea kemudian ia berjalan ke arah kasur untuk menemani Alice.


...


Hari berlalu begitu cepat. Aleea seperti tanpa sadar kembali ketika pagi ini, pagi yang ia awali dengan terlambatnya ia bangun setelah semalaman berpikir tentang apa yang akan terjadi kedepannya. Sepanjang malam ia tidak tidur dengan nyenyak.


Aleea sedikit menghela nafas sebelum akhirnya ia membangunkan diri dan mulai untuk melakukan aktivitas seperti sebelumnya.


Tok! Tok! Tok!


Aleea melihat pintu kamarnya diketuk. Tidak sampai satu menit pintu itu terbuka menampilkan seorang gadis kecil dengan menggunakan setelan baju lengan atas panjang dan rok selutut di lapisi dengan legging kemudian dipadukan dengan memakai sepatu bot dan membawa tas di tangannya tak lupa kaca mata yang sudah bertengger di hidungnya.


Aleea hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keponaanya.


“Onty ayok. Sudah jam berapa ini?” Ucap alice yang sudah duduk di kasur milik Aleea.


“Sebentar ya sayang,” Ucap Aleea sambil mengikat rambutnya didepan cermin.


Hari ini Aleea berencana pergi berlibur ke sebuah wahana bersama Sean, yang tentunya karena permintaan Alice yang ingin pergi ke tempat tersebut.


“Onty. Ayo Uncle Sean sudah menunggu di bawah.” Ucap Alice dengan sangat semangat.


...

__ADS_1


Disebuah kamar yang bernuansa putih terlihat seorang balita yang sedang tertidur dengan tangan kiri yang tertidur pulas dengan tangan yang terinfus.


Syeila sudah beberapa jam yang lalu tengah duduk melihat putranya yang terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit. Ia terus menggengam tangan putranya, airmata masih mengalir di pipinya.


“Maafkan Mommy ya sayang. Karena Mommy kamu seperti sekarang.” Ucap Syeila yang masih setia menggengam tangan kecil putra nya.


Ia teringat beberapa hari yang lalu, ia tidak bisa mencegah Sean untuk tidak pergi menemui Aleea. Sams yang mengetahui itu sangat marah besar sehingga Sams tega memisahkan Syeila dengan putranya. Putra di rawat oleh anak buah Sams, ntah bagaimana putranya bisa sakit. Syeila yang mengetahui itu marah besar dan meninggalkan Mansion sams untuk membara putranya ke rumah sakit.


Setelah beberapa menit putra di periksa oleh dokter menganjurkan pura nya untuk di rawat beberapa hari karena putranya dehidrasi berat sehingga demam.


Ia tidak tahu hukuman apalagi yang akan di berikan Sams untuknya. Karena Cafe yang ia kelolah terpaksa di tutup karena ulah Sams.


“Sabar sebentar lagi ya sayang, kita akan pergi dari sini.” Gumam Syeila.


...


“Alice! Jangan lari.” Panggil Aleea saat melihat Alice yang berlarian, setelah turun dari mobil gadis itu sangat antusias untuk pergi bermain.


"Uncle! turunin Alice! Alice mau lari!" ujar Gadis kecil itu meronta dari gendongan Sean.


Sean menggeleng. "No no Princess!" Sean mengeratkan gendongannya dan kembali mencium Pipi gadis kecil itu dengan gemas.


"Alice! Nurut sama Uncle Sean ya sayang." Begitu Aleea berkata, Alice pun langsung menurut dan tidak meronta lagi di dalam gendongan Sean.


Alice memang gadis yang penurut meski kadang sedikit keras kepala. Aleea berjalan di belakang keduanya. Ia hanya melihat orang-orang disekitarnya pergi dengan pasangan atau keluarga kecil. Ada rasa sedikit cemburu di hatinya melihat pasangan yang bahagia disekitarnya.


Aleea menabrak punggung Sean yang berhenti dengan tiba-tiba.


Aww!!


Aleea meringis merasakan benturan di dahinya walaupun tidak terlalu sakit.


“Kamu sedang melihati apa By?” Tanya Sean yang sejak masuk ke area wahana ini Aleea tidak fokus. Ia sengaja menghentikan langkahnya.


“Hahh! Oh. Tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa.” Ucap Aleea dengan menampilkan senyuman khas miliknya, tidak mungkin ia bicara jujur kepada Sean jika ia melihat pasangan yang ada disana.


Kemudian mereka menakutkan perjalanan mencari wahana yang ingin Alice naiki. Tapi tangannya tiba-tiba diraih oleh Sean. Aleea sedikit tersentak, namun tidak melepaskan tangan itu.


"Tidak apa-apa kan kaya gini?" tanya Sean.


"Jangan jalan di belakang ya By." Ucap Sean masih dengan setia menggenggam satu tangan Aleea sedangkan yang satunya ia pakai untuk menggendong Alice.


Aleea hanya bisa mengangguk. Sepanjang perjalanan menuju wahana dengan berjalan kaki.


Sean tidak ingin melepaskan genggaman tangan itu. Dan Aleea tidak berusaha melepaskan tangan itu.

__ADS_1


Kalau boleh jujur, Aleea sedikit terbawa suasana dengan situasi ini dan apa yang telah Sean lakukan. Ini adalah kehidupan yang selalu ia ciptakan di dalam mimpinya ketika ia menikah. Berjalan sambil bergandengan tangan dengan seorang anak yang bersama mereka.


“Uncle! Alice ingin naik itu.” Ucap Alice saat melihat wahana komidi putar.


Sean menemani Alice yang ingin menaiki wahana tersebut, sedangkan Aleea menunggu di luar melihat pasangan beda generasi itu dari luar.


“Onty!” Panggil Alice dari dalam sana dengan melambaikan tangan kepadanya, Aleea membalas dengan melambaikan tangannya kepada gadis kecil itu. Sesekali ia memotret Alice yang di temani Sean di sampingannya.


“Alice senang menaiki itu?” Tanya Aleea saat melihat Alice yang sudah selesai menaiki wahana tersebut, yang di balas oleh anggukan oleh Alice.


“Onty! Alice ingin naik itu?” Ucap Alice sambil menunjuk wahana yang ingin ia naiki selanjutnya.


Permainan kedua yang ingin mereka naiki adalah boom-boom car.


Sekarang mereka disini didalam area dengan Aleea yang sendiri dan Sean bersama Alice. Gadis itu tidak mau satu tim dengan Aleea.


“Uncle! Tabrak onty!” Ucap Alice yang berada disamping sean, saat melihat mobil Aleea yang berada didekat mereka, belum sempat Aleea menghindar mobilnya sudah di tabrak yang ntah berapa kali.


BRAK!!


“Huuh, onty payah!” Ucap Alice sambil melipat kedua tanganya di dadanya. Sedangkan Aleea hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah keponakan nya itu.


Mereka kemudian menaiki beberapa wahana sesuai dengan keinginan Alice sebelum mereka makan siang.


“Alice ingin kemana lagi sayang?” Tanya Sean yang berada disampingnya. Sekarang mereka berada di restoran.


Sean melihat gadis itu berpikir sejenak dengan melipat tanganya yang ia letakan di dagu.


“Gemes banget sih princess Uncle ini.” Ucap Sean dengan menciumi pipi Alice yang berada di sampingnya.


“Uncle! Jangan ciumi Alice terus. Alice lagi berpikir.” Ucap Alice yang tidak di dengarkan oleh sean. Pria itu malah asik menciumi pipi chubby gadis kecilnya.


“Onty..” Rengek Alice seperti meminta bantuan kepada Aleea.


“Aww!! Sakit By.” Ringis Sean saat mendapat cubitan kecil di perut nya.


“Ini namanya kekerasan. Tidak bisa dibiarkan.” Ucap Sean sambil memegang perutnya walaupun sebenarnya tidak sakit sama sekali cubitan tersebut, dasar Sean aja yang lebay. Aleea hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Sean.


“Alice ingin pergi ke pantai Uncle.” Ucap Alice dengan antusias.


“Tanyakan ke onty ya princess, onty mau tidak pergi ke pantai.” Ucap sean yang diberi anggukan oleh Alice.


“Onty. Bagaimana jika kita pergi ke pantai. Onty setujukan?” Tanya Alice dengan mata yang berbinar.


Aleea melirik sean yang duduk di sampingnya. Sean hanya menaiki bahunya.

__ADS_1


“Yasudah ayo kita pergi ke pantai sebelum kesorean.” Ucap Aleea “yeee. Terimakasih onty.”yang di balas dengan riang.


__ADS_2