
Aleea menggeliat, tubuh yang semula tidur telentang kini beralih menjadi memeluk guling sambil menghadap ke arah kanan. Ntah sudah berapa jam ia tertidur diatas kasur miliknya. Ia mendengus ketika tidurnya terganggu karena terdengar bel dari luar.
“Ngh...”
Aleea mulai membuka matanya, ia lihat disampingnya sudah kosong. Tidak ada lagi Shea berada di sampingnya. Ia lihat jam yang berada di ruangan itu sudah menunjukan sore hari.
“Shea kemana ya?” Gumam nya saaat melihat temannya sudah tidak ada di kamarnya.
Ting Tong!
Suara bel kamar Aleea kembali berbunyi. Ia membawa langkah kakinya menuju pintu keluar ruangan itu untuk melihat siapa yang datang ke kamarnya.
“Ckkk. Siapa sih yang mengganggu,” Ucapnya sepanjang perjalanan menuju pintu utama tersebut.
Ceklek!!!
Suara pintu terbuka. Menampilkan seorang wanita dengan pakaian pelayan berada di depannya dengan membawa paper bag yang berada di tangannya.
“Maaf mengganggu waktunya nona, ini ada titipan barang atas nama Aleea Steinfeld.” ucap pelayan tersebut sambil memberikan paper bag itu kepada Aleea.
Aleea mengerutkan dahinya saat pelayan tersebut memberikan paper bag yang berisi sebuah gaun untuknya. Ia tidak pernah memesan barang yang ditujukan ke alamat ini.
“Maaf. Saya tidak pernah memesan sebuah gaun,” ucap Aleea sambil memberikan kembali kepada pelayan tersebut.
“Maaf nona saya tidak tahu, saya hanya mengantarkan pesanan anda.” Ucap pelayan tersebut.
“Barangnya sudah anda terima nona. Kalau begitu saya izin undur diri,” Ucap pelayan tersebut sambil menundukan kepala.
“Terimakasih.” Ucap Aleea.
Setelah menerima barang yang di berikan pelayan itu kepadanya ia segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya kembali.
“Mungkin pelayan itu salah memberi barang ini,” ucap aleea pelan sambil melihat paper bag yang masih berada di tangannya.
__ADS_1
“Tapi kenapa namanya seperti namaku? Hmmm, mungkin kebetulan saja,” ucapnya kembali.
Aleea melihat ponselnya yang berada di atas nakas. Ia pengecek dan mulai membaca pesan yang dikirimkan oleh Shea.
Shea
Alee. Aku pergi bersama Ziva dan Selena dulu.
Kamu kami banguni tidak bagun juga akhirnya kami pergi dulu memesan tempat untuk kita dinner. Sekalian menikmati udara malam disini.
Makan siangmu sudah ada di meja makan.
Kamu bersiap saja, kami masih dalam perjalanan.
Kalau ada apa-apa hubungi salah satu dari kami.
Aleea membalas pesan temannya kemudian ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah menghabiskan waktu dua puluh menit Aleea keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melekat di tubuhnya.
Aleea melangkahkan kakinya berjalan ke balkon untuk melihat pemandangan sore menjelang malam sambil menunggu temannya kembali. Ia memejamkan matanya menghirup udara sejuk saat ini. Beberapa menit ia lakukan seperti itu sampai suara dering ponsel menyadarkan nya.
Ia mendengar dering ponselnya yang berada di dalam kamarnya, kemudian ia masuk ke ruangan itu dan mengangkat pangilan tersebut.
Percakapan Aleea dengan Shea.
Aleea : Hallo. Kenapa kamu menelepon ku? Kalian baik-baik kan?
Shea : Iya. Kami baik-baik saja. Aleea kami hanya ingin memberitahu kamu kalau kami tidak bisa kembali ke villa tempat kita menginap.
Aleea : kenapa begitu? Terus aku harus bagaimana?
Shea : Alee. Kalau kamu yang kesini saja bisa kan? Biar aku kirimkan alamatnya. Kami menunggu kamu disini.
__ADS_1
Aleea : Baiklah. Aku sudah bersiap, kirimkan alamatnya aku akan segera datang kesana.
Shea : Kamu hati-hati di jalan. jika ada apa-apa hubungi aku segera.
Aleea : Iya. Aku tutup teleponnya.
Setelah Aleea menutup panggilan teleponnya, ia mulai mengemasi barang yang diperlukan untuk ia masukan kedalam tasnya yang akan dibawa saat menemui temannya.
BRUK!!
Aleea terkejut ketika seorang pelayan yang sedang berjalan menumpahkan minuman dan beberapa macam makanan yang mengenai Dress yang di gunakan Aleea saat ini.
“Maaf nona. Saya tidak sengaja,” Ucap pelayan tersebut sambil menundukan kepalanya.
Saat ini Aleea sedang berada di Taman villa tersebut yang sudah terisi oleh para tamu undangan. Pandangan mata mereka menatap Aleea yang bersama pelayan di depannya.
“Tidak apa-apa saya bisa membersihkan nya sendiri, lain kali jalan hati-hati,” Ucap Aleea meninggalkan pelayan tersebut.
Sedangkan seorang pria yang sejak tadi memperhatikan Aleea mulai Aleea yang masih berada di balkon kamarnya sampai kejadian dimana ia melihat baju yang Aleea pakai terkena makanan dan minuman karena ulah pelayan.
“Kamu. Pikir mudah untuk keluar dari sini malam ini,” Gumam pria itu yang masih memperhatikan Aleea.
Aleea melihat di lemari miliknya, tidak ada lagi Dress yang ia miliki.
“Huuh. Bagaimana ini. Aku tidak membawa Dress yang lain.” Gumamnya.
Aleea melihat paper bag yang berisi Dress yang dikirimkan seseorang untuknya. Ia memakai Dress tersebut untuk malam ini.
Aleea berada didepan kaca hias yang sedang melihat penampilannya malam ini. Setelah ia merasa sudah rapi dengan pakaian yang ia kenakan. Ia kembali keluar dari ruangan itu untuk pergi menemui temannya.
Aleea bersentak ketika tubuhnya di tarik oleh pelayan yang berada di sisi kanan dan kiri.
Deg!
__ADS_1
Pandangan mata Aleea bertatapan dengan seorang pria yang berada beberapa langkah di depannya.