
Didalam ruangan yang minim cahaya Aleea memperhatikan seorang pria yang jaraknya tidak jauh diri tempatnya.
Dag Dig Dug
Jantung Aleea berdetak lebih cepat ketika pria itu berjalan mendekat kearah Aleea. Aleea melihat pria itu dengan menggunakan sepatu pantofel dan pakaian yang pas body yang dikenakan nya.
Deg!
Pandangan Aleea bertemu dengan pria yang berada di ruangan itu.
“Al. Apa kabar?” Ucap pria itu dengan menampilkan senyuman di wajahnya kemudian ia berjalan mendekati Aleea yang masih berdiri di tempatnya. Badan terasa kaku, tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Aleea tersadar ketika pria itu terus berjalan mendekati nya, sehingga Aleea harus mundur beberapa langkah kebelakang agar ada jarak diantara mereka tetapi pria itu ikut juga melangkahkan kakinya terus maju mendekat ke arah Aleea. begitu seterusnya sehingga tubuh Aleea terpentok dinding ruangan itu.
“By. Kenapa engkau menghindar dari ku. Kemarilah!” Ucap pria tersebut dengan senyuman masih terpasang di wajahnya sambil meregangkan ke dua tangannya.
Pandangan mereka saling bertemu sehingga Aleea hanya bisa mengucapkan satu kata yang keluar dari bibir nya, “Se-Sean!” Gumam Aleea saat melihat Sean berdiri tepat di depannya.
“Iya. Ini aku Sean By.” Ucap Sean yang akan membelai wajah Aleea, tapi Aleea menghindar sehingga angin yang ia pegang.
“Sudah selesai acara kabur-kaburanya?”
“Ayo kita pulang ke rumah By,”
Ucap Sean yang masih berada di depan Aleea.
Sedangkan ditempat lain seorang gadis sejak tadi mencari onty nya. Sudah lama ia menunggu onty nya di tempat bermain itu. Semula onty nya hanya berpamitan untuk pergi ke kamar mandi tapi sudah hampir satu jam tidak kembali juga.
“Uncle! Onty kemana dari tadi Alice menunggu onty kenapa tidak kembali juga.” Ucap Alice yang matanya mulai berkaca-kaca.
Pria yang bersama gadis kecil itu sejak tadi merasa khawatir karena Aleea tidak menjawab telepon nya bahkan ia sudah mencari sampai ke kamar mandi tempat itu tapi Aleea tidak ada juga di sana.
“Sabar ya sayang. Uncle masih mencoba untuk menelpon onty Alee kembali.” Ucap Sams menenangkan gadis kecil itu sambil membelai surai indah gadis itu. Alice hanya bisa menganggukan kepalanya.
Sebenarnya Sams sama khawatir nya dengan gadis itu mencari keberadaan Aleea. Tapi ia tidak menunjukan didepan gadis itu. Sams tidak mendapat jawaban kembali setelah memanggil ponsel Aleea.
Ia mencoba menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Aleea. Beberapa menit kemudian ponsel Sams berbunyi yang menampilkan nama anak buahnya.
“Sayang. Alice duduk disini saja yah. Uncle angkat telepon dulu. Mungkin ada kabar dari onty Alee.” Ucap Sams sambil membelai pipi chubby milik Alice yang dibalas anggukan oleh gadis itu.
__ADS_1
Sams berjalan beberapa langkah untuk menerima panggilan telepon tersebut.
Sams : Bagaimana kalian sudah menemukan keberadaan Aleea?
Nick : Sudah tuan. Nona Aleea di bawa ke ruang tertinggi di Mall tersebut. Sebuah ruangan kosong.
Sams : Siapa yang berani membawa Aleea keruangan itu?
Nick : Orang suruhan tuan sean. Mereka sudah lama mengikuti Nona Aleea. tapi mereka baru bertemu nona Aleea sekarang, setelah nona Aleea mengirim kan surat perceraian nya kembali kepada tuan Sean.
Sams yang mendengar perkataan anak buahnya hanya mengepalkan tangannya sehingga buku-buku tangannya menjadi putih, terlihat jelas rahangnya yang mengeras dan urat leher sang terlihat jelas.
Nick yang tidak mendapat balasan dari tuanya. Ia kembali bertanya kepada tuannya tindakan apa yang harus segera ia lakukan.
Nick : Tuan, apakah kami harus menerobos ruangan itu untuk membawa kembali nona Aleea?
Sams : Tidak. Kalian tetap pada posisi kalian masing-masing. Sean tidak akan menyakiti aleea bagaimanapun ia masih suami sah aleea. Jika ada sesuatu yang mencurigakan segera hubungi aku kembali.
Nick : Baik tuan.
Panggilan tersebut terputus setelah Sams memutuskan nya sepihak. Sams kembali membawa langkah nya mendekati Alice yang sejak tadi duduk di kursi itu.
“Husss, tidak boleh berkata seperti itu. Onty sebentar lagi akan kesini. Kita tunggu disini saja ya sayang?” Ucap Sams sambil membawa tubuh gadis kecil itu kedalam pelukannya.
Ia yakin Aleea akan kembali bersamanya dan Sean tidak akan berbuat macam-macam dengan wanitanya.
“Sean... Aku mohon lepaskan aku. Ayo kita mulai hidup kita masing-masing.” Ucap Aleea dengan suara yang sedikit bergetar.
Kemudian ia menarik nafas pelan sebelum mengucapkan beberapa kata yang terucap dari bibirnya “Kita mulai dengan kita tidak saling mengenal.”
“Hapus semua kenangan yang ada tentang diriku,” lanjutnya kembali.
“Aku mohon Sean...” Ucap Aleea dengan lembut, tak terasa air matanya mulai membasahi pipinya.
“Kamu tahu kan By? Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan kamu bahkan menceraikanmu tidak pernah terpikir oleh ku sedetik pun.
Sean berjalan mendekat ke arah Aleea sehingga tidak ada celah sedikitpun diantar mereka. Kemudian ia menghapus airmata Aleea yang masih mengalir di pipinya.
“Kau mungkin sudah menghapus yang lainnya dari dirimu tapi kau tidak bisa menghapus dirimu dari ku.” Ucap Sean dengan lemah di suara bariton nya.
__ADS_1
“Aku pergi dulu, jangan pikirkan yang macam-macam. Tenangi pikiranmu dahulu, Aku akan kembali datang menjemputmu, anak buahku akan mengantarkan kamu kembali.” Lanjutnya kembali kemudaian ia berikan kecupan singkat di dahi aleea.
Sean berjalan keluar dari ruangan itu, ia meninggalkan Aleea yang masih berada di ruangan itu. Setelah kepergiannya ruangan itu yang semula gelap menjadi terang tidak seperti tadi.
Bruk!!
Aleea menjatuhkan tubuhnya diatas lantai, ketika ia tidak bisa menopang berat tubuhnya. Ia hanya bisa menangis setelah apa yang Sean ucapkan beberapa menit yang lalu. Ia tak tahu apa yang terjadi dengan hidupnya.
Hiks.. Hiks.. Hiks..
Suara tangis Aleea akhirnya pecah juga, setelah lama ia pendam dihadapkan Sean. Sesekali ia memukul dada nya yang terasa sangat menyesakan.
“My God. Apa yang harus aku lakukan,” Batin Aleea.
Hiks.. Hiks.. Hiks..
Aleea hanya bisa menangis di dalam ruangan yang kosong tapi ruangan itu sangat bersih hanya ada sebuah meja dan kursi serta sebuah sofa yang berada di ruangan itu.
Tok! Tok! Tok!
Aleea mendengar pintu ruangan itu di ketuk dari luar. Ia melihat seorang mulai membuka pintu ruangan itu. Tampak seorang wanita mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tersebut.
“Nona. Apakah anda telah selesai? Saya akan mengantar nona kembali ke ruangan dimana keponakan anda sudah menunggu anda.” Ucap wanita tersebut sambil membawa tubuh aleea untuk berdiri dan mendudukan nya di atas sofa yabg terdapat diruangan itu.
Setelah beberapa menit Aleea lebih tenang ia masuk ke dalam kamar mandi diruangan itu untuk menghilangkan wajah sembabnya karena habis menangis.
Aleea meninggalkan ruangan itu dengan di temani oleh seorang wanita yang merupakan anak buah dari Sean. Wanita itu di perintahkan untuk mengantar Aleea ke tempat semula, tempat permainan anak.
“Onty!” Ucap Alice saat melihat Aleea sudah memasuki ruangan permainan itu. Ia berlari dan memeluk Aleea yang sudah berjongkok menyambut Alice masuk ke dalam pelukannya.
“Onty kemana saja? Alice pikir onty di culik.” Lanjutnya kembali yang masih berada di pelukan Aleea.
“Maaf telah membuat Alice khawatir. Onty tadi bertemu dengan teman onty makanya onty balik kesini agak lama,” Ucap Aleea sambil membelai surai indah alice.
“Alice ingin bermain lagi?” Tanya Aleea yang di balas gelengan oleh Alice.
Sams yang melihat itu tidak berkomentar sedikitpun, ia hanya mengikuti kemauan wanita beda generasi itu yang sudah berjalan didepannya.
“Aku tidak tahu apa yang telah Sean lakukan kepadamu, aku harap engkau baik-baik saja Alee.” Gumam Sams yang mengikuti Aleea dan Alice didepannya.
__ADS_1