Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Manja?


__ADS_3

Sean baru bangun dari tidurnya setelah sarapan Sean kembali tertidur mungkin efek dari obat yang dia minum sehingga ia memilih tidur sebagai istirahat. Hari ini, rencananya mereka akan pulang ke rumah mereka, tapi karna kondisi Sean tidak memungkinkan jadi mereka kembali menginap di Mansion orang tuanya untuk beberapa hari kedepan.


Sean yang memeluknya cukup erat, seakan tidak memperbolehkan dirinya kemana-mana. Wanita itu mengerang sejenak, merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal, dan juga menoleh ke arah samping. Ada Sean, yang tengah meletakkan dagunya di pundak kirinya.


Aleea bingung ingin berteriak gemas atau malah khawatir dengan kondisi sean saat ini. Jadi, hal pertama yang ia beri adalah menarik selimut hingga ke pundaknya Sean. Meletakkan kepalanya sean di pahanya, lalu mengelusnya sebentar.


“Sean, mau makan dulu nggak? Apa yang kamu rasain sekarang?" Sean menggeleng lemah. Dicarinya tangan Aleea lalu ia genggam dan dipeluk dengan kedua tangannya. Diletakkan di dadanya Sean yang hangat. Aleea mengecek seluruh tubuhnya sean suhunya sudah turun, dengan jantungnya sean yang berdetak normal seperti biasanya dan itu membuat dirinya cukup bersyukur. Dielusnya puncak kepala Sean, lalu Aleea menunduk dan berbisik dengan sayang. “Sean, makan dulu yuk? Minum obatnya lagi agar cepat sehat,”


Dilihatnya lagi jam yang ada di dinding kamar mereka, sudah menunjukan waktu untuk minum obat selanjutnya.


"Mau pelukan aja," Kepalanya terangkat, menatap Aleea dari bawah dengan matanya yang memerah.


"Sini..." suaranya melirih, serak. Seakan tenggorokannya seret dan juga panas lalu terbakar. Aleea menggelengkan kepalanya, ia beranjak turun dari kasur dengan kepalanya Sean yang perlahan-lahan ia bawa ke atas bantal.


Sean tidak tertidur lagi, ia malah melayangkan wajah protes tidak sukanya ketika Aleea turun meninggalkannya. Tapi, Aleea yang tengah khawatir, seribu kali lipat lebih galak dari Aleea biasanya.


Dan ketika Sean hendak melayangkan protes dari mulutnya, Aleea memotongnya terlebih dahulu. "Nggak usah protes protes gitu. Makan terus minum obatnya," katanya sambil berdiri dan mengambil nasi yang sudah tersedia di kamarnya.


Aleea meminta pelayan untuk membawakan makanan untun Sean ke dalam kamar.


"Nggak mau makaaaan. Mual, By." Aleea menatap sinis ke arah Sean beberapa detik sebelum akhirnya Sean menunduk takut. Melihat Aleea yang berkacak pinggang dengan mulutnya yang lebih bawel benar-benar menakutkan. Tapi entah kenapa, Sean menyukainya.


mual ntar muntah-muntah terus "makan sedikit sedikit dulu ya By, biar gak mual dan muntah" Katanya sambil mulai menyuapi Sean


"Setelah itu kita tiduran lagi." Sean dengan membuka mulutnya hanya mengangguk pasrah.


“Pinter banget sih suamiku ini.” Ucap Aleea sambil memberikan kecupan di pipi Sean setelah melihat piring yang di tangan Aleea sudah habis.


“Nih minum obatnya,” Ucap Aleea yang memberi obat ditangan ya kepada Sean.


“Gak mau By pahit. Pagi kan udah,”


“Ayo lah By minum yah, terus kita tiduran lagi nanti.” Aleaa yang terus membujuk Sean yang masih berada di sampingnya.


“Baiklah aku mau minum obat tapi dengan cara seperti tadi pagi,”

__ADS_1


namanya juga Sean tidak jauh dari mencari kesempatan.


“Itu sih mau nya kamu aja,”


“Yasudah kalau gitu biar aja aku sakit.”


“Aku sakit istriku saja tidak perhatian,” Ucap Sean dengan menunjukan mimik wajah sedih.


Aleea hanya bisa merotasikan matanya dan jika tidak di turuti sampai besok, besok nya lagi dan besoknya lagi tidak akan selesai selesai.


Aleea meminumkan obat Sean seperti pagi tadi mouth to mouth. Seperti yang Sean mau.


Aleea dan Sean berada di ruang keluarga milik Sean, ia terpaksa keluar dari kamar setelah mengurung Aleea seharian untuk menemaninya di dalam kamar.


"By. mau disuap."


"НАН?"


"Mau disuap By."


Sean minta untuk disuapi sambil menatapnya dengan binar matanya yang cerah. Walaupun seluruh wajahnya masih terlihat pucat, Sean masih saja terlihat tampan baginya.


"Mau itu, By." Ucap Sean sambil menunjuk Aleea yang sedang memotong apel.


"Makan Sean! Kan sudah di potong tinggal kami makan."


“Apa? Sean! kamu panggil Sean? Yang bener aja By??” Ucap Sean dengan suara yang kuat sehingga orang di sekitar mereka melihat pasangan itu.


“Kamu sudah janji ya By, kalau panggil aku dengan panggilan sayang kita,” ucap Sean dengan menampilkan wajah sedih.


“Kamu sudah tidak sayang aku lagi By, karena aku sedang sakit dan membuat kamu kerepotan seharian,” ucap Sean dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


“Astaga Sean. Bukan gitu maksud aku,” Gumam Aleea yang melihat tingkah Sean yang manjanya berkali-kali lipat.


Sedangkan yang lain hanya melihat perseteruan pasangan didepan mereka.

__ADS_1


"Mau disuap ya By?” Ucap Aleea yang mengambil potongan buah untuk di berikan kepada Sean. Yang di bales anggukan oleh Sean.


“Manja banget sih By,” ucap Aleea sambil membelai wajah sean.


Sedangkan di tempat yang sama terlihat seseorang yang tidak suka melihat kemesraan pasangan di depannya. Ia menggengam erat tangannya untuk melepaskan kekesalannya.


“Xander, kamu besok berangkat ke kampus dengan Aleea saja yah,” Ucap Regina yang teringat kalau Aleea dan Xander satu kampus.


“Tidak bisa, Al biar aku aja yang mengantarnya besok.” Sean yang menjawab pertanyaan mamanya.


“Tapi kamu masih sakit Sean, bagaimana mau antar Aleea?” Ucap Regina yang tidak terima jika Sean yang harus mengantar Aleea.


“Ya sudah kalau begitu sopir saja yang mengantarnya,” Ucap Sean.


“Ckkk. Kamu cemburu dengan sepupu kamu sendiri?” Ucap Regina sambil sambil menampilkan senyuman di wajahnya.


“Tidak! Siapa bilang aku cemburu,” Sean menyangkal ucapan Regina.


“Alee sayang kamu besok berangkat ke kampus bersama Xander atau diantar sopir?” tanya Regina kepada aleea yang menundukan wajahnya.


Aleea mengangkat wajahnya melihat ke arah Regina setelahnya melihat ke arah Sean yang berada di sampingnya. Ia lihat Sean menggelengkan kepalanya bahwa dia tidak setuju dengan perkataan mamanya.


“Alee besok di antar supir saja ya mah.” Ucap Aleea yang diberikan anggukan sebagai jawaban setuju.


Sean tahu sepupunya menyukai Aleea, dari cara Xander melihatnya sangat terlihat jelas. Beberapa kali Sean memergoki sepupunya itu melihat ke arah Aleea dengan tatapan penuh cinta.


Sewaktu malam sebelum oma nya menyakiti Aleea dengan kata-kata kasar. Sean sempat mendengar percakapan yang Xander katakan kepada Aleea, saat Aleea yang berada di ruang keluarga untuk menunggu dirinya yang di panggil oleh Om dan Pamannya yang saat itu hadir di Mansion milik keluarga Sean.


“Apakah kamu bahagia Aleea?” Ucap Xander yang menghampiri Aleea yang berada di ruang keluarga.


Aleea yang mendengar itu melihat seseorang memasuki ruangan itu sambil mengerutkan dahinya bahwa dia tidak mengerti apa yang di katakan Xander.


“Lepaskan dan tinggalkan Sean, kamu berhak bahagia Aleea.” Xander dengan memberikan tatapan yang sulit di artikan.


“Maaf Xander, aku bahagia hidup dengan Xander sekarang. Dan aku tidak akan meninggalkan Sean.” Ucap Aleea kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2