Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Berpelukan


__ADS_3

Malam ini Aleea menginap di rumah Sean, sekarang ia duduk di atas sofa yang tersedia di ruangan itu sambil memainkan ponsel miliknya.


Ceklek.


Suara pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan Sean yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah ia membersihkan diri. Sean hanya menggunakan celana pendek di atas lutut dan kaos tanpa lengan.


Suasana canggung antara kedua nya karna malam ini mereka berada di satu kamar yaitu kamar Sean. Selama mereka menikah baru kali ini mereka berada di satu kamar yang sama.


Suara dominan Sean memecahkan keheningan.


“Kamu bisa mencari baju yang cocok untuk di pakai disana,” Ucap Sean sambil menunjuk lemari pakaiannya.


Aleea yang mendengar suara Aleea ia segera menuju lemari pakaian milik Sean, ia pilih pakaian yang akan ia pakai, kemudian ia menuju kamar mandi yang ada di ruangan itu juga.


Selama lima belas menit Aleea keluar dari kamar mandi setelah ia selesai membersihkan diri. Ia keluar menggunakan pakaian milik Sean, ia pilih baju kaos putih yang jika ia pakai akan menjadi mini dress yang panjangnya di atas lutut, menampilkan kaki jenjangnya.


“Kamu tidur saja di kasur, biar aku yang akan tidur disini.” Ucap Sean yang membiarkan dirinya tidur di atas sofa miliknya tang berada di ruangan itu.


“Lebih baik kamu saja yang di kasur biar aku yang tidur di sofa, kaki mu besok akan sakit jika terus di gantung seperti itu.” Ucap Aleea yang sedang melihat ke arah Sean yang dari mencoba mencari posisi yang nyaman.


“Baiklah kalau itu mau mu, aku sudah menawarkan mu tidur di atas kasur tapi kamu sendiri yang tidak mau.” Ucap Sean sambil mendudukan tubuhnya, kemudian ia berjalan ke arah kasur miliknya.


Aleea yang melihat Sean berjalan ke arahnya, ia bergegas mengambil sebuah bantal dan guling tak lupa juga selimut yang ia ambil didalam lemari milik Sean menuju sofa itu.


...****************...


“Kamu sudah menemukannya? Besok bawa berkas itu keruangan ku.” Ucap seseorang pada seorang yang berada di sambungan telefon miliknya.


“Akhirnya aku menemukan mu kembali, kali ini kau tak akan ku biarkan lepas dari pandangku sedikit pun.”Ucapnya sambil melihat ke arah payung dan kertas yang bertuliskan.


Apapun masalah mu ku harap engkau jangan menyerah, masih banyak yang menyanyangi mu, semangat :)

__ADS_1


Ia selalu mencari sosok gadis yang selalu jadi penyemangatnya. Sosok gadis yang membuatnya tersadar dari keterpurukan di tinggalkan oleh kekasihnya di hari anniversary mereka yang ke tiga, tapi di saat ia ingin melamar kekasihnya itu, malah kekasihnya itu menerima lamaran dari seorang pria yang ia kenali di depan matanya kejadian itu terjadi.


...****************...


“Kalian akan pulang hari ini? Padahal mama sangat senang kalian tinggal disini. Rumah ini semakin ramai.” Ucap Regina kepada anak dan menantunya yang tengah berada di ruangan keluarga setelah menyantap sarapan pagi mereka. Sedangkan kedua anak dan menantunya tidak menanggapi ucapan Regina. Mereka hanya diam. Aleea yang takut akan salah bicara dan Sean hanya diam karna sudah tau watak mamanya itu.


“Kalian sepertinya tidak menyanyangi mama,” lanjutnya dengan menampilkan wajah sedih.


Dengan helaan nafas panjang Sean membuka mulutnya untuk berbicara “bukan begitu Mah, kalau kami tinggal disini kasihan Aleea yang harus terlalu jauh untuk pergi ke kampusnya, lagian rumah kami lebih dekat dari kampus Aleea.” Ucap Sean untuk mencari alasan yang logis agar ibunya dapat menerima keputusannya untuk tinggal di rumah miliknya sendiri.


“Lagian kalau mama kangen ataupun kesepian mama bisa main kerumah kami,” lanjutnya. Mendengar jawaban Sean Regina angguk-anggukan kepalanya bahwasanya ia mengerti. Sedangkan Aleea yang nama nya disebut hanya bisa berkata dalam hati “kalau kami masih tinggal disini mana bisa dia terus bersama dengan kekasihnya,” ucap Aleea yang sambil melihat ke arah mertuanya.


Setelah selesai makan siang dan berbincang-bincang di ruang keluarga Aleea dan Sean pamit untuk pulang kerumah mereka.


Ketika berada di dalam mobil milik Sean Aleea terus berfikir kenapa ia bisa berada di atas kasur milik Sean ketika ia bangun. Padahal ia ingat sangat kalau ia tidur di atas sofa tapi ketika ia bangun ia malah tidur diatas ranjang dan berada di dalam pelukan Sean. Mereka saling berpelukan sangat erat. Ingin ia bertanya pada Sean tapi ia tidak berani.


Sean yang berada di samping Aleea melirik sosok yang tengah duduk di sampingnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


“Hah, apa?” Tanya Aleea yang tersentak dari lamunannya.


“Kamu ku lihat dari tadi diam saja, sudah seperti orang beg* jika orang melihat wajahmu itu,” lanjutnya lagi.


Emang yaa mulut Sean sangat tajam sekali. Ingin rasanya tak hii 😂


Mendengar itu Aleea melirik ke arah Sean dengan tatapan sinis.


Bukannya takut melihat Aleea, Sean malah memberikan seringaian kecil di bibirnya yang membuat Aleea semakin kesel.


“Ada yang ingin kamu tanyakan?” Ucap Sean yang sedang fokus kembali ke mobil yang akan ia kendarai.


“Aku ingin bertanya, kenapa aku bisa tidur di atas kasur, padahal aku ingat kalau aku tidur di sofa malam itu.” Tanya Aleea sambil menundukan wajahnya karna mau.

__ADS_1


“Kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan kepada ku?” Ucap Sean, kemudian ia berkata dalam hati. “Kerjai sedikit sepertinya bagus” lanjutnya menampilkan senyuman tipis di bibirnya. Tentu saja Aleea tidak dapat melihat.


“Kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan?” Tanya Sean sekali lagi untuk meyakinkan Kalau ia tidak ingat sama sekali. Aleea hanya memberikan anggukan sebagai jawaban.


“Kamu hampir saja mempe*kos* ku,” ucap Sean dengan penuh keyakinan. Mendengar itu Aleea kaget, matanya membola tidak terima apa yang di katakan Sean. Sean hanya terkekeh melihat kelakuan Aleea.


“Kamu tiba-tiba terbangun dan berjalan ke arah kasur, kemudian tidur dan memeluk tubuhku sangat erat. Aku hampir tidak bisa bernafas.” Lanjutnya dengan penuh penekanan setiap kalimat. Aleea meringis malu karna sikapnya.


“Maaf,” cicitnya yang masih menundukan wajahnya.


Senyum Sean semakin lebar melihat Aleea yang mudah sekali dikerjai.


“Tidak, aku hanya bercanda.” Balas Sean yang sedang melihat kearah Aleea sambil menampilkan senyuman di bibirnya.


Flashback


Setelah Aleea menyusun bantalnya di atas sofa ia mulai merebahkan tubuhnya dan mulai terlelap.


Sean yang tidak mendengar suara Aleea mencoba memalingkan wajahnya dari ponsel miliknya. “Ternyata ia sudah tidur,” gumam nya saat melihat Aleea yang sudah terlelap menuju alam mimpi.


Sean yang merasa kandung kemihnya kosong itu bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai ia kembali ke kasur. Tapi sebelum ia sampai ke kasur ia mengengar suara dengkuran halus dari arah sofa miliknya. Ia lihat Aleea yang sudah terlelap dan selimut yang menutupi tubuhnya jatuh ke lantai. Ia mendekat ke arah Aleea mencoba untuk memakaikan selimut itu kembali.


Melihat Aleea sudah hampir terjatuh dari sofa itu. Ia berlari kecil untuk menahan tubuh Aleea agar tubuhnya tidak menyentuh lantai.


Sean angkat tubuh Aleea dan membawanya ke arah kasur miliknya. Ia rebahkan tubuh Aleea dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ia pakai tadi. Ia mulai memposisikan tubuhnya berbaring di samping Aleea dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


Beberapa saat kasur mulai bergerak ia merasakan tubuh di peluk seseorang dari samping dan ada kepala seseorang berada di atas dada bidangnya. Ia membuka mata dan melihat Aleea memeluk tubuhnya. Ia mencoba melepaskan pelukan Aleea tapi bukannya terlepas melainkan pelukan itu semakin erat. Sean yang mulai merasakan mengantuk akhirnya menutup matanya sambil membalas pelukan Aleea.


Mereka saling berpelukan dalam tidur mereka sepanjang malam.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2