
Sean terbangun dengan kepala berdenyut dan telinga yang berdengung. Membuka mata dan melihat ke langit-langit ruangan, dirinya hanya bisa mengernyit kebingungan. Tunggu dulu, kamar ini tidak terlihat seperti kamarnya. la bisa mendengar suara samar dari arah balkon.
“Apakah Al sudah kembali?” Batin Sean.
Kemudian ia memutuskan untuk berjalan menuju arah suara tersebut dengan berjalan sedikit sempoyongan. Di luar balkon, dirinya bisa melihat punggung dari wanita.
"Aleea?" Gumam Sean.
BRUK!!
Sean memeluk wanita itu dari belakang dengan sangat erat.
Wanita yang dipeluk itu pun hanya mengerutkan keningnya. Kemudian ia memanggil Sean yang masih memeluk tubuhnya.
“Sean.” Ucap wanita tersebut.
Deg!!!
“Ini bukan suara Al nya,” Batin sean. Kemudian ia melepaskan pelukan dari wanita tersebut.
Wanita itu merasakan pelukan di tubuhnya terlepas kemudian ia memutarbalikkan badannya, melihat ke arah Sean dengan senyuman kecil.
“Kamu kenapa bisa disini?” Tanya Sean dengan mengerutkan dahinya.
“Aku mendengar kamu beberapa hari ini sakit dan aku kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih karena menolongku dan anak ku waktu itu.” Ucap wanita itu. Dia adalah Syeila.
“Bagaimana keadaan Aleea? Terakhir bertemu di rumah sakit aku tidak melihatnya lagi. Sejak tadi aku tidak bertemu dengannya setelah beberapa menit sampai disini.” Tanya Syeila kepada Sean.
Mendengar perkataan Syeila, pria itu meneteskan air matanya dan suara isakan itu terdengar kembali di ruangan itu.
Hikss Hikss Hikss
Syeila yang melihat itu merasa binggung, ia kembali bertanya apa yang telah terjadi. Tapi sean tidak menjawabnya dan semakin menangis, sehingga orang yang melihatnya dapat merasakan hal tersebut.
__ADS_1
“Sean ada apa sebenarnya?” Ucap Syeila kembali, tapi yang ia dapat Sean yang jatuh terduduk di atas lantai.
“Apa yang harus aku lakukan Sye, Aleea telah pergi dan meninggalkan aku.” Ucap Sean sambil mendongakan matanya melihat Syeila yang berada di depannya.
“Bagaimana kamu tau jika Aleea pergi meninggalkanmu?” Tanya Syeila
Syeila melihat arah yang di beri tunjukan dengan menggunakan tangan Sean. Ia kemudian berjalan mendekat ke arah nakas samping tempat tidur yang baru saja di tiduri oleh Sean. Ia lihat sebuah kotak, kemudian ia buka dan terdapat sebuah gambar Usg dan selembar kertas didalamnya.
Deg!!
Jantung Syeila berdetak lebih cepat dari biasanya. Dengan tangan yang sedikit bergetar, Ia buka dan membaca selembar surat yang berada di dalam kotak tersebut.
Hai Sean,
Setelah kamu menerima dan membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi di negara ini.
Hmmm. Aku ingin mengucapkan terima kasih telah menggantikan kedua orangtua ku untuk menjagaku
Maaf yah. Aku tidak bisa menjaga calon bayi di kandungan aku
Kamu ingatkan hari terakhir aku sebelum kecelakaan?
Hari itu aku berniat memberitahu kamu tentang kehamilan ku yang sudah memasuki usia tujuh minggu.
Aku senang sekali ketika dokter bilang jika aku sedang mengandung bahkan aku sampai menangis karena bahagia ada calon bayi di dalam tubuhku.
Tapi aku sadar jika pernikahan ini hanya ada aku di dalamnya.
Malam dimana kamu meninggal aku karena mengurus mantan kamu yang akan melahirkan dan meninggalkan aku dan calon bayi di rumah
Kamu bilang aku egois bukan?
Iya! Kamu benar aku memang egois.
__ADS_1
Aku hanya ingin perhatianmu hanya untuk aku dan calon bayi di kandungan aku.
Hahaha, lucu yah?
Oh iya! Aku sudah mengurus semua berkas perceraian kita, jadi kamu tidak perlu repot untuk mengurusnya
Kamu tinggal menanda tangani saja surat ini dan kita akan sah bercerai
Maaf yah telah hadir di tengah kebahagiaan kalian
Aku kali ini melepaskan kamu, hiduplah bahagia dan bina rumah tangga dengan Syeila dan putranya.
Mari hidup dengan bahagia dan aku harap kita tidak akan bertemu lagi selamanya.
Aleea
Selama membaca surat tersebut Syeila menangis. Ia tidak menyangka selama ini Aleea salah paham dengan nya.
Hikss.. Hikss.. Hikss..
“Aleea kenapa kamu berpikir seperti itu, tidak ada sedikitpun niat ku untuk merebut Sean dari mu.” Gumam Syeila.
Hiks Hiks Hiks
“Maafkan aku Sean karena aku Aleea salah paham,” Ucap Syeila yang tidak di mendapat jawaban apapun.
Sedangkan seorang gadis yang berada di atas balkon aparteman miliknya tersenyum manis setelah mendapat kabar, Senyuman terukir di bibirnya mendengar apa yang telah disampaikan oleh anak buahnya dari seberang telepon.
Setelah panggilan tersebut terputus ia memandang pemandangan dari atas balkon apartemen miliknya. Senyuman selalu terukir di wajahnya.
“Jalanku untuk hidup bersama Sean tinggal selangkah lagi, wanita bodoh itu sudah pergi.”
“Sekarang giliran mantan model itu yang harus pergi dari hidup Sean,”
__ADS_1
Ucap wanita tersebut dengan menampilkan senyuman menyeringai di bibirnya.