Aku Istrimu! Bukan Dia!

Aku Istrimu! Bukan Dia!
Dimana Dia?


__ADS_3

Aleea sedang berdiri di atas balkon kamarnya. Ia mendongakan wajah nya keatas melihat bintang yang bertaburan dan bulan yang cukup terang.


Aleea melihat jam di ponselnya sudah menunjukan 21:45 tapi Sean belum menunjukan keberadaannya. setelah kejadian Aleea meminta Sean untuk berpisah. Sejak saat itu Sean pergi dari rumahnya dan belum kembali sampai sekarang.


… Beberapa jam sebelumnya.


“Aleea! Kamu tidak ikut ke apartemen Shea?” Tanya diva yang berada di depan mobilnya. Malam ini mereka berencana akan menginap di rumah Shea karena kedua orangtuanya sedang pergi ke negara J untuk pertemuan bisnis.


“Maaf. Aku tidak bisa. Hari ini aku akan ke kantor sean ada yang ingin aku bicarakan,” Ucap Aleea.


“Hmmm, ya sudah kalau begitu kamu hati-hati.” Ucap Shea yang di beri anggukan oleh Aleea.


Setelah Aleea berpamitan dengan sahabat nya, ia kemudian memasuki mobilnya keluar dari kampusnya, Ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menjelajahi suasana siang menjelang sore di kota tersebut.


Beberapa menit kemudian Aleea sampai di kantor sean. Ia berniat agar lebih leluasa berbicara di tempat ini setelah Sean yang tiba-tiba pergi sebelum mendapat jalan keluarnya. Ia ingin mengakhiri semuanya dengan cepat. Walaupun hatinya terasa sangat menyakitkan.


Saat Aleea berada di lobi untuk bertanya ruangan milik Sean ia sudah bertemu asistennya di lobi tersebut.


“Nona ingin beretemu dengan tuan Sean?” Tanya Justin yang di beri anggukan oleh Aleea.


“Sejak pagi hari tuan Sean tidak datang ke kantor nona, dan pertemuan yang telah di sepakat oleh tuan akhirnya saya yang menggantikannya.” Ucap Justin yang masih berada di didepan Aleea yang jaraknya tidak begitu jauh.


“Ohh. Kalau begitu saya balik ke rumah saja. Kupikir sean datang ke kantor hari ini.” Ucap Aleea.


Setelah Aleea berpamitan dengan justin, ia melangkahkan kakinya kembali ke parkiran diman mobilnya ia letakan disana.


BRUK!!


“Oh ****.” Ucap seseorang yang menabrak Aleea jatuh terduduk di atas lantai.


“Maaf tuan. Apakah tuan baik-baik saja,” Tanya Alee yang berdiri di depan pria itu.

__ADS_1


Pria itu tertegun melihat Aleea yang berada di depannya sampai tidak mengedipkan matanya.


“Tuan! Apakah tuan bisa mendengar saya?” Ucap Aleea kembali saat melihat pria di depannya masih berdiam diri saja.


“Oh God. Cantik sekali wanita ini. Kenapa dia begitu imut sekali.” Batinnya yang ketus melihat Aleea.


Sedangkan pria itu yang masih berdiam diri sedari tadi akhirnya tersadar juga.


“Tuan! Apakah tuan baik-baik saja?” Tanya Aleea sambil menggoyangkan tangan nya ke kiri dan kemana.


“Haah. Ak-aku baik-baik saja,” Ucap pria itu terbata.


Aleea membantu pria itu untuk berdiri kemudian ia pamit dengan dijawab dengan anggukan oleh pria itu.


“Oh ****. Kenapa aku tidak bertanya namanya.” Ucap pria itu sambil melihat Aleea yang berjalan sampai Aleea tidak menampakan dirinya setelah Aleea masuk kedalam mobilnya.


… Aleea berdiam diri terus menatap langit yang begitu indah malam ini, kepala terus berpikir kejadian-kejadian yang akan terjadi. Sesekali ia mengelengkan kepalanya ketika ia merasa jika apa yang akan terjadi begitu menakutkan.


“Dimana dia? Apa mungkin dia ke rumah Syeila?” Batin Aleea. Ia sejak tadi berjalan mondar mandir sejak tadi perasaan nya tidak enak.


“Hoam,” Aleea yang sudah sejak tadi menguap memutuskan untuk tidur karena sudah malam. Tubuhnya terasa sedikit lelah.


Aleea berjalan ke arah tempat tidur, ia meletakan ponselnya dia tad nakas sebelum ia membawa tubuhnya tidur dia atas kasur yang cukup besar dan luar jika untuk di tiduri dua orang.


Aleea mulai memejamkan matanya. Sedangkan ponselnya sejak tadi menyala dalam mode silent sehingga Aleea tidak mengetahui siapa yang meneleponnya.


Sedangkan sisi lain seorang pria yang sedari tadi berada di klub malam. Ia sudah sangat mabuk malam ini.


“Hei. Sean! Bangunlah kenapa kamu malah tertidur disini?” Ucap seorang pria yang cukup dekat dengan sean.


“Huuh. Payah banget sih. Baru beberapa bulan tidak bertemu sekarang kamu payah dalam minum seperti ini.” Ucap nya lagi sedikit meracau.

__ADS_1


Pria itu meminta anak buahnya untuk menelepon asisten Sean berada. Sekitar dua puluh menit Justin berada di dalam klub tersebut.


“Maaf tuan. Kenapa tuan Sean ada di sini?” Tanya Justin kepada Harry yang berada di depannya.


Justin tahu tuan nya sudah lama tidak ke klub ini. Terakhir ia kesini setelah ia mengetahui mantan kekasihnya telah hamil dengan pria lain. Tapi kali ini kenapa tuan nya seperti ini.


“Aku tidak tahu. Ketika aku menelepon nya, dia sedang berada di klub ini sehingga aku menghampirinya kesini. Tetapi setelah aku kesini dia sudah mabuk seperti itu.” Ucap Harry menjelaskan secara singkat kepada Justin yang sedari tadi menunjukan ketidaksukaan nya secara terang-terangan.


“Al.”


“Baby,”


“Jangan ucapkan seperti itu.”


“Aku tidak suka,”


Ucap Sean dengan mata yang masih terpejam.


“Sejak tadi dia terus bicara seperti itu, aku tidak mengerti apa maksud ucapannya,” Ucap Harry kembali.


“Baby, maafkan aku. Jangan tinggalkan aku,” Ucap Sean dengan lemah.


“Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan kamu,” Ucapnya kembali sebelum kesadaran nya hilang.


Harry dan Justin hanya memandang Sean yang sudah tidak sadarkan diri yang tubuhnya di duduki di sebuah sofa dengan kepala berada di atas meja.


“Aku yakin dia punya masalah,” Ucap Harry yang diberi anggukan oleh Justin.


“Apakah Sean sudah menikah, aku mendengar tadi tentang perceraian?” Lanjutnya kembali bertanya tentang apa yang telah terjadi dengan sahabatnya selama beberapa bukan ini.


“Tuan Sean sudah menikah tapi hanya keluarga saja yang mengetahui tentang pernikahan mereka. Aku pikir tuan seperti ini karena ada masalah dengan nona Aleea, istri dari tuan Sean.” Jawab Justin seadanya karena ia juga tidak mengetahui apa yang terjadi kepada tuan nya yang sebenarnya.

__ADS_1


“Tuan. Terimakasih telah menelepon saya untuk memberitahu keberadaan tuan Sean.” Ucapnya kembali.


“Kalau begitu saja pamit dulu membawa tuan Sean kembali kerumahnya. Aku takut nona Aleea sedang mencemaskan keberadaannya. Karena nona Aleea siang tadi pergi ke kantor untuk mencari tuan Sean.” Ucap Justin kemudian ia memapah tubuh Sean yang di bantu oleh beberapa anak buah Harry.


__ADS_2