
Suara langkah kaki dari wanita yang mengenakan heels tinggi itu terdengar memenuhi lorong, wanita itu mengetuk pintu yang ada didepannya dengan bertuliskan CEO.
Tok! Tok! Tok!
Dapat ia dengar suara dari dalam yang mempersilakan dirinya masuk kedalam ruangan tersebut.
“Ada yang bisa saya bantu pak?” Tanya wanita tersebut dengan sopan.
“Sayang duduk disini, sekarang sudah jam makan siang tidak ada atasan dan bawahan saat ini.” Ucap wanita yang umurnya sudah tidak lagi muda.
Wanita itu melihat jam tangan yang ia gunakan sudah menunjukan pukul 12:10 PM. Yang menandakan sudah jam istirahat.
“Mama,” panggil wanita itu pelan kemudian ia berjalan mendekati seorang wanita yang ia panggil mama.
“Mama sudah lama disini?” Tanya wanita itu kepada makannya saat sudah duduk di sampingnya.
“Tidak sayang, sekitar sepuluh menit yang lalu mama sampai.” Ucap wanita itu sambil membelai wajahnya.
“Alee. Papa ada pertemuan di negara N, Papa ingin kamu yang menggantikan Papa kesana.” Ucap Papanya masih duduk di meja kebesarannya.
Wanita itu adalah Aleea. Setelah enam bulan Aleea resmi bercerai dengan Sean. Ia bekerja tetep di kantor Papanya yeng berada dinegara K sebagai Asisten Eksekutif sebelum ia akan menjabat sebagai CEO untuk menggantikan Papanya.
“Tapi Pah.” Bantah Aleea.
“Tidak ada tapi-tapian. Papa percaya kepada kamu. Kamu bisa mulai dari sekarang sebelum Papa berhenti.” Ucap Papanya kembali.
“Baiklah Pah,” ucap Aleea pasrah.
“Kapan Alee akan pergi Pah?” Tanya Aleea kembali.
“Lusa kamu akan berangkat ke sana ditemani oleh asisten Papa, jika kurang mengerti kamu bisa bertanya dengannya atau Papa.” Jawab Adrick yang di balas anggukan oleh Aleea.
Tidak lama kemudian pintu ruangan itu diketuk dari luar. Dengan jarak beberapa detik pintu itu di buka, menampilkan Asisiten Adrick yang di ikuti oleh beberapa Pelayan dengan membawa makanan yang telah mereka pesan.
“Papa memesan beberapa masakan kesukaan kalian, kita makan disini saja ya? Papa masih banyak perkerjaan.” Ucap Adrich yang di balas anggukan oleh Aleea maupun Anna.
Kehidupan Aleea setelah berpisah hanya berkerja dan bekerja, sesekali ia menemani Alice jika gadis kecil itu ingin bepergian.
Hubungan nya dengan Sean baik, mereka sepakat untuk berteman. Sesekali Sean datang berkunjung ketempat tinggalnya bukan karena ingin menemui Aleea melainkan melihat princess kecilnya.
Mereka telah berdamai dengan masa lalu mereka masing-masing. Itu yang membuat hubungan meraja menjadi lebih baik.
Jika ditanya hubungan nya dengan Sams, sama seperti biasa Sams selalu menunjukan perhatian dan memberikan kasih sayang kepada Aleea. Bahkan sudah beberapa kali Sams melamar Aleea untuk menikah dengan tapi aleea masih belum siap. Satu yang aleea tunggu kejujuran Sams, sampai sekarang dia masih belum jujur mengenai ayah biologis dari putra Syeila.
....
__ADS_1
Seorang wanita berjalan dengan mendorong stoller di sebuah Mall ternama. Ia memasuki sebuah restoran yang menjadi tempat janjinya bertemu dengan seseorang. Ia mencari ke arah kanan dan kiri untuk mencari orang tersebut.
“Itu dia.” Gumamnya saat melihat seorang yang ia cari melambaikan tangan kearahnya. Kemudian ia berjalan mendekati wanita tersebut.
“Kamu sudah lama Al?” Tanya wanita itu yang mulai mendudukan dirinya diatas kursi.
“Lima belas menit yang lalu, aku tidak tahu kesukaan kamu jadi aku cuma memesan ini,” jawab Aleea.
“Ini putra kamu yang pernah kamu bicarakan ketika kita jumpa?” Tanya Aleea.
“Iya, namanya Brian Austin.” Ucap wanita tersebut.
“Aku masih mengingatnya.” Ucap Aleea.
Wanita itu adalah Syeila, mereka telah bertemu beberapa hari yang lalu saat Aleea di toko kue yang ia rintis beberapa bulan ini.
“Hah. Kamu masih mengingat nama anak ku? Aku kira kamu tidak ingin melihatnya karena kejadian itu.” Tanya Syeila dengan wajah yang berbinar.
“Aku pasti mengingatnya walaupun baru pertama kali mendengarnya, maaf jika perlakuan ku membuatmu merasa tidak nyaman.” Ucap Aleea.
Wanita itu menggelengkan kepalanya saat mendengar jawaban dari temannya. “Aleea momen ini yang aku tunggu sejak lama.” Ucap Syeila kembali.
“Mimi.. Mommy..,” panggil anak kecil itu dengan candel yang melihat dua orang wanita dewasa asik berbicara tidak memperhatikannya.
Syeila yang mendengar itu menatap putra nya yang sudah ia dudukan di kursi balita di samping nya.
“Boleh aku menggendongnya?” Tanya Aleea saat melihat putra Syeila yang ada di gendongannya.
“Tentu saja,” jawabnya sambil memberikan putranya ke gendongan Aleea.
“Ma.. mama.” Panggil Brian yang ada di gendongannya Aleea.
“Mama,” ucap Aleea pelan.
“Mama.. Ma.” Panggil Brian lagi sambil menepuk-nepuk pelan pipi Aleea.
“Dia memanggilku mama syei?” Tanya Aleea yang di balas anggukan oleh Syeila. Perkataan Syeila membuat Aleea tersenyum.
“Sean selalu menunjukkan fotomu saat Brian bersamanya, dia selalu mengenalkanmu sebagai mamanya Brian.” Ucap Syeila.
“Maaf, karena kesalahan ku kalian harus berpisah.” Ucap Syeila kembali dengan suara serak.
“Tidak apa-apa. Semua takdir Tuhan.” Ucap Aleea.
“Kamu sudah berapa kali minta maaf, kalau kamu begini lagi aku tidak mau bertemu kamu lagi,” lanjut aleea.
__ADS_1
“Jangan!” Ucap Syeila.
“Pasti sulit ya jadi ibu tunggal?” Tanya Aleea yang membuat Syeila menundukan kepalanya.
“Kalau boleh tau siapa ayah dari putramu?” Tanya Aleea kembali yang membuat Syeila harus menatap aleea dengan tatapan yang sulit diartikan.
Syeila menarik nafas dalam-dalam untuk menjawab pertanyaan Aleea.
“Aku saat itu dalam mabuk dan saat aku tersadar aku bermalam dengan pria. Saat itu kami sepakat untuk melupakannya tapi beberapa minggu setelahnya aku dinyatakan positif hamil.” Ucap Syeila yang mulai meneteskan air mata di pipinya.
“Aku pernah menemui ayah kandung Brian dan memberitahu jika aku hamil tapi ia malah memberiku uang untuk menggugurkannya dengan alasan ada wanita yang sangat dia cintai.” Ucapnya kembali dengan kembali menangis saat mengingat kenangan pahit.
“Sudah syei jangan di lanjutkan, maaf membuatmu mengingat kejadian itu kembali.” Ucap aleea untuk menenangkan sambil menggengam erat tangan Syeila.
“Duniaku saat itu terasa hancur. Papa mama ku membuangku, aku yang saat itu masih kekasih Sean dan belum tau jika Sean belum menikah, aku takut Sean membuangku juga. Aku ingin menggugurkannya tapi saat itu aku tersadar ada nyawa lain dalam diriku jadi aku untuk berpisah dengan Sean dan mempertahankan kandunganku karna hanya dia yang akan menjadi keluargaku.” Ucap Syeila.
“Kenapa kamu tidak meminta Sean untuk menjadi ayah dari anak yang ada di kandunganmu?” Tanya Aleea yang semakin penasaran.
“Awalnya aku ingin menjebak tapi aku tidak bisa Sean tidak bisa di bohongi dan Sean tidak pernah menyentuhku.” Ucap Syeila yang membuat Aleea melototkan matanya tidak percaya.
“Kamu pasti tidak percayakan tapi itu yang terjadi, no **** before marriage. Dia selalu menjaga dan percaya denganku tapi aku merusak itu semua.”
“Tapi aku bersyukur dia masih mau menjadi temanku sampai saat ini, walaupun hanya merasa kasian.”
“Maaf jika pertanyaanku ini membuatmu tidak nyaman, jadi apakah kamu pertama melakukannya dengan ayahnya Brian?” Tanya Aleea yang dibalas dengan anggukan oleh Syeila.
“Kenapa kamu tidak minta pertanggungjawaban nya syei?”
“Seperti yang aku katakan tadi, dia menyuruh aku menggugurkannya karena sangat mencintai wanitanya.”
“Yasudah ayo kita lanjutkan makan nya, maaf membuat kamu teringat kembali dengan pria itu,”
“Tidak apa-apa, aku merasa lebih lega setelah menceritakannya kepada kamu.”
“Oh iya. Teman aku akan gabung dengan kita kamu tidak keberatan kan?” Tanya Aleea kepada Syeila yang di balas gelengan.
“Tapi aku merasa tidak enak mengganggu waktu kalian.” Jawab Syeila.
“Tidak apa-apa. Aku masih ingin bersama Brian.” Ucap Aleea sambil menciumi pipi gembul Brian.
Beberapa menit kemudian seorang pria memasuki restoran tersebut. Ia melihat seseorang yang dicarinya kemudian mendekati meja wanitanya.
“Maaf aku sedikit terlambat,” Ucap pria tersebut saat sudah berada disamping wanitanya.
Deg!!
__ADS_1
Pandangan mata Syeila beradu dengan sosok pria yang baru saja sampai di tempat itu.
“Kenapa teman Aleea dia, oh Tuhan apalagi yang terjadi.” Batin Syeila.